
Beberapa hari kemudian kondisi keluarga Laura mulai membaik seperti biasa,David memang tak terlalu ikut campur masalah rumah tangga anaknya karna David pikir Justin dan Laura pasti bisa menemukan solusi yang terbaik.
Dan keduanya pun kini akur lagi membuat suasana rumah kembali ramai.
Seperti biasa yang paling ngenes dirumah itu adalah Vero,sudah banyak gadis2 yang ditawarkan Cila kepada anak itu dari anak konglemerat hingga orang biasa tapi Lelaki itu tak menjatuhkan hatinya kepada gadis mana pun.
Para gadis yang ditolak pun tak sedikit menghujat lelaki pemilih itu tapi Vero tak ambil pusing meski suara ibunya seperti nyamuk yang minta digepok.
Seperti hari ini satu lagi gadis yang harus pulang dengan tangan hampa.
Vero hampir gila sendiri diulah Mamanya yang tak tahan lagi ingin punya menantu dari dirinya.
" Kamu mau nunggu Mama mati dulu baru mau ngasih menantu !" Kata Cila kesal.
" Umur gak ada yang tau Ma " Jawab Vero santai sambil main game.
" Oh jadi kamu beneran mau Mama mati !" Kata Cila syok.
" Ya gak gitu,kalo jodohnya belum datang mau diapain " Sahut Vero masih tenang.
" Gimana mau datang kalo kamu ngak nyambut ngak nyari,lusinan cewek Mama bawa ke kamu tapi semuanya kamu tolak " Kata Cila mulai menghitung gadis mana saja yang ia bawa.
" Ogah,cewek model cibi2 gitu,alay " Cibir Vero.
" Itu lagi trend tau " Kata Cila gemas.
" Ngak mau Mama,aduhh pusing deh ngomongin jodoh mulu,capejkkk " Kata Vero mencat2 kakinya kesal.
" Makanya cepetan kawinnn " pekik Cila berkacak pinggang.
" Hehhhh iyaaa nanti aku kawinin banyak2 biar Mama puas " kata Vero geram
" Ehhhhh " pekik Cila terbelalak.
Vero sudah berlari menjauh takut sapu disamping wanita itu melayang.
Laura dan Justin terkikik geli melihat drama mereka berdua.
" Untung kamu dah nikah duluan,coba kalo masih sendiri,pasti 11 12 sama Vero " Kata Justin tertawa .
" Iya,kadang aku kasihan sama Vero dituntut nikah terus sama Mama " Kata Laura menghela nafas.
" Emang Vero beneran gak punya pacar,dia kan ganteng " Kata Justin heran.
" Dulu pacarnya banyak,gonta ganti tapi sekarang ntah mengapa Vero kayak gak tertarik sama cewek,liat aja kalo Mama bawa cewek krumah,dia ngurung dikamar kek anak perawan " Kata Laura terkekeh.
Justin kembali tertawa renyah dan langsung terdiam saat lirikan mata mertuanya menatap mereka tajam..
Secepat kilat pasangan itu berbaring didepan tv pura2 tak melihat.
Cila mendengus dan berjalan keluar dengan sapu ajaibnya.
Hari ini libur jadi semua orang bersantai dirumah.
Bukan mengapa Cila menyuruh Vero menikah,selain anak itu sudah dewasa Vero juga sudah mampu membiayai hidupnya sendiri,tapi alasan yang paling membuat Cila ngebet adalah,Cila takut anaknya tidak normal,seperti anak teman arisannya yang tak mau dekat dengan gadis dan ternyata malah anak itu menyukai sesama jenis.
Jiwa seorang ibu pun ketar ketir mengetahui hal itu apalagi kini banyak dimedia sosial para lelaki macho punya pacar pria macho juga membuat Cila menghapus akun sosialnya karna takut tertular.
__ADS_1
Vero sering mengatai wanita itu udik dan katrok tapi Cila seolah tak perduli karna ia menyayangi lelaki itu dan tidak mau keturunannya punah.
Dikamar,Vero berbaring menatap langit2 kamar.
Setiap hari dipikiran lelaki itu masih teringat seorang gadis yang tanpa sengaja ia tolong.
Vero merasa sangat menyesal menyuruh gadis itu pergi padahal gadis itu sangat berharap kepadanya.
" Ya Tuhan,kenapa aku selalu memikirkan Hani ?" Gumam Vero mengusap wajahnya.
" Dimana dia sekarang ? apa dia baik2 saja ? ahhh kenapa aku tidak tenang " Kata Vero bangun menyugar kasar rambutnya.
Setiap kali Hani muncul diingatannya membuat Vero ingin mencari gadis tersebut saat itu juga tapi terhalang pekerjaan dan restu ibunya.
Vero masih takut kepada Cila yang overthingking,apalagi jika pria itu membawa masuk Hani kedalam rumah tersebut tanpa identitas yang jelas.
" Akhhhh berengsek ! aku harus gimana ini !" Kata Vero semakin kacau.
Lelaki itu berusaha tenang,tapi ingatannya tentang Hani yang ketakutan disemak2 membuat lelaki itu sangat gelisah.
Vero melihat kopernya yang teronggok di dekat lemari,lelaki itu pun bangun dan membuka lemarinya.
Dengan cepat,Vero mengambil beberapa lembar bajunya lalu memasukkan ke koper.
Vero memutuskan akan pergi keluar kota hari ini juga,karna tidak ingin gila karna pikirannya sendiri.
Vero bersiap2 dengan cepat,1 jam kemudian pria itu sudah siap berangkat.
" Mau kemana ?" tanya David berpapasan dengan putranya saat melewati kamar pria itu.
" Hah ngapain ?" Tanya David kaget.
" Jemput jodoh Pa " Jawab Vero polos.
" Eh maksudnya em..
David mengernyit menunggu jawaban yang benar dari anak itu.
" Akh intinya aku mau pergi 3 hari,izin kerja ya " Kata Vero cengengesan.
" Udah ngasih tau Mama ?" tanya David tenang.
Vero menggeleng pelan seraya menelan ludah kasar.
" Ya udah,izin dulu sana Papa mau main basket sama Justin " Kata David santai.
Vero melongo melihat lelaki itu melewatinya begitu saja tanpa pertanyaan yang akan membuatnya mati kutu.
" Yesss " kata Vero sudah mengantongi 1 izin.
Lelaki dengan kemeja hitam itu pun berjalan riang menemui Nyonya rumah tersebut.
Vero mencari sekeliling tak menemui Cila,hingga dirinya keluar dan terkejut melihat sang Mama sedang main sepeda dengan Laura seperti anak kecil.
" Astaga " Kata Vero terbelalak kaget.
" Sini biar Mama yang gonceng kamu lama " kata Cila turun dari sepeda dan menyuruh Laura duduk dibelakang.
__ADS_1
" Bisa ngak Ma ? ntar jatuh lagi " kata Laura ngeri.
" Bisa,ngak tau ya dulu Mama juara 1 lomba balap karung " Kata Cila menepuk dadanya bangga.
" Beda serverrr Mama " Kata Laura gemas.
" Sama aja,intinya balap " Kata Cila masa bodoh.
Laura menelan ludah kasar dan berpengan teguh pada pinggang wanita itu.
Sepeda pun mulai dijalankan,dan teriakan Laura menggema karna Cila berbelok kiri kanan tak seimbang.
" Mama pelan2 " Teriak Laura ketakutan.
" Pegangan " Kata Cila heboh.
" Aaaaaa Kak Justin tolongggg " Teriak Laura memanggil suaminya yang menganga melihat mereka.
" Aduh gawat ntar lecet lagi bini aku " Kata Justin khawatir.
David tertawa geli sambil memantulkan bola basketnya kelantai.
Justin pun mengejar Ibu dan anak itu berusaha menolong sang istri.
" Ya Tuhan kenapa Mama ku begini ?" Tanya Vero mendongak melihat langit.
" Hayyyyy " Sapa Cila melambaikan tangan.
" Mamaaaaaa ngak usah banyak gaya " Teriak Laura membuat Cila terkejut.
Vero menggeleng pelan lalu menyeret kopernya masuk kedalam mobil.
Cila berlari melihat Vero yang siap2 ingin pergi.
" Mau kemana ?" tanya Cila menyelisik.
" Tugas kantor " Jawab Vero berbohong.
" Hah tugas apaan ?" tanya Cila terkejut.
" Tanya sama Papa " Jawab Vero tenang meski ketakutan dalam hati.
Cila melihat suaminya,terlihat David masih sibuk sendiri dengan bola kuning tersebut.
" Ya udah,hati2 " kata Cila percaya.
Vero tersenyum kecil dan mengecup pipi Cila lembut.
" Makasih Ma " kata Vero bahagia.
Cila mengangguk dengan senyum malu2nya.
" Hanii im comiiingggg " Pekik Vero dalam hati.
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1