
Seorang gadis terlihat begitu lahap menyantap indomie dalam mangkuknya.
Angel dan Suci benar2 pergi ke kantin meski tak membawa uang speserpun.
Kedua gadis itu memasang wajah tebal apalagi Angel.
" Kamu yakin ?" tanya Angel pelan.
" Udah mau habis " Jawab Suci santai.
" Haisst kamu mah rakus banget " Cibir Angel.
" Laper Kak " Jawab Suci terus mengambil mie dengan sendoknya.
Angel menghela nafas panjang,gadis itu terlihat tak tenang.
Angel begitu berharap ada malaikat yg turun kebumi untuk membayar menu makan siang mereka saat ini.
" Kakak gak mau ya ?" tanya Suci mendongak melihat Angel diam.
" Eh mau lah " Jawab Angel menarik mangkuknya sedikit menjauh dari hadapan gadis kecil tersebut.
Suci terkekeh geli,gadis itu mengambil air digelas dan langsung menandak hingga habis.
" Alhamdulillah " Ucap Suci kenyang.
Angel menghela nafas,gadis itu melihat Suci makan dengan lahap membuat perutnya juga keroncongan.
Menu makan dirumah sakit tidak menarik minat sama sekali,Angel yg ada ingin muntah bukannya bersemangat tapi menu dikantin begitu menggugah selera.
" Cepetan Kak,nanti dicariin orang " kata Suci bersiap bangun.
" Nanti dong punya aku belum habis " Kata Angel melotot.
" Ya udah cepetan " Balas Suci gemas.
Angel mengangguk,gadis itu pun mulai mengangkat garpunya dan menyerumput mie.
Suci diam memperhatikan sekitar,beberapa dokter dan karyawan terlihat memadati kantin tersebut sedangkan para pengunjung hanya terlihat beberapa saja.
Angel makan dengan lahap meski otaknya terus mencari akal.
Diruangan,seorang pria terkejut saat dirinya tak mendapati siapapun disana.
" Loh gadis itu kemana ?" Gumam pria tersebut melihat sekitar.
Tak ada tanda2 kehidupan,hanya ada tas berby kecil dipojok kursi beserta jaket berbulu.
" Dimana dia ?" guman Daniel bingung.
Pria itu melangkah keluar dan tiba2 suara dering ponsel terdengar.
" Dimana hapenya ?" Gumam Daniel melihat lihat.
Pria itu mundur lagi dan mencari sumber suara.
" Dari sana " Gumam Daniel pelan.
Daniel melihat keluar dan tak ada tanda2 siapa pun.
" Apa gadis itu diculik lagi ?" Gumam Daniel terbelalak.
Dengan gerakan cepat,Daniel membuka tas Suci dan mengeluarkan hape disana.
" Nenek " Gumam Daniel membaca layar.
Karna khwatir,Daniel pun mengangkatnya.
" Halo,Suci kamu dimana ? gak mau pulang kerumah lagi ?" Tanya seseorang nyerocos diseberang.
Daniel diam dengan wajah terkejutnya.
" Suci ! gak usah sok budeg kamu ya,cepetan pulang " Pekik wanita itu lagi.
" Halo " sapa Daniel sopan.
" Hah " Pekik wanita itu kaget.
" Halo,maaf Ibu ini dengan saya Daniel " Ucap Daniel pelan.
" Daniel ?? siapa kamu ?" Tanya wanita itu syok.
" Saya em saya dokter " Jawab Daniel bingung.
__ADS_1
" Dokter ? dokter apa mana anak saya ?" tanya wanita itu kembali kaget.
" Em ya Bu,maaf saya gak tau anak ibu dimana " Jawab Daniel kelabakan.
" Loh ? ini hapenya kan ?kamu culik anak saya ya !" Tuduh Salsa garang.
" Eeh gak Bu,bukan " Jawab Daniel terbelalak.
" Buuuuuu,Lexxxxx " Teriak Salsa memanggil orang dirumahnya.
" Gawat nih " Gumam Daniel pelan.
Tut.
Pria itu langsung mematikan panggilan dan melepas hape Suci didalam tas.
Daniel keluar mencari Angel.
" Mereka kemana ya ?" Gumam Daniel menyusuri koridor rumah sakit.
Pria itu terus berjalan sambil melihat kiri kanan hingga maniknya menatap 2 orang gadis keluar dari ruangan.
" Itu dia " Gumam Daniel melangkah makin cepat.
" Eh Ci,itu beneran dikasih sama Mba kantinnya ?" Tanya Angel kepada Suci.
" Iya dikasih Kak " Jawab Suci santai.
" Ih kamu ngomong apa sama Mba nya ? Jangan bilang kamu gadai nama aku !" tuduh Angel ngeri.
" Gak,kan aku bilang bakal dibayar sama Kakek,lagian Kakak juga gak bisa kabur kan dari sini " Kata Suci tersenyum smirk.
" Haiisstt kamu mah,aku mana bisa kabur,kamu enak bisa pergi dengan bebas " Cibir Angel
Suci tertawa,gadis itu berjalan duluan meninggalkan Angel dengan kegaulauan yg tak berkesudahan.
" Hei kalian " Sapa Daniel tiba2.
Angel melihat ke samping dan kaget.
" Om " Ucap Angel pelan.
" Kamu kenapa keluar dari ruangan ?" tanya Daniel melihat Angel.
" Emang gak dikasih makan sama perawat ?" Tanya Daniel mengernyit.
" Dikasih,cuma gak enak Om,oh iya Om mau kemana ?" tanya Angel mengalihkan.
" Cari kamu,aku kira kamu hilang " Jawab Daniel polos.
" Ehmmmmm " Dehem seseorang membuat keduanya menoleh.
Suci bersedekap dada melihat pria dan gadis tersebut bersamaan.
" Dah sana kamu duluan " Kata Angel malas.
" Iya,Om,titip Kak Angel ya,kalo nakal cubit aja lukanya " Kata Suci terkekeh.
" Eeehhh " Pekik Angel terbelalak.
" Hehe siap " Jawab Daniel hormat.
Suci tertawa geli dan langsung berlari menjauh.
Angel menggerutu kesal,gadis kecil itu berhasil membuat jiwa reog Histi menggelora.
" Ayo " Ucap Daniel menegur.
" Eh Om " Kata Angel menahan lengan Daniel.
" Iya " Jawab Daniel menoleh.
Deg...
Angel langsung terdiam dihadapkan dengan wajah pria seumuran Papanya tersebut.
" Kenapa ?" tanya Daniel tenang.
Angel masih diam dengan wajah cenguknya.
" Hei,kamu kenapa ?" Tanya Daniel merasa aneh.
Grgrgr....
__ADS_1
Angel langsung tersadar dengan tubuh merinding.
" Kenapa lagi nih anak ?" Batin Daniel ngeri2 sedap.
" Em Om,ayo ikut aku " Ucap Angel menarik lengan Daniel.
" Kemana ?" tanya Daniel kelabakan.
Gadis remaja itu terus menarik tangan Angel hingga mereka masuk keruangan yg tadi.
" Mba,berapa total yg tadi ?" tanya Angel kepada Mba2 kantin jaga.
Wanita lebih dewasa dari Angel tersebut memperhatikan Daniel dari ujung kaki hingga kepala.
" Apa Njel ?" Tanya Daniel bingung.
" Ini Kakekny Suci ya ?" Tanya wanita tersebut tersenyum.
" Hah " Pekik Daniel kaget.
" Iya,cepet Mba berapa ?" Tanya Angel merasa begitu malu.
" 30 ribu " Jawab Mba tersebut.
" Om,minjem dulu ya nanti aku ganti " kata Angel menggaruk kepala malu.
Daniel menggeleng pelan dan mengeluarkan isi dompetnya.
" Nih " kata Daniel memberi 100 ribu.
Angel menerimanya dan memberikan kepada pihak kantin.
" Sisanya beli snack aja " Ucap Daniel melihat Angel menunggu kembalian.
" Emang boleh ?" Tanya Angel kaget.
" Iya " Jawab Daniel tenang.
" Wah,,es cream boleh juga ya ?" Kata Angel tanpa ragu.
" Jangan banyak2 " Jawab Daniel.
Angel mengangguk dan mendekati tempat penyimpanan.
Gadis itu akan membuka kulkas,tapi Daniel langsung bergerak cepat dan membuka untuk gadis tersebut.
Angel menahan nafas melihat tubuh Daniel sangat dekat dengan dirinya bahkan gadis itu bisa mencium bau shampo yg Daniel gunakan.
" Astagaa tenang Njel " Ucap Angel dalam hati.
Jantungnya kembali deg degan,gadis itu berusaha santai meski nyatanya wajah dan gestur tubuh tak bisa berbohong.
" Ayo pilih yg mana ?" Tanya Daniel melihat gadis tersebut.
Glek....
Angel menelan ludah kasar,sungguh pria didepannya saat ini membuat gadis itu tak fokus sama sskali.
" Njel " Tegur Daniel pelan.
" I iy ya Om,ak aku mau yg ini " Kata Angel mengambil es dengan asal.
" Yakin mau ini ?" Tanya Daniel terkekeh.
" Iya Om " Jawab Angel memeluk es tersebut ke dadanya.
" Tapi itu santen loh Njel,emang kamu suka ?" Tanya Daniel menahan tawa.
Deg....
Mata Angel melotot sempurna,gadis itu melihat barang yg ia ambil dan....
" Astagaaa " Ucap Angel kelabakan.
" Hahaha kamu lucu sekali " kata Daniel mengusel kepala gadis itu gemas.
Blusshhhhh.....
Wajah Angel berubah merah merona.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1