Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Surat


__ADS_3

Disebuah kamar seorang gadis berbalut selimut bergerak perlahan.


Yap Hani baru bangun dari tidur,gadis itu meraba sebelah dan mengernyit.


Perlahan maniknya pun terbuka,Hani menoleh dan tak mendapati gadis kecil yg tidur bersamanya semalaman.


" Sofia mana ?" gumam Hani langsung bangkit.


Hani melihat kiri kanan,dan benar saja Sofia tak ada dikamar.


Bekas air dalam baskom masih berada dinakas,gadis itu berjalan keluar sambil mengusap wajahnya.


" Sofiaaa " Panggil Hani serak.


Pintu kamar dibuka,Hani berjalan lagi mencari gadis kecil itu.


" Garamnya belum dimasukin Pa " ucap seseorang sedikit berisik.


Hani terus berjalan melihat kiri kanan hingga kakinya melangkah kedapur.


Deg...


Manik Hani langsung membesar melihat Sofia berdiri diatas kursi bersama seorang pria.


" Apa yg kalian lakukan ?" tanya Hani mendekat.


Keduanya berbalik badan dan ikut terkejut.


" Tante udah bangun ?" tanya Sofia tersenyum cerah.


Hani mengangguk kecil.


" Sini Te,kita lagi bikin sarapan " Ajak Sofia semangat.


Vero diam dan menghadap kompor lagi.


Penampilan Hani membuat lelaki itu tak fokus,Hani begitu menggoda imannya yg sudah tak pernah tersentuh.


Hani mengintip sedikit dan melihat Vero.


" Kamu bisa masak ?" tanya Hani mengernyit.


" Sedikit " Jawab Vero tenang.


Hani mengangguk kecil dan mundur lagi.


" Kita bikin nasi goreng Te,aku pengen makan itu tapi harus Papa yg bikinin " Kata Sofia mengadu.


" Kamu udah sehat ?" Tanya Hani meraba kening Sofia.


" Papa subuh tadi kasih aku minum obat " Jawab Sofia.


" Kalian udah lama bangunnya ?" tanya Hani terkaget.


Sofia mengangguk kecil.


" Aku juga temenin Papa belanja kepasar beli bahan " Jawab Sofia terkekeh.


Hani membesarkan mata nya tak percaya seorang Vero pergi kepasar.


" Ya udah,kalo kamu udah sehat Tante pulang dulu ya " kata Hani pamit.


" Ehhh nanti " Pekik Sofia terkejut.

__ADS_1


" Iya Han,makan dulu " Sahut Vero.


" Aku piket hari ini " Kata Hani mengingat.


" Pokoknya Tante harus makan dulu sama kita baru pulang " Kata Sofia kekeh.


Hani diam melihat Vero dan Sofia bersamaan.


" Ya udah,Tante sskalian bantu masak " Kata Hani mengalah.


" Horeeeewe " Pekik Sofia girang.


Hani berjalan kekamar mandi mencuci wajahnya dan mulai membantu Vero.


Sofia sangat bahagia,gadis kecil itu terlihat begitu semangat membantu Papanya masak apalagi ditemani Hani juga.


Sekilas mereka seperti keluarga bahagia.


Disebuah rumah sakit seorang pria menyuapi ibunya sarapan.


Hari ini giliran Ridho yg menjaga karna Daniel masuk kerja.


" Ma ma na anak ka mu ?" tanya Ibu Ridho melihat putranya.


" Dia masih sama Papanya " Jawab Ridho tenang.


" Ba bawa DDia kes nini " Pinta wanita tua itu lagi.


" Iya Bu,nanti dia kesini " Balas Ridho.


Lelaki itu kembali mengambil nasi dan menyuapkan ke ibunya.


Sudah 1 minggu lebih mereka tinggal dirumah sakit,kondisi sang ibu bisa dikatakan lebih baik dan mulai menerima apa yg sudah terjadi.


Ridho juga sudah mengurangi jadwal kerjanya meski sebenarnya lelaki itu sangat sibuk.


" Hm,Ay ah marah " Jawab Wanita itu menunduk.


" Ya,aku tau,em gini bu " Kata Ridho hati2.


" Ke kenapa ?" Tanya si Ibu mendongak.


" A ayah em ayah bilang,dia em mau keluar kota " Jawab Ridho.


" Lu luar k ot ta ?" tanya Ibu kaget.


" Iya,dalam waktu yg lama,jadi ibu tinggal sama aku dan Bang Daniel nanti " Jawab Ridho.


" R rumah ki ta ?" Tanya Ibu lagi.


" Ayah sudah menjualnya,jadi nanti kita tinggal diapartemn aku ataupun Bang Daniel " Jawab Ridho.


Deg....


Wanita itu terkejut dan tak menyangka suaminya menjual rumah mereka.


" Aa ap apa aya ah mu menin ngalkan ibu ?" Tanya wanita itu mencoba tegar.


" Ibu masih punya kami " Jawab Ridho menepuk bahu wanita yg sudah melahirkannya.


Seketika wanita itu lunglai lemah mendengar jawaban sang anak.


" Ibu gak usah mikirin ayah lagi,,Ibu jangan takut aku dan Bang Daniel ada selalu untuk ibu " Kata Ridho menahan tangisnya melihat wanita itu sedih.

__ADS_1


" Me ng apa ?" tanya sang ibu dengan mulut gemetar.


" Dia bilang dia malu dengan keluarga kita,ist oke Bu,gak papa biarin aja Ayah pergi " Jawab Ridho kuat.


Sang Ibu tak bersuara lagi bahkan selera makannya seketika hilang.


Ridho yg tau perasaan ibunya saat ini mengepalkan tangan geram,sungguh lelaki itu juga tak menyangka dengan perbuatan sang ayah yg tega meninggalkan ibunya dalam keadaan sakit seperti saat ini.


Keduanya sama2 diam dalam keheningan,Ridho bersikap biasa seolah tak terjadi apapun.


Lelaki itu tak mau menujukkan kemarahannya didepan sang ibu.


Lain hal dengan Ridho,beda lagi dengan Daniel yg saat ini berhadapan langsung dengan ayah dan mertuanya.


Yap,lelaki itu mendatangi langsung orang penting tersebut karna ini sudah menyangkut nasi orang tercinta.


" Baiklah,pergi saja jika menurut ayah itu yg terbaik " kata Daniel tenang.


" Jika kau tak berbuat sesuka mu ini tidak akan terjadi dan ibumu tidak akan sakit seperti sekarang !" balas sang Ayah dengan jiwa keras kepalanya.


" Iya,tapi aku tidak menyesalinya " Jawab Daniel tegas.


" Kau kehilangan kesempatan berharga Daniel " Tegur sang mertua dengan tegas.


" Aku sudah memulangkan Nial dengan baik Pak,jika itu menyakiti keluarga kalian,aku minta maaf tapi keputusan ku sudah bulat !" Balas Daniel.


" ya itu masalah mu " Kata sang mertua santai.


" Dan setelah tanda tangan ini,jangan pernah ganggu kehidupan kami lagi " Kata Daniel menunjuk surat perceraian ibunya dan juga kesepakatan bersama mertua.


" Untuk hasil jual rumah,kau dan Ridho mendapatkan hasil yg sama karna itu hak kalian " Kata Ayah Daniel tanpa ragu dan malu.


" Ambil saja semuanya,kami masih bisa menghidupi ibu kami dengan keringat dan kerja keras " Jawab Daniel menohok.


Kedua pria itu terlihat terkejut dengan jawaban tegas Daniel,sungguh lelaki penurut itu kini berubah 100% menjadi lelaki tak takut apapun.


Daniel membuka map dan langsung mendatangi surat2 berharga itu.


Meski tak ada kata talak langsung dari mulut ayahnya kepada sang ibu,tapi surat menyurat yg keluar dan ditandatangani oleh Daniel selaku wakil ibunya sudah menunjukkan semuanya.


" Hubungan kita selesai disini,saya permisi " Kata Daniel menggunakan kata formal.


Dengan langkap tegap lelaki itu keluar dari ruangan dengan hati yg hancur sehancurnya.


" aku gak boleh nyerah,semua demi Ibu " Ucap Daniel menguatkan dirinya.


Daniel terus berjalan kearah parkiran hingga maniknya melihat seorang wanita sedang bergincu didepan mobilnya.


" Apa yg dia lakukan ?" Gumam Daniel mengernyit.


Lelaki itu diam memperhatikan gadis dengan rambut terurai tersebut mengoleskan lipstik dengan hati2.


" Siapa dia ? eeehhhh " Ucap Daniel terkaget saat gadis itu dengan berani memutar spion mobil.


Pria itu sedikit berlari dan berdiri dibelakang sang gadis.


" Apa yg kau.... " Ucap Daniel ingin menegur.


" Aaaaaaaa " pekik gadis tersebut berteriak histeris hingga lipstik tersebut tercoret ke atas bibir.


" Haissstttt ngagetin aja !" Kata gadis itu menampar bahu Daniel dan mengusap bibirnya yg cemong.


Daniel melongo dengan wajah bingung tak mengenali gadis cantik tersebut.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya


__ADS_2