Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Bertemu


__ADS_3

Seharian bekerja membuat Hani dan Reka kehabisan energi,bukan hal yg lumrah jika kedua nya berangkat pagi pulang malam.


Sudah resiko mereka bekerja di toko sembako yg sangat ramai pengunjung,mereka harus siap siaga untuk selalu melayani para konsumen yg tak tau waktu.


" Kamu udah selesai ?" tanya Reka mengambil tasnya.


" Udah,ayo pulang " Jawab Hani tersenyum.


" Kita cari makan dulu ya,anak didik aku udah teriak2 dari tadi " kata Reka terkekeh.


" haha sama aku juga,udah jatah mereka makan " Balas Hani.


Keduanya tertawa geli dan berpamitan kepada si pemilik toko.


Mereka berkendara menyusuri jalanan kota yg mulai padat.


Hani tak khawatir jika pulang malam tidak ada lagi angkot,karna ia sudah punya angkot pribadi yg siap mengantarnya pulang kerumah.


Berkat kerja keras Reka,lelaki itu sudah bisa mengkredit motor dalam usia dini.


Motor keluaran terbaru pun bisa ia raih walaupun tiap bulannya ia harus berhemat sebisa mungkin.


Sempat Reka menganjak Hani tinggal bersama untuk memudahkan keduanya mengumpul uang,tapi Hani menolak karna gadis itu tidak mau dipandang Cila sebelah mata apalagi saat sudah pisah dengan Vero.


Hani begitu menjaga kepercayaan Ibu Vero karna Hani pikir Cila begitu berjasa dalam hidupnya.


" Disini aja " Ucap Hani menunjuk warung makan pecelele.


" iya " Jawab Reka menepikan motornya.


Mereka berhenti didepan warung dan mulai turun.


" Jangan disini,debu " ucap Hani melarang Reka duduk didepan jalan.


" Duduk dimana ?" tanya Reka melihat sekitar.


Hani berjalan duluan dan duduk disebuah bangku panjang.


" Kita disini aja " Kata Hani melambaikan tangan.


Reka mengangguk,lelaki itu pun duduk dihadapan Hani dengan senyum kecil.


Keduanya mulai memesan makanan,Hani terlihat sangat lapar begitupun Reka.


Tak lama pesanan pun sampai,baru Hani mau mengambil dari tangan pelayan,tiba2 dari arah luar gadis itu melihat seorang pria yg begitu ia kenal.


" Mba " Tegur Mas2 mengernyit melihat Hani mematung.


" Han " Tegur Reka ikut heran.


" Hah iya " Jawab Hani tersadar.


Gadis itu mengambil pesanan dan menyerahkannya ke Reka.


" Kau kenapa ?" Tanya Reka bingung.


" Gak papa " Jawab Hani menunduk.


Gadis itu mendongak dan mengernyit tak ada lagi lelaki yg ia lihat tadi.


" Dia kemana ?" Gumam Hani melihat kiri kanan.


" Kamu cari siapa ?" tanya Reka menoleh kebelakang.


" Tadi aku lihat Vero " Jawab Hani jujur.


" Apa !" pekik Reka terbelalak.


" Shutttr " Kata Hani menaruh jarinya dibibir.


" Dia dsini ?" Tanya Reka menyelisik.

__ADS_1


" Hm tapi sekarang gak ada lagi " Jawab Hani mengkrucut.


" Dia tau ada kamu disini ?" Tanya Reka.


" Kayaknya enggak,cuma aku yg tau " Jawab Hani lesu.


" Oh ya udah,mungkin dia gak jadi kesini " Balas Reka menenangkan.


Hani mengangguk kecil,Reka mulai membasuh tangannya untuk menghabiskan nasi hangat serta lele goreng yg begitu menggoda.


Tak lama seorang wanita masuk kedalam dan mencari tempat.


Ia pun menuju kearah sepasang anak manusia yg sedang menikmati hidangan.


Dengan santai wanita berpakaian rapi tersebut duduk disamping Hani.


" Ini kosong ya ?" tanya wanita itu basa basi.


" Iya " Jawab Hani tersenyum canggung.


Wanita itu mengangguk tersenyum.


Hani merasa tersedak,gadis itu berinisiatif mengambil air didepannya tapi saat menyentuh gelas Hani kembali dibuat terkejut dengan datangnya lelaki tadi yg ia lihat.


" Astagfirullah " ucap Hani kaget.


Lelaki dewasa didepan dengan kemeja gulung tersebut celingak celinguk mencari sesuatu.


" Disni " Ucap wanita disamping Hani melambaikan tangan.


Hani melototkan mata nya melirik wanita tersebut.


Reka yg asik makan tak mengubris,lelaki itu benar2 sudah kelaparan.


Hani dan Vero saling melihat dengan wajah terkejut mereka,,tapi lelaki itu sangat pintar mengubah mimik wajahnya.


Glek...


Hani menelan ludah kasar,Vero mendekat dan duduk didepan wanita tersebut yg otomatis berhadapan dengan Hani langsung.


" Vero " Gumam Reka tanpa sadar.


" Hei kalian makan disini ?" Tanya Vero tersenyum kecil.


" I ya sama Hani " Jawab Reka melihat Hani.


Gadis itu tersenyum canggung dan mulai menunduk.


" kamu kenal ?" Tanya wanita disamping Hani.


" Iya " jawab Vero singkat.


Hani mendongak melihat Vero sejenak,lelaki itu terlihat begitu tenang bedahal dengan Hani yg gemeteran.


" Aku sudah pesankan kamu makanan " Ucap wanita disamping Hani seraya memegang tangan Vero.


" iya terima kasih " Jawab Vero membalas dengan lembut.


Nyessss...


Hati Hani terasa tertusuk melihat perlakuan Vero kepada gadis lain tersebut.


Glek....


Reka menelan ludah kasar,lelaki itu merasa tak enak dengan situasi sulit yg dihadapi sahabatnya.


" Kau sudah selesai ?" tanya Reka menegur Hani yg banyak menunduk.


Vero ikut melihat dengan wajah yg sangat tenang.


" Sebentar lagi " jawab Hani kecil.

__ADS_1


Reka mengangguk dan menyodorkan air untuk gadis itu minum.


Reka bisa merasakan apa yg Hani rasakan saat ini,bukan hal mudah menerima dengan lapang dada orang yg begitu kita cintai kini bersama orang lain.


" Ayo Hani jangan terlihat lemah didepannya,kamu bisa " Batin Hani menguatkan dirinya sendiri.


Pesanan Vero sampai,lelaki itu memberikan kepada gadis didepannya dengan senyum kecil.


" Apa itu pacar mu ?" tanya Reka tak tahan lagi.


" hah ?" kata Vero tak kedengeran.


" Apa dia em kekasih mu ?" Tanya Reka berusaha tenang.


" Menurut mu ?" tanya Vero balik.


" Hm ya,kalian terlihat serasi " Jawab Reka canggung.


" Terima kasih " Jawab Vero ambigu.


Lelaki itu melihat Hani,tapi Hani tak melihatnya sama sekali.


" baiklah,ayo makan dulu " Kata Vero memutuskan obrolan.


Reka mengangguk,keempatnya makan dengan tenang.


Perasaan Hani campur aduk,gadis itu tak tau harus bersikap bagaimana sekarang.


Ia ingin menunjukkan rasa marah nya tapi Hani tau dirinya diposisi ia saat ini.


Disela makan,wanita didepan Vero sesekali mengobrol dan disahut Vero dengan suara lembut.


Hani yg mendengarnya hanya bisa bersabar,diam adalah pilihan terbaiknya saat ini.


" Ayo pulang " Ucap Hani mengangkat kepalanya.


" Kau sudah selesai ?" tanya Reka ikut mendongak.


" Hm,makanannya terlalu enak disini,aku takut tak bisa mengontrol diri " Jawab Hani mencoba melawak.


" haha ya,kita harus berhemat bukan " Sahut Reka tidak peka.


Vero diam saja mempeteli ikannya yg tinggal setengah.


Selesai mencuci tangan,Hani langsung bangun dan mengambil tasnya.


" Biar aku yg bayar " Ucap Vero tiba2.


Hani yg ingin mengeluarkan dompet langsung terdiam seketika begitu pun Reka yg sedang mengelap mulut.


" Pulang saja biar makanan kalian aku yg bayar " Ulang Vero tenang.


Wanita disamping Hani menoleh kearah mereka berdua dengan wajah polos.


" Tidak usah,terima kasih " Jawab Hani tenang.


Vero mendongak,keduanya saling bertatapan sejenak sebelum Hani membuang muka kearah lain.


" Benar,tidak usah Vero,makanan kami banyak,kami akan membayar sendiri " Sahut Reka tak enak hati.


Tanpa menunggu jawaban,Hani langsung keluar dari sana membayar makanan ia dan Reka sekaligus.


" Haniii " panggil Reka kelabakan.


Vero mengepalkan tangannya dengan penolakan gadis manis tersebut.


" Vero " Tegur wanita bernama Yuna tersebut.


" Habiskan makanan mu " Ucap Vero berusaha tenang.


Yuna mengangguk kecil dan kembali makan.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2