
Pagi ini sedikit mendung,seorang gadis terlihat sibuk didapur dengan segala macam peralatan masak.
Sania bangun lebih awal,memang gadis itu membiasakan diri untuk mandiri meski tidak ada paksaan dari orang tua angkatnya.
" Kak " Panggil seseorang dari arah belakang.
Sania yg sedang membuat sesuatu berbalik badan dan mendapati seorang bocah berdiri dengan wajah mengantuk.
" Kenapa Sutar ?" Tanya Sania tersenyum.
" ini jam berapa ? Kenapa Kakak udah disini ?" Tanya Sutar sayu.
" Setengah 6,Kakak bikin sarapan buat kamu sekolah " Jawab Sania.
" Hm gitu ya " Kata Sutar menggaruk wajahnya.
" Dah sana mandi " Titah Sania.
" Mau pipis Kak " Rengek Sutar.
Sania mengangguk,bocah itu berjalan menuju kamar mandi.
Sania melanjutkan acara memasaknya,meski hanya menu sederhana tapi gadis itu yakin orang dirumah itu pasti akan senang.
Matahari mulai perlahan menampakkan sinarnya yg aduhai.
Suara tangis mulai terdengar yg menandakan bahwa putri kecil sudah terbangun dari tidurnya.
Serkan masuk ke dapur dan sama kagetnya dengan Sutar tadi.
" Pagi Pa " Sapa Sania sopan.
" Pagi,kamu masak ?" tanya Serkan mendekat.
" Iya Pa,nasi goreng sama telur dadar " Jawab Sania malu.
" Wah2 pasti enak ya,tunggu Papa mau pup dulu " Kata Serkan terkekeh.
Sania mengangguk dengan senyum kecilnya melihat Serkan sedikit berlari ke kamar mandi.
" Huaaa huaaaaa " Tangis makin terdengar nyaring.
Tak lama Histy datang sambil menggendong buah hati Serkan.
" Pagiii " Sapa Sania lagi.
" Kamu masak ?" Tanya Histy mengernyit.
" Iya Ma,bubur Adek juga udah mateng " Jawab Sania tersenyum.
" Wedewww Mama gak repot lagi dong masak bubur nya " Kata Histy terkekeh.
" Iya Ma,sayur bening juga udah mateng hehe " Kata Sania malu.
" Okey,ayo dek kita sarapan " kata Histy kepada anak digendongannya.
Bocah itu seketika diam dan melihat isi meja.
" Sutar mana ?" Tanya Histy melihat kiri kanan.
" Masih dikamar,oh astaga aku lupa nyetrika baju sekolahnya " Kata Sania panik sendiri.
Gadis itu langsung berlari keluar dari dapur menuju kamar sang adik.
" Ck ck kebiasaan,pasti bentar lagi Sutar ngomel2 " gumam Histy menggeleng pelan.
Wanita itu menarik kursi dan mulai duduk melihat apa yg sudah anaknya lakukan.
" Kita makan dulu ya Dek " Ucap Histy pelan.
Sutar sudah berganti pakaian,terlihat bocah itu memakai baju sekolahnya yg kemarin.
__ADS_1
" Yg ini gak pake ?" Tanya Sania hati2.
" Gak usah Kak,ini aja " Jawab Sutar.
" Kamu marah ya sama Kakak ?" tanya Sania mengkrucut.
" Nggak,oh ya Kak,minggu ini aku ada acara outdoor di sekolah,Mama pasti ga bisa nemenin " Kata Sutar mengkrucut.
" Acara apa ?" tanya Sania mengernyit.
" Kemping gitu Kak,aku udah ngomong sama Papa,diizinin tapi harus ada temennya " Jawab Sutar.
" Maksud kamu ajakin Kakak gitu ?" tebak Sania
" Hehe iya kak,mau yaa " Jawab Sutar manja.
" Huh Kakak gak pernah kemping,gak tau " Kata Sania bingung.
" Kakak cukup mantau aja " Balas Sutar.
" Emang Kakak dikasih Papa ?" tanya Sania lagi.
" Kalo bukan Kakak siapa lagi ?" tanya Sutar gemas.
Sania terdiam,memang tak punya pilihan lain lagi selain dirinya karna Serkan pasti tak sempat dan Histy tak diperbolehkan karna punya anak bayi.
" Ya udah nanti Kakak pikir2 dulu " Kata Sania memutuskan.
Sutar mengangguk semangat,keduanya pun beraktiftas seperti biasa.
" Hari ini udah mulai masuk San ?" tanya Serkan.
" Iya Pa,alhamdulillah keterima " Jawab Sania malu.
" Jadi apa sih ?" Tanya Histy penasaran.
" Terima tamu " Jawab Serkan.
" haisssst kamu pikir perusahaan nenek moyang mu apa " Kata Serkan heran.
" Lah,itu perusahaanny temen Kakek Yank,bisa aja kalo kita pengajuan " Kata Histy santai.
" Gak,aku gak mau kayak gitu,Sania harus belajar dulu dari nol " Kata Serkan tegas.
" Ish kamu mah memperlambat waktu " Cibir Histy.
Sania diam saja tak menyahuti obrolan kedua orang tua angkatnya tersebut.
begitupun Serkan yg menghindari perdebatan.
Semuanya mulai bersiap,Serkan hari ini harus mengantar Sania langsung berangkat bekerja.
Sesampai dikantor gadis itu turun dan menyalami tangan sang Papa.
" Baik2 ya,kalo ada apa2 telfon Papa " Kata Serkan mengusap kepala Sania.
" Iya Pa " Jawab Sania tersenyum.
Gadis itu berjalan masuk,Serkan juga masuk ke mobilnya dan pergi dari sana.
Tak berselang lama,sebuah mobil juga masuk ke pekarangan kantor.
Keluarlah seorang pria berbadan tegap serta tinggi memasuki area lobby.
Manik orang2 mulai teralihkan oleh lelaki itu.
" Selamat pagi " Sapa receptionist hangat.
" Apa Pak Ade sudah datang ?" Tanya lelaki itu tenang.
" Maaf Pak,Pak Ade sepertinya masih dijalan " Jawab gadis dengan cepol pita tersebut.
__ADS_1
" Apa saya boleh menunggu disini ?" Tanya lelaki itu lagi.
" Iya Pak,boleh silahkan duduk di sofa disana " Kata gadis itu ramah.
Pria itu mengangguk kecil dan menuju sofa panjang depan meja.
Receptionist lagi masuk keruangan dan menegur Sania yg sedang merapikan bajunya.
" hei anak baru " sapa gadis itu mendekat.
" iya kak " Balas Sania langsung berbalik badan.
" Didepan ada tamu,kamu bikinin teh atau kopi gih,itu tamunya Pak Ade " Kata gadis bernama Ranti tersebut menunjuk.
" Oh siap Kak " Balas Sania mengangguk.
Karna itu ruangan yg cukup luas dan lengkap,Sania langsung bergerak mencari dimana bahan minuman tersebut.
Beberapa menit menunggu akhirnya kopi panas pun jadi.
Gadis itu bergegas mengantar ke lokasi,tapi saat sudah dekat dan melihat tamu itu seketika langkah Sania terhenti.
" Bang Juna " Ucap Sania syok.
Lelaki yg disebut namanya langsung menoleh dan sama kagetnya.
" Sania " Kata Juna langsung bangun.
Sania terdiam sesaat dengan kopi yg masih berada diatas nampan.
" mm maaf " ucap Sania tersadar.
Gadis itu menaruh kopi diatas meja dan bergegas ingin kabur.
" San " Panggil Juna menahan Sania.
Sania diam berhenti melangkah.
" Ikut Abang " Ucap Juna tenang.
" Maaf Bang,aku gak bisa " Balas Sania.
" Kenapa ?" tanya Juna polos.
" Aku lagi kerja " Jawab Sania gemas.
" Oh " Balas Juna menggaruk kepala malu.
" iya tapi nanti habis kerja abang jemput kesini " Kata Juna lagi.
" Gak usah Bang "
" Gak ada alasan lagi San,abang mau ngomong sama kamu !" Kata Juna tegas.
Sania melihat lelaki itu dan menghela nafas panjang.
" Kamu udah seminggu gak kasih kabar San,Abang mau jelasin semuanya " Kata Juna berharap.
" Saniaa " Panggil seseorang dari kejauhan.
" eh iya Kak,Bang aku kesana dulu " Kata Sania buru2 kabur.
Juna mengangguk mengerti,lelaki itu memperhatikan lagi Sania yg berlari dengan hak tingginya.
" Gadis itu..." Ucap Juna tak bisa berkata2.
Dengan perasaan yg amburadul,Juna duduk lagi menunggu Adelard datang dan tak lama kemudian yg ditunggu pun datang bersama Putranya yg beberapa waktu lalu tinggal diluar negeri.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1