Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Selesai


__ADS_3

Malam hari suasana rumah Cila sudah sepi.


Semua para tamu undangan pulang kerumah masing2.


Perayaan kali ini Cila merogoh kocek yg tak sedikit,wanita itu rela menghabiskan banyak uang demi membuat kedua cucunya senang.


Laura dan Justin juga ikut membantu,awalnya pasangan itu yg mau mengeluarkan biaya besar tapi Cila menolak karna acara diadakan dirumahnya dan mengundang hampir 1 kampung penuh.


Semua orang diundang,tak lupa Cila juga selalu mengundang anak dari pantiasuhan dan lansia yg ditinggalkan keluarga mereka.


Kemuliaan hati Cila tersebut membuat istri para konglemerat Reno dan Bent tak tinggal diam.


Reno menghadiahkan 1 mobil mewah keluaran terbaru untuk sang ponaan sedangkan Bent memberi tiket liburan ke Turkey yg bisa Cila ambil kapan saja ia mau.


Romi tak banyak memberi,ia hanya memberi kado biasa yg disalurkan melalui istri dan anak menantu.


Cila tak banyak berharap akan kado istimewa karna dirinya memang ikhlas membuat pesta yg meriah.


Dikamar wanita itu sudah berganti kostum yg tak lain dan bukan adalah daster andalannya.


" Yg ini terlalu seksi Yank,pakenya dalam kamar aja " Kata David sibuk membongkar kado wanita itu.


Cila yg sedang bercermin melihat kearah suaminya dan terkekeh geli.


" Waah cakep banget itu Yank,bisa bikin keringetan tuh " kata Cila tersenyum.


" Iya makanya,ini jangan sampe kamu pake keluar " jawab David malas.


" Iyaaa " jawab Cila manut.


David kembali membongkar,beberapa kado memang dikhususkan untuk Cila dan David.


Sedangkan kado untuk cucu sudah dipisahkan.


Cila mendekati suaminya dan duduk sama diranjang.


" ini yg dibeli Vero ?" tanya David melihat Daster Cila.


" Iya,sempat luntur kemarin jadi warnanya agak pudar " Jawab Cila tersenyum.


David diam mendengar jawaban istrinya yg santai.


" Kenapa Vero beli kain murah buat Mamanya,kan dia bisa beli yg bagus " Batin David heran.


" Ini mudah sobek Yank,jadi kudu hati2,tau sendiri kan aku kalo duduk asal lepas aja " Kata Cila terkekeh.


" Hm ya nanti aku beli yg baru dan awet " Kata David mengusap kepala istrinya.


Cila mengangguk semangat.


Hanya David yg sangat bisa mengerti,semua barang mewah Cila pun kebanyakan lelaki itu yg memberikan karna Cila sama dengannya tak banyak gaya,tapi David tak mau sang istri di cemooh orang.


Prinsip hidup David biarlah dia yg dipandang buruk asal istrinya bisa menyamai orang lain dan tidak direndahkan.


" Kenapa malah matung ?" tanya Cila menegur.


" Hah " kata David tersadar.


" Terpesona ya liat kecantikan aku ?" Goda Cila malu2.


" Haha iya makin tua makin cakep " Jawab David mencubit pipi Cila.


" ihh,aku masih muda lah,kamu yg tua dan aki2 " Cibir Cila tak terima.

__ADS_1


" Bukan aki2,tapi ako2 sembriwinggg hahaha " Balas David tertawa ngakak.


Cila ikut tertawa,pasangan itu terlihat begitu harmonis dengan guyon receh mereka masing2.


Dikamar lain,seorang wanita duduk mengkrucut dengan tangan bersedekap dada.


Vero diam saja sambil mengipasi Putrinya yg terlihat gelisah.


Pasangan itu tak menghidupkan Ac lantaran gadis kecil bernama Sofia tersebut sering bersin saat Ac dihidupkan..


" Vero " Panggil Yuna kesal.


Vero menoleh dan diam melihat wajah geram sang istri.


" Masa cuma Mama doang yg dikasih akunya gak ?" tanya Yuna mengkrucut.


" Ya mana aku tau,kan pemberian orang " Jawab Vero tenang.


" Harusnya kan aku Yankkkk,aku yg lahirin kok " Kata Yuna menggrutu.


" Minta sama Mama " Balas Vero santai.


" Ogah " Jawab Yuna merajuk.


Vero menghela nafas,Yuna dari tadi memang banyak diam lelaki itu hanya bisa bersabar menghadapi mood sang istri.


" Mana Mama dikasih mobil mewah lagi,kamu tau kan harganya itu mahal banget bisa sampe 2 M !" Kata Yuna emosi.


" Terus aku harus gimana ?" Tanya Vero.


" Ya masa kalian kalah sih,mobil mewah Papa aja gak sampe sgitu " Ucap Yuna membandingkan.


" Papa kan emang gak suka yg glamor " balas Vero heran.


Vero bangkit dari duduknya dan mendekati wanita itu.


" Daripada kamu menggerutu gak jelas mending kasih susu anak kita,kasihan dia mungkin udah laper " kata Vero tenang


" Dia belum nangis " Balas Yuna menoleh kearah lain.


Vero melototkan matanya terkejut mendengar balasan wanita itu


" Jadi harus tunggu dia nangis dulu baru kamu kasih makan ?" Tanya Vero meninggikan suaranya.


Deg...


Yuna terkejut,wanita itu melihat lagi wajah suaminya yg sudah memerah.


" Gak gitu juga,biasanya kalo dia laper dia nangis " Jawab Yuna memelan.


" Astaga Yunaaaaa " kata Vero menjambak rambutnya kesal.


" Ya terus mau gimana,dia gak bisa ngomong kalo laper atau haus " Ucap Yuna santai.


Vero memejamkan matanya sejenak dan keluar dari kamar..


Yuna diam melihat lelaki itu tak menghiraukannya lagi.


" Huh dia kenapa sih ? lebai banget anak gak nangis juga " kata Yuna heran.


Wanita itu bangun dari duduknya dan mendekati Sofia.


bayi cantik itu tidak tidur,ia terlihat bergerak kekiri dan kekanan.

__ADS_1


" Nanti kalo udah gede,jangan nyusahin ya Nak " ucap Yuna mengusap pipi putri kecilnya.


Diluar,Vero duduk diayunan dengan sebatang rokok.


Kini lelaki itu mulai aktif merokok,bukan tanpa alasan begitulah cara Vero menghalau kesetresannya setiap hari.


Cila dan David sudah tak asing lagi dengan perbuatan sang anak,keduanya tak melarang hanya saja Cila kadang menegur jika Vero melebihi batas.


Pria itu duduk sendirian menikmati suasana malam.


Panggung depan rumah masih berada disana belum diangkut oleh pemilik.


Helaan nafas panjang sesekali terdengar.


Pria itu membaringkan diri dan mencoba bersikap tenang..


Sekilas pasangan itu seperti tak punya masalah,bahkan tadi saat acara keduanya begitu kompak tapi dibalik itu semua Vero menyimpan sesuatu yg tak bisa ia ungkapkan dengan kata2.


Berbeda dengan Vero,ditempat lain seorang gadis duduk dibangku taman seorang diri.


Gadis itu menunggu seseorang yg katanya sedang menuju ke lokasi..


Hani mendengarkan lagu sambil menyeruput es dalam kantong plastik.


Suasana begitu adem hingga sebuah tangan menepuk pundaknya.


Hani menoleh dan....


" Heloo Neng manis " ucap seorang lelaki.


Hani langsung bangun kaget dan mundur.


" Nungguin siapa Neng ?" tanya pria itu berjalan mendekat.


" Em nungguin temen Bang,maaf saya permisi " Kata Hani ingin kabur.


" Eitt tunggu dulu " Ucap lelaki itu terkekeh.


Glek...


Hani menelan ludah kasar,gadis itu melihat ke tangan si pria yg memegang tas nya.


Pria asing tersebut tersenyum smirk melihat Hani mulai tak tenang.


" Kayaknya pria ini mabuk " Ucap Hani dalam hati.


Gadis itu diam,si pria mulai melangkah lagi dengan senyum yg membuat Hani ingin muntah.


" Tol..... " Ucap Hani ingin berteriak


" Haniiiiii " Pekik seseorang dari kejauhan.


Seorang pria berlari dengan kencang kearahnya seraya memegang paperbag.


Pria asing yg ingin menjahili Hani langsung kabur melepas tas gadis tersebut.


" Kamu gak papa ?" Tanya si penyelamat khwatir..


Hani diam tak menjawab..


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2