
Disebuh kantor seorang pria menanda tangani kontrak persetujuan jual beli perusahaannya dengan perusahaan asing.
Justin terpaksa menjual semua harta berharganya demi menyelematkan orang tuanya meski itu masih banyak yang kurang.
" Senang berbisnis dengan anda,kami akan segera mengirim uangnya" Ucap lawan bisnis Justin menyalami pria itu.
" Iya " Jawab Justin tersenyum kecil.
Pria dengan pakaian serba rapi itu pun berjalan menjauh dan memberi berkas persetujuan kepada asistennya.
Justin menghela nafas panjang,sungguh kakinya sangat lemas melepas semua kerja kerasnya begitu saja.
" Saya turut berduka " Ucap Asisten Justin yang selama ini menemani lelaki itu.
" Hm,gaji semua karyawan " ucap Justin pelan dan bangkit berjalan keluar.
Pria berjas hitam itu menghela nafas kasihan melihat bosnya yang terlihat frustasi.
Memang tak butuh lama Justin menjual perusahaan otomotif itu karna semua barang keluaran nya selalu ramai dipasaran.
Kini nama besar lelaki itu pun meredup dengan sekejap mata.
Justin makin percaya bahwa semua harta hanya titipan,Tuhan bisa mengambilnya kapan saja dan dalam kondisi apapun.
Justin pulang keapartemen nya untuk beristirahat,hari ini pria itu sangat lelah semua tenaganya seolah terkuras habis hingga Justin terlihat sangat lemah.
Pria itu berbaring diranjang dan mencoba untuk tidur.
Ditempat lain seorang gadis sedang memasak bersama ibunya,Laura terlihat ceria meski hujan mengguyur diluar rumah.
" Kamu beneran mau nikah sama Justin ?" Tanya Cila sambil berkacak pinggang menunggu ikan gorengnya matang.
" Iya Ma,aku dah yakin " Kata Laura semangat.
" Mama ngak melarang kamu mau nikah sama dia asal kalian berdua sama2 yakin " Kata Cila tersenyum.
Laura tersenyum lebar.
" Tapi Nak,bagaimana dengan orang tuanya Justin ?" Tanya Cila sedih.
" Kak Justin yang urus katanya,tapi saat ini dia lagi sibuk di Amerika jual perusahaan " Jawab Laura jujur.
" Astaga dia beneran jatuh miskin ?" Tanya Cila tak percaya.
" Aku tidak tau,tapi aku akan tetap mendukung Kak Justin meskipun dia jatuh miskin " Jawab Laura tenang.
" Kamu beneran ? hidup miskin ngak enak loh sayang,Mama udah rasain asam manisnya " Kata Cila serius.
" Aku juga dulu bukan orang berada Ma " Balas Laura santai.
" Ya tapikan beda sayang,ini udah jaman serba duit " Kata Cila ragu.
" Aku akan berusaha Ma,Mama dan Papa aja bisa masa aku yang kuat ini ngak bisa " Kata Laura terkekeh.
__ADS_1
Cila tersenyum dan menepuk dadanya bangga.
Laura terkekeh geli,ibu dan anak itu layaknya sahabat dekat,Laura selalu menceritakan apapun masalah nya kepada Cila karna hanya perempuan itu yang bisa ia percaya.
" Kadang perempuan itu harus yang paling kuat dari pasangan kita agar mereka tak mudah goyah " kata Cila mulai mengeluarkan kata2 bijaknya.
" Em seperti Mama dulu ?" Tebak Laura.
" Yes,your right,Kamu ngak tau aja dulu perjuangan Mama buat dapatin cintanya Papa kamu gimana kalo tau behhh bisa nangis 7 hari 7 malam " Kata Cila menggeleng pelan.
" beneran Ma ?" Tanya Laura syok.
" Hm,dulu biarkan Papa mu seorang kuli tapi banyak fans nya bikin Mama gedeg " kata Cila kesal.
" Haha pasti Papa populer ya saat itu ?" Tebak Laura.
" Em ngak juga sih lebih populer Mama tapi sialnya Papa kamu ngak cemburu " Kata Cila kesal.
" Wahahaaha,cinta bertepuk sebelah tangan dong Ma " Olok Laura terkekeh.
" Ya sampe akhirnya Papa kamu bucin akut sama Mama,apalagi lihat body Mama yang bohay abis " Kata Cila menepuk bokongnya gemas.
" Idihhh " Cibir Laura ngeri.
" Hahaha,kalo kamu dah nikah pinter2 bikin bahagia suami " Nasehat Cila.
" Caranya gimana ?" Tanya Laura kepo.
" kasih goyangan malam2 wkwkw " Jawab Cila tertawa ngakak.
" Haha ngak gitu juga Sayang,kasih perhatian sama suami,layani sebagaimana mesti nya,lama2 bakal luluh juga kok " Kata Cila serius.
Laura mengangguk2kan kepalanya tanda mengerti.
Cila terkekeh geli dan mengacak asal rambut gadis itu.
" Mama bersyukur kamu tumbuh jadi gadis yang baik " kata Laura lembut.
" Ini semua berkat Mama dan Papa yang mau merawat aku " Balas Laura tersenyum.
" Maafin Mama ya,dulu kami sempat mau taruh kamu di panti karna faktor ekonomi kami saat itu kurang mendukung " Ucap Cila jujur.
Laura tersenyum paham,karna dirinya juga tau bagaimana keadaan dulu.
Mereka pun kembali melanjutkan acara masak memasaknya.
Beberapa hari kemudian,rumah Cila kedatangan orang tua Justin yang mencari Laura.
Laura pun berani menghadapi orang tua Justin karna itu sudah konsekuensi.
Kedua wanita itu saling berhadapan,Cila hanya diam dengan bersedekap dada sedangkan David dan Vero tak ikut campur.
" Kamu serius sama Justin ?" Tanya Sandra tanpa basa basi.
__ADS_1
" Iya Te,dan kami berencana akan menikah " Jawab Laura tenang.
Sandra tersenyum miring melihat kercayaan diri Laura yang tak pernah ia sangka2.
" Kau tidak pantas untuk Justin,jadi berkaca lah " Ucap Sandra terkekeh.
" Semua orang sama dimata Tuhan,hanya gengsi yang meninggikan ego mereka " Balas Laura tenang.
" Jangan kurang ajar kamu sama saya !" Ucap Sandra tak suka.
" Saya hanya bicara sesuai fakta " Balas Laura tenang.
" Cihhh perempuan seperti ini yang dipilih Justin oh sungguh aku tak percaya " Gumam Sandra pelan.
" Hei Nyonya anak saya ini perempuan baik2 !" kata Cila mulai jengah.
" Kau tidak usah ikut campur,apa tak puas setengah harta saya sudah saya serahkan kepada anak mu,seharusnya dia berterima kasih bukan malah melunjak mau menikah dengan Justin !" Kata Sandra geram.
" Anak mu yang meminta Laura menjadi istrinya !" Balas Cila geram.
" Jika anak mu menolak,Justin tak mungkin kekeh seperti ini,kau menghancurkan keluarga saya !" Kata Sandra melihat Laura.
" Seharusnya Justin menikah dengan pasangan yang sepadang bukan seperti kamu anak pungut yang tak jelas asal usulnya !" Bentak Sandra.
Deg....
Laura dan Cila terbelakak kaget,Cila langsung menggebrak meja dengan jantung berdebar.
" Kurang ajar ! jika kau kesini hanya untuk menghina anak ku,lebih baik kau pergi dari sini" Usir Cila kesal.
Laura diam menunduk,sungguh hatinya sangat perih dikata seperti itu oleh calon mertuanya sendiri.
" Cih,saya juga tak sudi lama2 disini,ajari anak mu untuk berkaca " Kata Sandra tersenyum miring.
" Keluar !!! " Teriak Cila garang.
Sandra mengambil tasnya dan berjalan keluar dengan cepat.
Setelah Sandra pergi Laura mengeluarkan air mata yang sudah ia tahan dari tadi.
" Jangan kamu menikahi Justin jika orang tuanya tak tau berterima kasih seperti itu !" Kata Cila tajam kepada Laura.
" Ma hiks " kata Laura terisak.
" Mama ngak akan menyetujuinya Laura ! perempuan itu berani menghina mu padahal mereka yang mengemis minta kamu untuk merawat Justin saat sakit " Kata Cila masih meledak ledak.
" Aku sayang sama Kak Justin Ma " Kata Laura sangat sedih.
Cila langsung melongos pergi tak menghiraukan Laura yang masih menangis.
" Kak Justin huhuhu " Gadis itu menangis tersedu sedu dengan nasib percintaanya yang kembali tak mendapat restu.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.