
Vero mulai makan,pria itu terlihat tenang menikmati masakan sang istri.
" Kamu masak sendiri ?" tanya Vero disela makannya.
" Iya Mas " Jawab Hani.
" Uhuk uhukkkk...." Seketika Vero tersedak makanan yg ia kunyah.
" Kenapa ?" tanya Hani terkejut.
Gadis itu mengambil air dan menyerahkannya ke Vero.
" Kamu panggil apa ?" Tanya Vero mengulang.
Hani diam tak menjawab.
" Han,tadi kamu panggil apa ?" Tanya Vero mendesak.
" Gak mau ah " Jawab Hani malu.
" Ayo jawab " Paksa Vero.
" Jangan diolokin " Kata Hani bersemu.
" Gak ada yg ngolokin,aku ngak kedengeran tadi " Kata Vero antusias.
Hani diam,sungguh ia merasa malu dengan respon Vero yg absurd menurutnya.
" Ha
" Mas " Potong Hani cepat.
" Ppfftttttr " Vero menahan tawanya yg hampir meledak.
" Mmas ?" ulang Vero tak percaya.
Hani mengangguk malu dan menyembunyikan mukanya.
" Wahahahaha " tawa Vero seketika meledak.
Sungguh ia tak percaya dengan apa yg ia dengar saat ini.
" Kenapa kamu manggil aku gitu ?" tanya Vero disela tawanya.
" Gak papa " Jawab Hani tak ingin dilanjutkan.
" Uluhhh udah mau jadi istri beneran nih ?" Goda Vero.
Hani kembali diam..
" Ya udah gak ppa,panggilan Mamas juga kayaknya oke " kata Vero menahan tawa.
" Ihh jangan diolok " kata Hani kesal.
" Gak ada yg ngolok " Balas Vero serius.
" Aku merasa gak sopan kalo panggil nama " Kata Hani menunduk.
" Panggil Yayank juga gak papa " Kata Vero menggoda.
Hani melototkan matanya membuat Vero ingin sekali ngakak.
Wajah gadis itu begitu lucu dan menggemaskan.
Vero merasa bahagia melihat Hani mulai berani lagi membuka hatinya.
" Iya2 aku diem " kata Vero berhenti melawak.
Hani ikut diam,gadis itu mengambil sendok Vero dan menyedok nasi serta lauk.
" Buka mulut " Ucap Hani datar.
" Hah ?" Tanya Vero bingung.
" Buka mulut " ulang Hani.
" mau suapin aku ?" tanya Vero polos.
Hani diam tak menjawab.
Sendok berisi nasi dan lauk sudah berada diayunkan,Vero melihat kiri kanan dan membuka mulutnya
" Kamu kenapa ? Demam ya ?" tanya Vero memeriksa kening Hani selagi membuka lebar bibirnya.
__ADS_1
" Gak " jawab Hani menggeleng.
" Terus ? Kenapa tiba2 mau romantisan gini ?" tanya Vero tak paham.
Hani diam lagi enggan menjawab..
" Kangen banget ya sama aku ?" tanya Vero sddikt berbisik.
" Ck udah ah,mangap lagi " Jawab Hani ketus.
" Kangen ya sama suami gak pulang2 ?" Goda Vero menyentil dagu wanita itu.
" Vero ihhhh " kata Hani kesal.
" Tadi panggillnya Mas,sekarang Vero lagi " Cibir Vero pelan.
" Kamu sih " Kata Hani mengkrucut.
Vero menggigit bibir bawahnya gemas,gadis itu sungguh mmebuat Vero tak tahan.
Bukan hanya tingkah Hani tapi wajah gadis itu pun mendapat riasan yg cukup cantik dengan bibir pink merona.
" Kenapa ?" Tanya Hani merasa aneh diperhatikan.
" Kamu cantik " Jawab Vero tersenyum tipis.
" Ih apaan sih " kata Hani ketus.
" Beneran,hari ini berbeda dari kemarin kamu datang " Jawab Vero lembut.
" Gak suka aku gini ?" Tanya Hani malas.
" Gak,aku suka kamu gini tapi jangan dipamerin ke orang lain,cukup ke aku aja " Jawab Vero mengusap lembut pipi gadis itu.
Blushhhhh.....
Wajah Hani langsung memerah seketika ditambah degub jantung yg cukup menyesakkan dada.
" Jadi aku harus burik gitu depan orang lain ?" Tanya Hani mengkrucut.
" Iya " Jawab Vero mengangguk.
" Mana bisa gitu Mas " Rengek Hani gemas.
" idihhh manggil Mas lagi " Goda Vero terkekeh.
Vero kembali tertawa,ntah mimpi apa pria itu malam tadi mendapati istrinya yg super langka.
" Ahhh aku rasanya pengen pulang dan unboxing kamu " Ucap Vero menyenderkan tubuhnya di kursi.
Deg....
Manik Hani membulat seketika mendengar kata akhir lelaki itu.
" Kita belum buka bungkus kan ?" tanya Vero terkekeh.
Hani diam tak menjawab.
" Kamu masih menjaganya untuk aku kan ?" tanya Vero lagi.
Hani tersenyum kecil dengan wajah sulit diprediksi.
" Gak papa sayang,apapun yg terjadi di masa lalu kamu aku udah menerima semuanya " kata Vero memegang erat tangan Hani.
" Maaf " ucap Hani pelan.
" No problem,aku juga udah gak locis hehe " Kata Vero terkekeh.
Hani ikut terkekeh,bisa2nya lelaki itu melawak disela serius mereka.
" Pokoknya pas aku pulang kita harus jalan2,aku mau pacaran lagi kayak dulu " kata Vero memainkan alisnya.
" Tadi aku lihat Pak Surya dibawa kesini " kata Hani teringat.
" Masa sih ?" tanya Vero mengernyit.
" Iya,Bang Ramon bilang masalah kemarin belum selesai dan tadi aku juga lihat Nial di taxi " Jawab Hani.
" Mantan istrinya Daniel ?" tanya Vero.
Hani mengangguk pelan.
" Harusnya wanita itu yg dibawa kesini karna dia pelakunya " kata Vero geram.
__ADS_1
" Dia masih bisa lolos dan Papanya yg harus menanggung " Kata Hani menghela nafas.
" Ya titik terangnya belum ketemu " kata Vero tenang.
Hani mengangguk pelan,mereka memang hanya bisa menunggu saat ini sampai kebenaran terungkap.
Lama bercerita akhirnya waktu jenguk habis.
Vero dan Hani pun harus berpisah lagi menunggu minggu depannya.
" Dah sana pulang " Kata Vero tersenyum lembut.
" Tangan aku dilepasin dulu " kata Hani menunjuk tangannya.
Vero melihat kebawah dan terkekeh.
Tautan tangan keduanya ternyata masih menyatu,Vero seperti enggan untuk melepas tangan sang gadis.
" Aku masih kangen " rengek Vero.
" Ya gimana waktu kamu udah habis " Kata Hani bingung.
Vero melihat kiri kanan dan tersenyum smirk.
" Tunggu disini " Ucap Vero tegas.
Lelaki itu berjalan keluar dan mendekati sipir yg berjaga didepan ruangan.
Vero membisik sesuatu yg bisa dipahami pemuda tersebut.
" Baiklah 5 menit " ucap sipir mengizinkan.
Penjaga itu pun berjalan sedikit menjauh dan menutup jendela dengan tirai.
Hani merasa aneh,gadis itu tak tau apa yg akan dilakukan suaminya.
Vero kembali dengan senyum mengembang.
" Sini " Kata Vero merentangkan tangan.
" Kenapa tiba2 tertutup semua ?" Tanya Hani polos.
Vero menjawab dengan senyum hangat.
Pria itu menarik pinggang Hani membuat gadis itu menabrak dada Vero.
" Mau apa ?" tanya Hani polos.
Vero mengulum senyum,tangannya mulai terangkat menyibak anak rambut Hani yg mengusiknya.
" Jangan aneh2 " kata Hani merasa waspada.
" Engga kok " Jawab Vero dengan senyum smirk.
Kepala Vero mulai menurun membuat Hani makin bingung serta waspada.
Cup....
Kening gadis itu dikecup lembut,Hani terbelalak kaget dan mendongak melihat sang suami.
" Boleh ?" Tanya Vero berdesis.
" Apa ?" tanya Hani mengernyit.
Jari telunjuk Vero menyentuh bibir kering Hani membuat gadis itu terbelalak.
" Kamu gila,ini penjara " Kata Hani panik seketika.
" Udah izin sama penjaganya " Balas Vero santai.
Glekkkk.....
Hani menelan ludah kasar,permintaan suaminya kali ini sungguh menggila.
Ia tak tau harus mengiyakan atau menolak.
" Han " Panggil Vero menunggu jawaban.
Hani menggigit bibir bawahnya dan tersenyum.
" Baiklah " Jawab Hani malu2.
Vero tersenyum dan langsung memulai semuanya dengan hati2.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.