
Dirumah Cila,Tania dan Sofia sudah kelaparan menunggu gorengan yg tak kunjung sampai.
Sudah 15 menit berlalu tapi tanda2 Rania belum juga ada.
" Gih sana susul kakak mu " Kata Cila mulai kesal.
" Gak mau ah Jauh " Tolak Tania.
" Nanti kakak mu kenapa2 gimana " Kata Cila melotot.
" Ih Bibi,siapa yg mau celakain Kak Rania,dia aja galakk " kata Tania malas.
" iya juga sih " Kata Cila pelan.
" Kamu masih kuat Sof ?" Tanya Cila melihat sang cucu.
" Aku udah sarapan Nek " Jawab Sofia terkekeh.
" Ya elah ni bocah !" Kata Cila gemas.
Sofia tertawa geli dan kembali berbaring dilantai.
Gadis kecil itu kembali sakit,ia mengaduh pusing dan ingin tidur tapi tak bisa karna Cila dan Tania begitu berisik.
" Tunggu aja kalo gitu " Kata Cila memutuskan.
" Emang dari tadi kita ngapain ?" tanya Tania bingung.
Cila memilih diam,keponakan nya satu itu begitu memancing emosi,jadi tak heran jika Rania yg sensi mudah terpancing.
Diwarung,Rania makan dengan lahap.
Gadis itu seolah lupa bahwa ada perut2 kelaparan yg menunggu dirinya dirumah.
" Jadi Abang kerja daerah sini ?" tanya Rania kepada lelaki yg telah menolongnya tadi.
" Iya,ngekost gak jauh dari sini " Jawab pria tersebut tersenyum.
Rania mengangguk kecil.
" Oh iya,nama aku Sofyan " Kata lelaki itu mengulurkan tangan.
" Aku Rania " Jawab Rania menerima uluran.
Keduanya berjabat tangan dengan senyum kecil.
Ntah mengapa Rania merasa damai,lelaki asing itu seolah bisa melembutkan hatinya yg terkenal keras.
" Jam berapa sekarang ?" tanya Rania sambil mengigit pempek yg ia makan.
" Sepertinya sudah jam 9 " Jawab Sofyan melihat jam.
" Hah jam 9 ?" Ucap Rania terkejut.
" Iya,kamu ada urusan ya ?" Tanya Sofyan mengernyit.
" Gawat " Kata Rania menepuk jidatnya.
Gadis itu mengambil lengan Sofyan dan melihat jam yg berputar disana.
" 1,2 3 astaga 20 menit " Kata Rania kelabakan.
" Eh mau kemana ?" tanya Sofyan bangun.
" Aku harus pergi Bang,bisa dikelek aku " Jawab Rania panik.
" Kamu makan belum selesai " Kata Sofyan menunjuk masih ada gorengan dipiring gadis itu.
Rania ikut melihat dan membuka plastik yg sudah sedikit berkeringat karna uap.
Tanpa basa basi gadis itu menaruh sisanya kedalam plastik dan berlari keluar.
" Rania tunggu " Kata Sofyan mengejar.
__ADS_1
Rania berhenti lagi dan melihat pria itu.
" Minta nomor hape mu " Kata Sofyan dengan cepat menyerahkan ponselnya.
" Ah iya bentar " kata Rania mengelap tangannya kebaju dan mengambil hape lelaki itu.
Sofyan tersenyum,gadis didepannya begitu menggemaskan apalagi dimulut Rania masih tersisa serpihan tepung gorengan yg belum bersih.
" Ini udah selesai " kata Rania menyerahkan lagi ponselnya.
" Makasih ya,hati2 " kata Sofyan mundur.
Rania mengangguk kecil,gadis itu dengan buru2 memundurkan motornya yg parkir sembarangan.
" Semoga bibi gak ngamuk " Batin Rania ngeri.
Dengan kekuatan super,gadis itu mengegas motornya.
Saat akan berbelok gang,alangkah terkejutnya Rania melihat sebuah mobil sedan akan masuk juga.
" Ciiiiiiiiittttt " Ereman mobil tersebut begitu mendadak begitupun Rania.
" Astagfirulah astagfirulah " Kata Rania syok bukan main.
Punya mobil keluar membuat Rania menelan ludah kasar.
" Aduhh apalagi ini " Kata Rania mulai panik.
Seorang pria muda mendekati Rania yg sudah menunduk takut.
" Eh kamu pake motor itu hat....astaga " Kata lelaki itu melonjak kaget.
Rania mendongak dan sama kagetnya.
" Kamu lagi !" Pekik pria berkemeja itu kesal.
Rania mengernyit mencoba mengingat pria didepannya tersebut.
Rania terus diam sambil otaknya berpikir keras.
" Astaga ini kan...." Kata Rania menutup mulut tak percaya
" Apa ini apa ?" tanya lelaki itu menantang.
" Maaf2 Bang " kata Rania menunduk takut.
" Huh kenapa ketemu kamu selalu sial sih !?" Tanya lelaki itu heran.
" Apa !" Pekik Rania terbelalak.
" Dulu bapak mu mau menghajar ku,sekarang kau mau menganjak ku bunuh diri !" Pekik pria tersebut yg bukan lain adalah Reka.
Glek....
Rania menelan ludah kasar,kini ia mengenali lelaki yg mengomel2 depannya saat ini.
" Maaf Bang " kata Rania merasa bersalah.
" minggir !" kata Reka mengusir.
" Gimana mau lewat,mobil abang didepan " kata Rania menunjuk.
" Kan bisa lewat samping " Balas Reka menunjuk selak.
Rania melihat dan kembali menunduk.
" Duh Raan,bisa2nya kamu gak lihat jalan segede itu " Batin Rania merutuki dirinya.
" Iya Bang " Kata Rania malu hati.
Reka bersedekap dada melihat keciutan gadis didepannya,beberapa kali Rania menunjukkan taring tapi kali ini gadis itu tak bisa melawan.
Rania menunduk sambil mendorong motornya lewat samping.
__ADS_1
Reka menahan tawa,,padahal motor itu bisa ia taiki tapi gadis tersebut malah mendorong manual.
Setelah melewati mobil,Rania melihat kebelakang dan kembali kaget ternyata Reka menatapnya dengan manik membulat.
" Hehe permisi Bang " kata Rania cengengesan.
Reka memutar mata dan kembali ke mobil.
Rania langsung tancap gas sebelum Reka memanggilnya lagi.
Sepanjang jalan wajah Rania merasa sangat panas,gadis itu malu bukan kepalang dimarahi pria bermobil tadi.
" Sialan tuh laki,kenapa aku bisa ketemu dia disitu sih,untung aja gak nabrak !" kata Rania tak percaya.
Gadis itu menambah laju kendaraannya hingga sampai dirumah Cila.
Rania langsung berlari dan saat masuk,gadis itu dikejutkan dengan seorang bocah laki2 yg bermain ponsel disofa.
" Kamu kesini sama siapa ?" Tanya Rania mengrnyit.
" Sendiri " Jawab Boy.
" hah Mama mu mana ?" Tanya Rania heran.
" Gak ikut,Mama ikut Papa jadi aku tadi dianterin karyawannya Papa " Jawab Boy.
Rania ber oh ria dan berjalan kedapur.
Seperti dugaannya tadi,Cila sudah memasang tanduk.
" Beli gorengannya di mekah bagian mana ?" tanya Cila menyindir.
" Hehe tadi tawaf dulu Bi " kata Rania terkekeh.
" Haist nih anak,beli gorengan gak brapa biji lamanya minta ampun " Kata Cila heran.
" Maaf Bi,tadi minyak nya habis jadi baru beli orang gorenganya " Kata Rania beralasan.
" Heleeeh mana ada begitu,orang jual gorengan itu selalu ada minyaknya " Kata Cila melawan.
Rania diam,gadis itu melirik adiknya yg diam2 sudah menarik plastik yg ia bawa.
" ini juga,taunya cuma makan !" Cibir Cila mengetok kepala Tania.
" Laper Bi huhuhu " Kata Tania dramatis.
Cila menggeleng pelan,belum ada 5 jam bersama kedua gadis itu tapi dirinya sudah dibuat setres ringan.
" Ya udah,cepet ambil piring kita makan dulu " Kata Cila memerintah.
" Aku udah kenyang Bi hehe " Balas Rania menggaruk kepala.
" Oh jadi kamu makan duluan !" Pekik Cila melotot.
" Ya habisnya laper nungguin yg itu jadi aku em hehe " Kata Rania malu.
" Astagfirullahhhh,mana obat waras ku " Kata Cila memegang kepalanya berjalan kearah lain.
Rania mengkrucut dan melihat tajam sang adik.
" Pasti kamu ngadu yg aneh2 kan !" tuduh Rania kepada Tania.
" Mana ada,orang disini dari tadi " Kata Tania melotot.
" Haisstt,Sofia mana ?" tanya Rania teringat dengan gadis satu lagi.
" Udah tidur,makin sakit dia gak dikasih makan " Jawab Tania menyindir.
Rania menggelutukkan giginya kesal dengan ucapan akhir sang adik.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1