
Jam menunjukkan pukul 4 pagi,Arshad pulang kerumah dengan keadaan sempoyongan.
Lelaki itu menaiki anak tangga sambil berpegangan pada penyangga.
Dari lantai bawah seorang pria mengernyit melihat lelaki muda tersebut melangkah pelan.
" itu Arshad ?" Gumam Aktam pelan.
Aktam melangkah perlahan melihat gerak gerik sang putra.
Arshad terus naik hingga sampai dipuncak.
Aktam juga melangkah sedikit cepat mengejar lelaki tersebut.
" Syad " Panggil Aktam saat sang putra akan membuka pintu kamar.
Arshad berbalik badan dan terkejut melihat pria dengan piyama pink ke coklatan mendekati dirinya.
" Kamu dari mana ?" tanya Aktam makin dekat.
Arshad diam tak menjawab.
" Kamu mabuk ?" Tebak Aktam kaget mengendus bau alkohol.
Arshad mengangguk pelan.
" Kenapa ?" tanya Aktam syok.
" Gak papa " Balas Arshad tenang.
" Hei sadar !" Kata Aktam meninggikan suaranya.
Arshad tak terkejut,lelaki itu berjalan masuk kekamarnya.
" Woi bocah " Panggil Aktam kaget.
Brak...
Pintu kamar tertutup rapat,Aktam langsung masuk menyusul Arshad yg berjalan menuju ranjang.
Brugh....
Lelaki itu menjatuhkan tubuhnya disana dan memejamkan mata.
" Kenapa kamu jadi gini Syad,siapa yg ngajarin !" Kata Aktam heran.
" Papa " jawab Arshad pelan.
" hah " Pekik Aktam melotot.
" Mana ada Papa ngajarin kamu gini " Kata Aktam tak merasa bersalah.
" Hm " Bls Arshad tak perduli.
" Hei bangun dulu,jawab Papa Syad !" kata Aktam tegas.
Arshad memeluk guling dan tak memperdulikan ucapan Papanya.
" Astaga anak ini,terpengaruh sama siapa sih ?" Ucap Aktam heran.
" Pa,matiin lampunya aku mau tidur " Kata Arshad serak.
" Ogah " Bls Aktam mendengus.
" Ck " Decak Arshad dan bangkit mematikan lampu tidur.
Seketika kamar itu gelap gulita,Aktam kembali menggeleng tak percaya dengan tingkah sang putra.
" Ya udah lah,besok kita bahas,tidur aja dulu nyenyak2 " Kata Aktam mengalah.
" Hm,selamat malam " Bls Arshad.
" Udah pagi bukan malam lagi !" Cibir Aktam
" Hm selamat pagi " Bls Arshad.
__ADS_1
Aktam mengulum senyum,sungguh anak lelakinya saat ini tak bisa diajak serius.
Aktam keluar dari kamar meski meraba2 takut nabrak sesuatu dikamar yg begitu gelap.
Arshad mulai bisa tidur dengan nyaman.
Aktam menuju lagi kamarnya dengan otak yg berpikir keras.
" Tuh anak ada masalah apa sih ? Kek nya berat banget sampe pulang mabuk ?" Gumam Aktam bingung.
" Untung Papa sama Bunda gak ada dirumah,kalo ada huh bisa habis tuh dipretelin " Kata Aktam ngeri.
Karna takut ketahuan,Aktam pun bergegas menuju kamarnya dan menyembunyikan yg ia lihat barusan dari sang istri.
Matahari mulai terang,semua anggota rumah besar mulai keluar dari kandang masing2.
Ana dan Jack terdengar ramai,suatu hal yg lumrah terjadi dipagi hari.
" Nanti Papa beli lagi " Ucap Prito menenangkan putranya yg akan menangis.
" Kakak jahat,padahal kan itu punya aku " Ucap Jack kesal.
" Enak aja,jelas2 ini punya aku,huuu " Kata Angel tersenyum miring.
" Angell berapa kali Papa bilang,meski itu punya kamu harus berbagi sama Jack " Kata Prito gemas.
" Kan punya dia ada Pa,kenapa harus punya aku,ini bokser aku beli jauh2 dari Singapore loh,jauh perjalanannya " Kata Angel tak terima.
" Haduhh pusing deh kepala Mama,lagian pinggang kalian kenapa harus samaan sih " Kata Ana sakit kepala.
" Jack yg kegendutan " Cibir Angel.
" Apa Kakak bilang !" Teriak Jack melotot.
" Eeeehhh jangannn " Pekik Prito kelabakan saat hapenya akan dilempar Jack ke arah Angel.
" Huh kena aku dikit langsung aku visum,biar kamu masuk penjara hohoho " Kata Angel tertawa jahat.
" Biarin,nanti kalo aku masuk kesana,uang Mama banyak buat ngeluarin aku !" Kata Jack bersedekap dada.
" Idih Ogah,mending shoping " Bls Ana tak terima.
Ana dan Angel terkekeh geli begitupun Jack yg memeluk pria tersebut manja.
" Semoga Papa kalian ini panjang umur ya Nak,biar bisa bahagiain kalian selalu " Kata Prito sedih hati.
" Amin Paaa,doain Mama juga ya Pa biar awet muda dan waras hehe " Bls Ana terkekeh.
Prito menepuk jidatnya dan keluar dari kamar Jack yg sudah berantakan.
Lulu turun bersama anak bungsunya yg digendong Aktam.
" Arshad mana Yank ?" Tanya Lulu.
" Hah,em masih tidur kali " Jawab Aktam mulai deg degan.
" Oh,hm ya udah baru jam 6 juga " Kata Lulu tenang.
Wanita itu turun duluan dan membantu para Bibi menyiapkan sarapan.
" Huh untung Lulu gak curiga,aku harus gimana nih ?" Gumam Aktam bingung.
Hubungannya dengan Lulu baru saja menghangat setelah beberapa hari perang dingin,tapi dengan tingkah Arshad saat ini membuat Aktam takut jiwa pendekar istrinya bergelora.
Apalagi Arshad dikenal bukan anak yg hobi berkeliaran.
" Ayo kita intip kakak mu " Ucap Arshad kenapa anak bungsunya.
" Bocah itu mengangguk tanda setuju "
Keduanya pun bergegas menuju kamar Arshad.
Sama seperti malam tadi,kamar itu masih gelap.
" Syad " Panggil Aktam pelan.
__ADS_1
Arshad masih bergelung selimut.
" Syad bangun,Mama suruh sarapan " kata Aktam membujuk
Ceklek...
Pintu kamar terbuka lebar membuat Aktam dan putrinya kaget.
Cetek...
Lampu pun bersinar terang menampilkan seorang gadis dengan seragam kerjanya terkejut dengan mata melotot.
" Om ngapain dsini ?" tanya Angel mendekat.
" Shuttt " Kata Aktam memberi kode.
Angel mengernyit,gadis itu mendekat dan mengintip sedikit.
" Arshad masih tidur ?" tanya Angel.
" Ngel kamu bangunin Arshad ya,bilang sama dia kalo jadwal meeting jam 8 " jawab Aktam pelan.
" Hah jam 8 ? Gedungnya belum dibersihin " Kata Angel melotot.
" Ck,bilang aja sama Arshadnya gitu " Kata Aktam memutar mata.
" Oh oke2 " Ucap gadis itu meski rada ngeri.
Aktam pun berpamitan keluar,kini tinggal Angel dan Arshad disana.
Gadis itu diam sejenak melihat skitar.
Bau alkohol tercium dihidungnya yg cukup mancung.
" Nih anak mabuk ya ?" Gumam Angel mengernyit.
Gadis itu dengan berani membuka selimut dan terdiam melihat Arshad tidak memakai piyama tidur.
" Syad " Panggil Angel menggoyangkan lengan Arshad.
Arshad tak bergerak,lelaki itu masih stay dengan mata tertutup.
" Syad bangun " Kata Angel lagi.
" Hm " Respon Arshad parau.
" Bangun ih dah pagi nih,kerja yuk " Ajak Angel
Perlahan manik lelaki itu terbuka,Angel diam memperhatikan.
" Kamu kenapa ?" Tanya Arshad serak.
" Kamu yg kenapa Syad " Tanya Angel balik.
" Pusing Njel " Kata Arshad menaruh kepalanya manja dipaha Angel.
" Aaa Noooo " Pekik Angel menolak landasan kepala pria itu.
Arshad mengkrucut dan kembali kebantalnya.
" Idih najis deh kamu gitu Syadd,cari istri aja gih buat ngelonin kamu " Kata Angel merinding
" Cariin gih " Bls Arshad.
" Kamu mabuk sama siapa semalam hah ?" tanya Angel mengalihkan.
" Bang Juna " Jawab Arshad setengah sadar.
" Yg bener ?" Tanya Angel melotot.
" Hm " bls Arshad mengangguk.
" Kenapa ngga ajak aku begeeeee " Balas Angel menoyor kepala pria tersebut.
Arshad terkekeh bahkan tertawa geli mendengar balas gadis sengklek tersebut.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Lkke,Coment ya.