
Hani dan Reka menoleh kaget melihat seorang pria menatap mereka tajam.
" Ngapain kalian ?" Tanya lelaki itu garang.
" Eh Pak Toni " Kata Reka langsung berdiri cengengesan.
" Bukannya belajar malah pacaran !" Cibir lelaki itu berkacak pinggang.
" Gak Pak,kita gak pacaran kita sedang diskusi " Kata Reka melotot.
Hani menunduk takut kepada guru Mtk yang terkenal killer itu.
" Diskusi apa nya colek2 wajah,modus kamu ya !" Tuduh Toni.
" Gak Pak,suer " Kata Reka menunjukkan 2 jemarinya.
" Hani " Panggil Toni.
" Iya Pak " jawab Hani takut.
" Jangan mau sama Reka,nanti kamu ketularan nakal " Kata Toni tajam.
" Iya Pak,kita gak macem2 kok cuma ngobrol " Jawab Hani takut..
" Ingat,kamu harus menjaga nama baik mu disekolah ini,karna bukan hanya kamu saja yang berpengaruh semua guru ini menanggung akibatnya apalagi kamu siswa yang mendapat beasiswa dari donatur " Ucap lelaki itu tegas.
" Iya Pak " jawab Hani paham.
Toni menempeleng pelan kepala Reka dan berjalan menjauh
" Sialan !" Umpat Reka kesal seraya mengusap kepalanya.
Hani tertawa pelan melihat wajah Reka emosi.
" Dah ayo makan lagi " Ajak Hani menarik tangan Reka duduk.
" Hoby bener tuh guru ngangetin orang " Gerutu Reka.
" Iya,aku juga kaget " jawab Hani terkekeh.
Keduanya kembali makan hingga bel berbunyi.
Pulang sekolah,Hani dan Reka masih bersama keduanya berjalan beriringan dengan ceria.
" Huh besok ujian apa ?" tanya Reka kepada Hani.
" Bahasa inggris sama ipa " Jawab Hani mengingat.
" Bakal meracau nih ngisinya " Kata Reka tersenyum.
" Belajar dong,kan kemarin udah kasih bukunya " Kata Hani lesu.
" Gak sempet Han,pulang ini aja langsung kerja dibengkel lagi banyak mobil masuk " Kata Reka menghela nafas.
Hani diam menatap lelaki dengn senyum kecil.
" Kenapa ?" Tanya Reka heran.
" Gak papa,aku salut aja sama kamu " Jawab Hani.
" Salut kenapa ?" tanya Reka bingung.
" Ya kamu masih pelajar,bisa menghidupi diri sendiri " Jawab Hani.
" Jadi laki emang harus kuat Han,,gak boleh loyo " Kata Reka terkekeh.
" Iya,aku juga pengen kayak kamu kerja gak ngarepin orang,tapi Vero gak ngasih " Kata Hani lesu.
" Artinya kamu beruntung punya pacar kayak gitu " Kata Reka mengeluarkan rokoknya.
" Iya sih " kata Hani tersenyum malu.
Dirinya memang merasa sangat beruntung punya Vero yang begitu baik dan perhatian,makanya Hani sangat menjaga nama baik kekasihnya itu.
" Gue duluan ya " Kata Reka mengeluarkan baju sekolahnya.
__ADS_1
" Hati2 " Ucap Hani tersenyum.
Lelaki itu mengangguk dan langsung berlari.
Hani menghela nafas dengan senyum kecil,saat gadis itu akan menyebrang jalan tiba2 rambut Hani ditarik dari belakang.
" Akhhhh " Pekik Hani kaget dan kesakitan.
" Sini lo !" Ucap seorang gadis menarik rambut gadis itu kuat.
Hani terseret kesamping sekolahan menahan rambutny yang terasa akan lepas.
Setelah merasa sepi gadis asing itu mendorong Hani ke semak2 sekolah.
Seketika Hani tersungkur kedepan.
" Kenapa kalian ?" Tanya Hani kaget melihat gadis itu.
" Kenapa lo bilang !" Bentak si gadis emosi seraya menggulung lengan bajunya.
" apa salah aku ?" tanya Hani bangkit.
" Lo tanya apa salah lo,dasar gak tau diri !" Ucap gadis itu geram.
Hani diam,dirinya merasa bingung apa yang sedang terjadi.
Gadis asing bernama Sanda itu mendekat dan kembali menarik rambut Hani.
" Aduhhh sakittt " Ringis Hani kesakitan.
" Ini balesannya buat lo yang suka ambil pacar orang !" Bentak gadis itu semakin menarik rambut Hani.
" Pacar siapa ?" tanya Hani meringis.
" Gak puas lo sama Reka,lo mau deketin Sandri juga ! sialan lo ya !" Kata Sanda mendorong Hani dan menarik baju gadis itu kasar.
Hani kembali jatuh dan dipaksa bangun oleh gadis urakan itu.
" Hajar aja San,nih cewek emang cari gara2 sama lo " Ucap teman Sanda bernama Ica.
" Kamu salah paham aku dan Reka gak...
Plakkkkkk....
" Salah paham lo bilang !! sejak ada lo disekolahan ini Reka dan Sandri jauhin gue tau gak lo !" Kata Sanda emosi.
Hani terdiam,dirinya masih bingung dengan gadis beda kelas itu.
Memang selama Hani sekolah beberapa gadis2 disana tak menyukai dirinya apalagi ia berhasil mendapat beasiswa dari donatur yang sangat langka terjadi.
" Sekali lagi gue lihat lo kegatelan sama Reka awas aja lo !" Ancam Sanda mendorong dada Hani.
Sanda dan genknya pun langsung berjalan menjauh dengan senyum puas melihat Hani tak berdaya.
" Ya Tuhan apa salah aku ?" Gumam Hani menghela nafas seraya merapikan rambut dan bajunya.
Hani tak tau harus berbuat apa,selama ini hanya Reka teman gadis itu karna perempuan2 disana seolah enggan berteman dengannya apalagi Hani mempunyai bekas luka yang cukup menyayat hati.
" Huh aku harus pulang sekarang " Gumam Hani mengambil tasnya dilantai dan berjalan keluar.
Hari ini Vero tak menjemput,lelaki itu sudah memberitahu pagi tadi bahwa ia dan David akan pergi berkunjung ke sebuah desa untuk melihat bahan2.
Hani menyetop angkot dan langsung naik.
Pikiran dan hatinya kacau balau tapi Hani berusaha tetap tenang.
Sesampainya dirumah,gadis itu kaget melihat sebuah mobil yang ia kenal.
" Duh ada Bibi lagi,kalo ketahuan bisa gawat nih " Gumam Hani ketakutan.
Lengan baju Hani sobek dan rambutnya rontok bekas cakaran Sanda tadi,Hani takut ketahuan Cila karna jika wanita itu tau maka Hani akan diintrogasi habis2an dan gadis itu tak mau menambah masalah.
" Aku harus kemana nih ? kalo pulang sekarang pasti ketahuan ?" Gumam Hani mulai panik.
Gadis itu merogoh saku celananya dan mendapati uang 5 ribu disana bekas kembalian.
__ADS_1
" Aduhh kurang lagi kalo mau kerumah Kaka Laura " Gumam Hani lesu.
Gadis itu uring2an digang hingga maniknya berpapasan dengan seorang wanita cantik mengenakan gamis hijau.
" Bibi " Gumam Hani terbelalak.
" Hanii " Panggil Clara melambaikan tangan.
" Waduh ketahuan " Kata Hani melotot.
Gadis itu terpaksa mendekat karna tak sempat lagi kabur.
" Kamu kenapa diam di gang ?" tanya Clara heran.
" Hm habis turun dari angkot Bi " Jawab Hani mencari alasan.
" Kenapa baju kamu sobek ?" Tanya Clara menyelisik penampilan gadis itu.
" Hah sobek mana ?" Tanya Hani pura2 tidak tau.
Clara mendekat dan mengangkat baju Hani.
" Punggung kamu juga kotor,kamu habis jatuh ?" Tanya Clara heran.
Glek...
Hani menelan ludah kasar,gadis itu melihat ke arah pintu takut2 Calon mertuanya keluar.
" Ini em tadi aku gak sengaja jatuh " Jawab Hani berbohong.
" Siapa yang jatuh ?" tanya Cila tiba2 keluar menggendong kponakannya.
Glek...
Hani menelan ludah kasar melihat Cila menatap dirinya tenang.
" Ini Hani katanya jatuh La,baju nya sobek,kotor juga tuh " Adu Clara.
Cila menoleh ke Hani dan menatap gadis itu penuh selidik.
" Habis berkelahi ya ?" Tanya Rendi tiba2 ikut keluar.
Deg..
Hani dan Cila melotot kaget.
" Kamu berkelahi ?" tanya Cila garang.
" Hah gak Ma " Jawab Hani ketakutan.
" Sini " Kata Cila berkacak pinggang memberi keponakanya kepada Clara.
Kaki Hani seketika bergetar,ia sangat takut Cila tau masalah yang ia alami karna wanita itu sering menjadi detiktif dadakan.
" Sana " Ucap Clara mengusap kepala Hani.
" Stttt " Ringis gadis itu merasa sakit dibelulang kepalanya.
Cila semakin melotot dan menarik tangan Hani cepat.
" Veroo tolong,Mama kamu bakal ngamuk nih " Batin Hani memanggil nama malaikatnya.
Cila menatap Hani dari ujung kaki hingga kepala,ternyata bukan hanya sobek dibaju saja tapi lutut gadis itu juga tergores terlihat dari bekas tanah disana.
" Siapa yang jahatin kamu,bilang sama Mama ?" Tanya Cila tegas.
" Salah paham doang Ma " jawab Hani.
" Jadi kamu beneran berkelahi ?" tanya Clara kaget.
Hani memejamkan mata,dirinya tak sengaja malah kecoplosan.
Gadis itu digiring masuk dan acara wawancara pun dimulai.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.