Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Apartemen


__ADS_3

Kebesokan paginya Vero pergi ke alamat yg sudah dikirimkan oleh Ridho tadi malam.


Pria itu membawa tas yg cukup besar berisi perlengkapan sekolah dan baju ganti yg mungkin Sofia butuhkan.


Lelaki itu mencari unit yg tertera di layar ponselnya hingga berhenti disebuah pintu.


Tanpa tunggu lama Vero langsung mengetuk pintu tersebut.


" Apa benar ini rumahnya ?" Gumam Vero tak yakin.


Pria itu melihat sekitar,apartemen tersebut cukup terbilang mewah dengan gedung yg tinggi dan luas.


Ceklet...


Suara pintu terdengar,Vero mendongak siapa yg membuka pintu untuknya.


" Vero " Ucap seseorang dengan wajah terkejut.


" Hani " Ucap Vero lirih.


Yap gadis itu adalah Hani sang mantan yg tak tau kenapa berada dirumah tersebut.


" Kamu kenapa ada disini ?" tanya Vero mengrnyit.


" Kamu kenapa disini ?" tanya Hani balik.


Vero menunjuk tas besar yg ia bawa,detik berikutnya pintu terbuka cukup lebar dan nampaklah seorang gadis kecil.


" Papaaaaa " pekik gadis itu heboh.


" Sofia " Gumam Vero pelan.


Sofia berlari dan langsung memeluk kaki Vero.


" Papa kenapa lama ?" tanya Sofia manja.


" Papa tadi masih cari rumahnya " Jawab Vero mengusap kepala gadis itu.


" Ayo masuk " Ajak Hani.


Vero melihat gadis itu dan mengangguk pelan.


" Sofia " Panggil Vero.


" Iya Pa " Jawab Sofia tersenyum.


" kamu senang disini ?" tanya Vero serius.


" Hmm senang,Om Ridho baik Pa,Om Daniel juga sama Nenek juga " Jawab Sofia polos.


" Sofia udah makan belum ?" tanya Vero lagi.


" Udah,tadi Om Daniel masakin aku cumi goreng,uhh enak pedes ada sambalnya " Jawab Sofia.


Vero diam mendengar cerita ceria sang anak.


" Gitu ya ? jadi kamu senang disini ?" tanya Vero lagi.


" Senang Pa " Jawab Sofia mantap.


Vero tersenyum nanar melihat keantusiasan Sofia yg nyaman bersama orang lain.


" Vero " Tegur Hani yg ternyata menyusul tamu tersebut belum masuk kedalam.


" Ayo Pa " Ajak Sofia semangat.


Vero mengangguk kecil dan masuk kedalam rumah.


Saat kakinya melangkah,Vero melihat seorang wanita seumuran ibunya sedang duduk lesehan dikarpet dengan beberapa mainan dan buku cerita.


Wanita itu berbalik badan dan tersenyum kecil melihat Vero disana.

__ADS_1


" Permisi " Ucap Vero sopan.


" A ay o mas suk " Ucap wanita itu terbata.


Vero melirik Hani,gadis itu mengangguk pelan seolah tau apa yg dipikirkan Vero sekarang.


" Dimana Ridho ?" tanya Vero mengingat tujuan awalnya.


" Dia sedang bersiap,bentar lagi juga keluar " Jawab Hani tenang sambil merapikan mainan.


" Kenapa kau ada disini ?" tanya Vero lagi masih penasaran dengan kehadiran Hani.


" Eh " Ucap seseorang kaget melihat tamu tak diundang.


Vero menoleh kesamping dan mendapati seorang lelaki berpakaian rapi terkejut melihatnya.


" Itu Kak Daniel " Ucap Hani seolah memberi jawaban atas pertanyaan Vero tadi.


Vero diam melihat Hani dan Daniel bergantian.


Daniel mendekat dan tersenyum kecil kepada Vero.


" Kau kesinii ?" tanya Daniel ambigu.


" Hm,mengantarkan perlengkapan Sofia " Jawab Daniel.


" Ha an i " Panggil Ibu Daniel tiba2.


" Iya Bu,ada perlu bantuan ?" Tanya Hani mendekati wanita tersebut.


" B bubuat kan Teh " Jawab Ibu itu menunjuk Vero.


" Oh iya Bu,bentar Hani bikinin " Balas Hani paham.


" Gak usah Han,,aku cuma bentar " Sahut Vero.


" Gak minum dulu ?" tanya Hani mengernyit.


Vero menggeleng pelan,pria itu merasa tak enak hati disana.


" Kau datang " Ucap Ridho menepuk bahu Vero.


" Iya,jaga Sofia " kata Vero tegas.


" Tenang aja,semuanya aman " Balas Ridho tersenyum.


" Dia gak sekolah hari ini ?" Tanya Vero mengernyit melihat Anaknya belum bersiap.


" Gue udah minta izin tadi gak masuk,jadi Sofia mau gue ajak jalan2 sama Ibu " Jawab Ridho jujur.


" I i ya Ve ro,bo leh ya baw wa Sofia " Kata Ibu itu tertatih.


" Iya Bu " Jawab Vero mengangguk.


Wanita tua itu tersenyum manis seolah bahagia dengan jawaban Vero.


Daniel memperhatikan wajah lelaki itu begitupun Hani yg melihat ketidaknyamanan Vero disana.


" Ya sudah,gue pulang dulu " kata Vero pamit.


Semua orang mengangguk kecuali Hani.


Vero mendekati Sofia dan langsung dipeluk manja oleh gadis tersebut.


" Papa tenang aja ya,pokoknya Via gak nakal2 dan nyusahin Om dan Tante sama Nenek,Via janji Pa " Kata Sofia menyodorkan jari kelingkingnya.


" Beneran ?" tanya Vero terkekeh.


" Iya,ayo janjian dulu " kata Sofia menarik tangan Vero.


Keduanya melakukan janji suci ala mereka dengan senyum mengembang.

__ADS_1


Setelah semua drama selesai,Vero berpamitan pulang.


Hani terus memperhatikan gerak gerik lelaki itu hingga tak sadar ada sepasang mata memperhatikan dirinya juga.


Vero menghilang,Hani menghela nafas panjang dan melihat Sofia yg asik bercanda lagi dengan Neneknya.


" Kenapa ?" tanya Daniel mendekat.


" Gak papa " Jawab Hani tersenyum.


" Ikut gak hari ini ?" tanya Daniel tersenyum.


" Gak Kak,nanti siang aku harus pergi kerja " Jawab Hani hati2.


" Yaaah gak seru " kata Daniel mengkrucut.


" Kalian pergi aja habisin waktu bersama,lagian Kakak juga harus bawa bayi kan " Kata Hani teringat.


" Iya,aku harus membawa anak ku jalan2 sebelum nanti Nial memaksa "Balas Daniel.


" Ya udah pergi aja " Balas Hani ramah.


" Kamu gak papa ?" tanya Daniel mengusap kepala Hani.


" Gak papa,ya udah kalo gitu aku pergi dulu ya udah mau telat " Jawab Hani melihat jam didinding.


Daniel mengangguk kecil,lelaki itu mengantar sang gadis sampai depan pintu dan membiarkan Hani pergi dari kediamannya.


" Terima kasih Hani,kamu selalu ada disaat yg dibutuhkan " Gumam Daniel merasa sangat bersyukur.


" Ayo Om " Tegur Sofia tak sabaran lagi sampai menarik baju Daniel.


" Iya,temenin Nenek sama Ayah kamu dulu sana " Balas Daniel kecoplosan.


" Ayah ?" Ulang Sofia mengernyit bingung.


" Eh maksudnya em Om Ridho " kata Daniel kelabakan.


" ohhh Om Ridho,ya udah aku kesana dulu ya " Kata Sofia polos.


Daniel mengangguk pelan,lelaki itu hampir membuat marah adiknya jika tau apa yg ia ucapkan tadi.


Ridho memang ingin diakui,tapi tidak dengan terburu2,pria itu mau Sofia pelan2 mengenali dirinya dan nyaman dengan sendiri.


" Uhh untung tuh anak gak banyak tanya " Gumam Daniel ngeri.


Diparkiran,Hani mencari motornya dikejauhan.


Saat maniknya melihat kearah seberang,Hani tersentak dengan duduknya seseorang dengan rokok ditangan.


" Vero ngapain disana ?" guman Hani heran.


Gadis itu terus melihat hingga manik Vero juga melihat kearahnya.


Deg....


Hani tersentak dan langsung membuang muka.


Vero juga diam sambil menyesap lagi putungan tersebut.


Hani yg ingin pergi tapi hatinya bimbang membuat gerak jalan gadis itu aneh.


" Duhh aku kenapa sih ? jangan bilang Gr diliatin Vero kayak gitu ? lagian tuh anak ngapain disana,padahal keluarnya kan udah lama " Kata Hani merocos sendiri.


Hani terus bergumam sendiri diatas motornya hingga tepukan kecil ia terima.


Deg...


Seketika manik Hani melotot dan melirik tangan lebar dengan urat menimbul tersebut.


" Ada yg ingin kau bicarakan ?" Bisik seseorang membuat bulu kuduk Hani seketika naik.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya


__ADS_2