
Malam harinya rumah Laura kedatangan tamu dari jauh.
Kabar kelahiran cucu pertama Cila sampai ke telinga sang adik yaitu Denis dan keluarganya.
Miska membawa beberapa parcel bayi dan sang ibu.
" Selamat ya Laura " Ucap Miska tersenyum hangat.
" Makasih Kak,repot2 deh bawa beginian " kata Laura malu.
" Gak papa,ini kan anak pertama kalian,dulu juga pas Triplet lahir kamu juga antusias " Balas Miska terkekeh.
Laura mengangguk tersenyum.
" Ma lihat,matanya gerak2 " kata anak gadis Miska heboh melihat bayi Laura dikeranjang.
Miska mengintip sedikit dan tersenyum.
" Iya,dia mau bangun tuh " Kata Miska tersenyum.
" Hik hik..." Bayi mungil itu bergerak gelisah.
" Sini biar Mama gendong " kata Miska menggeser bokong anaknya.
Gadis itu pun mundur agak jauhan.
" Oekkk oekkkk " Bayi kecil itu menangis.
" Cup2 sayang,haus ya " Kata Miska menggendong anak itu dengan sayang.
Denis tersenyum melihat istrinya terlihat lihay dalam menimang.
Miska juga sudah disemester akhir,wanita itu akan melahirkan tak lama lagi.
" Dia mau makan kali Kak " Kata Justin was2.
" Iya dia lapar " Balas Miska.
" Kasih makan apa ya ? kalo nasi kan gak mungkin " Gumam Justin pelan.
" Hah kamu gila apa mau kasih anak aku makan nasi " kata Laura syok..
" Terus apa Yank ? aku gak ada bikin bubur oh atau aku beli di swalayan ?" Kata Justin polos.
Laura menampar lengan pria itu kesal.
" Apa ?" tanya Justin bingung.
" Anak kamu baru kemarin lahir udah mau kasih aneh2,dia gak makan begituan " kata Laura gemas.
" Lah kan aku gak tau Yank " Kata Justin menggaruk kepala.
" Ck ck,bocah kecil gitu mana bisa makan nasi Justin !" Kata Cila menggeleng pelan.
" Perasaan aku waktu kecil juga dikasih nasi deh sama Mama " gumam Justin pelan.
" kamu ingat ?" tanya Cila malas.
" Hehe gak sih " jawab Justin.
" Dah susuin tuh bayi kamu " Kata Cila kembali melihat hapenya.
" Siapa aku ?" Tanya Justin melotot.
" Ck susu kamu mana ada isinya " Jawab Cila menghela nafas.
Justin memencet dadanya membuat Denis tertawa.
" Kayaknya punya kamu deh Yank " Kata Justin melihat Laura.
" Emang punya aku sayang " jawab Laura gemas.
" Hehe banyak gak ? boleh dong nyicip " Kata Justin cengengesan.
Pletakkk...
__ADS_1
Kepala lelaki itu mendapat dari kotak mainan putri Denis.
" Ihhh Bibiiii kenapa dibuang !" Kata gadis bernama Mita kesal.
" Pinjem buat gebukin Om kamu " Jawab Cila santai.
" Mama gak boleh durhaka sama menantu " Kata Justin kesal.
" Kamu yang durhaka Samsudin !"Balas Cila melotot.
Justin mengkrucut mengusap kepalanya yang terasa nyeri.
Denis kembali tertawa,dari tadi lelaki itu diam memperhatikan keluarga besarnya yang terlihat kocak jika berkumpul.
Miska mendekati Laura dan memberi bayi itu kepada ibunya.
Laura pun melirik Denis yang masih melihat.
" Eh Maaf " Kata Denis tersadar langsung membuang muka.
" bukan muhrim " kata Mika menutup mata Papanya.
" Iya muhrim Papa cuma Mama kamu " Balas Denis tersenyum.
Mika mengangguk dan memeluk lelaki itu.
Meski sering mendapat omelan dari Denis tapi ketiga anak kembar lelaki itu begitu patuh dan menyayangi dirinya,karna hanya Denis yang mau menuruti semua keinginan mereka.
Laura menyusui anaknya dengan hati2,Justin menelan ludah kasar melihat sesuatu yang keluar dari sana.
" Hm enak ya Dek ?" tanya Justin mengusap pelan jidat sang bayi.
" Ma lihat nih Kak Justin " Adu Laura kepada Cila.
Cila menoleh tajam membuat Justin buru2 mundur.
Justin sangat takut kepada mertuanya apalagi Cila yang terkenal dengan kebar2an,bahkan Justin tak berani dekat dengan wanita lain kecuali sang istri.
" Kak,Mas David mana ?" tanya Denis kepada Cila.
" Terus Papanya Justin kok gak kelihatan ?" tanya Denis lagi.
" Lagi jemput pujaan hati " Jawab Cila.
" Hah pujaan hati ? siapa ?" tanya Denis mengernyit.
" Mau nikah lagi ?" Tanya Miska.
" Iya,paling minggu depan " Jawab Cila.
" Wah2 pas banget nih si baby punya nenek sambung " Kata Miska menggoda.
" Iya Kak " Jawab Laura malu.
" Beh bakal punya adik baru si Justin " Kata Denis menggoda.
" Ih ogah,mending aku aja yang kasih mereka cucu banyak2 " Balas Justin.
" Ya mana bisa gitu,Amat mau adik baru lah " Celetuk Cila.
" Gak bisa,aku gak mau ada adik lagi,cukup Amat aja " kata Justin kekeh.
" Takut kalah saing dia " Olok Cila.
" What ever " Kata Justin memutar mata.
Denis dan Miska tertawa ngakak.
Mereka tak bisa membayangkan jika Justin diusia sekarang mempunyai adik baru.
Tak lama yang dibicarakan muncul,Abraham masuk kerumah mengucap salam dan langsung disambut warga disana.
" Wah2 ini dia orangnya " Kata Cila semangat.
Terlihat dari belakang seorang wanita berpakaian gamis dengan jilbab segi empat mengikuti langkah Abraham sambil menenteng tangan anaknya.
__ADS_1
" Ini ya calonnya ?" Goda Cila.
" Hehe iya " Jawab Abraham malu.
" Cantik " Kata Miska tersenyum.
" Namanya siapa Mba ?" tanya Miska ramah.
" Nita " Jawab wanita itu menunduk.
" Oh ini siapa ?" Tanya Miska menunjuk bocah disamping.
" Aku Amat Te " Jawab bocah lelaki itu semangat.
" Ohh iya " Kata Miska tersenyum.
" Sini Nit,lihat nih cucu mu dah lahir " Kata Cila menunjuk sang bayi yang sedanf menyusu kepada Laura.
" Ganteng ya,namanya siapa ?" tanya Nita.
" Belum ada Bi " Jawab Laura.
" Kok bibi sih,Mama dong " Kata Cila menggoda.
" Belum Cil " Kata Nita malu.
" Mattt " panggil Justin melambaikan tangan.
Bocah lelaki itu diam melihat seorang pria dewasa melihat kearahnya.
" Dah sana temuin Abang kamu " Bisik Vero yang baru masuk bersama Hani.
" Dia bakal jadi abang aku Bang ?" tanya Amat ngeri.
" Iya " Jawab Vero mengangguk.
Bocah itu pun mendekati Justin dengan wajah tegang.
" Rambut kamu dipakein apa ?" tanya Justin melihat rambut bocah itu berdiri tegak.
" Gak tau Bang,Abang itu yang pakein " Jawab Amat menunjuk Vero.
" astaga kamu kayak anak punk tau gak " Kata Justin menggeleng pelan.
" Bukannya keren ya Bang kalo rambut berdiri gini,pacar Abang itu bilang aku kayak boy band " Kata Amat tersenyum.
" Ppfttttt " Justin hampir tertawa mendengar pengakuan Amat yang begitu polos.
" Kenapa Bang ? aneh ya ?" tanya Amat bingung.
" Hah em gak papa,kamu ganteng kek sharukkan " Jawab Justin ingin tertawa.
" Hah Sharukkan ? artis india dong Bang bukan korea " kata Amat menggaruk kepala.
" Mending kamu cuci deh Mat sebelum kutu2 terbang dikepala kamu " kata Justin mencoba tenang.
" Kata ini bagus ? gimana sih " kata Amat heran.
" Ya bagus tapi rambut kamu kek ultramen Mat haha" Kata Justin tertawa ngakak.
" Hah " Pekik Amat melotot.
Bocah itu berbalik badan melihat Vero tapi naas lelaki tak bertanggung jawab itu malah lari keluar menyeret kekasihnya.
" Haist aku dijahili dong Bang !" Kata Amat kesal.
" Haha gak papa Mat,tinggal buka celana doang jadi ultramen beneran hahah " Balas Justin kembali ngakak.
Amat menggerutu kesal berjalan kearah ibunya.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
Maaf gak bisa update tiap hari,author ada kesibukan di dunia nyata dan fokus ke novel sebelah,jadi harap maklum ya pembaca setia ku🤧
__ADS_1