Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Kedatangan


__ADS_3

Disebuah rumah seorang gadis sedang menyapu halaman,sudah 1 minggu Laura menunggu panggilan bekerja tapi belum ada juga yang berniat menerima lamarannya,beruntung David dan Cila tak pernah ambil pusing dirinya bekerja atau tidak karna kebutuhan mereka tercukupi dengan Vero dan David bekerja setiap hari ditambah usaha Cila juga masih berjalan santai.


Cila sibuk dikandang anak2 pungutnya sedangkan Laura bertugas membersihkan rumah.


Hari ini ada 2 orang warga yang datang kerumah mereka dan berniat membeli ayam montok Cila yang siap panen.


Laura terus menyapu mengumpulkan sampah2 daun yang berserakan didepan halaman rumah orang tua angkatnya.


" Udah selesai Pak ?" Tegur Laura kepada 2 pria yang berjalan kearahnya dengan 4 ekor ayam kampung besar2.


" Udah Neng " Jawab salah satu bapak itu tersenyum.


" Makasih banyak ya Pak " Ucap Laura sopan.


" Iya Neng sama2 " Kata lelaki itu tersenyum hangat.


Laura pun kembali menyapu begitupun 2 pria yang berlalu menjauh dari pekarangan rumahnya.


" Yuhuuuuu " Seru seseorang dari belakang.


Laura menoleh dan langsung tertawa melihat sang ibu angkat mengipas lembar uang merah biru hijau dengan gaya angkuh.


" Uhhh panas ya cuaca hari ini " kata Cila berjalan sombong kearah ģadis itu.


" Hahah Mama apaan sih malu Ma diliatin tetangga " kata Laura tertawa.


" Siapa yang liat lah hanya kita yang disini " Kata Cila cuek.


Laura melihat sekeliling dan benar saja pekarangan rumah mereka sangat luas,para rumah tetangga sedikit lebih jauh dari mereka karna David sudah membeli tanah itu keliling.


" Laris manis tuh " Olok Laura.


" Iya dong,gak sia2 Mama ngurusin mereka setiap hari pagi siang sore " kata Cila tersenyum.


" Gimana kalo kamu jadi asisten Mama aja " Ide Laura.


" Ogah masuk kandang ayam tiap hari bau " kata Laura menolak.


" Bau2 gitu duitnya wangi " kata Cila terkekeh.


Laura kembali tertawa menggeleng melihat keabsuran ibu angkatnya.


Cila seolah menjadi mood booster warga rumah itu karna wanita beranak 1 itu banyak sekali akalnya untuk menghidupkan suasana.


Sebuah mobil masuk pekarangan rumah mereka,Cila mendandani kain David yang ia pakai karna hampir merosot.


" Ada Bibi Ma " Kata Laura mengenali mobil itu.


" Iya,Mama nyelip duitnya dulu " kata Cila membuka ikatan sarungnya dan menyelip disana.


Laura kembali tertawa dan menatap mobil yang ia kenali berhenti tepat didepan rumah mereka.


Seorang wanita keluar dengan menggendong anak bayinya yang berumur berapa bulan.


" Hayyy " Sapa wanita berhijab itu tersenyum hangat.


" Halo Bibi " Sapa Laura tersenyum.


" eh Lauraaa aduh Bibi kangen sama kamu maaf ya ngak bisa datang waktu kamu balik " Kata Clara mencupika cupiki gadis itu.


" Iya Bi,ngak papa " Kata Laura canggung.

__ADS_1


Cila mendehem memberi kode kepada sodara tirinya agar tak membahas itu.


" Haha iya kamu em apa kabar ?" Tanya Clara paham akan mata melotot Cila.


" Baik,ini yang baru lahir kemarin ya Bi ?" Tanya Laura mengintip seorang bocah yang betah dalam gendongan ibunya.


" haha iya " Kata Clara malu.


" Kamu kenapa kayak preman gitu ?" Tanya Clara heran melihat Cila sangat berantakan.


" Haha biasalah kalo dirumah memang style gembel " Kata Cila tertawa.


" Ck ck ck untung David ngak liat istrinya model begini " Kata Clara menggeleng pelan.


" Tenang aja Mas David masih suka yang polos " Kata Cila malu.


Clara melotot menampar lengañ wanita itu,Laura menunduk malu mendengar ucapan vulgar ibunya.


" Haist kamu nih ngak bisa jaga mulut,kasihan tu Luara ngak ada temennya hahaha " Kata Clara ujung2 mengolok Laura.


" Huh Bibi bisa aja " kata Laurà malu.


" Ayo masuk,si Boy lagi tidur ?" tanya Cila mengintip keponaannya.


" Ngak,biasa dia mah kalo diginiin ngak banyak bunyi " Kata Clara bergerak pelan menepuk bokong anaknya.


" Liat2 ntar sudah penuh celananya " kata Cila tertawa.


Clara ikut tertawa geli,mereka pun masuk kedalam.


" Romeo mana Bi ?" Tanya Laura memberi minum.


" Lagi sèkolah,kan bentar lagi ujian " kata Clara tersenyum.


2 bersaudara itu pun mengobrol hangat,Laura berjalan kedapur membuatkan cemilan,beruntung semalam David mendapat rejeki diberi oleh anak buahnya pisang standan jadi Laura berniat akan menggoreng pisang itu untuk camilan.


Dirumah David semuanya terasa sederhana,tak ada perabotan yang mewah2 seperti dirumah pengusaha lainnya,David dan Cila masih dengan sifat sederhana mereka,tak jarang David pulang bekerja membawa hasil kebun karna diberi anak buahnya,pria itu tak pernah menolak karna bagi David itu merupakan rejeki dari Tuhan.


Laura sangat meniru sikap kedua orang tua angkatnya itu,makanya tak jarang Laura sering dikata kampungan tapi gadis itu terlihat enjoy karna dirinya merasa tak ada yang salah bersikap biasa saja.


Hari terus berlalu hingga suatu malam rumah sederhana David dan Cila di intai orang tak dikenal.


Pria itu sejak magrib mulai menyelisik keadaan.


Drt drt drt..


Hape pria itu bergetar tanda ada panggilan masuk.


" Halo " Sapa orang asing itu datar.


" Gimana ?"


" Aman Bos,saya masih dilokasi "


" Apa orang tuanya ada dirumah ?"


" Sepertinya mereka selalu berkumpul dimalam hari Bos " Ucap lelaki itu menatap kedepan.


Tut.


Panggilan terputus sepihak,lelaki dengan wajah seram itu menaruh hapenya di kantong dan kembali mengawasi rùmah David.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian paginya saat David dan Vero akan berangkat bekerja,tiba2 sebuah mobil mewah memasuki pekarangan rumah mereka.


David mengernyit begitu pun Vero yang merasa asing dengan mobil itu.


" Kamu kenal ?" Tanya David kepada Vero.


" Ngak Pa " Jawab Vero pelan.


2 lelaki itu menunggu didepan hingga seorang pria keluar dari mobilnya dan membuka pintu belakang.


David dan Vero terlihat bingung dengan lelaki tersebut hingga seorang pria sudah lumayan tua lebih dari David keluar dan mendekati mereka berdua.


" Selamat pagi " Ucap lelaki itu sopan.


" Pagi,cari siapa ?" tanya David tenang.


Lelaki itu tersenyum dan menyalami David.


" Saya Abraham Daddynya Justin " Ucap lelaki itu tersenyum.


David mengernyit bingung,dirinya merasa pernah melihat lelaki tua itu tapi tidak tau dimana.


" Justin siapa ?" Tanya Vero.


" Pria yang membawa anak kalian pergi " Ucap Abraham tenang.


" Apa !" Pekik Vero dan David kaget.


" Maksud anda anak saya Laura ?" Tanya David syok.


" Iya,maaf atas kelancangan anak saya tapi apa sekarang saya boleh bertemu dengan gadis itu ?" Tanya Abraham berharap.


" Dia sedang kepasar bersama ibunya " Ucap David masih syok.


" Dimana lelaki bajingan itu !" Bentak Vero emosi.


David dan Abraham terkejut,wàjah Vero bermerah karna teringat akan kehilangan Laura yang menggemparkan keluarganya.


" Saya akan jelaskan semuanya,tapi tolong izinkan saya bertemu gadis itu " Ucap Abraham.


" Vero tenanglah " Ucap David menegur Vero.


" Mereka kurang ajar Pa,mereka pikir Laura barang apa bisa dibawa sesuka hati !" kata Vero masih emosi.


Abraham diam karna itu memang kesalahan anaknya.


" Mari masuk " Ajak David tenang kepada Abraham.


Abraham mengangguk dan membuka sepatunya masuk kerumah sederhana itu.


Mereka sama2 terdiam,hingga suara motor terdengar dari luar.


Sèseorang pun masuk kedalam dengan senyuman mengembang.


" Mama aku masu...k " Ucap Laura langsung terdiam melihat lelaki yang cukup ia kenali sedang duduk disofa rumahnya.


" Laura " Ucap lelaki itu berdiri.


" Bawa itu kebelakang " Titah David menegur gadis itu.


Laura mengangguk dan membawa belanjaan Mamanya kedapur.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2