Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Rs


__ADS_3

Sesampainya dikantor,Hani langsung ingin turun dari mobil,Daniel yg melihatnya menghela nafas panjang.


Ia merasa kasihan karna tak mengantar gadis itu sampai dirumah.


" Kak ayo buka kuncinya " Kata Hani menegur.


" Han " Panggil Daniel lesu.


" Cepetan Kak,nanti ketahuan " Kata Hani melihat kiri kanan.


" Maafin Kakak ya gak bisa anter kamu " Kata Daniel sedih.


" Gak papa,kan udah dikasih ongkos juga hehe " Balas Hani mengipas uang 100 ribu yg keluar dari dompet lelaki itu.


Daniel terkekeh geli,gadis itu sungguh ajaib.


" Nanti sisa nya aku beli shampo ya,soalnya udah habis dirumah wkwkw " Kata Hani malu.


" Iya,cukup gak segitu ? sabun masih ada ?" tanya Daniel tersenyum.


" Masih aman,dah ah aku pulang dulu " Jawab Hani mengambil tangan Daniel dan menciumnya.


Daniel tersentak,bunyi pintu terbuka langsung menyadarkan lelaki itu.


Semalam ia menukar motornya dengan mobil lantaran mereka akan ke pantai yg pasti melewati jalanan sepi.


Hani langsung melesat berlari sebelum ada yg melihatnya.


Daniel diam memperhatikan,bahkan saking tidak mau dikenali gadis itu melepas sandalnya keluar dari pagar.


" Ya Tuhaann anak itu benar2 " Ucap Daniel menggeleng pelan.


Karna sudah terlambat,pria itu pun ikut keluar dari mobil dan bergegas masuk kedalam..


Diluar,Hani memakaikan lagi sandalnya dan menghela nafas lega.


Ia melihat kebelakang dan tersenyum kecil.


" Semangat Kak Daniel,semoga hari kamu menyenangkan " Doa Hani tulus.


Gadis itu berjalan riang menyusuri jalanan sambil mencari angkot.


Hati nya riang gembira,Hani merasa semangatnya membara bara seperti api.


Lama berjalan akhirnya gadis itu menemukan satu angkot.


Ia langsung pulang kerumah dan mempersiapkan diri lagi.


Sejenak Hani lupa dengan apa yg terjadi dalam hidupnya.


Hani sungguh ingin hidup tenang tanpa banyak gangguan..


Ditempat lain,kehebohan terjadi.


Siang ini Cila dibuat kelabakan karna menantunya mengaduh sakit perut.


Dan yg membuat Cila takut,Yuna mengalami pendarahan yg ia pun tak tau karna apa.


" Ayo kita kerumah sakit " Ucap Cila tegas.


" Huhu aku takut Ma " Jawab Yuna sambil menangis.


" Ya kalo gak kesana kita gak tau harus gimana ?" Kata Cila emosi.


Yuna semakin menangis,Vero dan David tak bisa dihubungi..


Keduanya memang sudah berpamitan bahwa hari ini akan sangat sibuk karna mereka kedatangan investor luar..


" Apa aku mau lahiran ya Ma ?" tanya Yuna melihat Cila.


" Ya belum lah,belum mateng anaknya " Jawab Cila.


" Emang harus mateng dulu ?" tanya Yuna polos.

__ADS_1


" Huhhhh iya Yunaa " Jawab Cila gemas.


Yuna mengangguk,wanita itu duduk di sofa dengan manik tak lepas menatap mertuanya.


Cila mengambil baju wanita itu dengan asal dan memasukkan kedalam tas.


Mereka persis seperti orang yg mau pindah rumah..


Tak lama suara klakson terdengar.


Seorang pria berlari masuk kedalam dan diam melihat Cila sibuk.


" Ma " Panggil Justin.


" Oh kamu dah sampe,ayo bawa dia " Titah Cila.


Justin mengangguk,lelaki itu membantu Yuna bangun.


" Aaaaakkkhh sakit Kak " Pekik Yuna meringis.


" Dia kenapa Ma ?" tanya Justin heran.


" Gak tau,ayo bawa aja " Jawab Cila kesal.


Justin mengangguk,ia pun membawa adik iparnya berjalan tertatih tatih.


Cila menyusul,wanita itu begitu rempong seperti emak2 yg lainnya.


Walau Cila sangat ketus tapi ia begitu perduli dengan Yuna..


Cila membawa baju ganti karna khawatir nanti Yuna dirawat.


Mobil melesat pergi,Yuna mulai pucat membuat Cila makin khawatir.


" Duh gimana nih ?" batin wanita itu ngeri.


Sesampainya dirumah sakit,Cila bergerak aktif.


Para suster dibuat kelabakan oleh kehebohan wanita parubaya tersebut.


" Gak tau Sus,coba cek dulu " Jawab Cila dengan wajah paniknya.


Suster mengangguk,mereka pun tiba diruangan.


Dokter sudah standby disana,wajah Yuna mulai berkeringat dingin.


" Bapaknya keluar dulu ya " Ucap perawat kepada Justin.


" Iya Sus " Jawab Justin mengangguk.


Lelaki itu pun keluar dari ruangan.


Kini tinggalah Cila,Yuna dan 2 orang lainnya yaitu suster dan Dokter.


Cila mulai tenang,wanita itu berusaha untuk tidak panikan.


" Gimana Dok ?" tanya Cila melihat Dokter.


" Ini baru mau periksa Bu " Jawab Dokter memegang alat.


" Iya cepetan,kasihan cucu saya nunggu lama " Balas Cila rak sabar.


Dokter mengangguk,wanita parubaya itu terlihat sangat antusias.


Dokter mulai meminta Yuna membuka baju,saat dilihat wanita itu menghela nafas.


" Bu,usia kandungan sudah begini disarankan ibu pake rok aja atau celana yg longgar " Ucap Dokter perempuan itu halus.


Cila melihat dan melototkan matanya kaget.


" Kenapa kamu pake celana ketat,itu sampe bebekas diperut " kata Cila emosi.


" Celana baru ini Ma,jadi masih ketat " Jawab Yuna mengkrucut.

__ADS_1


" Ck kenapa dipakai,itu bakal nyakitin anak kamu tau " Kata Cila geram.


Yuna diam,Dokter pun ikut diam seraya melirik Cila yg sudah bertanduk.


" Lain kali jangan pake begini ya Bu,kasihan sama ibu dan bayinya juga " Ucap Dokter menasehati.


" Iya Dok " Jawab Yuna menurut.


" Sabar Bu " Ucap Suster menahan Cila.


Wanita parubaya itu sungguh harus banyak sabar dengan tingkah menantu satunya tersebut.


Dokter kembali fokus,Cila mulai menjadi detektif yg menyelisik perubahan raut wajah orang yg memeriksa menantunya.


" Ibu minum yg bergas ya ?" tanya Dokter kepada Yuna.


" Hah gak kok " jawab Yuna kaget.


" Ini sepertinya bayi ibu kembung " Jawab Dokter yakin.


" Apa !" Pekik Cila kembali baran.


" Iya Bu,kalo bukan ber gas,ber alkohol " Ucap Dokter serius.


" Apa ! alkohol !" Pekik Cila terbelalak.


Deg...


Manik Yuna seketika melotot,wanita itu terlihat begitu terkejut mendengar ucapan Dokter yg memeriksanya.


" Kamu mau mati ya ?" tanya Çila mengulung lengan bajunya.


" Gak Ma,aku gak minum alkohol " Jawab Yuna kelabakan.


" Terus kenapa bisa gitu hah ? pantesan kamu ngaduh sakit perut sampe pendarahan !" Kata Cila emosi jiwa raga.


Yuna diam sejenak,wanita itu mencoba mengingat apa yg ia lakukan.


" Astaga kemarin " Ucap Yuna pelan.


" Kandungannya baik2 saja Bu,hanya saja jika terlambat datang dan menghentikan pendarahan mungkin bayi itu tidak bertahan lama " Kata Dokter hati2.


" Jadi Cucu saya masih aman Dok ?" tanya Cila khwatir.


" Iya,masih aman dia anak yg kuat " Jawab Dokter tenang.


Cila terduduk dibrangkar dengan lunglai,sungguh nyawanya berasa diambang mendengar penjelasan dokter barusan.


Yuna yg melihat perubahan Cila langsung menunduk dalam merasa bersalah.


" Kamu benar2 keterlaluan !" Ucap Cila tajam kepada menantunya.


" Aku cuma minum soda Ma dan itu sedikit " Kata Yuna mengakui.


" Sedikit atau banyak itu berbahaya Bu " Sahut Dokter.


" Teman ku juga minum Dok,dia juga hamil dan gak apa2 " Balas Yuna.


" Mereka dan kamu itu gak sama !" Bentak Cila geram.


Semua orang terdiam,Cila sudah benar2 emosi.


Justin yg menunggu diluar mengernyit mendengar suara ramai2 dari dalam.


" Mereka periksa kandungan apa nontn pertandingan sih,rame banget " Ucap Justin heran.


Lelaki itu bangkit dari duduknya dan mengintip sedikit.


Terlihat dari celah pintu Cila sedang marah2 kepada Yuna dihadapan para dokter dan suster.


" Huhhh mending aku diluar aja daripada ikut kena semprot Mama " Ucap Justin ngeri dan menutup lagi pintu dengan rapat.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2