
Disebuah ruangan seorang gadis terbaring lemah dengan impus dipunggung tangannya.
Seorang lelaki juga duduk diam memperhatikan wajah gadis malang tersebut.
" Bangunlah,kamu harus tetap melanjutkan hidup " Ucap lelaki itu pelan.
Punggung Tangan Hani digosok lembut oleh Vero yg dari tadi setia menemani dirinya.
Lelaki itu terlihat begitu sendu dan tak semangat hidup.
Vero tau apa yg sudah ia lakukan akan menimbulkan hal fatal.
Ceklek....
Pintu ruangan terbuka,masuklah seorang lelaki parubaya mendekati lelaki itu.
" Papa " Ucap Vero menoleh kebelakang.
" Papa tau kau pasti disini " Kata David menepuk bahu putranya.
" Maafin aku Pa,aku bikin kalian kecewa lagi " Kata Vero menunduk.
" Mama mungkin akan sangat sedih begitupun Sofia " Kata David pelan.
" Iya,aku tau " Kata Vero sedih.
" Kenapa kau melakukannya ?" Tanya David tenang sambil melihat Hani.
" Hani gadis yg paling tidak beruntung yg pernah aku temui Pa " Kata Vero nanar.
" Ya Papa tau,tapi tidak dengan menembaki penculiknya juga " kata David menghela nafas.
" Aku benci melihat orang menyakiti Hani Pa " Balas Vero serius.
" Kamu ingin melindunginya ?" tanya David.
Vero diam tak menjawab.
" Jangan terlalu egois Ver,Papa tau kamu masih mencintai Hani " kata David tersenyum kecil.
" Cinta ? Apa masih ada cinta dihati Hani buat aku ?" Tanya Vero nanar.
" Papa tidak tau " Jawab David.
Hening....
Keduanya diam memperhatikan Hani yg tidur dengan damai.
Terlihat sekali wajah gadis itu menandakan kelemahan dan kelelahan yg tak ada jedanya.
Vero tak tau ujian berat apa saja yg Hani alami selama ini.
" Polisi mencari mu " Ucap David kembali bersuara.
" Apa aku akan ditahan ?" tanya Vero menggaruk kepala.
" Kau berharap apa ? Polisi tidak akan memberi mu penghargaan " Jawab David malas.
" Hehe " Vero terkekeh geli.
David menghela nafas lagi,pria itu tak tau harus bersikap marah atau memuji keberanian anaknya saat ini.
" Aku akan kesana habis ini Pa " Kata Vero tenang.
" Iya,pergi lah " Balas David.
" Bagaimana dengan Mama ?" tanya Vero teringat.
" Papa sudah menyiapkan tiket buat Mama kamu liburan " Jawab David.
" Hah kemana ?" Tanya Vero terkejut.
" Umroh " Jawab David terkekeh.
" Apa !" Pekik Vero terbelalak
" Iya,dia bakal umroh sama Istrinya Pak Reno dan Clara " Balas David.
" Bibi pergi juga ?" tanya Vero tak percaya.
__ADS_1
" Iya,jadi selama mereka pergi kamu harus cepat menyelesaikan semua masalah ini !" Kata David tegas.
" Aku bakal ditahan Pa " Balas Vero.
" Papa akan bantu dan Om Reno kamu juga bakal bantu " Kata David sedikit ragu.
Vero diam,lelaki itu sangat tau kekuatan Reno di beberapa pihak sensitif.
" Terus Sofia gimana Pa ? Dia gak mungkin ikut Mama " kata Vero teringat akan keseharian anaknya.
" Dia em dia " kata David ragu.
" Gimana Pa ?" tanya Vero menunggu.
" Sofia akan ikut Ayahnya sementara " Jawab David.
Deg....
Vero tersentak dengan wajah super kaget.
" Maksud Papa ikut Ridho ?" tanya Vero tak percaya.
" Iya,gak ada yg urus Ver,Papa mungkin gak sehandle buat ngurusin sekolah dan kebutuhan dia " kata David jujur.
Vero diam,lelaki itu cukup tau kesibukan David sehari2 apalagi jika dirinya juga tersandung kasus dan nasib perusahaan juga berada ditangan David.
" Papa gak mau Sofia juga jadi bahan perbincangan orang2 nanti " Kata David memberi pemahaman.
" Iya Pa " Kata Vero pasrah.
David menatap wajah putranya yg mulai murung,David tau Vero mungkin sedih dan tak mau anaknya dirawat orang lain,tapi apa daya nasi menjadi bubur ketan,ia tak punya pilihan banyak.
" Ya udah Pa,atur aja " Kata Vero tenang.
" Setidaknya Mama kamu gak tau dan dia bisa doain kamu nanti,Papa gak bisa bayangin kalo Mama tau kamu bunuh orang lagi " Kata David gemas.
" Iya Pa,ini salah aku " Kata Vero mengakui.
" Ya udah,gini sana " Titah David keluar
Vero mengangguk,lelaki itu melihat Hani lagi dan menghela nafas hingga keluar dari ruangan.
Vero menghilang dibalik pintu,David duduk dikursi dan menatap wajah gadis didepannya.
" Hani " Panggil David lembut.
Hening tak ada jawaban..
" Haniii,bangun Nak " Pinta David mengusap kening Hani.
Gadis itu mulai merespon mendapat sentuhan hangat.
" Ayo bangun,Papa mau bicara sama kamu " kata David tersenyum.
Tangan Hani bergerak perlahan hingga maniknya juga menyusul.
" Pa ppa " Ucap Hani terbata.
" Iya,masih kenal ?" Tanya David tersenyum manis.
Hani mengangguk pelan.
" Akkhhh " Pekik Hani tiba2 meringis.
" Tenang2,gak usah bangun " Kata David menahan tubuh Hani yg akan bangkit.
" Sakit Pa " Ucap Hani meraba perutnya.
" Iya,obat biusnya mungkin habis " Kata David mengerti.
Hani terus meringis membuat David cukup kewalahan.
" Kamu gak papa ?" Tanya David hati2.
" Hiks Pa " Jawab Hani mulai menangis.
" Gak papa sayang,kamu aman " Ucap David menenangkan.
Hani terus menangis merasa takut dan trauma dengan apa yg ia alami.
__ADS_1
" Hani " Panggil David pelan.
Hani menatap David dengan wajah sendunya.
" Menikahlah sama Vero Nak " Pinta David lembut.
" Hah " Ucap Hani kaget.
" Menikahlah,dan mulai hidup bahagia kalian berdua " Lanjut David tenang.
Hani diam dengan wajah terkejut nya.
David menghela nafas panjang dan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.
" Ini pakailah " Kata David menyerahkan benda kecil dengan kuning keemasan.
" Pa " Panggil Hani tak percaya
" Tolong Vero Nak " Pinta David berharap.
Hani kembali diam mendengar nama pria tersebut.
" Kalian sama2 membutuhkan Han,Papa capek lihat kalian gini terus " Kata David lesu.
Ceklek...
Pintu tiba2 terbuka dan masuklah seorang dokter khas dengan jaket keagungan.
" Mba Hani sudah sadar ?" Tanya lelaki itu kagum.
Hani diam tak menjawab.
" Periksa lukanya Dok " Titah David tenang.
" Baik Tuan " Jawab Dokter mengerti.
David mundur memberi space untuk dokter memulai kerjaanya.
" Merasa sakit ?" tanya Dokter kepada Hani.
Hani mengangguk pelan.
Dokter itu mengucap kata maaf dan menaikkan baju Hani.
David melihat kearah lain,pria itu merasa tak tenang dengan aktifitas dokter.
" Akhhh " Pekik Hani tiba2.
Dokter mengambil obat dan mengganti perban gadis malang tersebut.
" Kamu gak boleh banyak gerak dulu,ini masih basah " Kata Dokter tegas.
Hani mengangguk pelan.
Dokter melanjutkan aksinya hingga beberapa menit kemudian selesai.
" Dok " Panggil Hani menahan dokter yg akan pergi.
" Iya " Jawab Dokter tenang.
" Hm apa ada seorang pria datang kesini ?" tanya Hani hati2.
" Pria ?" Ulang Dokter.
" Hm " Jawab Hani mengangguk
" Kau datang kesini dengan seorang pria,dia begitu khawatir dan sempat membantu " Kata Dokter mengingat.
" Membantu dalam hal apa ?" tanya Hani penasaran.
" Saya rasa dia juga seorang dokter " Jawab Pria tersebut menebak.
Deg....
Hani tersentak,gadis itu bisa menebak siapa yg Dokter maksudkan.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1