Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Kabar Buruk


__ADS_3

Siang ini Cila bersiap untuk berangkat kerumah sang Kakak,Clara sudah sampai disana bersama anaknya Zaiva.


" Mas udah belum ?" Pekik Cila menggedor kamar mandi.


" Belummm " Teriak David dari kamar mandi.


Cila menghela nafas lelah menunggu pria itu bolak balik kamar mandi.


Ceklek...


pintu kamar mandi dibuka keluar lah David dengan wajah polosnya memegang perut.


" Masih mules ?" Tanya Cila kasihan.


" Iya,kayaknya semalam aku kebanyakan makan pedes deh,jadi sakit banget ini " Kata David lesu.


" Jadi mau ikut ngak ?"


" Mau,tapi obatin dulu akunya " Kata David manja.


" Kamu tunggu dikamar dulu sana " Titah Cila tegas.


Pri itu mengangguk dan berjalan gontai kekamar mereka.


Cila mencari minyak angin dan membawa kekamar.


Terlihat David kembali meringkuk dikasur,ntah mengapa saat bangun tidur tadi suaminya langsung aneh,mulas2 tak jelas bahkan pria itu tak jadi bekerja hari ini.


" Sini buka bajunya " Kata Cila lembut.


David memasang wajah lesunya dan mengangkat kaosnya sebatas dada.


Deg..


Cila menelan ludahnya, melihat perut kotak2 pria itu,meski tiap hari melihat dan merasakan nya tapi perempuan itu masih saja malu.


" Cepetan Beb,dingin nih " Kata David menarik tangan Cila pelan.


Cila tersadar dan langsung menuangkan minyak angin itu keperut berotot suaminya.


David merasa nyaman pria itu menaruh kepalanya di paha sang istri dan mencium pelan perut datar Cila.


Cila masih sibuk memijit pelan perut pria itu berharap rasa sakit segera hilang dari tubuh suaminya.


" Udah,ngadep belakang " Titah Cila.


David kembali berbalik menaruh kepala nya dibantal.


Deg...


Cila menghela nafas melihat bekas kerja keras dan cakaran dirinya semalam dipunggung pria itu.


" Aku ngak papa kok,ayo di gosok " Kata David mengerti.


Cila mencium bekas luka di bahu sebelah kanan suaminya.


David mematung merasakan bibir hangat itu menyentuh kulitnya.


" Maafkan aku ya Mas " Kata Cila lirih.


" Ngak papa sayang,ini udah pekerjaan aku,tunggu aku lulus kuliah ya,habis ini aku cari kerja yang lebih baik " Kata David pelan.


" Iya Mas,aku juga bentar lagi lulus " Kata Cila tersenyum.


David mengangguk dan menikmati pijatan istrinya.


Setelah semua selesai,Cila menyuruh pria itu untuk istirahat saja,rencana nya Cila tak jadi kerumah Nisa hari ini karna suami nya tak bisa ditinggal.


Dari siang hingga sore hari pria itu tertidur pulas,Cila hanya pasrah melihat suami nya yang tertidur nyaman.


" Emm Cila " Panggil David pelan.


" Iya Mas " Jawab Cila melepas laptop dan bukunya diruang tamu.


Perempuan itu dengan cepat masuk kekamar.


" Kenapa Mas ?" Tanya Cila lembut.


" Aku mau mandi " Kata David serak.


" Mau pake air hangat ?? "

__ADS_1


" Ngak usah aku dah lebih baik kok " Kata David tersenyum.


" Ya udah,aku siapin baju kamu ya " Kata Cila ikut tersenyum.


David mengangguk,bangkit dari duduknya.


" Nih handuk nya " Kata Cila cepat.


David tersenyum mengusap lembut kepala istrinya.


" Kamu siap2 ya habis ini kita pergi krumah Kakak kamu " Kata David lembut.


" Beneran Mas ??" Pekik Cila heboh.


" Iya,gih beresin baju2 aku "


" Siap Bos " Kata Cila mengangkat tangannya hormat,dan melompat ria.


David terkekeh pelan dan melenggang untuk mandi.


Pria itu sungguh tak bisa,jika harus melihat raut kesedihan di wajah istrinya,apalagi tadi David sempat mendengar bahwa disana sedang panas, hingga Cila selalu mendesah lesu saat dirinya tak bisa ikut membantu menenangkan anak2 Kakak nya itu.


Beberapa menit kemudian mereka sudah bersiap untuk berangkat.


" Kamu beneran ngak papa Mas ?" Tanya Cila khawatir.


" Ngak papa aku dah sehat kok " Kata David membawa koper Cila.


" Ya udah cus berangkat,semua obat kamu udah aku masukin sini " Kata Cila tersenyum menepuk tas nya.


David mengangguk dan menaiki motor butut nya menuju pangkalan bis.


Meski harus desak desakan pengap dan lain sebagainya,perempuan itu tetap enjoy disamping suaminya.


David merasa tak enak melihat Cila tidur menyender kepada dirinya,David malu harus melihat Cila kesusahan seperti ini.


" Mas haus " Kata Cila tiba2 bangun.


" Hah iya bentar " Kata David mengambil minum dibawah,alangkah kagetnya David melihat isi plastik itu,ternyata Cila membawa bekal dan 2 botol air minum .


" Ya Tuhan,kamu bawa dari rumah ??" Tanya David menatap perempuan mengantuk itu.


" Iya Mas,biar irit " Kata Cila menguap lebar.


" Kenapa ngak beli aja ?" Tanya David lembut.


Cila yang sedang minum pun tersenyum,dan menggeleng lemah..


" Tadi aku udah masak dirumah dan kamu juga belum makan, jadi ya udah aku bawa aja daripada mubazir "


" Hm gitu ya " Kata David mulai paham.


" Iya Mas,kita kan ngak boleh boros,utang didepan mata lo Mas " Kata Cila berguyon.


" Iya,maaf ya aku beberapa hari ini banyak ngak kerja " Kata David menunduk sedih.


" Ngak papa sayang,nanti kalo uang kita kurang buat bayar utang,pake uang modal aku ngak papa " Kata Cila hangat.


" Jangan dong,itu kan uang kamu " Kata David tak mau.


" Ngak papa,dari pada kamu dikejar2 debtcolektor,aku ngak mau nama baik kamu tercoret " Kata Cila serius.


David menarik kepala istrinya dan memdekap perempuan itu dengan sayang.


" Makasih ya kamu mau ngertiin aku " Kata David mencium pucuk kepala istrinya.


" Iya sayang,suami istri itukan harus saling paham,dan sefrekuensi " Kata Cila tersenyum senang.


Pria itu menundukkan kepala nya ingin mencium bibir lembut istrinya.


" Jangan ih,nanti diomeli orang " Kata Cila menahan bibir pria itu.


David melihat kiri,kanan,dan benar saja orang2 memperhatikan mereka dengan aneh.


" Jangan mesum2 disini Mas,banyak anak kecil " Tegur seorang pria.


David menunduk malu bersembunyi di ketek istrinya,Cila mengangguk kepada bapak itu dan menunjuk cincin kawin nya.


Hanya itu senjata Cila jika mereka diprotes orang2 saat bermesraan diluar sana.


Pria itu langsung terdiam melihat cincin melingkar di tangan Cila itu.

__ADS_1


" Boleh2 aja sih Mba mau bemesraan tapi jangan disini dulu,ada anak kecil " Kata seorang wanita tersenyum lembut.


" Iya Bu,suami saja lagi sakit makanya manja "Balas Cila.


Wanita itu mengangguk dan kembali diam.


David terkekeh pelan melihat istrinya selalu bisa membuat orang2 terdiam dengan celetukkan nya.


Beberapa jam kemudian mereka sudah sampai,Cila memesan taxi menuju rumah Kakak nya,karna disana angkot tak masuk..


Beberapa menit kemudian,mereka sampai dirumah megah Reno,satpam menunduk hormat melihat tamu mereka.


" Kak Nisa ada Pak ?" Tanya Cila hangat.


" Ada Non,sama Non Clara juga ada " Kata Satpam itu ramah.


David hanya diam memperhatikan rumah megah Reno yang tak bosan di pandang.


Sepasang suami istri itu berjalan cepat di pekarangan rumah Reno.


Saat tiba didepan,Cila kaget bukan main melihat triplet menangis sesegukkan memeluk Abang dan Clara.


" Assalamualaikum " Sapa Cila sopan.


" Waalaikum salam " Jawab mereka serempak.


" Kakak........" Pekik Triplet kaget dan langsung berlari menghampiri Cila.


Saat hampir tiba,Ana berbelok kearah David dan langsung memeluk pria itu.


David sedikit terhuyung kebelakang,karna menangkap Ana yang menghambur memeluknya.


2 saudranya memeluk Cila,dan menangis sesegukkan disana..


" Huhu tolongin Bang Bara Kak,huhu " Kata Andrew menangis pilu.


" Ada apa sayang apa yang terjadi ?" Tanya Cila bingung.


" Huaaaaa ada orang yang mau jahati kami Kak huhu " Kata Ana menangis keras memeluk David.


Cila dan David pun melotot kaget,langsung mendekap tubuh gemetar itu dengan sayang.


Cila tak memperdulikan saat ini Ana mencuri kesempatan memeluk suami nya,Cila hanya ingin menenangkan mereka.


" Kamu jangan nangis lagi,cerita yang bener sama Abang,biar abang bisa bantu " Kata David pelan mengusap punggung gadis itu.


" Huhuhu Ana takut Kak,coba lihat ini " Kata Ana menunjukkan hp nya.


David pun penasaran dan melihat disana.


" Astaga " Pekik David kaget.


Clara menghampiri Cila dan memeluk perempuan itu.


" Huhuh Cila,Kak Nisa pingsan lagi " Kata Clara menangis pilu.


Cila melotot kaget dan ikut menangis.


Cila yakin wanita yang mereka sayangi itu saat ini pasti sangat terpukul.


Bara semakin menangis pilu melihat Kakak2 dan adiknya menangis.


David menghampiri Bara yang terduduk disofa,dan menepuk pundak pria itu.


" Kamu yang sabar ya,Kakak yakin Papa kamu pasti tak akan tinggal diam " Kata David menatap sedih anak itu.


" Apa salah aku Bang hiks hiks aku ngak mau lihat Bunda sedih Bang " Kata Bara menangis pilu.


David memeluk pria itu tak tega melihat wajah bersalah Bara.


" Cila,David " Panggil seseorang lemah.


Sontak David dan Cila menoleh.


" Kak Reno " Gumam Cila pelan dan langsung berlari memeluk pria yang sudah sangat berantakan itu.


" Kakak kalian sakit Dek " Kata Reno lirih,memeluk Cila dengan erat.


Clara semakin menangis dan ikut memeluk pria yang banyak memberinya kebahagiaan itu.


David merengkuh anak2 Reno dengan sayang,menenangkan mereka semua yang sangat terluka melihat Papa kebanggaan mereka saat ini sangat rapuh.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guyss mana nih dukungannya,jangan lupa VOTE,LIKE,COMENT ya


__ADS_2