
Disebuah markas beberapa orang lelaki terlihat berdiri tegak menatap peta yg berada didepan mereka.
Reno sebagai kepala memberi perintah kepada setiap anggota keluarga.
Ceklek...
Pintu terbuka,nampaklah seorang pria dengan jaket biru masuk kesana.
" Astaga tempat apa ini ?" Gumam Romeo terkejut.
" Kau sudah sampai " Tegur Aktam melihat lelaki itu.
" Ayo sini " Ajak Reno mendekat.
Romeo pun mendekat,tapi langkah kaki pria itu terhenti saat ia melihat sebuah ekor yg mengibas dibawah meja besar yg berada ditengah ruangan.
" Itu apa ?" Gumam Romeo merasa heran.
Semua orang melihat kearah Romeo yg terlihat bingung dengan situasi sekarang.
" Bang itu apa ?" tanya Romeo kepada Aktam.
" Lihat aja " Jawab Aktam tenang.
" Bang gak ada hewan buas kan disini ?" tanya Romeo ngeri.
" Gak " jawab Aktam.
Pria itu berjalan duluan meninggalkan Romeo dengan sejuta penasarannya.
Romeo yg makin tak tenang memberanikan diri mununduk dan alangkah kagetnya pria itu melihat sepasang mata mengkilau kearahnya.
" Aaaaaaaaaaa " Teriak Romeo terbelalak.
Hewan besar tersebut ikut terkejut dan seketika keluar.
" Tenang2 " Ucap Prito menahan hewan itu dari rasa takut.
" Ihhh ngeri " Ucap pria disamping Prito menaiki kursi.
Prito terkekeh geli,hewan hitam legam itu kembali duduk dan menatap Romeo dengan mata tajamnya.
" Astagfirullah,itu itu jaguar ?" Tanya Romeo gugup.
" Iya " Jawab Serkan terkekeh.
" Abang gak takut ?" Tanya Romeo syok melihat Dokter muda tersebut.
" Awalnya sok,tapi udah kenal lucu juga " Jawab Serkan terkekeh.
" Hah lucu,astagfirullah Bang dia bisa ngemilin kita loh " kata Romeo merinding.
Serkan tertawa geli,wajah Romeo begitu menggelikan.
Hakim muda itu terlihat sangat penakut dari tampangnya.
" Sudah2,ayo fokus " Kata Reno menegur.
" Bang bawa dia pergi dulu " Kata Romeo kepada Prito.
" Gak papa,gak gigit kok " Kata Prito tenang.
" Hoaammmm " Hewan itu menguap lebar menunjukkan taring2 emasnya yg berharga.
" Aduhhh,kalo dia gemes liat kita gimana ?" Tanya Romeo masih parno.
" To,suruh dia dibawah aja,aku takut " Kata Daniel berbisik kepada Prito.
" iya " Jawab Prito mengangguk.
__ADS_1
Prito pun berbisik kepada hewan yg sedang rebahan tersebut dan ajaibnya Jaguar itu seolah mengerti dan langsung melaksanakan perintah.
" Turun !" Kata Bara kepada Daniel dan Romeo.
Keduanya mengangguk cepat dan turun dengan hati2.
" Uhhh ngeri banget " Gumam Daniel merinding.
Sungguh lelaki itu tak menyangka ia akan berada dan melihat langsung yg terjadi saat ini.
" Papa rasa Angel berada disini " Ucap Reno menunjuk sebuah lokasi dipeta.
" Bagaimana Papa bisa yakin ?" tanya Aktam serius.
" Plat mobil sudah dilacak dan titik akhirnya berada disni !" Jawab Reno menunjuk daerah lain.
" Jadi kita harus bergerak kemana Pa ?" tanya Bara.
" Kita akan mencar,pasukan David akan disini dan anak buah Papa akan berada dititik tengah " Jawab Reno.
" Apa orang2 kita cukup Bang ?" Tanya David serius.
" Jika kurang kita pakai anak buah Bentley " Jawab Reno.
" Waah pasti rame banget Pa " kata Aktam tak bisa membayangkan.
" Iya,hutan ini harus kita kelilingi " Balas Reno.
" Jadi kapan waktu pergerakannya ?" Tanya Prito tak sabar.
" Sebagian sudah pergi,dan kita akan menyusul setelah ini " Jawab Reno.
" Kita harus bertemu Angel Pa,kasihan anak ku " Kata Prito sedih.
Daniel melihat lelaki itu dan kembali merasa bersalah.
" Ya,Papa juga sedih Angel jauh sperti ini " Balas Reno.
" Kamu lupa dengan yg menyapa mu tadi ?" tanya Reno tenang.
" Hewan itu ?" tanya Romeo terkejut.
" Hm,jika polisi tau mereka akan ikut dibawa dan kita semua dalam bahaya " Jawab Reno.
" Mereka hewan dilindungi " Celetuk Bara.
Romeo mulai paham,pria itu baru ngeh bahwa ditempat itu memang banyak hal2 sensitif untuk negara.
" Nanti bawa Blacki sama Robinson " Ucap Reno kepada Prito.
" Keduanya ?" Tanya Prito.
" Ya mereka pandai melacak dan mengenali Angel " Jawab Reno.
" Apa Angel tau dengan mereka ?" Tanya Daniel terkejut dan ngeh kemana arah pembicaraan.
" Ya,Angel sering bermain dengan mereka " Jawab Prito.
" Apa !" Pekik Romeo dan Daniel bersamaan.
Prito terkekeh geli,wajah Daniel dan Romeo begitu menggemaskan.
" Kau ini dokter hewan tapi takut sama beginian " Cibir Prito kepada Daniel.
" Kalo anjing aku gak takut,tapi ini bedaaa " Balas Daniel merinding.
Prito tersenyum,memang bukan sembarangan orang bisa menangani hewan kesayangan Reno tersebut apalagi jika tak punya pengalaman.
Prito diawal karirnya saja begitu ketar ketir tapi beruntung Aktam dan Reno bisa melakukan pendekatan dengan begitu mahir hingga sampai sekarang Prito sudah berani menangani sendiri.
__ADS_1
Tugas dibagi sama ratakan.
Reno juga ikut turun meski tadi sempat dilarang oleh Bara.
Saat semua orang akan bergegas,tiba2 pintu ruangan terbuka dan nampaklah seorang lelaki tua bersama seorang gadis kecil.
" Romi " Ucap Reno terkejut.
" Maaf terlambat " Kata Romi masuk dengan wajah kesal bercampur malu.
" Waah rame " Ucap gadis kecil itu yg bukan lain adalah cucunya.
" Kenapa Suci ikut ?" tanya Reno syok.
" Maaf Pak,saya gak bisa ninggalin dia dirumah,Papa Mamanya lagi keluar kota,sedangkan Yuni sakit " Jawab Romi merasa sungkan.
" Astaga " kata Reno terkejut dan melihat Bara.
" Alexi emang aku suruh ke Bdg Pa buat urus masalah kemarin " kata Bara deg degan.
" Iya dan Salsa ikut Alexi juga " lanjut Romi.
" Astaga,itu mah nyelam sambil minum namanya " sahut Aktam bisa menebak.
Romi mengangguk kecil,Suci tersenyum cerah melihat pria2 berduit tersebut begitu gagah.
" Kita ada misi apa ini Kek ?" Tanya Suci mendekati Reno.
" Kamu gak ngantuk jam segini ?" tanya Reno mengangkat bocah itu duduk dimeja.
" Tadi ngantuk,tapi sekarang gak lagi " Jawab Suci semangat.
" Terus Nenek kamu siapa yg jaga ?" tanya Reno teringat akan Yuni.
" Sendiri aja Kek,soalnya Nenek suka pusing lihat aku,jadinya ya aku ikut Kakek aja biar Nenek sehat " Jawab Suci dengan polosnya.
" Ppffftttt....." Bara hampir tertawa mendengar ocehan gadis kecil itu yg memang terkenal bar2 mengalahi anaknya.
" Pantesan emak bapaknya gak mau bawa dia " Gumam Aktam terkekeh.
Suci masih menampakkan senyum manis,Daniel terlihat menganga dengan aksi gadis itu apalagi Suci tidak tau bahwa ada sepasang mata yg siap menengkram..
" Jadi gimana ?" tanya Romi kembali ke topik.
" kita jalan sekarang sebelum terang " jawab Reno.
" Baiklah ayo " Kata Romi siap.
Semua orang bergegas begitupun Suci yg semangat 45 meski ia tidak tau akan dibawa kemana.
" Kamu jangan berisik ya dan gak boleh jauh2 dari Kakek !" Ucap Romi tegas.
" Siap Ndan " Jawab Suci menghormat.
" Bagus,ayo " Kata Romi mengusap kepala gadis kecil itu.
Suci berjalan tegap ke depan,Daniel yg tepat dibelakang gadis itu terkekeh geli.
" Aduh anak ini lucu sekali " Gumam Daniel gemas.
Mereka semua menaiki mobil dengan dilengkapi senjata masing2.
" Pa aku gak bisa nembak " Kata Romeo kepada Aktam.
" Bisa,tuh buktinya Azura bisa hamil " Jawab Aktam santai.
" Ehhh itu beda Pa !" Kata Romeo terbelalak.
Aktam tertawa geli dan menaiki mobil hitam mewah khusus.
__ADS_1
❤❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.