Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Somay


__ADS_3

Hari mulai sore,Cila dan Clara memasak dirumah Miska.


Keduanya terlihat kompak membuat menu makan malam.


Histi berada dikamar bersama Sania dan putrinya yg asik bermain.


Miska masuk dan ikut bergabung


" Bi " Tegur Sania sopan.


Miska tersenyum dan duduk disebelah gadis tersebut.


Histi diam saja melihat wajah Miska yg sembab.


" Kamu hebat ya His " ucap Miska pelan.


" Hebat kenapa Bi ?" Tanya Histi mengernyit.


" Hebat karna punya anak angkat yg baik seperti Sania " jawab Miska mengusap kepala Sania lembut.


Histi melihat Sania,wanita itu tersenyum kecil


" Kami saling beruntung karna menemukan " Jawab Histi.


" Ya kamu benar " balas Miska lagi.


" Oh iya,Kembaran Rania mana Bi ?" tanya Histi.


" Dia masih kerja " jawab Miska melihat jam.


" Bentar lagi juga pulang " Lanjut Miska.


Histi mengangguk paham,keduanya mengobrol hangat hingga suara anak kecil terdengar.


Miska keluar kamar dan mendapati anak lelakinya sudah pulang les bersama sang Kakak.


" Ada Kakek sama Bibi ya Ma?" tanya sang putra.


" iya sayang,Bibi lagi masak didapur " jawab Miska.


" Hm aku mau salaman dulu " Balas sang putra.


Miska mengangguk,bocah itu pun berlari menuju dapur menghampiri para bibinya.


Tania mendekat dan menatap wajah sayu sang ibu.


" Mama kenapa ?" tanya Tania mengernyit.


" Ga papa " jawab Miska tersenyum.


" Soal Kak Rania ya ?" tebak Tania.


Miska mengangguk pelan,ia tak bisa berbohong kepada putrinya tersebut karna Miska juga takut kehilangan Tania seperti Rania meninggalkan dirinya.


Tania menunduk dalam,bersamaan pintu kamar terbuka dan keluarlah seorang gadis.


" Astagfirullah " ucap Tania terkejut.


Sania juga sama kagetnya dan langsung menunduk dalam.


" Dia siapa Ma ?" tanya Tania sedikit mundur.


Sania yg tau dirinya pasti sangat menakutkan ikut mundur.


" Ini Sania anaknya Histi,jangan takut " Kata Miska mengenalkan.


Tania melihat Sania,terlihat wajah bingung dan aneh disana.


" Dia kenapa Ma ?" tanya Tania pelan.


Sania masih menunduk dalam.


" Dia habis kecelakaan,ayo kenalan dulu " Kata Miska tenang.


Tania menelan ludah kasar,perlahan tapi takut gadis itu mendekat lalu mengulurkan tangan.


Sania masih diam,ia tau diri saat ini.


" Ak aku aku Tania " ucap Tania gagu.


" Aku Sania " Balas Sania hati2.

__ADS_1


Keduanya bersalaman dan Tania dengan cepat menarik tangannya.


" Nama kita hampir sama " kata Tania memperhatikan.


Sania membalas dengan senyuman.


" Wajah gadis ini seperti tidak asing " Batin Sania melirik Tania berulang.


" Dimana aku bertemu dengannya ? Aku rasa aku pernah melihat gadis ini " Lanjut Sania lagi


Tania yg merasa diperhatikan bersembunyi dibalik Miska.


" Saniaaa " Panggil Clara tiba2 nongol.


" Iya Bi " Jawab Sania menoleh.


" coba kamu liat adek,udah bangun apa belum " Kata Clara khawatir.


" oh iya Bi " Balas Sania paham.


Gadis itu pun berpamitan kedepan dimana anak Clara sedang tidur lelap.


Didapur Cila masih sibuk,meski jarang kerumah Denis tapi Cila menganggap dapur tersebut seperti dapur dirumahnya.


Ia bersikap semau apalagi Miska tak melarang sama sekali.


" Apa mereka udah sampai Cil ?" tanya Clara kepada saudarinya tersebut.


" Hm sepertinya sudah " Jawab Cila menebak.


" Semoga Clara bisa ditemukan ya,aku khawatir banget " Balas Clara.


Cila mengangguk meski dirinya tak yakin Rania akan mudah dibujuk.


Sedikit banyak Cila tau sifat Rania karna dulu Rania sempat ia asuh dan gadis itu juga sering main kerumahnya jika sedang berkelahi dengan Miska.


Diluar,seorang gadis sedang menunggu angkutan umum yg akan membawanya pulang.


Yap,Rania sudah mendapatkan 1 kostan yg cukup layak dihuni.


Gadis itu kembali menerima bantuan dari sang sahabat yg tak pernah meninggalkannya sendirian.


Drt drt...


Senyum kecil terukir diwajah gadis tersebut.


" Halo Syad " Sapa Rania heppy.


" Kamu dimana ?" tanya Arshad diseberang.


" Lagi diangkot nih mau pulang " Jawab Rania.


" Aku juga mau pulang,ketemu ditaman " Ucap Arshad seperti perintah.


" Hah ngapain ?" tanya Rania kaget.


" Aku laper,cepetan kesana aku dah otw " Jawab Arshad.


" Tapi ak...."


Tut.


Panggilan terputus,Rania menatap ponsel hapenya dengan wajah bingung.


" Nih anak kesambet apaan,tiba2 ngajak ketemu,ditaman lagi " kata Rania heran.


Angkot terus melaju dan otak Rania masih berpikir keras.


" huhh ya udah lah turutin aja " kata Rania tak sanggup menolak.


Gadis itu menepuk pundak sang supir yg kebetulan duduk tak jauh darinya.


" Ke taman ya Om " kata Rania tenang.


Supir mengangguk dan menambah laju kendaraan.


Beberapa menit kemudian,sebuah taman pun terlihat.


Banyak sekali manusia berada disana yg mayoritas dihuni anak2.


Rania memberi ongkos dan turun dari angkot.

__ADS_1


" Mana tuh laki ?" Gumam Rania celingak celinguk.


Rania berjalan sambil melihat kiri kanan.


Tak lama,gadis itu menemuka Arshad yg juga sama celingak celinguknya.


Rania terkekeh,gadis itu pun berlari dan mengejutkan Arshad.


" ishhh kaget aku " kata Arshad mengusap dadanya.


" Hahha,kamu kk anak hilang " Kata Rania tertawa.


" Susah cari kamu dikrumunan " Balas Arshad ketus.


" Iyaaa,terus kita kesini mau ngapain ?" tanya Rania lagi.


" Ayo tempat lain " Jawab Arshad berjalan duluan.


" Hah " kata Rania mengernyit.


Arshad terus berjalan tanpa menunggu Rania yg masih diam ngeleg.


" Cepetan Raan " tegur Arshad gemas.


" ah iyaa " kata Rania kembali berlari.


Keduanya berjalan beriringan menuju mobil Arshad.


Rania masuk dan duduk didepan.


" Ini baju siapa Syad ?" tanya Rania melihat ada baju biru.


" Sepupu aku " jawab Arshad tenang.


" Si Angel ?" tanya Rania.


Arshad mengangguk.


" Kenapa disini ?" Tanya Rania curiga.


" Dia ganti baju dimobil,itu baju kerjanya "


" Terus anaknya ngilang ?" tanya Rania masih kepo.


" Iya,jadi dokter gadungan dia " jawab Arshad terkekeh.


" Hah maksudnya ?" tanya Rania bingung.


Arshad tak ingin menjelaskan,cukup ia sendiri yg tau bagaimana sifat sang sepupu.


" Ini kita mau kemana ?" tanya Rania.


" Cari makan,aku lagi pengen siomay " Jawab Arshad.


" Whattt ?" Ulang Rania syok


" Orang se kaya kamu makannya somay ? Yg bener aja Syad " Kata Rania tak percaya.


" Aku manusia " Jawab Arshad.


" Ya tapi,biasanya kan makannya sushi atau sashimi " Kata Rania mengingat.


Arshad memutar mata dan melihat para pedagang yg menunggu pembeli.


" Disana sepi " Kata Arshad menujuk.


Rania menoleh dan mengangguk.


Mereka pun berhenti didepan lapak seorang bapak2 dengan gerobak lusuh.


Tanpa tunggu lama,Arshad langsung turun dan mendekati lapak tersebut.


Rania juga ingin turun,tapi saat dirinya akan membuka pintu manik Rania terbelalak melihat seorang pria berjalan kearah lapak tersebut.


" Papa " ucap Rania syok.


Yap,didepan sana terlihat 2 orang pria celingak celinguk seperti mencari sesuatu yg hilang.


" Papa dan Kakek ngapain disini ?" Gumam Rania heran.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2