Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Nikah


__ADS_3

Sebuah rumah terlihat ramai dengan diadakannya acara pernikahan anak angkt David dan Cila yaitu Laura.


Semua para tamu undangan terlihat bondong2 masuk kedalam rumah ada juga yang duduk diluar dengan tenda khas orang kawinan.


Seorang pria terlihat tampan dan gagah dihadapan penghulu.


Dikamar pengantin,seorang gadis terlihat sangat anggun dengan make up ala pengantin dari perias terkenal.


Laura kedua kalinya berdandan ala pengantin membuat gadis itu sedikit trauma dengan masa lalu.


" Hay " Sapa seseorang masuk kedalam kamar dengan kado besar.


" hay " Balas Laura tersenyum.


" Buat kamu,aku taruh sini ya " Kata Ana mendekati ranjang.


" Makasih Kak " Kata Laura terharu.


" ini kado kedua loh " Goda Ana.


" Hehe iya " Kata Laura malu.


" Gak papa,kali ini pasti berhasil " kata Ana menguatkan.


" Semoga aja,aku sedikit takut sih " Curhat Laura.


" Tenang,banyak bodyguard diluar " kata Ana terkekeh.


" beneran ?" Tanya Laura syok


" Ya lah,Papa udah siapin semuanya biar acara lancar " Jawab Ana tersenyum.


" Wahh makasih Kak " kata Laura terharu.


" Udah belum Mba,pengantin pria nya ngak sabar lagi buat halalin " Kata Ana terkekeh.


" Iya ini udah selesai Mba " Jawab perias salfok dengan tas brandit gadis itu.


" Gilak nih anak pasti orang kaya " Batin perias melirik Ana kagum.


Meski memakai kebaya simple tapi Ana terlihat sangat mempesona.


" Ayo " Ajak Laura semangat.


Ana mengangguk dan membantu membawa ujung gaun Laura.


" Jreng jreng.....


Pekik Ana seolah berada di gedung2 besar.


" Waaaahhh " Semua mata menatap Laura dari ujung kaki hingga kepala.


" Cantik banget " Gumam Vero takjub.


" Jangan bilang kamu mau pura2 amnesia biar bisa kawin sama Kakak kamu lagi " Cibir Aktam.


" Heheh " Vero cengengesan malu.


Aktam menjitak kepala pria itu gemas dan tertawa geli.


" Ehm " Justin berdehem,untuk sesaat lelaki itu tak berkedip melihat calon istri yang terlihat sangat menawan.


Laura duduk disamping pria itu dan menunduk malu.


" Senyum dong,biar aku kuat buat ijab kabulnya " Goda Justin.


Laura mencubit paha lelaki itu merasa malu.


" Ehm " Dehem Nisa memberi peringatan.


Seketika Laura dan Justin diam merasa takut dengan salah satu tamu terhormat mereka.

__ADS_1


David dan Cila keluar dengan bergandengan mesra.


" Ckckck " Decak Ana heran melihat Cila tak lepas dari suaminya.


" Iri bilang bos makanya kawin cepet biar bisa uwu2an kayak gini " Cibir Cila sombong.


" Idihhh sok2an " Balas Ana kesal.


Reno dan Nisa saling mencubit melihat putri mereka kalah telak dengan Cila.


David pun duduk disamping penghulu menjadi saksi pernikahan.


Justin celingak celinguk mencari orang tuanya yang tak terlihat batang hidung.


" Huh apa mereka tak datang ?" Batin Justin lesu.


" Ngak papa,fokus aja " kata David paham dengan isi hati calon menantunya.


" Maaf Pa " Kata Justin tak enak hati.


David tersenyum mengangguk,Reno yang melihat gelagat keduanya pun bangkit dan berjalan keluar.


" Sudah datang ?" tanya Reno kepada anak buahnya.


" Belum Bos " Jawab anak buah Reno menunduk.


" Susul bila perlu " kata Reno pelan.


Pria berkaca mata hitam itu mengangguk mengerti dan memberitahu teman2nya.


Reno masuk lagi dan duduk disamping Laura menjadi saksi.


" Baiklah,mari kita mulai " Kata penghulu membuka suara.


Semua orang mengangguk setuju.


Penghulu pun menjabat tangan Justin dan mulai mengucapkan ijab.


Disebuah jalan seorang pria terlihat buru2 menepuk pundak ojek online yang ia pesan.


" iya Pak,ini sudah cepat kita akan sampai sedikit lagi " Ucap ojol menambah laju motornya.


Justin mengucapkan ijab kabul atas Laura dengan lantang membuat semua orang terpukau akan keseriusan lelaki itu.


" Bagaimana saksi Sah ?" Tanya Penghulu.


" Sahhh !!!" Teriak semua orang dengan semangat.


" Alhamdulillah " Ucap Justin dan Laura tersenyum bahagia.


" Justin " panggil seseorang dari arah luar.


Justin dan Laura menoleh dan kaget melihat pria tua berjalan kearahnya dengan senyum tangis.


" Daddy " Panggil Justin.


Reno memberi tempat kepada lelaki yang diyakini sebagai orang tua Justin.


" Aku sudah menikah Dad" Kata Justin berkaca kaca.


" Iya Nak,Daddy ikut bahagia " Ucap lelaki tua itu tersenyum haru.


Mereka saling berpelukan,Laura menitikkan air mata melihat suaminya memeluk sang mertua.


" Mama mana ?" Tanya Justin pelan.


Daddy Justin menggeleng lemah.


" Mama mu tidak mau ikut,Daddy terlambat datang karna berkelahi dengan Mama mu tadi " kata Pria tua itu lesu.


Justin mengangguk paham dan kembali menghadap penghulu.

__ADS_1


Laura tersenyum lembut seolah memberi kekuatan kepada lelaki yang baru saja menghalalkan dirinya.


Pasangan itu pun menandatangi surat menyurat dan sudah sah secara hukum dan agama.


Laura memeluk Cila dan David penuh haru bahkan perempuan itu pun sampai sujud dikaki orang tua angkatnya,karna pasangan itu lah yang memberinya kehidupan selama ini.


Semua orang ikut menangis antara sedih dan bahagia melihat Cila dan David berhasil mendidik Laura hingga dewasa dan kini sudah menikah dengan lelaki pujaannya.


" Hei jangan nangis terus dong,harus senyum nanti bedaknya luntur " Kata Cila lembut mengusap air mata gadis itu.


" Mama hiks hiks terima kasih Ma " kata Laura tak henti menangis.


" Iya sayang,kamu juga berhak bahagia " Ucap Cila lembut.


" Berbaktilah sama suami kamu,kasih jatah tiap malam biar dia termehek2 sama kamu " Bisik Cila dengan kegesrekannya.


" Mama ihhh " kata Laura malu.


" Mama serius,lihat tuh Papa kamu sampe bucin sama Mama,ya gara2 itu " kata Cila terkekeh.


" Masa sih ?" tanya Laura penasaran juga.


" Haha ngak usah dengerin Mama kamu,lakuin aja sewajarnya " Celetuk Clara terkekeh geli.


" Iya Ma " Jawab Laura menghambur memeluk Clara yang juga tak pernah membedakan dirinya.


Semua orang bisa tersenyum bahagia begitu pun Vero yang ikut terharu melihat Kakaknya kini sudah bersanding dengan lelaki baik seperti Justin.


Ditempat lain seorang wanita tua mengamuk membanting apa saja yang ada dihadapannya.


Semua perabotan berhamburan dilantai ada yang terpecah belah bahkan sudah tak terbentuk lagi.


" Sialan lihat saja kamu Laura aku akan membunuh mu " Teriak Mama Justin emosi menggebu gebu.


Perempuan itu benar2 tak terima putranya menikahi Laura yang notabene anak tak tau asal usulnya.


" Dasar gadis tak tau diri,lihat saja hidup mu tak akan tenang menikahi anak ku " Gumam wanita itu menatap tajam.


Mama Justin terlihat sangat hancur,wajahnya memerah bekas tamparan suaminya pagi tadi,lelaki itu bahkan mengucapkan kata talak karna sudah muak dengan istrinya yang mengedepankan harta atas apapun,bahkan anak sendiri juga tega ia jual demi tahtanya tak turun.


Malam harinya,Daddy Justin berpamitan untuk pulang karna tak enak sudah seharian disana.


" Kalian baik2 ya " Kata Daddy Justin mengusap kepala Laura.


" Iya Dad " Jawab Laura sedikit malu.


" Daddy pulang kerumah ?" Tanya Justin.


Pria tua itu menggeleng lemah.


" Daddy akan cari penginapan " Kata Pria tersebut pelan.


" Kenapa tidak pulang ?" Tanya Laura bingung.


" Daddy sudah menceraikan mama mu " Kata Daddy Justin menghela nafas.


" Apa !" pekik Laura dan Justin kaget.


" Maafin Daddy Justin,Daddy sudah lelah bersama Mama mu " Curhat pria itu lemah.


Justin terlihat sangat syok mendapati fakta tersebut.


" Kenapa disaat aku ingin bahagia malah keluarga kita hancur seperti ini ?" Gumam Justin sedih.


" Ini bukan salah mu Nak " Kata Daddy Justin pelan.


Laura ikut menunduk sedih karna ia merupakan faktor utama retaknya keluarga itu.


" Hiduplah dengan damai,jangan pikirkan kami " kata Daddy Justin menepuk pundak anaknya.


Justin berkaca kaca merasa sangat terpukul.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2