Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pelajaran


__ADS_3

Merasa orang yg ditunggu tak kunjung datang,Rania membesarkan dirinya untuk pulang.


Ia tak tau harus berapa lama lagi menunggu apalagi tak ada kabar apapun karna memang tak ada hubungan special bahkan nomor hape pun tak punya.


" Aku taruh disana saja,siapa tau nanti dia pulang dengan perut laparnya dia bisa makan " Gumam Rania tersenyum kecil.


Gadis itu pun menaruh bekalnya didepan pintu dan meninggalkan rumah tersebut.


Badannya sudah terasa dingin dan kepalany juga sakit karna terciprat air hujan cukup lama.


Rania pergi dengan tangan kosong dan expetasinya hancur seketika.


Setelah gadis itu pergi,15 menit kemudian seseorang memasuki pekarangan dan memarkirkan motornya didepan teras.


Pria itu turun dengan gagah sambil membawa sekantong kresek.


" Apa ini ?" Gumam pria itu melihat sesuatu didepan pintu.


Reka mengambilnya dan mengernyit.


" Siapa yg mengirim ini ?" Gumam Reka lagi.


Pria itu menyelisik bentukan tersebut dan merasa aneh.


" Apa ini dari Hani ? Tapi kalo dari dia,anaknya kan lagi sama Vero ? Dan perginya juga sama aku ?" Gumam Reka mengingat.


Pria itu terus menyelisik,karna penasaran Reka membawanya masuk kedalam.


Dengan berani pria tersebut membukanya dan kaget.


" Apa ini ?" Gumam Reka melototkan matanya.


Terlihat disana 2 potong cumi berukuran sedang dilumuri saus merah menyala yg mengerikan.


" Aku sedang diancam apa gimana nih ?" Gumam Reka bingung.


Pria itu membuka lagi satu tempat nasi dan kembali syok.


" Lah ini sayur direndem air " Gumam Reka makin bingung.


Terlihat ditempat nasi tersebut beberapa daun bayam dan wortel potong tebal terendam air seperti kebanjiran ditambah potongan bawang besar2 yg mmebuat lelaki itu merinding.


" Kayaknya aku emang lagi diancam nih " Kata Vero ngeri.


Pria itu membawa tempat nasi tersebut kedapur dan dengan tega membuangnya ke tong sampah.


Reka tak mau ambil resiko,lelaki itu tak ingin makan sembarangan apa lagi tak ada tuan dan keterangan apapun.


Pria tersebut membuka nasi bungkusnya dan makan dengan lahap.


Reka pulang sendiri lantaran Hani akan pulang bersama Vero.


Lelaki itu ikut senang lantaran Hani pasti sudah menunggu moment ini sejak lama,Reka yg tak ingin mengganggu,memilih pulang saja dan istirahat karna ia harus bekerja besok.


Dirumah,Rania pulang dengan wajah lesu.


Setengah bajunya sudah basah,saat akan membuka pintu rumah gadis itu sudah disambut ibunya.


" Darimana saja kamu ?" tanya Miska terlihat kesal.


Rania diam tak menjawab.


" Rania !" Panggil Miska emosi.


" Kenapa Ma ?" Tanya Rania berusaha tenang


" Kamu mau tinggal dikolong jembatan ?" Tanya Miska emosi.


Rania mengernyit bingung.

__ADS_1


Tangan gadis itu ditarik Miska kedapur dan seketika Rania terbelalak.


" A a apaa ini ?" Gumam Rania syok.


" Lihat ! Kamu mau hancurin rumah kita !" Kata Miska emosi.


" Kenapa bisa gini Ma ?" tanya Rania tak percaya.


" Kamu ngecasin hapenya Tania diatas kulkas !" Kata Miska geram.


Rania diam sejenak dan menelan ludah kasar.


" Te terus ini gimana Ma ?" Tanya Rania ketakutan.


" Untung kami cepat pulang dan Papa kamu bergerak cepat padamin apinya !" kata Miska mengingat.


Glek...


Rania menelan ludah kasar.


Gadis itu melihat Denis keluar dari kamar mandi.


" Papa " Ucap Rania gemetar.


Denis menatap putrinya dan menghela nafas panjang.


Pria itu lewat begitu saja tanpa menghiraukan sang anak.


" Gimana cara kamu tanggung jawab sama semua ini ?" tanya Miska berkacak pinggang.


Rania menunduk dalam,dapur yg tadinya kotor kini terlihat sudah bersih hanya saja kulkas mereka terlihat gosong diatasnya.


" Tania mana Ma ?" tanya Rania pelan.


" Tania pergi ke konter perbaikin hapenya " Jawab Miska.


" Iya,tapi gak diatas kulkas juga Rania,masih banyak space lain kan " Kata Miska gemas.


Rania menunduk dalam,gadis itu terlihat sedih dan merasa sangat bersalah.


" Aku pergi dulu " Ucap Denis dari belakang.


Miska dan Rania menoleh dan diam menatap pria dewasa itu sudah siap dengan seragam kerjanya.


" Kamu mau piket Mas ?" tanya Miska mendekat.


" Iya " Jawab Denis tanpa melihat Rania.


" Gak makan dulu ?" tanya Miska lagi.


" Nanti aja " Jawab Denis pelan


Rania melihat Papanya,tapi Denis seolah tak mau melihat gadis tersebut.


" Aku berangkat " kata Denis berlalu.


Miska mengangguk kecil,wanita itu menghela nafas panjang.


Rania langsung berlari menuju kamarnya,Denis yg akan keluar dari pintu terdiam mendengar suara langkah dan bantingan pintu kamar yg terdengar keras.


Lelaki itu menghela nafas panjang dan menoleh sejenak.


Tanpa bicara,Denis keluar dari rumah untuk mencari nafkah.


" Ya Tuhannnn " Ucap Miska menyugar rambut kasar.


Wanita itu ingin sekali marah kepada anaknya,tapi disisi lain ia juga harus mengimbang Denis dan anak lainnya.


" Mama " Panggil seorang anak kecil mendekat.

__ADS_1


" Sudah bangun ya ?" tanya Miska mendekati bocah itu.


" Haus " Ucap bocah berumur 3 tahun tersebut.


" Iya sayang,ayo Mama temani " kata Miska lembut.


Keduanya pun menuju dapur dan mengambil minum.


Dikamar,Rania membungkus dirinya dengan selimut tebal.


Gadis itu menangis pilu dengan apa yg terjadi hari ini.


Yg paling membuat Rania sedih adalah sikap dingin Denis kepadanya mengingat pria itu sangatlah hangat.


" Maafin Rania Pa hiks hiks " Rania terus menangis sesegukan menumpahkan segala rasa pedih dalam hatinya.


Sore menjelang,Tania pulang kerumah gadis itu terlihat sedih membawa bungkusan ponselnya.


" Gimana Tan ?" Tanya Miska menyambut.


" Ngak bisa lagi Ma,hancur " Jawab Tania lesu.


" Yaah,terus data2 nya gak bisa diselametin ?" Tanya Miska.


" Gak hidup lagi " Jawab Tania ingin menangis.


Miska menghela nafas dengan anggukan kecil.


Memang sulit diselamatkan melihat bagaimana kerusakan yg terjadi.


Kulkasnya pun sampai detik ini belum bisa digunakan karna tak ada listrik mengalir dan rencana Denis akan membawa ke tukang kebesokan paginya.


" Kak Rania mana ?" Tanya Tania hati2.


" Dikamar " Jawab Miska.


" Mama gak marahin kak Rania kan ?" Tanya Tania ngeri.


" Menurut kamu ?" tanya Miska balik.


Tania menghela nafas,Kakaknya pasti jadi sasaran amukan Miska dan Denis karna memang kesalahan gadis itu cukup fatal.


" Gak usah mikirin dia,dengan kejadian ini biar Kakak kamu belajar banyak tentang segala hal " Kata Miska ketus.


Tania mengangguk kecil,gadis itu pun berpamitan kekamarnya meski menyimpan sakit hati kepada sang kakak karna semua data kuliah dan kepentingan pribadi nyangkut dihape tersebut.


" Kapan anak itu akan dewasa,Rania selalu membuat ulah " Gumam Miska heran.


Wanita itu kadang merasa heran dengan sikap putrinya yg satu tersebut karna Rania sulit dikendalikan.


Dirumah Vero,Denis baru sampai.


Lelaki itu menggantikan sosok orang tua bagi Vero karna Cila,Sofia dan David sedang diluar kota.


" Kalian gak papa kalo Om tinggal ?" tanya Denis.


" Gak papa Om,ada Hani yg rawatin aku " Jawab Vero.


" Iya Om,gak papa " kata Hani tersenyum.


" Ya udah,ntar kalo ada apa2 telfon aja ya " kata Denis tersenyum.


" Iya Om " Jawab Vero sopan.


Denis menghela nafas lega,pria itu harus membagi badannya untuk bisa memantau semua keluarga.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2