Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Rs


__ADS_3

Polisi terus mengusut kasus yang menimpa Vero dan Hani,keluarga David sangat terkejut saat mendengar penjelasan Laura yang sedikit banyak juga tau bagaimana keduanya bertemu ditambah penjelasan dari Vero.


Cila menangis tersedu sedu baru mengetahui latar belakang Hani sekarang.


" Pantesan Vero sayang banget sama Hani Mas,ternyata Hani huhuhu " kata Cila sangat terpukul.


David mencoba tenang meski hatinya juga teriris mendengar nasib gadis itu sangatlah tidak baik.


" Kasihan mereka Ma,Vero begitu mencintai Hani dan Hani pun sebaliknya " kata Laura ikut sedih.


Sintia menggeleng tak percaya,wanita tua itu juga tak menyangka pacar cucunya tidak seberuntung gadis yang lain.


" Sekarang bagaimana kondisi Hani Laura ? Mama belum sempat menjenguk " Tanya Cila khwatir.


" Dia juga terluka parah Ma,2 orang polisi selalu berjaga didepan ruangan " Jawab Laura berusaha tenang.


" Ya Tuhan,kasihani anak itu " Gumam Cila menadahkan tangannya keatas.


" Kalian yang sabar,ini ujian untuk kita semua " Kata Beni menenangkan.


" Bagaimana ini Yah,Vero sudah dimasukkan kedalam sel,dia terbukti bersalah aku dan Mas David juga harus memberi kesaksian " Kata Cila takut.


" Jelaskan apa yang kalian lihat " kata Beni tenang.


" Aku tidak mungkin bilang bahwa Vero benar menembakki lelaki itu Yah,sama aja aku masukin anak aku sendiri ke jeruri besi " Kata Cila kesal.


" Terus kalian mau bilang apa ? disana hanya kalian yang menjadi saksi mata " Kata Beni tegas.


" Aku tidak mau Vero ditahan " kata Cila menunduk sedih.


" Biarkan dia menerima hukuman dulu,nanti kita ajukan banding " Kata Beni tenang.


" Berapa lama Vero harus disana,aku gak mau Vero tidur dengan lantai semen " Kata Cila marah.


" Ma tenang Ma " kata Laura menenangkan.


Cila kembali menangis memeluk putrinya,David melihat sang istri,dirinya sangat sedih dengan keadaan keluarganya yang sedang berantakan.


" David ikut ayah " Kata Beni bangkit.


David mengangguk dan mengekori lelaki itu keluar dari rumah.


Disebuah ruangan serba putih seorang gadis baru tersadar setelah beberapa hari tertidur nyenyak.


" Aku dimana ?" Gumam gadis itu melihat2 sekitar.


2 orang lelaki berjaga disana langsung berlari mendekati Hani yang ingin bangun.


" Kakak " Ucap Romeo membantu Hani bangun.


" Kamu siapa ?" tanya Hani mengernyit.


" Aku sepupunya Vero " jawab Romeo tenang.


" Vero ?" Gumam Hani mengingat.


" Iya apa kau lupa ?" tanya Romeo terkejut.


Justin yang ikut menunggu langsung memegang tangan Hani menatap gadis itu dalam.


" Hani ?? kau ingat aku ?" tanya Justin khawatir.


Hani memegang kepalanya yang terasa sakit.


" Panggil Dokter " Kata Justin kepada Romeo.


Lelaki itu mengangguk dan berlari keluar.


" Hani tenang lah " kata Justin melihat Hani mulai gelisah.

__ADS_1


" Kakak,aku kenapa ?" tanya Hani memegang lengan Justin.


Justin diam hingga dokter menghampiri mereka.


Lelaki dengan jas putih langsung memeriksa kondisi tubuh gadis itu.


" Dia kenapa Dok ?" tanya Justin sedikit panik.


" Dia masih lemah,benturan dikepalanya membuat ia linglung,tapi nanti akan kembali sadar,jangan memaksanya berpikir keras " Jelas Dokter.


" Apa ini membahayakan ?" tanya Romeo.


" Saya harap tidak,imun tubuhnya sangat kuat hingga dia berhasil melewati semua yang terjadi " Jawab Dokter.


" Lalu perban diwajahnya bagaimana ?" tanya Justin.


" Nanti kami bantu lepas " Jawab Dokter.


" Baiklah terima kasih " Ucap Justin paham.


" Haus " Ucap Hani melihat kiri kanan.


Romeo langsung memberi gelas yang terisi air dinakas.


" Minum sedikit dulu agar dia tidak pusing nanti " Kata Dokter menegur.


Romeo mengangguk dan menahan Hani yang ingin minum banyak.


Setelah sedikit tenang,Hani kembali berbaring.


Perempuan itu berusaha mengingat,Justin dan Romeo masih berada disana memantau perkembangan gadis itu.


Sore harinya rumah sakit langsung ramai,gadis itu kedatangan calon mertua dan nenek dari Vero.


Hani yang sedang tidur langsung terbangun saat tangannya terasa hangat dipegang seseorang.


" Mama " Gumam Hani mengingat wanita yang berkaca kaca didepannya.


Hani tersenyum getir.


" Maaf Ma,aku gak bisa jaga diri " Ucap Hani menunduk.


Cila menggeleng,perempuan itu memeluk Hani dengan penuh kasih sayang.


" Maafin Mama nak " Ucap Cila menangis.


" Iya,Om Vero mana Ma ?" tanya Hani tenang.


Deg...


Cila tersentak mendengar suara tenang gadis itu.


" Vero ?" Ulang Cila menatap wajah polos gadis itu.


" Hm,aku tidak melihatnya disini " Jawab Hani.


Gadis itu berusaha tenang meski sebenarnya ia ingin menangis dan menceritakan semua yang telah terjadi kepadanya kemarin,tapi Hani sudah berjanji kepada Vero akan menyimpan rahasia itu serapat mungkin.


Vero tidak mau membebankan pikiran ibunya dan lelaki itu juga meminta Hani tak cerita karna Vero takut hubungan mereka tak direstui.


" Apa yang kamu sembunyikan dari Mama Nak ?" tanya Cila nanar.


Deg...


Hani tersentak kaget mendengar pertanyaan wanita itu.


" Sembunyikan apa Ma ?" tanya Hani deg degan.


" Mama sudah mengetahui semuanya Hani " Jawab Laura mendekat.

__ADS_1


" Kakak " Panggil Hani melotot.


" Vero dipenjara Nak " Ucap Cila menatap gadis itu.


Deg....


Hani terbelalak kaget.


" Pe e n jara ?" ulang Hani terbata.


Cila mengangguk dan langsung menangis.


" Om Vero " Gumam Hani menurunkan kakinya perlahan.


" Hani kamu mau kemana ?" Tanya Laura menahan gadis itu.


" Om Vero,Om Vero " Kata Hani berjalan kearah pintu.


" Mas,Hani Mas " Teriak Cila.


Gadis itu ingin berlari tapi belum selangkah David langsung menangkap tangan gadis itu.


" Hani jangan " Kata David tegas.


" Pa,Vero dipenjara Pa " Kata Hani banjir air mata.


" Iya Nak,tapi kamu harus tenang " Kata David memegang pundak Hani.


" Ini salah aku Pa " Kata Hani mengibas tangan David dan berjalan terseret ke pintu.


" Hani jangan Nak hiks " teriak Cila terisak.


" Om Vero,ini gak boleh terjadi Om Vero gak boleh menanggung semuanya " Gumam Hani tegas.


Semua orang langsung berlari mendekati gadis itu.


" Jangan " Kata Sintia menahan tangan calon cucunya.


" Nenek hiks hiks " Hani langsung menangis menutup wajahnya.


" Hani,,tenang Nak " kata Sintia memeluk gadis itu.


" Ini salah aku Nek,Vero seperti itu karna aku Nek hiks hiks " Hani terus menangis.


Semua orang terdiam merasa sangat iba kepada gadis itu.


Hani melepaskan Sintia dan berjalan terseret kearah David yang mematung melihatnya.


" Papa " Ucap Hani langsung menjatuhkan diri dihadapan lelaki itu.


" Hani " Gumam Semua orang kaget melihat Hani bersimpuh dikaki David.


" Pa,maafkan Hani Pa,ini semua salah Hani Pa,harusnya Hani tak membawa anak Papa kedalam hidup aku,harusnya aku tidak bertemu Om Vero waktu itu,harusnya aku mati saja saat itu Pa hiks hiks " Hani terus memegang kaki David layaknya seorang hamba kepada Tuannya.


Terlihat gadis itu sangat menyesal dengan apa yang telah terjadi kepada lelaki yang begitu banyak berjasa kepadanya.


" Hani " Panggil David lembut seraya berjongkok didepan gadis itu.


Cila semakin terisak melihat calon mantunya menangis pilu dikaki sang suami.


" Ini bukan salah kamu Nak,ini sudah takdir kalian " kata David mengusap kepala gadis itu.


" Ini salah aku Pa,harusnya saat itu Om Vero biarkan saja aku diinjak ayah ku hiks hiks " Kata Hani terus menangis menumpahkan kesedihannya.


David mengangkat pelan tubuh gadis itu dan memeluk sang calon menantu yang begitu menyayangi anaknya.


" Kita akan usaha sama2 Nak,Vero akan Papa keluarkan secepatnya " Kata David menenangkan gadis itu.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2