Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Cobaan


__ADS_3

Pagi ini acara akad nikah David dan Cila akan dilangsung kan,tak banyak yang mereka undang karna ini memang penikahan tertutup,Beni sudah menyetujui semua syarat yang David ajukan,Beni tak bisa memaksa,karna dirinya sudah sangat bersyukur David mau menerima putrinya dan melindungi nama baik keluarganya itu.


Mereka sedang menunggu kedatangan David,Reno sudah menghubungi pria itu tapi David tak pernah mengangkat panggilan nya.


Beni dan Reno sudah ketir ketakutan takut David tak datang pagi ini.


Rumah sederhana milik Beni itu sudah ramai tamu undangan,bahkan penghulu pun sudah datang tapi tanda2 David belum juga terlihat.


" Mas gimana ini ? Tanya Nisa ikut menunggu di depan bersama suami nya.


" Aku juga bingung Yank,tadi pagi bodyguard aku kesana David udah ngak ada di kontrakkan nya " Kata Reno menyugar rambut nya prustasi.


" Ya Tuhan,jangan sampai Cila batal nikah Mas " Kata Nisa ketakutan.


Reno hanya diam berusaha tenang,mereka masih punya waktu 1 jam lagi.


" Ren gimana udah ada kabar ? Tanya Beni mendekat.


Reno menggeleng lemah.


" Brengsek,jangan sampai dia kabur !!! " Umpat Beni kesal.


" Sabar Om,aku yakin David pasti datang " Kata Nisa mengusap punggung pria itu.


Dada Beni naik turun menenangkan amarah yang kian melonjak.


Didalam kamar,Cila tersenyum malu karna di goda Yuni dan Clara habis habisan.


" Yaaahhh kamu udah duluan aja,aku nya kapan ?? Tanya Yuni lesu.


" Heheh makanya cari pacar dong " Kata Clara merangkul pundak gadis itu.


" Ngak dikasih Papa,katanya aku harus hati2 sama cowok " Kata Yuni kesal.


" Yaaahhh ambyaaar " Kata Cila tertawa kaku karna dirinya sedang di hias.


" Hay " Sapa seorang membuka pintu.


" Huh ada bocah edan " Gumam Clara pelan.


" Aku denger loh Kak " Kata Ana gemas.


" Ngapain kesini,anak kecil ngak boleh kesini ini area khusus 18+ " Kata Clara berkacak pinggang.


" Hmm Ana cuma mau nyamperin Kakak Ana yang lagi didandanin " Kata Ana tersenyum malu.


" Heleh,pasti ada mau nya " Kata Clara tak percaya.


Ana langsung berubah kesal dan melalu Clara dengan angkuh.


Yuni tertawa cekikikan melihat tingkah bocah itu.


" Kak " Panggil Ana lembut.


" Hmm " Gumam Cila malas.


" Beneran udah yakin,ngak mau aku gantiin posisi Kakak " Bisik Ana lirih.


Deg...


Cila langsung melotot dan menampilkan wajah kesal nya,bahkan lipstik nya pun belum dipakai,tapi Ana sudah membuatnya darah tinggi.


Clara menyelidik tajam kearah bocah itu..


" Pasti ada mau nya itu " Kata Clara kesal.


" Hahaha Ana lucu ya,gemes aku jadinya " kata Yuni tersenyum lembut.

__ADS_1


" Ck,kamu belum kenal aja tuh bocah gimana,aku saranin jangan di deketin karna bocah itu kecil2 pelakor " Kata Clara berapi api.


" Hah Maksud nya ?? Tanya Yuni bingung.


" Hay...." Sapa lagi seorang masuk kekamar itu.


Perias Cila mulai gemas melihat semua orang seperti akan berkumpul disana.


" Nah ini juga temen nya,sama2 pelakor " Kata Clara menunjuk Hanin yang baru masuk.


" Heh eh ada apa ini ? Kok Hanin di fitnah ? " Tanya Hanin pura2 sedih.


" Heleh,gayaan itu mah udah kebaca " Kata Clara lagi.


Hanin mencebik kesal dan duduk disamping Yuni.


Gadis itu semakin aneh dengan adik2 Clara dan Cila.itu.


" Kenapa sih,kenapa Kak Clara ngak suka sama Hanin ?? Tanya Hanin mendrama.


" Ya karna kamu selalu merebut suami ku " Kata Clara pura2 kesal.


" Whatttt ?? Pekik Yuni kaget..


" Iya,sama juga tuh sama si janet " Kata Cila menunjuk Ana yang fokus melihat perias itu membuat konde rambutnya.


" Mereka pelakor Cap kapak,masak dia minta buat gantiin aku jadi pengantin,agar dia bisa nikah sama Calon suami aku " Kata Cila kesal.


" Ya siapa tau aja kalo Kakak berubah pikiran " kata Ana cuek.


Hanin mengangguk mengiyakan perkataan bocah itu.


" Sama juga nih,kalo aku dan Bang Rendi dirumah Papa nya Hanin,pasti aku dicuekin suami ku dan meladeni bocah itu,rasa2 nya aku seperti istri pertama yang teraniaya " Kata Clara kesal.


Hanin dan Ana langsung tertawa terbahak,begitu pun perias dan Yuni yang tak bisa membendung rasa lucunya mendengar curhatan kakak beradik itu.


Yuni mengangguk mengerti.


" Ish,Kakak mah ngak seru,keluar yuk Kak,males disini banyak netizen yang iri sama kecantikan kita " Kata Ana menganjak Hanin keluar.


" Yuk,aku tadi liat Bang Denis ganteng banget pake kemeja item " Kata Hanin girang.


" Waaah jodoh aku itu Kak,yuk kita jemput pangeran " Kata Ana bersemangat.


2 bocah itu keluar dengan angkuh nya.


" Ck ck ck,jangan sampe Zaiva ketularan " Decak Clara menggeleng tak percaya.


Yuni semakin tertawa,sedangkan Cila harus diam karna wajahnya sedang di hias agar David pangling melihatnya nanti.


Suasana diluar makin panas,Beni sudah membuka 2 kancing baju nya merasa gerah dengan keadaan yang semakin membingungkan.


Waktu tinggal 15 menit lagi,tapi David juga belum datang tak ada yang tau dimana lelaki itu sekarang.


" Gimana ini Ren " Kata Sintia ketakutan.


Beni duduk diam dengan nafas memburu,Tito dan Rena berusaha menangkan pria yang sedang dilanda emosi itu.


" Tolong Cila Ren hiks hiks " Kata Sintia menangis ketakutan.


" Kak,tolong Kak Cila Kak,kasihanin Kakak aku Kak " Kata Denis sudah menangis di depan Nisa.


Perempuan itu tak kuasa melihat Denis,dengan sayang,Nisa memeluk Denis seperti adik nya sendiri.


" Kamu yang tenang ya,harus berdoa agar calon suami Kakak kamu datang hari ini " Kata Nisa lembut.


" Mereka udah ngomongin Kak Cila Kak " Kata Denis sedih.

__ADS_1


Nisa menghela nafas melihat para tetangga dekat rumah itu sudah berbisik bisik.


" Gimana ini Nis ?? Tanya Rinto juga tak tenang.


" Aku juga ngak tau Pa,orang nya Mas Reno sama Kak Bentley udah nyusul krumah David " Kata Nisa jujur..


" Astaga " Kata Rinto juga terlihat kesal.


Di dalam kamar Cila tersenyum manis memandang dirinya di depan cermin.


Clara dan Yuni memegang bahu gadis itu dari belakang.


" Kamu sangat cantik " Puji Clara tulus.


" Iya Cil,kamu cantik banget pasti pasangan kamu terpesona " Kata Yuni menimpali.


" Ah kalian bisa aja,ntar kuping aku lari lagi ngak kuat dengar pujian kalian " Kata Cila malu.


Mereka tertawa geli,Cila pun diajak Clara keluar dari kamar saat jam sudah menunjukkan waktunya Cila melangsungkan akad nikah..


Ceklek....


Pintu terbuka dengan kasar,masuk lah Hanin dan Ana dengan wajah pucat nya meski sudah dihias oleh orang tua mereka.


" Kak gawat !! " Pekik Ana heboh.


Mereka terkejut dan mengernyit heran.


" Ada apa ? Tanya Clara.


" Jodoh aku eh em itu anu em..." Kata Ana belepotan dan menepuk bibir nya kelu.


" Ish biar aku aja yang ngomong " Kata Hanin kesal.


Ana menggaruk kepalanya malu dan membiarkan Hanin saja yang menjelaskan.


" Itu Kak anu em anu itu " Kata Hanin ikut belepotan.


" Anu itu anu apa sih ??? Tanya Clara kesal karna bocah itu menghalangi mereka keluar.


" Anu Kak anu jodoh Ana eh Jodoh aku eh ehe eh anu calon suami nya aku,eh maksudnya calon suami Kak Cila belum datang " Kata Hanin dengan susah payah.


Deg....


" Apaaaaa !!!! " Pekik mereka bersamaan.


Mereka melotot bersamaan,Cila langsung lemas dan hampir terduduk di lantai jika tak ditahan Clara dan Yuni.


" Cila "


" Kakak "


Pekik mereka bersamaan.


Ana langsung menangis dan memegang gadis itu.


Cila terdiam mematung.


" Bundaaaaaa " Teriak Clara dari dalam kamar.


Ana dan Hanin menangis menyadarkan Cila,begitu pun dengan Yuni dan perias yang langsung panik melihat kondisi Cila yang lemas.


❤❤❤❤


Guys kalo mau lanjut jangan lupa VOTE,LIKE,COMENT,DAN RATE NYA YA.


masukin juga karya author ke Novel FAVORIT KALIAN.

__ADS_1


__ADS_2