
Setelah makan siang,Vero benar membawa Hani keluar dari rumah itu,Cila hanya melihat dari jauh saat Hani menaiki motor anaknya.
" Loh Vero mau bawa Hani kemana ?" tanya Laura seraya menggendong kucing yang sudah dimandikan suaminya.
" Gak tau " Jawab Cila cuek.
" Mama gak suka ya Vero sama gadis itu,aku lihat Hani anaknya baik Ma sopan juga " Kata Laura pelan.
" Kita mana tau,ngak jelas kayak gitu " Cibir Cila.
" Lah kan Mama yang minta Vero buat cepat nikah,ini Vero udah mau nikah kenapa Mama gak setuju ?" Tanya Laura heran.
" Ntah lah,Mama merasa mereka ngk cocok,gadis itu masih kecil Laura,sedangkan adik kamu udah karatan,kasihan Haninya " Kata Cila mendesah lesu.
" Haha ya ngak dong Ma,kalo Haninya juga suka sama Vero apa salahnya,daripada Vero jajan diluar kan bahaya " kata Laura hati2.
" Maksud nya jajan ?" tanya Cila mengernyit.
Glek...
Laura menelan ludah kasar,perempuan itu bingung mau menjelaskan dari mana karna itu sama saja mengungkit masa lalu suaminya.
" em maksudnya main perempuan yang bukan halal dia " Kata Laura hati2.
" Hah,ngak lah,Vero ngak mungkin gitu " kata Cila melotot.
" Kita mana tau Ma " Jawab Laura ngeri.
Cila terdiam,Laura yang mulai merasa ada angin aneh pun perlahan mundur membawa anak kucing itu menjauh dari Mamanya.
" Apa yang harus aku lakukan ? aku ingin Vero segera menikah tapi jika pilihannya gadis tak jelas itu rasanya aku tidak rela " Gumam Cila frustasi.
Dijalan,Vero berkendara dengan tatapan kosong.
Dirinya bingung harus membawa Hani kemana,apalagi gadis itu tak tau apapun tentang kota yang baru ia datangi.
" Om kita mau kemana ?" tanya Hani melihat Vero.
" Hah em,ke hotel aja dulu ya " Jawab Vero tersadar.
" Jangan hotel Om,mahal,mending cari kontrakan aja " Saran Hani.
" Kamu mau tinggal dikontrakan ?" tanya Vero.
" Iya,kan dirumah Om gak dibolehin Tante " Jawab Hani malu.
Vero mengangguk,dirinya juga harus mengerti perasaan ibunya tapi untuk meninggalkan Hani rasanya Vero tidak ikhlas apalagi pria itu tau kondisi Hani sangat memprihatinkan.
" Ya udah,kita cari kontrakan ya nanti aku ngomong lagi sama Mama " Kata Vero memutuskan.
Hani mengangguk setuju,mereka berkeliling mencari kontrakan yang pas untuk gadis itu.
Hingga sore hari,keduanya baru menemukan kontrakan yang pas.
Vero terlihat sangat lelah karna memang dari luar kota tak sempat istirahat.
" Nih buat kamu,besok aku kesini malam ini aku harus istirahat dulu " kata Vero memberi uang kepada gadis itu.
" Kita beneran mau nikah Om ?" tanya Hani serius.
" Iya,tapi aku ngomong dulu sama Papa aku,kamu yang sabar ya " Kata Vero tersenyum.
__ADS_1
" Iya Om " jawab Hani ikut tersenyum.
" Ya udah,jangan lupa kunci pintunya,warung gak jauh dari sini kalo ada apa2 hubungi aku " kata Vero mengusap kepala gadis itu.
" Gimana cara hubungi nya ? aku gak punya hape " Balas Hani menunduk.
" Oh iya " kata Vero tersadar.
" Gak papa Om,aku bakal baik2 aja " Kata Hani menenangkan.
" Beneran ?" tanya Vero tak yakin.
" Iya,kan aku hidup dijalanan " Jawab Hani terkekeh.
Vero terdiam,mengingat Hani lontang lantung dijalan membuat dada lelaki itu terasa sesak.
" Ya udah " Kata Vero pasrah.
Pria itu tak sempat lagi membeli hape baru untuk Hani karna Vero pikir ibunya tidak akan menolak seperti sekarang.
Lelaki itu pun pulang,Hani menghela nafas panjang.
" Alhamdulillah " Ucap Hani bersyukur seraya melihat uang merah ditangannya.
Gadis malang itu pun masuk kedalam kontrakan baru yang mirip kamar kost tapi sudah lengkap dengan peralatan dapur serta kasur tipis.
Seperti arahan calon suaminya,gadis itu mengunci pintu dengan rapat.
Hani tak banyak mengeluh karna apa yang ia dapat saat ini sudah jauh lebih baik daripada ia hidup dijalan yang penuh dalam bahaya.
Vero pulang kerumah dengan wajah gontai,terlihat suasana rumah sedikit tenang.
Suara tawa kakaknya terdengar dari depan tv,terlihat Laura dan Justin sedang bermain bersama anak kucing yang ia bawa tadi siang.
Laura menoleh,perempuan itu pun mendekati sang adik.
" Hani mana ?" Tanya Laura.
" Gak ada " Jawab Vero malas.
" Gak ada ? kemana ?" tanya Laura.
" Gak tau Kak aku pusing " Jawab Vero menyugar rambutnya.
" Kamu sabar ya,Mama cuma terkejut aja kamu pulang2 bawa calon langsung minta kawin " kata Laura menenangkan.
" Aku mau nikah sama Hani Kak " Kata Vero nanar.
" Emang dia gadis yang bagaimana ?" tanya Laura tenang.
" Dia anak yang baik Kak,aku yakin Hani cocok buat aku " kata Vero mengkrucut.
Laura tersenyum mengusap lembut kepala adiknya.
Vero yang dulu penuh sedikit bar2 kini menjadi pria lebih kalem meski kesengklekannya tak pernah hilang karna itu turunan Cila.
" Jadi kamu beneran mau sama Hani ? sekarang dia dimana ?" tanya Laura.
" Dikontrakan,kalo aku gak suka ngapain aku bawa kerumah,minta dikawinin lagi " kata Vero kesal.
Laura tertawa geli,perempuan itu tak bisa melarang adiknya karna Vero sudah dewasa dan bisa menentukan jalan hidupnya sendiri.
__ADS_1
" Ya udah,nanti Kakak bujuk Mama " Kata Laura paham.
" Ada cara lain sih Kak " kata Vero teringat.
" Apa ?" tanya Laura mengernyit.
" Jalur restu Papa " Jawab Vero terkekeh.
" Hah " Kata Laura terkejut.
Perempuan itu diam mencoba membaca pikiran adiknya.
" Mama mana bisa nolak Papa,iya gak " Kata Vero tersenyum smirk.
" Haha iya juga ya " Kata Laura terkekeh.
" Ahhh bantu aku bujuk Papa dong Kak,Papa kan mudah luluh sama Kakak " Rengek Vero bergelayutan manja dilengan Laura.
" Tapi Kakak belum tau gimana Hani,gak berani lah nanti Papa kecewa " Kata Laura menolak.
" Ayo ikut aku " Kata Vero menarik tangan wanita itu menuju kamarnya.
" Ehhh " Pekik Laura kaget.
Keduanya pun masuk kekamar,Justin keluar dari dapur mengernyit melihat istrinya tidak ada lagi didepan tv bahkan kucing yang tadi sudah tertidur dikarpet.
" Laura mana ?" Gumam Justin pelan.
Lelaki itu pun memanggil nama istrinya,saat melewati kamar Vero tiba2 pintu kamar terbuka.
" Yank ngapain dikamar Vero ?" tanya Justin terkejut.
" Ayo masuk " Ajak Laura menarik tangan pria itu.
Brak..
Pintu kembali tertutup..
Justin terlihat kebingungan apa yang terjadi kepada 2 bersaudara itu.
" Cepetan !" kata Laura kepada adiknya yang sedang mengumpul nyawa.
Vero pun menghela nafas panjang lalu menceritakan awal mula ia bertemu dengan Hani.
Justin ikut mendengar dengan seksama.
Diluar kamar seorang pria dewasa baru pulang bekerja,tak seperti biasanya,lelaki itu tidak mendapat sambutan sama sekali,bahkan rumah terasa sepi.
" Loh mereka pada kemana ?" Gumam David seraya menenteng bungkusan makanan.
" Yankkkk " Panggil David kepada Cila.
Hening...
Tak ada jawaban.
" Kemana istri bohay ku itu,tumben gak nyambut,anak2 juga ngak keliatan batang hidungnya " Gumam David menggeleng pelan.
Lelaki itu pun dengan lesu masuk lebih dalam.
Diluar belakang rumah seorang wanita terlihat galau duduk sendirian dikursi kayu seraya ditemani kuaci dan segelas kopi susu.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.