Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Emosi


__ADS_3

Hani memilih2 warna lipstik dengan serius.


Wanita itu terlihat begitu hati2 dalam menyesuaikan warna bibirnya.


" Yg ini lebih kalem kali ya ?" Gumam Hani pelan.


" mau cari warna apa ?" tanya Pelayan.


" Hm,warna yg disukai pria itu warna apa ya Mba ?" tanya Hani sedikit malu.


" Untuk suami ?" tanya pelayan.


" Hm ya " Jawab Hani malu.


" Oh,biasanya warna cerah Mba biar suami klepek2 " Jawab pelayan tersenyum.


" Mas Vero suka warna cerah gak ya ?" Gumam Hani ragu.


" Buat malam ya Mba ?" tanya pelayan


" Hah emangnya beda ?" Tanya Hani syok.


" Gak sih,biasanya kalo buat malam harus merah2 gitu " Jawab pelayan terkekeh.


Hani diam sejenak,jika malam hari ia tak bisa bertemu dengan sang suami.


" Gak,siang aja " jawab Hani.


" Malam gak ketemu ?" Tanya pelayan kaget.


Hani menggeleng pelan.


" Oh ya sudah,kalo buat keseharian warna kalem aja " kata pelayan ramah.


Hani mengangguk,gadis itu membeli 3 warna sekaligus biar bisa gonta ganti pikir Hani.


Diluar,Reka dan gadis asing tadi saling melihat dengan wajah terkejut mereka.


" Kamu lagi " ucap gadis tersebut tajam


Reka menghela nafas panjang dan merebut plastik obatnya dari gadis itu.


" Kalo jalan hati2 " Kata Reka tenang.


" Kamu jalan gak liat2 " Sewot gadis tersebut garang.


" Kok saya,kan kamu yg nabrak " kata Reka mulai sakit kepala.


" Kamu yg nabrak,ini jalan gede kenapa mepet ksini " ucap gadis itu emosi.


Reka kembali menghela nafas dan maju selangkah.


Ukuran tinggi badan keduanya berjarak cukup jauh.


Reka yg tinggi membuat tubuh gadis itu kecil sektika bahkan hanya sebatas ketek pria tersebut.


" Iya saya yg salah " kata Reka pelan.


" Emang kamu yg salah kok " jawab Gadis tersebut ketus.


Reka mengembangkan hidung dan mundur lagi.


Gadis itu membuang muka dan berjalan dengan sombongnya.


" Tahan Rek,gak perlu diladenin gadis gila itu " Gumam Reka pelan.


" Apa kamu bilang !" Pekik gadis tersebut ternyata masih kedengeran.


Reka berbalik badan dengan wajah terkejutnya.

__ADS_1


" Tajem juga nih telinga bocah " Batin Reka takjub.


" Kamu bilang aku gila !" kata gadis itu emosi.


" Gakk,kamu salah denger " kata Reka tenang.


" Eh kamu yg gila ya !" Kata gadis itu sewot.


Reka diam saja tak mau meladeni.


Gadis itu ikut diam memperhatikan Reka sejenak dan berlalu lagi.


" Huuuuuftttt " Reka menghela nafas panjang.


Sakit tulang rusuk lelaki itu jika harus meladeni gadis yg begitu galak dan ketus.


Tak lama Hani keluar,wanita itu terlihat bahagia dengan sekantong kecil belanjaannya.


" Udah selesai ?" tanya Reka menegur.


" Udah Rek,gak usah lama2 ntar habis uang aku " Jawab Hani


" Haha mahal ya ?" tanya Reka tertawa geli.


" iya,lipstik 1 aja udah mau 100 ribu " Jawab Hani ngeluh.


" Ya bearti yg orang bilang itu bener,cantik itu mahal " Balas Reka terkeeh.


Hani mengangguk dengan kekehaan yg sama.


Keduanya pun mendekati motor mereka dan berlalu.


Dijarak yg cukup dekat,seorang gadis terbelalak dengan apa yg ia lihat saat ini.


" Astaga bukannya itu istrinya Bang Vero ya ?" gumam gadis tersebut mengusap matanya.


" Kenapa ?" Tanya seorang pria disamping gadis tersebut.


" Kita mau kemana nih ?" tanya pria itu lagi.


" Hm kepantai aja yuk,aku bosen dirumah " Jawab si gadis yg tak lain adalah Rania keponakan Vero.


" Gak dimarahin Mama kamu ?" Tanya Pria itu ngeri.


" Gak,udah izin sama Papa " Jawab Rania tenang.


" Hm ya udah " Balas Lelaki itu paham.


Mereka pun keluar dari parkiran.


" Kenapa Kak Hani bisa sama pria itu ya ? Apa mereka pacaran ?" batin Rania mulai menerka.


" Kalo beneran gitu,cih bearti Kak Hani sama aja dong sama Kak Yuna kemarin,apalagi Om Vero kan lagi dipenjara,masa dia tega khianatin suaminya ?" lanjut Rania mengepalkan tangan.


" Pantesan Bibi gak mau terima dia lagi,ahhh aku harus lapor apa gak ya sama Bibi ?" Gumam Rania bingung..


" kenapa Ran ?" tanya pria disampingnya heran.


" Gak papa,mampir ke kampus bentar ya,ada yg ketinggalan " jawab Rania mengalihkan.


Pria bernama Putra tersebut mengangguk dan menambah laju mobilnya.


Dijalan lain,Hani dan Reka sama2 diam.


Kedua anak manusia itu fokus dengan isi pikiran masing2.


" Kenapa aku ketemu lagi sama gadis itu ? Dia selalu membuat ulah " Batin Reka kesal.


" Dia yg salah kenapa aku yg disalahin,tadi kenapa aku gak balas aja ucapannya itu " Lanjut Reka kesal.

__ADS_1


" Rek " Panggil Hani menegur.


Reka masih fokus dengan gumaman di otak.


" Rek pelan2,mau lampu merah itu " Kata Hani ngeri.


Reka tersadar dan melotot melihat amper motor mereka sudah mau 100.


" Ihh Reka jangan ngelamun " kata Hani menampar lengan Reka.


" Sorry Han,aku gak sengaja " jawab Reka kelabakan.


" Ck bahaya Rek,masa iya mati muda sih " kata Hani tak terima.


" Hehe sorry Han,aku kesel habisnya " Jawab Reka.


" Kesel kenapa ? Sama aku ?" tanya Hani heran.


" Bukan " jawab Reka menggeleng.


" Terus kenapa ?" Tanya Hani lagi.


" Kamu tau kan gadis yg pernah aku ceritain dulu " Kata Reka tenang.


" Yg mana ?" tanya Hani mengingat.


" Itu loh Han,gadis yg kalo ketemu sama dia selalu cari masalah " Jawab Reka.


Hanu diam sejenak mengingat cerita2 Reka yg random.


" Yg gadis nabrak kamu dulu ?" tanya Hani.


" Iya,tadi nabrak lagi " Jawab Reka cepat.


" Loh kok bisa ?" Tanya Hani syok.


" Iya,tadi ketemu di tempat kamu beli bedak,kamu gak lihat dia ?" tanya Reka mengrrnyit.


" Gak,aku gak lihat siapa2,tadi lumayan rame " Jawab Hani.


" Haisstttt,,,jadi kesel banget aku inget gadis itu " Jawab Reka geram


" Jangan kesel2 ntar jodoh " Goda Hani.


" Idihh beneran Han,aku rasa hari dia itu gak ada minggunya deh,senin mulu kayaknya " Kata Reka gemas.


" Hahahaha gak ada liburnya dong " Balas Hani tertawa.


" Iyaa,bawaannya pengen marah2 terus dia " Balas Reka.


Hani kembali tertawa,baru kali ini Reka terlihat sangat kesal dengan seseorang sampai bicara ketus.


" Udah gak usah diladenin " kata Hani menepuk pelan bahu lelaki itu..


" Pengennya gitu,tapi ya makin didiemin dia ngelunjak " Jawab Reka.


Hani kembali tertawa,Reka memang sosok penyabar,tapi akan sangat judes jika dihadapkan dengan orang yg judes juga.


" Makanya cepet nikah biar ada yg bikin adem " Kata Hani menyindir.


" Maunya sama kamu kemarin tapi kamunya malah balikan sama mantan " Balas Reka malas.


" Hahahaha " Hani kembali tertawa.


" Iya Rek,tapi sayang belum malam pertamaan jadi berasa gak kawin " Jawab Hani.


" Ya kan kamu cuma disuruh buat jaga anak mereka,bukan jagain bapaknya " Cibir Reka.


Hani terdiam,ucapan Reka memang benar adanya ,ia jarang bertemu dengan Vero dan diharuskan mengurus Sofia dengan baik tanpa kekurangan.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,,Like,Coment ya.


__ADS_2