
Sutar masuk kekamar Sania dan melihat gadis itu sedang menyisir rambutnya.
" Kenapa teriak teriak ?" tanya Sania menoleh.
" Udah dijemput Kak " Jawab Sutar menaiki ranjang.
" Oh Kak Angel udah datang " Ucap Sania tersenyum.
" Eh bukan Kak Angel " kata Sutar menatap Sania.
" Hah terus siapa ?" tanya Sania mengernyit.
" Om Arsyad " jawab Sutar tersenyum.
" Apa !" Pekik Sania terbelalak.
" Iya Om Arshad,Bibi Angel gak ada " Balas Sutar tenang.
Deg.....
Jantung Sania berpompa kencang,tiba2 lututnya pun menjadi gemetar.
" Kenapa Kak ?" tanya Sutar aneh melihat Kakak angkatnya tersebut.
" kamu gak bohong kan ?" Tanya Sania pucat.
" Ihh gak percaya ya sama aku ?" tanya Sutar bersedekap dada.
Sania berlari keluar dan seketika matanya melotot melihat seorang pria sedang bicara dengan Histi dan Serkan.
" Kenapa Bang Arshad ? Bukannya Kak Angel yg ajak aku keluar ?" Gumam Sania bingung.
" Kakk " Panggil Sutar.
" Iya " jawab Sania berlari masuk.
" Nanti kalo dah balik tolong beliin aku makanan ya " kata Sutar cengengesan.
" Mau apa ?" tanya Sania mencoba tenang.
" Hm apa aja deh " Jawab Sutar tersenyum malu.
" Ya udah nanti Kaka cari dulu " Balas Sania ikut tersenyum.
Sutar mengangguk,bocah itu kembali berbaring menikmati Ac kamar yg menyejukkan.
Jika ada Sania,bocah itu merasa señang karna ia punya teman bermain selain adiknya dan Sutar juga bisa berkonsultasi dan cerita apa saja kepada sang Kakak.
Setelah selesai berdandan,Sania keluar bersama Sutar.
Gadis itu terlihat begitu malu dan ingin bersembunyi tapi ia berusaha sekuat tenaga agar tetap bersikap biasa.
" Kamu tunggu apa lagi Syadd,kerjaan udah ada,kuliah dah mau selesai,mending cari istri " Kata Histi terlihat mengobrol serius.
" Nanti aja Kak,belum kepikiran kesana " balas Arshad tenang.
" Iya Syad,nikmati masa muda dulu,puas2in main " Sahut Serkan.
" Ish kamu mah gak dukung istri banget " Cibir Histi kepada Serkan.
" Jangan cinta2an,ntar kayak si onoh " Kata Serkan semakin menyindir istrinya.
Histi mengkrucut,Arsyad yg merasa geli pun tersenyum tipis membuat gadis didepan mereka makin bersemu tak karuan.
" Kakak sakit ya ?" tanya Sutar melihat Sania dengan wajah mendongak.
" Hah " kata Sania kaget.
" Tangan Kakak dingin banget " Kata Sutar mengambil tangan Sania yg menggenggam tangannya dari tadi.
Sania sontak menarik tangannya dan menggeleng cepat.
" gak sakit kok " kata Sania menelan ludah kasar.
" Kamu demam ?" Tanya Histi mengernyit.
" Ngak Te " Jawab Sania.
__ADS_1
" Sini Om periksa dulu " Kata Serkan melambaikan tangan.
Glekkkkk.....
Sania kembali menelan ludah kasar,gadis itu terlihat makin gugup apalagi Arshad juga menatapnya dalam.
" Sania " Panggil Serkan penuh peringatan meski dengan nada tenang.
Sania mengangguk dan berjalan mendekat.
Gadis itu mengulurkan tangannya dan langsung disambut Serkan.
" masa sih Sakit,tadi gak papa " Kata Histi memeriksa kening gadis tersebut.
" Aku emang gak sakit Te " Jawab Sania merasa sangat malu.
Serkan melepas tangan Sania dan meminta gadis itu menjulurkan lidah.
" Ommm " Rengek Sania tidak mau.
" Cepet,mau pergi gak ?" tanya Serkan gemas.
Sania mengkrucut,gadis itu melirik Arshad dan naas Arshad masih menatapnya dengan wajah yg sulit dipahami.
Histi mengulum senyum,wanita itu tau Sania sangat malu saat ini tapi Serkan malah ingin menjahilinya.
Sania pun menjulurkan lidah membelakangi Arshad membuat lelaki itu tak bisa melihat.
" Gak ada apa2,semuanya normal " Kata Serkan memeriksa dengan senter hapenya.
" Gak sakit Yank ?" tanya Histi serius.
" Gak,kamu pusing gak ?" tanya Serkan kepada Sania.
Sania menggeleng pelan.
" Apa Kak Sania gugup ya ?" Celetuk Sutar tiba2.
Deg....
Sania seketika melotot,bukan hanya gadis itu melainkan Serkan dan Histi juga melotot.
Jantung Sania makin berdebar,sungguh ia ingin menghilang saat ini juga.
" Apa karna Arshad ?" tanya Histi mulai menggoda.
" Gak " Jawab Sania cepat.
" Kenapa aku ?" tanya Arshad bingung.
" Kenapa San ?" tanya Histi makin jahil.
" Gak,gak ada aku gak gugup kok " Jawab Sania cepat.
Serkan menggeleng pelan,lelaki itu bangun dari duduknya dan berlalu.
" Ihhhh Tanteeee " kata Sania kesal.
" Hehe ya gak papa kalo emang karna Arshad " kata Histi santai.
Sutar dan Histi tertawa geli,Sania melirik Arshad dan sialnya pria itu ikut tertawa seolah mengejek kebodohannya.
Serkan kembali datang dengan membawa bungkusan kecil.
" Nanti diminum setelah makan " Kata Serkan menyerahkan bungkus tersebut.
" Ini apa Om ?" tanya Sania mengernyit.
" Vitamin,biar gak lesu dan pucat lagi " Jawab Serkan terkekeh.
" Ommmmmmm " Rengek Sania mengkrucut.
Serkan tertawa,Histi dan Sutar juga makin ngakak.
" Ya udah Bang,kita pamit dulu " Kata Arshad bangun dari duduknya.
" iya,hati2 ya bawa anak gadis kami " Kata Histi tersenyum.
__ADS_1
Arshad mengangguk,Sania pun menyalami orang tua angkatnya dengan takzim dan mengecup pipi Sutar dibalas ciuman manja dari bocah tersebut.
Keduanya berjalan keluar dengan perasaan masing2.
" Liat deh Yank,Sania kok kaku banget ya " Ucap Histi pelan kepada Serkan.
" Iya mungkin malu " Jawab Serkan tenang.
" Iya,selalu gitu Yank,kalo kerumah besar tuh gak banyak bunyi pokoknya diem aja kek batu akik " Kata Histi terkekeh
" Iya,makanya batu akik itu mahal harganya " Kata Serkan ikut terkekeh.
" Ishhh ada kok yg murah " Balas Histi lagi.
" ya tergantung tipenya juga " Balas Serkan.
Histi mengangguk pelan,wanita itu berjalan kedepan dan melihat interaksi Arshad dan Sania yg tak ada mesranya.
" Hati2 " Tegur Histi.
Sania tersenyum mengangguk,mobil tinggi itu pun pergi.
Didalam,Angel mulai berkicau,gadis itu terlihat kesal dengan Arshad.
" Kenapa lama banget sih,kek minta izin sama calon mertua aja " Cibir Angel.
" Tadi ngobrol dulu sama Kak Histi dan Kak Serkan " Balas Arshad.
" Maaf Kak aku yg lama " Kata Sania merasa bersalah.
" Sama aja kalian berdua " Cibir Angel kembali merebahkan tubuhnya ke kursi.
Sania menghela nafas dan melirik Arshad yg terlihat cuek saja.
Pria itu masih bersikap dingin membuat Sania bingung harus bagaimana.
Mobil terus melaju hingga mereka tiba dilampu merah.
Pengamen mulai beraksi,Sania duduk tenang melihat kiri kanan hingga maniknya melihat seorang bocah tak bergerak diujung sebrang.
Manik Sania terus menyelisik,ntah mengapa gadis itu tiba2 teringat dengan anak2 dikampung halamannnya.
" Ini kota besar,apa anak seperti itu sulit untuk mencari makan ?" Gumam Sania pelan.
Arshad yg diam mendengar ucapan gadis itu dan menoleh kesumber penglihatan.
" Hidup dikota besar itu gak mudah,persaingan terjadi dimana mana " Celetuk Arshad tenang.
Sania kaget dan menoleh kesamping.
Lelaki itu tersenyum smirk dan kembali menatap depan.
" Apa aku boleh berbagi rezeki sama mereka ?" tanya Sania hati2.
Arshad tersentak dan kembali melihat gadis itu.
Sania membuka tasnya dan mengambil uang 50 ribu.
" Aku ada segini Bang,kalo bagi buat mereka ber3 cukup gak ya ?" tanya Sania polos.
Arshad terus melihat gadis itu tanpa bicara,Angel juga diam fokus dengan hapenya.
Detik kemudian,pria dingin itu mengangguk pelan.
" Boleh berbagi asal kamu tidak kekurangan " Ucap Arshad lembut.
Sania mengangguk pelan dengan senyum mengembang.
Kaca mulai diturunkan oleh lelaki itu,Sania memanggil salah satu bocah yg sibuk memetik gitar kecilnya.
" Kalian bagi2 ya,sama teman yg disana juga " Ucap Sania lembut kepada bocah itu.
" Iya Kak makasih " jawab bocah kumel itu dengan wajah penuh harapan.
Lampu hijau menyala,Arshad menaikkan lagi kaca mobilnya dan melaju menuju lokasi.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.