
Disebuah rumah seorang wanita duduk diam dengan berbagai macam buah didepannya.
Hani dirawat dengan baik oleh ibu mertua,semua keperluannya disediakan dan dibantu sebaik mungkin.
" Mama lihat kamu makin kesini makin kurus aja Han " Ucap Cila menyelisik tubuh menantunya.
" Masa sih Ma ?" Tanya Hani menoleh.
" Iya,padahal Mama kasih kamu makan enak tiap hari,apa gak ngaruh ya ?" tanya Cila bingung.
" Ngeefeknya ke bayi kali Ma " Jawab Hani.
" Masa sih,dulu perasaan Mama hamil Vero gak gini,makin gemoy bukan kurus kering " Kata Cila mengingat.
Hani diam dengan mulut mengkrucut,secara tidak langsung mertuanya tersebut mengatainya kurus kering.
" Ya gimana ya Han,takut aja kamu kurang gizi " Lanjut Cila.
" Mama ih ngaco " Kata Hani mulai kesal.
" beneran deh,kayaknya kamu harus periksa lagi " kata Cila serius.
" Gak mau Ma,nanti bayi aku di apa2in " Tolak Hani.
" Ck,gak mungkin diapa2in kalo gak bermasalah " Decak Cila.
Hani terdiam,wanita itu mencoba berpikir apa ada yg salah dengannya.
" Ma,aku boleh pulang aja gak ?" tanya Hani hati2.
" Hist mana boleh,gak dikasih Papa " Jawab Cila.
" Aku gak leluasa disini Ma "
" Maksud kamu gak betah " Ulang Cila melotot.
Glekkk...
Hani menelan ludah kasar,wanita itu mulai bingung bagaimana menjelaskannya kepada Cila mudah emosian.
" Hm,bukan cuma kan nanti Sofia pulang,dia kaget liat aku gak ada dirumah " Balas Hani mencari akal.
" Gak ada alasann,Sofia malah suka kalo kalian tinggal disini,kamu gak usah mikir aneh2 " Kata Cila tegas.
Hani kembali diam dengan helaan nafas panjang.
" Mama mau pergi kondangan dulu,kamu diem2 disini ya,gak usah kemana mana " Kata Cila bangun.
" Mama bakal lama gak ?" Tanya Hani lagi.
" Ngga,cuma duduk bentar baca yasin,makan,pulang " Jawab Cila.
Hani mengangguk paham,Cila pun berlalu menuju kamarnya.
Hani bangun menuju dapur,rumah David terasa sangat luas.
Wanita itu melihat sekeliling dan menghela nafas panjang.
" Uhhh aku harus ngapain nih,rumah udah bersih,cucian gak ada " Gumam Hani pelan.
Maniknya terus menyelisik,dapur itu terlihat begitu rapi dan kinclong.
" Aku bosen " Kata Hani kesal sendiri.
Tak ada yg bisa ia lakukan,biasanya Hani jika dirumah selalu ada aktifitas tapi saat dirumah mertuanya wanita itu mati kutu karna Cila lebih dulu membersihkan segala hal.
Bahkan untuk makan pun,Cila yg sediakan.
__ADS_1
" Aku boleh keluar gak ya ? Tapi bayi ku sedang sakit " Gumam Hani meraba perut datarnya yg berisi benih cinta Vero.
" Nanti kalo aku kecapean gimana,pasti dimarahin Papa " Kata Hani menghela nafas.
Sikap Protektif David lebih ditakuti wanita itu saat ini daripada Vero,karna Vero tak bisa memantau langsung bedahal dengan David yg bisa mengakses apapun yg Hani lakukan.
Larangan David begitu tegas,Hani takut membuat mertuanya marah.
" Reka " Ucap Hani tiba2 terlintas.
" Aku sudah lama sekali gak menghubungi dia " Gumam Hani kembali semangat.
Wanita itu berjalan kedepan dan mencari hape.
Cila sudah berangkat,terdengar suara cemprengnya memanggil tetangga yg sudah menunggu didepan gang.
Tanpa lama Hani langsung menghubungi lelaki itu.
" Halo Rek " Sapa Hani semangat.
" Iya Han,kenapa ?" tanya Reka diseberang.
" Kamu dimana ?" tanya Hani lagi.
" Aku lagi sama Rania " Jawab Reka pelan.
" Apa !" Pekik Hani terbelalak.
" Hehe,kenapa Han ?" Tanya Reka terkekeh.
" Kok bisa ?" Tanya Hani terlihat syok.
" Dia satu kerja sama aku,nanti aku ceritain,kamu lagi dimana ?" Tanya Reka balik.
" Aku dirumah,lagi mager nih gak bisa ngapai2n " Jawab Hani.
" Ohh,mon maaf nih,aku gak bisa nolong kali ini " Kata Reka canggung.
" Mertua kamu dah ngasih peringatan kalo kamu gak bisa diganggu dulu " jawab Reka.
" Hah siapa ? Papa David ?" Tanya Hani syok.
" Iya,waktu kamu masuk rumah sakit itu,mertua mu kasih tau aku dan bilang kalo kamu lagi lemah " Jawab Reka.
" Astagaaa " Kata Hani tak percaya.
" Hm,kalo mau main kamu kudu sehat dulu dan ingat itu bayi jangan sampe salah bapak nanti " Kata Reka menggoda.
" Eh gila kamu ya,mana bisa salah bapak " Kata Hani kesal.
" Ya udah,aku pergi dulu ya kasian Rania udah nungguin,dahhh " Kata Reka berpamitan.
" Ck ya udah deh " Kata Hani pasrah.
Tut.
Panggilan terputus,Hani menghela nafas panjang seraya menaruh hapenya di kursi.
Tak ada lagi harapan,jalan Reka diblock langsung oleh David dan Hani paham jika itu dilanggar maka kejadian besar akan terjadi dan Hani tak ingin menambah masalah.
" Tapi bentar,kenapa Reka bisa jalan sama Rania,bukannya keduanya gak akur ya ?" Gumam Hani bingung.
" Apa jangan2 mereka udah jadian,tapi gimana caranya ? Kan Reka bilang gak suka sama gadis galak itu ?" Pikir Hani makin bingung.
Setau Hani,dulu Reka kesal dengan anak gadis David tersebut lantaran Rania selalu salah paham dan ngomel2.
" Dah lah biarin aja,siapa tau itu jodohnya Reka biar gak jomblo terus " Kata Hani tak mau ambil pusing.
__ADS_1
Wanita itu berjalan lagi dan nongkrong ditempat awal.
Dengan perasaan tak menuntu Hani pun melanjutkan makan buahnya,menghindari kata kurus kerempeng dari mulut Cila nanti.
Disebuah danau 2 anak muda beda usia duduk berseblahan menatap air yg tenang.
Disana cukup ramai karna ada pengunjung lain yg nangkring bersama mereka.
" Itu siapa ?" tanya gadis berjilbab disamping Reka.
" Hani " Jawab Reka jujur.
" Hani mana ?" Tanya Tania lagi.
" istrinya Vero " Jawab Reka.
" Kak Hani ?" pekik Tania syok.
" Iya,kamu dah lupa ?" Tanya Reka mengernyit.
" Hah em nggak hehe iya aku lupa " Kata Tania menggaruk kepala.
Reka tersenyum kecil,gadis disampingnya terlihat begitu menggemaskan pikir Reka.
" Gimana kerjaan kemarin,udah selesai ?" tanya Reka mengalihkan.
" Udah,gak terlalu sulit " Jawab Tania.
" Emang gak sulit,cuma kamu aja masih udik " Cibir Reka.
" Hehe iya Kak,aku panik " Balas Tania terkekeh.
" Hmm gadis ini gak terlalu buruk seperti dulu" Batin Reka.
" Kakak gimana ? Om Justin eh maksudnya Pak Justin gak terllau nyusahin Kakak kan ?" Tanya Tania serius
" Ya namanya juga kerja,kadang ada senang dan susahnya " Jawab Reka.
" Kakak udah punya pasangan ?" Tanya Tania lagi.
" hah " kata Reka kaget.
" Hehe maaf Kak " ucap Tania tak enak.
" Em belum,kamu mau jadi pasangan Kakak ?" Goda Reka.
" Hah " pekik Tania syok.
" Hahahaha " Reka tertawa lepas merasa lucu dengan respon gadis disampingnya tersebut.
Tania diam melihat tawa Reka yg sangat bahagia.
" Kak Reka ganteng juga " Batin Tania gemas.
Dikantor,Tania merasa terbantu dengan adanya Reka,lelaki itu senantiasa menolongnya saat kesusahan melanda bahkan Reka siap pasang badan yg kadang membuat Tania terharu.
" Kamu pikir2 dulu ya,Kakak tunggu jawabannya " Kata Reka kembali melihat Tania.
" Ka kak serius ?" Tanya Tania terbata.
Reka mengangguk pelan.
Deg....
Jantung Tania seketika berpompa cepat melihat respon manis lelaki itu.
" Duhh aku kudu gimana nih ?" Batin Tania kelabakan.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.