
" Dasar pria mesum " Teriak Laura menarik rambut Justin.
" Aaaa sakit sayang aduh aduh " Pekik Justin meringis kesakitan menahan tangan gadis itu.
" Rasakan ini pria mesum " Kata Laura menambah tenaganya.
Justin menjadi kelabakan sendiri,pintu ruangan terbuka seorang pria melotot sempurna melihat sang atasan dianiaya gadis yang ia lihat tadi.
" Apa yang kau lakukan ?" Pekik pria bule itu berlari menyelamatkan bosnya.
Laura terbelalak dan langsung melepas tangannya.
" Beraninya kau !" Teriak lelaki itu menganyunkan tangannya.
Laura melotot sempurna dan menutup matanya dengan erat.
" Hentikan !" Teriak Justin melotot tajam dan menahan tangan anak buahnya.
Pria bule itu tak jadi mengayunkan tangannya ke pipi Laura.
" Apa yang kau lakukan hah !" Bentak Justin mendorong anak buahnya.
" Dia hampir menyelakaimu Pak " kata lelaki itu dalam bahasa inggris.
Justin menarik tubuh mungil Laura dan memeluknya.
Laura bersembunyi didada lelaki itu sambil mengintip pria tampan yang akan menghajarnya barusan.
" Dia kekasih ku,aku tidak apa2 " Kata Justin berusaha tenang.
Lelaki bernama Mike itu melotot sempurna mendengar perkataan bosnya.
" Jadi dia pacar anda ?" tanya Mike tak percaya.
" Ya,dan kami sedang bercanda tadi " kata Justin menghela nafas.
Laura menelan ludah kasar,lelaki itu mendekapnya sangat erat hingga Laura sulit bergerak.
" Tapi dia menyakiti mu " Kata Mike mulai tenang.
" Tidak apa2,dia memang sedikit nakal " Balas Justin terkekeh pelan.
Mike menatap gadis itu dengan tatapan yang sulit dimengerti,melihat raut Mike yang nyalang membuat Laura semakin mendekatkan tubuhnya ke Justin.
" Baiklah,kabari saya jika dia semakin nakal " kata Mike tenang.
" Aku bisa mengatasinya Mike " kata Justin sedikit kesal.
Mike tersenyum mengangguk,lelaki tampan dengan mata biru itu pun melangkah keluar.
" Huuuuhhhh " laura menghela nafas lega menyenderkan wajahnya di dada Justin.
" Kau terlihat sangat betah dipelukan ku " Sindir Justin.
" Hah " Pekik Laura melotot kaget.
Gadis itu langsung mendorong Justin dan merapikan bajunya.
" Why Babe,bukankah ini wajar bahkan kita berpelukan sepanjang malam " kata Justin mengernyit.
" Aku tidak memeluk mu,kau yang memaksa ku " kata Laura tajam.
" Ya,karna kau sangat imut " kata Justin tersenyum kecil.
" Cih,dasar buaya " Umpat Laura kesal.
__ADS_1
" Dan buaya ini yang akan kamu cintai sampai mati Laura " kata Justin terkekeh.
Laura mendengus dan kembali duduk disofa.
Jantungnya masih deg degan dengan kejadian barusan apalagi Mike terlihat sangat brutal hampir menghajarnya.
" Hihhh dia pria menakutkan " kata Laura merinding.
" Siapa ?" tanya Justin ikut duduk tenang mengintip masakan Laura.
" Pria tadi " Jawab Laura.
" Oh Mike,dia memang seperti itu Mike pria dingin dan kau tau orang Amerika sedikit nakal " kata Justin tersenyum kecil.
" Nakal bagaimana ?" tanya Laura bingung.
" Semua hal,hanya sebagian saja dan Mike salah satunya tapi dia pria yang bertanggung jawab dengan pekerjaan " cerita Justin.
Laura ber oh ria dan mengingat lagi pertemuan dirinya dengan lelaki itu.
" Mengapa diam,masih memikirkan Mike ?" tanya Justin menoleh.
" hm " Jawab Laura mengangguk polos.
Justin melotot dan menatap wanita itu dengan tajam.
" Jangan memikirkan pria lain selain aku Laura !" Kata Justin geram.
" Mengapa ? aku punya pemikiran tersendiri " ucap Laura merasa bingung.
" Tidak boleh,kau dilarang memikirkan pria lain " Kata Justin tegas.
" Kau tak berhak mengatur ku " Kata Laura tajam.
Justin menghempas rantang gadis itu dengan kuat dan mencengkram dagu Laura.
Laura terkejut dengan perlakuan kasar Justin.
" Auh sakit " Ringis Laura memegang tangan Justin.
Pria itu terlihat menahan emosi bahkan wajah lembut Justin kini berubah garang.
" Jangan membuat ku marah pada mu " Bisik Justin dengan penuh ancaman.
Jantung Laura berdetak kencang apalagi wajah Justin sangat dekat dengan dirinya.
" Lepasin aku Kak,aku tidak ingin disini " Kata Laura berkaca kaca.
Justin menggeleng dan melepaskan tangannya.
" Jangan membahas itu karna aku tidak akan mengabulkannya " Kata Justin menatap tajam kedepan.
" Aku ingin pulang Kak,aku bahkan tak bisa mengabari orang tua ku " Kata Laura sedih.
" Haha kau yang pergi dari mereka Laura,kau yang tidak ingin bertemu dengan mereka lagi,jadi untuk apa kau kembali " Kata Justin terkekeh.
Laura menunduk tak terasa air mata gadis itu pun menetes mengingat keegoisannya.
" Aku tau aku membuat keputusan yang salah,tapi aku ingin kembali kepada mereka Kak,aku ingin berdamai dengan hati ku,aku tau aku plin plan tapi aku merindukan mereka " kata Laura menangis pilu.
" Kau akan membuat mereka menertawai mu girl " kata Justin memegang tangan gadis itu.
" Kau yang merengek pergi dari mereka dan sekarang kau ingin kembali ? kau akan dianggap anak tak tau berterima kasih " Kata Justin tajam.
Laura menunduk meratapi penyesalannya yang terdalam.
__ADS_1
" Apa aku terlihat begitu ?" Tanya Laura dengan air mata terus menetes.
" Ya,kau sudah dianggap seperti itu,bahkan aku tak yakin mereka akan mencari mu " Kata Justin tenang.
Laura semakin menangis menutup wajahnya.
Bayang2 kasih sayang orang tuanya dulu kini berputar2 dikepala gadis itu dan semakin membuat Laura terpuruk.
" Bagaimana kau tau ?" tanya Laura mendongak.
" Tau apa ?" tanya Justin balik.
" Kau tau aku pergi dari rumah "
" Oh itu gampang bagi ku,setiap gerak gerikmu selalu aku pantau " Jawab Justin santai.
" Apa ! kau mengawasi ku selama ini ?" tanya Laura terbelalak.
" Hm dan aku turut berduka karna kau terus ditolak oleh adik mu sendiri " Kata Justin menghela nafas.
Laura terdiam menelan ludahnya kasar,Laura tau Justin bukan orang biasa sangat mudah untuk mencari informasi sekecil apapun.
" Aku hanya ingin melihat keadaan mereka,tidak aku ingin mendengar suara orang tua ku,izinkan aku menghubungi mereka " Pinta Laura memegang tangan Justin.
" Aku tidak ingin kau kembali Laura,tetap lah bersama ku disini " kata Justin memelas.
" Aku ingin tau kabar mereka,aku ingin memastikan bahwa mereka baik2 saja " Rengek Laura sambil menangis.
Justin menyugar rambutnya kasar,lelaki itu sangat kasihan kepada Laura tapi jika ia menuruti kemauan Laura Justin takut gadis itu akan meninggalkannya lagi.
" Aku mohon Kak " Pinta Laura dengan memelas.
" Perlu kau tau,Papa mu sedang sakit " Kata Justin menghela nafas.
" Apa !! Papa sakit ?" pekik Laura terbelalak.
" Ya " Jawab Justin jujur.
" Kenapa ? Papa sakit apa ?" tanya Laura panik.
Justin diam tak menjawab.
Laura terus merengek meminta jawaban tapi Justin enggan menjawab membuat Laura frustasi.
Ditempat lain seorang pria terbaring dirumah sakit.
Sudah 3 hari David dirawat karna nafsu makannya hilang dan demam tinggi.
Cila dan Vero tak tau lagi harus kemana mencari informasi tentang Laura,semua kota sudah dicari.
Reno bilang kemungkinan Laura keluar negeri dan Reno terlihat kesusahan mencari informasi disana karna negara lain sangatlah luas dan tak tau harus mencari ke bagian mana.
Vero sudah mendatangi orang tua Justin,tapi naas pasangan itu pindah keluar kota dan tak tau menahu tentang gadis itu.
Reno belum bisa mencari lebih detail karna dikeluarganya pun sedang dalam masalah.
" Cepat pulang Nak,kasihan Papa mu " Gumam Cila seraya menatap tubuh suaminya yang sedang tidur lelap setelah diberi obat.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
Maaf ya ceritanya sedikit sedih tapi ya mau gimana lagi,menuju kebahagiaan tidaklah mudah.
bahkan didunia nyata pun lebih sakit dari cerita novel.
__ADS_1
Tetap berpikir positif,tinggalkan yang negatif dan ambil pelajaran tersirat disetiap novel yang author buat.