Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Anak Buah Cila


__ADS_3

Pagi2 sekali gadis bernama Riska itu sudah terbangun saat azan subuh berkumandang.


Gadis kecil itu celingak celinguk mengintip keluar rumah.


Didalam kamar David baru saja terbangun saat dirinya ingin buang air kecil,pria itu keluar dari kamar dan kaget melihat Riska berada didekat pintu.


" Astagfirullah " Pekik David kaget.


" Ih Om,bikin aku kaget aja " Kata Riska tak kalah kagetnya.


" Kamu yang bikin aku kaget,nongol tiba2 " Gerutu David.


" Kamu ngapain ngintip2 keluar ?" Tanya David menguap lebar.


" Lagi ngintipin ibu aku Om,kayak nya dia udah berangkat jualan deh " Kata Riska tersenyum.


" Oh,bagus lah mau pulang sekarang ?"


" Iya Om,bukain pintunya dong "


" Bentar aku ke wc dulu " Kata David sudah tak tahan.


Gadis itu mengangguk dan masuk kamar.


Terlihat Cila masih tertidur dengan nyenyak disana.


Tak lama David kembali lagi dengan bungkusan gadis itu semalam.


" Nih kasih ke ibu kamu,siapa tau dia luluh liat kamu bawa makanan " Kata David memberi bungkus semalam.


" Emang masih ada isinya Om ?" Tanya Riska polos.


" Masih,cuma aku yang makan semalam,Cila ngak"


" Oh,ya udah Om aku bawa pulang ya " Kata gadis itu tersenyum.


" Iya " Kata David berjalan membuka pintu.


Saat pintu terbuka alangkah kagetnya mereka melihat seorang wanita berjalan mondar mandir didepan rumah.


" Alamak,mati aku Om " Kata Riska kaget bukan main.


Wanita itu menoleh kepada mereka dan melotot kaget.


" Priska Anggarainiiiiiiiiiiiiiiii " Teriak Ibu Riska melengking.


" Saya Buu " Jawab Riska ketakutan.


" Kenapa kamu bisa dirumah David ??" Tanya wanita itu garang mendekati mereka.


David menelan ludahnya kasar melihat aura mencekam wanita itu.


Riska bersembunyi dibelakang David,karna ketakutan.


" Aku nginep disini Bu " Kata Riska polos.


" Apa kamu menginap dirumah seorang lelaki ?"


" Iya Bu,Riska menginap dirumah aku semalam,ada Cila kok dikamar " Kata David menelan ludah nya kasar.


" Ada apa Mas ?" Tanya Cila dari arah kamar.


Mereka semua menoleh,Cila sedikit kaget melihat ibu Riska ada didepan rumahnya.


" Astaga " Kata wanita itu menggeleng pelan.


" Ayo pulang,dasar anak nakal tidur drumah orang ngak ngasih tau " Kata ibu itu menyeret Riska.


" Ya gimana aku mau tidur dirumah kalo ngak dibukain pintu semalam " Protes Riska.


" Masih mau melawan kamu ya " Kata wanita itu marah dan memukul pantat anaknya.


" Aduh Bu ampun Bu " Teriak gadis itu kesakitan.

__ADS_1


" Sini kamu ibu pukul "


" Jangan Bu,aaaaaaaaaa " Teriak Riska berlari ketakutan.


" Jangan kabur kamuuuuuuu " Teriak Ibu itu kesal.


Terjadilah kejar kejar didepan rumah David dan Cila,pasangan itu melongo melihat Riska yang berlari kencang takut di pukuli ibunya.


" Mingkem Mas " Kata Cila mengatupkan mulut suaminya yang terbuka.


David langsung tersadar dan malu ketahuan Cila sedang menganga.


" Ya ampun anak itu ngak ada takut2 nya " Kata David menggeleng tak percaya.


" Hm bisa masuk squad Ana,Zaiva itu " Kata Cila menyahuti.


David menoleh kearah Cila,melihat perut datar gadis itu.


Pria itu kembali menelan ludahnya.


" Kenapa ?" Tanya Cila heran.


" Kamu mulai sekarang harus kalem ya Beb,biar anak kita ngak bar2 kayak Riska " Pinta David pelan.


" Jadi maksud kamu aku bar2 gitu ?" Tanya Cila emosi.


" Ya ngak gitu Beb,maksud aku kamu harus lembut biar anak kita jadinya lembut juga " Kata David ngeri melihat wajah garang Cila.


" Jadi kamu ngak mau terima aku apa ada nya ?"


" Ya bukan maksud ak.."


" Dah lah,aku ngak mau lagi kasih kamu masuk nebar benih disini!" Kata Cila menunjuk perutnya.


" What !!! Jangan dong Beb,aku kan cuma bercanda " Kata David memelas.


" Huh ngak mau,aku mau cari calon ayah yang baru aja " Kata Cila kesal dan langsung masuk kedalam rumah.


Deg...


" Aduh nih mulut ngak bisa ngerem kalo ngomong,jadi apes kan sekarang,ini mah lebih menyakitkan dari pada pukulan pantat Riska tadi " Gumam David kesal sendiri.


Cila berjalan kedapur dengan wajah cekikikan melihat suaminya langsung lesu tadi.


" Emang enak aku kerjain,orang udah kayak gini mau diubah2 mana bisa lah,aku gini juga buat ngimbangin kamu yang ngak asik " Kata Cila sedikit kesal.


"Bener2 ya,Suhu Ana emang top markotop deh,aku harus banyak belajar dari bocah itu meski ide nya bikin aku geli sendiri " Kata Cila tertawa pelan.


Perempuan itu masuk kekamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Pagi ini David mengikuti istrinya bekerja,meski tak enak hati tapi mau tak mau David harus meninggalkan egonya demi sang istri,meski Cila tak menyuruh David ikut tapi lelaki itu tetap memaksa.


" Hay Om " Sapa Laura girang melihat David membuka rolling dor.


" Hay " Sapa balik David tersenyum hangat.


" wah,Om kok ada disini ?" Tanya Laura polos.


" Iya,Om mau bantu kamu bekerja " Kata David tersenyum.


" Waaah asikkk " Pekik Laura happy.


Siti dan Cila tersenyum melihat kegembiraan dua orang beda umur itu.


Mereka semua masuk kedalam dan mulai bekerja.


" Mas,hari ini kamu mau bantu aku nganter barang ngak ?" Tanya Cila pelan.


" Nganter kemana ?" Tanya David mendongak.


Pria itu sibuk memilih barang2 yang baru datang.


" Deket kok Mas,ngak jauh dari sini,jadi kita bisa irit uang antar jemput " Kata Cila menggaruk kepalanya malu.

__ADS_1


" Iya siapin aja barangnya " Kata David mengangguk tersenyum.


" Oke,makasih ya Mas " Kata Cila girang.


" Bu,nanti yang bungkus kemarin kasih sama Mas David ya " pinta Cila kepada Siti yang menggunting tali.


" Siap Non " Kata Siti tersenyum hangat.


Mereka kembali bekerja dengan giat,David sedikit malu kepada istrinya itu,Cila bekerja dengan keras bahkan bisa dibilang dengan uang sendiri meski harus mengutang,sedangkan dirinya kepala keluarga tak bisa memberi Cila kehidupan yang layak,suami yang harus nya bertanggung jawab kini tak dapat David cangkau.


Siang pun tiba,David sudah bersiap dengan beberapa barang dalam plastik besar,hasil borongan customer yang menyukai barang2 jualan Cila.


" Om aku ikut ya " Pinta Laura memelas.


" Hari ini panas banget,nanti kulit kamu terbakar " Kata David tak enak.


" Aku dah biasa panas2an Om,biasanya aku juga beldili beljam2 di dekat lampu melah jualan sama ibu " Kata Laura polos.


Deg...


David terdiam,kulit laura memang tidak putih melainkan sedikit kecoklatan,tapi senyum manis gadis itu membuat siapa saja senang melihatnya.


" Boleh ya Om,Lala mau naik motol sama Om " Kata Laura memelas.


" Kamu ngak papa panas2an ?" Tanya David melemah.


" Ndak papa Om,aku kuat,ibu juga kasih, aku bosen disini telus " Kata Laura jujur.


David kasihan sekali melihat gadis ini,memang menurut cerita Cila,Laura tak mempunyai teman karna anak2 sebaya dia tak mau berteman dengan Laura karna Laura miskin dan tak punya tempat tinggal yang layak,makanya Laura selalu ikut ibunya bekerja biar ada teman bermain.


" Ngak papa Mas,bawa aja sekalian ajak Laura jalan2" Kata Cila keluar menghampiri mereka.


" Waaaah makasih Ante " Kata Laura girang.


" Ya udah yuk,pegangan ya " Kata David menyerah.


Gadis itu mengangguk dan duduk dibelakang dibantu Cila melingkarkan tangan gadis itu ke pinggang suaminya.


" Lihat2 ya kalo Om ini ganjen sama perempuan lain,kalo kamu lihat dia main mata sama perempuan kamu colok aja matanya " Kata Cila kepada gadis itu.


" Siap Ante " Kata Laura hormat.


" Bagus " Kata Cila tersenyum puas.


David menelan ludahnya kasar,ternyata Cila tak semudah itu membiarkan dirinya berkeliaran bebas.


" Daaah Anteee " Kata Laura melambaikan tangannya kepada Cila saat motor David mulai melaju.


" Apes dah,Cila ternyata banyak pasukannya buat ngintai aku diluar sana " Gumam David pasrah.


" Apa Om,alamat aku ??" Pekik Laura tak kedengeran karna suara angin yang cukup kencang.


David terkekeh pelan,Laura salah dengar..


" Ngak papa " Kata David tertawa.


" Aku ngak kedengeran Om " Pekik Laura kencang.


David semakin tertawa seraya melihat jalan..


" Kata Ante Om gak boleh ganjen,kalo Om ganjen nanti mata Om aku colok pake upil " Ancam Laura karna David sempat melihat yang bening2.


Deg...


David yang tadinya sempat melihat 2 gadis pulang sekolah pun langsung melihat kejalan lagi,karna takut dengan ancaman gadis kecil itu.


" Bener2 dah,kenapa cewek2 sekarang pada bar2 ya " Batin David ingin mengasal diaspal.


❤❤❤❤


Hay guysss jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


Biar author semangat Up.

__ADS_1


__ADS_2