Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pilihan


__ADS_3

Seharian Serkan berada dirumah,lelaki itu menghabiskan sebagaian waktunya untuk istirahat.


Pria tersebut belum melihat kondisi sang anak karna kondisi dirinya juga belum terlihat fit.


" Papa sakit ya Ma ?" Tanya Sutar setelah dibantu mandikan oleh sang Ibu.


" Nggak,Papa cape aja " Jawab Histy seraya mengusap rambut Sutar.


" Hm,aku mau kerumah sakit boleh ? Kasian Kaka Sania gak ada temennya " Kata Sutar hati2.


Histi menarik nafas panjang dan diam.


" Kenapa ya Ma,masalah selalu datang ?" Tanya Sutar lagi.


Histi membalas dengan senyum kecil,waktu itu cukup terkejut dengan pertanyaan anaknya yg terbilang masih kecil.


" Masalah itu akan selalu datang setiap hari,tapi itu lah beruntungnya kita punya Tuhan " Balas Histy tenang.


" Hah kenapa ?" tanya Sutar lagi.


" Ya karna Tuhan menguji kita buat lihat umatnya sekuat apa " Jawab Histi.


" Kenapa di uji ?emang Tuhan gak sayang sama kita ?" Tanya Sutar bingung.


" Bukan gak sayang,malah Tuhan itu sangat banget sama kita semua,diberi ujian itu buat mengangkat derajat kita sayang,makanya kita harus melewati ujian itu dengan lapang dada dan berdoa sama dy " kata Histi lembut.


Sutar diam,bocah 8 tahun itu terlalu dini untuk beri wawasan tentang masalah hidup,tapi karna Sutar sudah bertanya,Histi harus memberi jawaban sebaik mungkin agar putranya tidak bingung..


" Jadi kalo Sutar mampu lewatin masalah itu,Sutar naik pangkat ya Ma ?" Tanya Sutar dengan wajah polosnya.


" Hehehe iya gitu kira2 konsepnya,makanya kamu harus jadi anak kuat " Jawab Histi tersenyum geli.


" Tapi kenapa hanya kita Ma,kenapa Suci ngak pernah ada masalah ?" Tanya Sutar heran.


" Jangan bandingin hidup kamu sama hidup orang sayang,gak sama " Jawab Histy.


" Tapi Suci beneran gak ada masalah Ma,coba Mama lihat tiap hari Suci happy terus,jarang nangis " Ujar Sutar mengingat.


" Ya kita mana tau masalah dia apa,kan kamu cuma liat pas dia happy aja " Balas Histy.


" Hmmm gitu ya Ma " Kata Sutar menggaruk kepala.


" Iya sayang,pokoknya saat ini Sutar nurut aja ya sama Mama dan Papa,kita itu kasih yg terbaik buat Sutar dan Adek juga " Kata Histi mengusap lembut wajah anak pertamanya.


" Iya Ma " Balas Sutar paham.


Wanita itu melihat penampilan Sutar yg sudah kece lagi.


" Dah sana main diluar " Kata Histo bangun dari kursi.


" Main ?" Tanya Sutar terkejut.


" Iya,gak mau main sama tetangga ?" Tanya Histi lagi.


" Nanti dimarahin Papa " Jawab Sutar takut.


" Ngakk,dah sana ajak adik kamu juga tuh,suntuk dia dirumah terus " Kata Histi berjalan keluar.


" Oke Ma " Balas Sutar semangat.


Bocah yg tadinya demam pun bergegas menuju kamar sang adik.


Sutar pun membawa serta adik kecilnya main diluar.


Histi berjalan kekamar dan menatap suaminya masih tertidur pulas.

__ADS_1


Lelaki dewasa itu terlihat benar2 lelah.


" Sayang " Panggil Histi lembut.


Tak ada jawaban,Serkan masih memejamkan mata.


Histi mendekati suaminya dan mengusap lembut rambut tebal sang pangeran.


" Sayang banget sama kamu Mas " Ucap Histi lirih.


" Makasih udah bikin aku selalu merasa dicintai dan waras lagi " Lanjut Histy terkekeh.


Wanita itu ingat dulu sifatnya begitu brutal,tapi sejak kenal dan menikah dengan Serkan,semuanya berubah.


Lelaki dewasa itu begitu mampu membimbing gadis nakal menjadi wanita penuh perhatian.


" Enggghhhhhhg......


Serkan mulai melenguh,lelaki itu sedikit terusik dengan belaian lembut sang istri.


" Cape ya ?" Tanya Histi tak kala melihat manik suaminya terbuka.


" Hm " Jawab Serkan mendekat lalu mendusel.


Histi memeluk Serkan yg berbaring dipahanya.


" Kamu mau makan ?" Tanya Histi begitu penuh kasih sayang


" Makan kamu " Jawab Serkan serak.


" Ehh " Pekik Histi kaget


" Hehe boleh gak ?" tanya Serkan lagi sambil mendongak.


Blushhhhh....


" Ish kamu nih bikin aku salah tingkah aja " Kata Histi mencubit gemas.


" Kangen Yank " Rnegek Serkan.


" Iyaa,tapi malam aja yaa nanggung " Balas Histi sambil menunjuk jam.


" Astagaaa udah sore ya " Ucap Serkan langsung bangun.


Histi diam melihat wajah suaminya berubah panik.


" Ada telfon dari rumah sakit gak ?" tanya Serkan serius.


Histi mengangguk pelan.


" Kata Dokter Sania udah mulai bisa merespon " Kata Histi hati2.


" Merespon ? Dia udah sadar ?" Tanya Serkan bingung


" Belum,Dokter bilang kalo ada yg jenguk dia,detak jantungnya bermain " Jawab Histi.


Deg....


Serkan tersentak mendengar penjelasan wanita itu.


" Jadi kalo ada yg datang dia seolah tau ?" tanya Serkan lagi.


" iYa,tapi Dokter bilang harus waspada juga " Balas Histi.


" Ya udah,nanti aku kesana habis magrib "

__ADS_1


Histi mengangguk setuju.


Keduanya pun menuju luar,Histi harus bergerak aktif.


Beruntung wanita itu sudah selesai masak dan hanya memanaskan saja untuk makan malam mereka.


Drumah besar,Arshad pulang dengan wajah datarnya.


" Syadd " Panggil Reno.


Arshad berhenti melangkah dan mendekati sang kakek.


" Iya Kek " Balas Arshad sopan.


" Kakek mau minta jawaban kamu " Kata Reno tegas.


" Jawaban apa ?" Tanya Arshad lagi.


" Jawaban tentang pernikahan itu " Jawab Reno.


Deg...


Arshad tersentak mendengar ucapan pria tua tersebut.


" Gadis itu sangat menyukai mu Syad,semua keluarganya setuju kalo kamu nikah sama dia " Kata Reno menatap wajah tampan keturunannya tersebut..


" Tapi aku gak kenal dia Kek " Balas Arshad.


" Kan kamu udah lihat dia,dia anak baik juga Syad,keluarganya jelas dan pendidikannya juga bagus "


Arshad diam menunduk.


" Kamu harapan dikeluarga ini Syad,kakek berteman sama kakek gadis itu sudah sangat lama,bahkan buyut kamu juga bersahabat sama keluarga besarnya " Jelas Reno.


Arshad menatap wajah Reno dan naas hanya ada wajah serius disana.


" Jika sudah siap nanti kasih tau Kakek " kata Reno tegas.


Lelaki tua itu pun berjalan menuju lift.


Arshad diam dengan pikiran campur aduknya.


Tanpa disadari,seorang wanita tua menghampiri lelaki itu dan menepuk pundak Arshad.


" Kenapa sayang ?" Tanya Nisa lembut.


" Nenek " Ucap Arshad kaget.


" Kalo gak siap,bilang gak siap,jangan dipaksain " Kata Nisa serius.


" Tapi ini perintah Nek " Balas Arshad.


" Heiii,itu bukan atasan kamu syaang,kamu berhak memilih jalan hidupmu sendiri " Kata Nisa mengusap kepala Arshad..


" Aku harus gimana Nek ? Menikah bukan hal yg mudah bukan ?" Tanya Arshad ragu.


" Iya,harus hati2 disana karna kalo pondasinya gak kuat,bakal roboh " Jawab Nisa.


" Nanti aku ngomong sama Mama dulu " Kata Arshad mencoba tenang.


" Mama dan Papa kamu gak bisa nolong kali ini,semua ada ditangan kamu " kata Nisa serius.


Arshad menelan ludah kasar,memang sebelumnya Aktam juga pernah bilang bahwa lelaki itu tak ikut campur karna Aktam merasa semua ada ditangan anak sambungnya tersebut.


" Aku harus gimana ?" Batin Arshad tak punya jalan keluar.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,like,coment ya.


__ADS_2