Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Beritq


__ADS_3

Hani meminta Rania untuk bergabung bersama mereka.


Gadis remaja itu pun mau dan sedikit membuka hati untuk istri Kakaknya tersebut.


" Ran " Panggil Putra pelan.


" Hm " Jawab Rania menoleh.


" Aku diminta Papa pulang " Jawab Putra sambil menunjuk isi hapenya.


" Kenapa ?" tanya Rania mengernyit.


" Gak tau,nih nelfon lagi " Jawab Putra.


Rania diam sejenak melihat lelaki itu,Putra pun menggaruk kepala tak enak kepada sang kekasih.


" Nanti aku gojekin ya kalo kamu mau pulang " Kata Putra mencari akal.


" Gak usah,kamu pulang aja nanti aku bisa sendiri " kata Rania tenang.


" Gimana ? Mereka gak bawa mobil ?" Kata Putra melirik Reka dan Hani.


Kedua anak manusia itu sedang asik melihat warga memancing di pinggiran danau.


" Aku bisa order ojek,dah sana pulang aja " Kata Rania tersenyum kecil.


" Maaf ya,ini mendesak kayaknya,gak biasa Papa telfon gini " kata Putra memegang tangan Rania.


Keduanya saling bertatapan dengan wajah tenang.


" Iya sayang " Jawab Rania mencubit gemas pipi lelaki itu.


Blushhhhh....


Wajah Putra merona seketika mendapat perlakuan manis sang kekasih.


" Kamu beneran ya ?" tanya Putra memastikan.


" Iya,dah sana nanti telfon aku ya kalo dah sampe " Jwab Rania ramah.


Putra mengangguk cepat,pria itu memasukkan hape kedalam saku celananya.


" Aku izin dulu gak sama mereka ?" tanya Putra menunjuk Reka.


" Gak usah,nanti aku bilangin " Jawab Rania.


Putra mengangguk pelan,pria itu pun berdiri dan berjalan mendekati mobilnya.


Setelah Putra menjauh,Rania menghela nafas panjang.


Perasaannya sedikit tak enak dengan tingkah sang kekasih.


" Ada apa ya ? Tumbenan Papanya Putra telfon gitu ?" Gumam Rania pelan.


Gadis itu merasa penasaran,memang hubungannya dan Putra belum terlalu jauh tapi Rania sudah merasa nyaman dengan lelaki tersebut apalgi Putra juga pria yg tak banyak menuntut.


Ditepi sungai,Reka melihat kebelakang dan diam menatap Rania bicara sendirian.


" Kemana bocah satunya ?" Gumam Reka pelan.


" Kenapa Rek ?" tanya Hani menoleh.


" Pacarnya Rania gak ada " Jawab Reka.


Hani berbalik badan dan benar saja tak ada Putra disana.


Tanpa tunggu lama gadis itu mendekati Rania.


" Pacar kamu mana ?" tanya Hani melihat kiri kanan.


" Pulang " Jawab Rania sambil memakan snack.


" Pulang ? Kenapa ?" tanya Hani mengernyit.


" Gak tau ditelfon Papanya tadi " jawab Rania lagi.


Reka mendekat dan duduk disamping gadis itu.

__ADS_1


" Kamu gak ikut ?" tanya Hani.


" Gak lah,ngapain " Jawab Rania terkekeh.


" Harus nya ikut biar kenal sama orang tuanya " Celetuk Reka.


Rania tersenyum smirk dengan ucapan Reka.


" Kenapa ?" Tanya Reka merasa aneh.


" Masih bocah " Jawab Rania.


" Cih bocah2 pacaran " Cibir Reka.


" Udah gak usah berkelahi " Tegur Hani.


Kedua anak manusia itu diam lagi.


" Kamu emang belum kenal sama orang tuanya ?" tanya Hani mulai duduk.


" Udah pernah ketemu sekali " jawab Rania jujur.


" Terus ?" tanya Hani kepo.


" Ya gak ngapai2n biasa aja " Jawab Rania.


Hani diam,gadis itu melirik Reka yg asik makan snack ditangannya.


Mereka bercengkrama sesaat hingga Rania memutuskan untuk pulang.


Ditempat lain,seorang gadis termenung dibawah tangga melihat rumah yg begitu berantakan.


" Astgaaaa " Gumam Angel lesu.


" Kakakkkk " Panggil seseorang dari kejauuhan.


Angel mendongak dan diam melihat bocah lelaki tersebut.


" Kamu dari mana ?" tanya Angel.


" Aku baru pulang sekolah Kak " jawab Jack membuka tasnya.


" Males " Jawab Angel jutek.


" Kenapa ?" tanya Jack mengernyit.


" Gak kenapa napa " Jawab Angel lagi.


" Galau ya ?" Tebak Jack.


" Ngga " Jawab Angel.


" Ya udah aku mau mandi dulu ah dikolam,anget banget " kata Jack berjalan menyeret tasnya.


Angel kembali menghela nafas panjang.


Seharian dirumah membuat gadis itu tak bersemangat.


Bahkan Angel pun tak mau kuliah karna takut dengan Dosen killer yg selalu membuatnya tak nyaman.


Asik meratapi nasib,tiba2 seorang pria beranjak dewasa masuk dengan tas di bahu.


" Kamu ngapain ?" tanya Pria itu aneh.


" Gak ngapa2in " Jawab Angel.


" Kalo gak ngapai2n,minggir aku mau lewat " Balas pria itu lagi.


Angel menggeser sedikit bokongnya kesamping membuat pria itu menggeleng pelan.


" Oh iya Syad " kata Angel teringat sesuatu.


" Apa ?" tanya Arshad berhenti melangkah.


" Kamu udah tau belum kalo Bang Juna pacarin Sania " Kata Angel serius.


Deg....

__ADS_1


Arshad tersentak mendengar ucapan spupunya tersebut.


" Pasti belum tau ya ?" Tebak Angel.


" Tau dari mana kamu ?" tanya Arshad mengernyit.


" Bang Juna minta sama Kak Histy,lucu gak sih,adik minta Kakaknya buat pacarin anak angkatnya hahahah " Kata Angel merasa lucu.


Arshad diam melihat Angel tertawa geli.


Tanpa bicara lelaki itu kembali melangkah membuat Angel terdiam seketika.


" Syaaaddd,mau kemana aku belum selesai ngomong " kata Angel sedikit meninggikan suaranya.


Arshad tak bergeming,lelaki itu terus berjalan hingga berada dipuncak.


" Arshad kenapa ? Padahal kan aku lagi cerita lucu " gumam Angel bingung.


Disamping tangga seorang wanita tua diam melihat cucu lelakinya yg seolah tak perduli.


" Dia persis seperti Bapaknya " Gumam Nisa pelan.


Tanpa diketahui Angel dan Arshad ternyata Nisa mendengar obrolan mereka,wanita dengan gamis biru sedang memegang mainan cucunya tersebut hanya bisa menghela nafas panjang.


" Nekkk " panggil Angel berdiri menegur.


Nisa menoleh dan tersenyum kecil.


" Nenek mau kemana ?" tanya Angel mendekat.


" Mau simpan ini " jawab Nisa menunjuk mainan.


" Jalan yuk Nek,aku bosen " kata Angel merengek.


" Mau kemana ?" tanya Nisa mengernyit.


" Terserah deh,jangan dirumah " Jawab Angel cengengesan.


" bentar lagi Kakek mu pulang,nanti rewel gak ada Nenek dirumah " Balas Nisa.


" ihhh Kakek manja banget " Cibir Angel.


" Ya emang harusnya gitu Njel,suami pulang itu harus disambut " Jawab Nisa lembut.


" Hm nanti kalo aku udah nikah juga harus gitu ya Nek ?" tanya Angel geli.


" Iya dong,biar suami kamu seneng dan kita juga dapat jatah hasil kerja keras dia " Jawab Nisa.


" Waah menang banyak dong Nek hihihi " kata Angel suka.


" Ya ada 2 kemungkinan juga sih ueehe " Kata Nisa pelan.


" Apa ?" tanya Angel mengernyit.


" Nanti kamu tau " jawab Nisa berlalu.


" Apa Neek ?" tanya Angel penasaran.


Nisa masih tak menjawab,wanita itu tak mau membuat otak cucunya jadi makin sengklek.


" Neeeekkkk " Panggil Angel manja.


" Dah ah,main sendiri aja sana,atau ajak Arshad biar gak suntuk " kata Nisa mengusir.


" Ck,Arshad terlalu dingin Nekkk nanti aku menggigil " kata Angel mengkrucut.


Nisa tak perduli,wanita itu masuk kekamar mandi membuat Angel tak bisa masuk lagi.


" Akhh masa aku ajak Arshad sih ?" Gumam Angel mulai gabut.


Gadis itu melihat ke atas dan mulai menerka apa yg sedang sepupunya lakukan.


Dikamar,Arshad diam menatap jendela.


Tak ada yg tau apa isi kepala pria itu saat ini.


" Janjinya sungguh tak berguna " Gumam Arshad berdecih.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2