Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Emosi


__ADS_3

Kebesokan paginya,Hani diantar Cila ke sekolah.


Selama dijalan pikiran Hani sangat kacau bukan karna memikirkan ujiannya melainkan memikirkan wanita yang duduk disampingnya saat ini.


Cila terlihat tenang,wanita dengan setelan hitam itu bermain game soda dengan asik.


" Kamu gak papa ?" Tanya Vero melihat kearah sang kekasih.


" Hm ya " Jawab Hani tersentak.


Vero mengangguk,hari ini pria itu menjadi supir oleh sang Mama karna Cila tak mau duduk sendirian dibelakang.


Sebenarnya Vero merasa bingung apa yang terjadi karna tiba2 Cila ingin ikut mengantar Hani sekolah sambil menuju ke pasar.


Biasanya wanita itu lebih memilih naik motor daripada mobil pikir Vero,tapi lelaki itu tak mau banyak bertanya karna itu akan memancing aura macam Cila.


" Udah sampe ?" tanya Cila melihat kiri kanan.


" Belum " Jawab Vero.


" Kenapa diam ?" tanya Cila heran.


" Lampu merah nyonya " Jawab Vero gemas.


" Ohh lagi dilampu merah ya ?" Tanya Cila terkekeh.


Vero memutar mata malas melihat wajah geli ibunya.


" Kamu kenapa tegang ? sakit perut ?" tanya Cila melihat kearah Hani.


" Hah em gak " Jawab Hani kaget.


" Muka nya biasa aja " Kata Cila mengusap wajah Hani.


" Iya Ma " Jawab Hani menunduk.


Cila menaruh hapenya dalam tas dan mendekati Vero.


" Apa ?" tanya Vero menoleh sebentar.


" Gak papa " Jawab Cila santai.


" Munduran dong,ntar kecium nih " Kata Vero asal.


" Haisttt nih anak,gak bisa apa mulutnya dijaga !" kata Cila mentoel kepala Vero.


Vero terkekeh seraya mengusap kepalanya.


Cila kembali mundur dan menyender dengan tenang.


Hani hanya diam melihat pergerakan calon mertuanya.


Tak lama mereka pun sampai,Hani menyalami Cila untuk berpamitan pergi.


Hani berjalan keluar,Cila pun ikut keluar menatap sekolahan calon mantunya.


" Kenapa Mama ikutan keluar ?" tanya Vero heran.


" Mana temen kamu itu ?" tanya Cila bersedekap dada.


" Hm gak ada Ma " Jawab Hani takut.


" Tunjukin sama Mama,biar Mama kasih pelajaran !" Kata Cila menggulung baju kaosnya.


Glek...


Hani menelan ludah kasar,gadis itu melirik sekitar dan mendapati banyak pasang mata melihat kearahnya.


" gawat nih,jangan sampe Reka muncul " batin Hani ngeri.


Cila masih melihat sekeliling,manik wanita itu menatap tajam beberapa siswa urakan yang melihat kearah mereka.


" ini ?" Tanya Cila menunjuk seorang pria sedang berjalan sambil menggigit gelas plastik berisi minuman berenergi.


" Bukan saya " Jawab lelaki itu cepat.


Hani menggaruk kepala gatal,gadis itu juga ingin kabur tapi Cila seperti tak membiarkan musuh lepas begitu saja.


Dari kejauhan Hani melihat Reka baru turun dari motor,lelaki itu memarkirkan kendaannya cukup jauh dari sekolah.

__ADS_1


Vero turun dari mobil melihat kearah manik Hani dan menemukan apa yang pacarnya lihat.


" Ada hubungan apa Hani dan Reka " Batin Vero.


" Please Reka jangan kesini dulu,gawat ini kalo Mama tau " Batin Hani ketakutan.


Vero menatap Hani dalam seolah membaca isi hati kekasihnya.


" Ma ayo balik " Ajak Vero.


" Nanti Vero,Mama mau lihat siapa yang celakain Hani " Jawab Cila.


" Hah celakain Hani ?" tanya Vero kaget.


" Ups " Cila menutup mulutnya dengan cepat.


Hani sama kagetnya,gadis itu melototkan mata kepada Cila agar diam.


" Siapa yang nyelakain kamu ?" Tanya Vero tegas.


" Hm gak kok,cuma salah paham " Jawab Hani kelabakan.


" Jawab !" Bentak Vero.


Deg deg..


jantung Hani berdegub kencang,kelihatanya Vero mulai tersulut emosi dengan ketidak jujuran gadis itu.


" Em Vero em benar itu hanya salah paham " Ucap Cila ikut deg degan.


" Apa karna ini Mama mau lama2 disini ?" tanya Vero tajam.


" Hah gak,Mama mau tunggu orang yang sering jual cilok,Mama pengen makan itu " Kata Cila ngeles sambil memberi kode kepada Hani.


" Hm ya,Mama kalo antar aku sekolah selalu beli cilok " Kata Hani mencari alasan.


" Aku gak suka kamu bohongin aku Hani !" Ucap Vero tegas.


" Vero,em mending kita pulang aja,kayaknya Mas yang jual gak berangkat hari ini " Kata Cila mengalihkan.


Hani menunduk dalam,Vero menatap dirinya dengan nyalang membuat gadis itu sangat takut.


Vero langsung masuk dengan manik tak lepas menatap gadis itu.


Manik Hani berkaca kaca,ia ingin jujur kepada Vero tapi ia takut lelaki itu terlibat masalah lagi.


Cila memberi kode kepada Hani dan diangguki gadis malang itu.


Mobil Vero pun melaju kencang dijalan raya.


Hani menunduk dengan helaan nafas panjang.


" Hani " Panggil seorang lelaki mendekati Hani.


Hani menoleh dan langsung berlari menjauh.


" Haniiii " Teriak Reka melengking.


Gadis itu melesat cepat tanpa menoleh kebelakang.


Hani sangat takut Vero melihat Reka bersamanya.


Sesampainya dikelas,gadis itu langsung mengeluarkan buku dan pura2 belajar sebelum ujian dimulai.


Reka masuk kelas dengan nafas ngos2an,lelaki itu terlihat lelah setelah berlari cukup jauh mengejar Hani.


" Woi kenapa kamu ninggalin aku ?" tanya Reka menggebrak meja Hani.


" Gak papa,aku pengen belajar " Jawab Hani ngeles.


" Emang semalam kamu gak belajar ?" Tanya Reka.


" Gak " Jawab Hani cuek.


" Oh ya udah,barengan ya aku juga belum belajar " Kata Reka semangat.


" Ehh " Pekik Hani kaget.


Tiba2 seorang gadis masuk kedalam kelas dan Hani mengenali gadis berambut urai itu.

__ADS_1


Sanda melihat kearah Hani dengan tatapan membunuh.


Reka menoleh kebelakang dan mengernyit bingung.


" Ngapain lo ?" tanya Reka duduk dimejanya.


" Ambil penghapus " jawab Sanda santai.


" emang dikelas lo gak ada ?" Tanya Reka.


Sanda diam,maniknya menatap Hani yang kini melihat kearah lain.


" Dah sana balik kelas lo " Usir Reka.


Sanda diam dengan tangan mengepal penghapus dan semuanya Hani melihat dengan nyata.


" Duh bakal riweh nih,pasti dia salah paham lagi " Batin Hani khawatir.


Sanda keluar kelas,diambang pintu gadis itu berbalik badan dan naas manik Hani juga menatap gadis itu.


" Awas Lo !" Ancam Sanda tanpa suara.


Gadis itu pun berlalu.


Hani menghela nafas dan melirik Reka yang cuek saja sambil mengeluarkan buku pelajaran.


" Hari ini Mtk ya ?" tanya Reka tanpa menoleh.


" Hm " Jawab Hani.


Reka mengangguk paham dan menyingkap buku.


Keduanya sama2 diam,Hani terlihat tak tenang otak gadis itu terus kepikiran dengan Vero dan Sanda.


" Kenapa ? laper ?" Tanya Reka menoleh.


" Hah em gak " jawab Hani kaget.


" Udah tenang aja,ngerjainnya sambil merem ntar " kata Reka santai.


Hani mengangguk tersenyum kecil.


Keduanya mulai belajar menunggu waktu ujian,seorang lelaki masuk kekelas gadis itu.


Reka mendongak lalu memutar mata melihat Sandri datang bersama genknya.


" Hay cantik " Sapa Sandri pede naik ke meja Reka.


Hani hanya tersenyum kecut melihat lelaki itu.


" Rajin banget belajar,kan udah pinter " Puji Sandri.


" Iya " Jawab Hani cuek.


" Kamu gemesin banget sih " Kata Sandri mengusap kepala Hani.


Brakkk...


Reka tiba2 bangun seraya menggebrak meja.


Hani terkejut begitu pun Sandri dan genknya.


" Kenapa lo ? gak suka ?" Tanya Sandri menantang.


" Keluar !" Ucap Reka menahan emosi.


Hani diam dengan kepala tertunduk,gadis itu juga sangat terkejut dengan tindakan Sandri tadi.


" Bajingan lo !" Umpat Sandri menarik kerah baju Reka.


Brak brak...


" Eh eh kenapa berkelahi !" Ucap seseorang memukul pintu masuk.


Semua orang menoleh kebelakang dan terkejut melihat guru pengawas diambang pintu.


" Duhh gawat " Gumam Hani semakin ketakutan.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys minta vote like comentnya dong biar author semangat Up😔


__ADS_2