Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Jujur


__ADS_3

Histi duduk diam menunggu penjelasan Denis dan Miska yg sempat tertunda.


Sebenarnya wanita itu kurang enak berada disana tapi karna Cila memintanya bergabung jadilah Histi ngintil disamping sang Bibi.


" Gimana Denis ?" Tanya Beni lagi.


" Gini Yah..." ucap Denis mengumpulkan keberanian.


Jantung Miska berdegub kencang,wanita itu sudah pasrah jika Beni akan mengamuk hari ini.


" Rania pergi dari rumah " ucap Denis lesu.


" Pergi dari rumah ? Maksudnya ?" Tanya Beni mengernyit.


" Dia ga mau pulang dan sekarang aku ga tau dia ada dimana " jawab Denis.


" Apa !" Pekik Beni kaget.


" Iya Yah,ini semua salah kami " Ujar Denis lagi.


" Apa yg terjadi ? Bukannya Rania sedang bekerja ?" tanya Beni.


" Bekerja ?" Ucap Miska.


" Iya,tadi perjalanan kesini ayah ketemu dia dijalan " Jawab Beni.


" Apa !" pekik Denis syok.


" Dia bilang lagi kerja dan sedang jam istirahat " Balas denis lagi.


Semua orang saling melihat dengan wajah terkejutnya.


" Ayah ketemu dimana ?" tanya Denis berdiri.


" Dijalan tadi pas bis berenti ayah cari rokok dan ketemu dia ditoko " jawab Beni mengingat.


Denis terdiam begitupun Miska.


" Memangnya ada apa ?" tanya Beni belum paham.


Denis kembali duduk,lelaki itu menarik nafas sebelum menjelaskan apa yg sudah terjadi.


Histi syok akut mendengar kata demi kata yg keluar dari mulut Denis dan disambung Miska.


Bahkan Clara sampai menangis mendengar bagaimana Rania diperlakuan.


" Jahat sekali kamu Miska !" Ucap Cila menatap tajam adik iparnya.


" Aku juga ga tau Kak kenapa aku bisa seperti itu " Balas Miska menunduk.


" Harusnya kamu adil sama semua anak kamu,jangan kamu banding2kan " Ujar Cila kesal.


Miska menunduk dalam,ia tau dirinya bersalah bahkan sangat bersalah tapi apa daya semua sudah terjadi.


" Jadi Rania berbohong ?" Gumam Beni melemah.


Flashback On.


Mobil bis berhenti dan menurunkan semua penumpang karna supir ingin beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.


Suasana terminal sangat ramai dan padat,Beni dengan tas berisi beberapa pakaian dan oleh2 dari sang istri berjalan menuju toko depan jalan yg sepi.


Saat akan membeli sebungkus rokok dan air minum lelaki itu dikejutkan dengan seorang gadis yg juga masuk ke toko mengambil air dingin dikulkas.


" Rania " Ucap Beni mengenali gadis tersebut.


Rania menoleh dan langsung terkejut.


Gadis itu ingin kabur,tapi melihat Beni yg polos membuat gadis itu mengurungkan niat.

__ADS_1


" hay Kek " Sapa Rania mencoba tenang.


" Kamu dari mana ?" Tanya Beni menganjak gadis itu keluar toko.


Rania menelan ludah kasar dan berusaha bersikap biasa.


" Ak aku aku em habis kerja Kek,jam istirahat hehe " Jawab Rania sambil cengengesan.


" Kerja dimana sekarang ?" Tanya Beni lagi.


Rania melihat kiri kanan dan menunjuk salah satu gedung tinggi.


" Oh disitu " Kata Beni mangut2.


Rania mengangguk pelan.


" Kakek mau kemana,Nenek ga ikut ?" tanya Rania lagi.


" Kakek mau kerumah kamu,Nenek lagi ga bisa ikut banyak pesenan kue " Jawab Denis.


Rania sedikit terkejut dan terkekeh pelan.


" hmm ada acara ya dirumah ?" tanya Rania pelan.


" Hah ?" Kata Denis mengernyit.


" hm maksud aku,Papa kangen sama Kakek makanya disuruh kerumah " Jelas Rania mencari alasan.


Tin tin...


Suara klakson bis terdengar,Denis melihat kedepan dan terlihat buru2.


" Udah mau pergi ya Kek ?" tanya Rania sedikit sedih.


" Iya,Bis nya mau jalan,nanti kamu pulang kan ?" Tanya Beni.


Rania tersenyum getir tanpa menjawab pertanyaan pria tersebut.


Gadis itu menyalami Beni dan memeluk hangat.


" Kakek jaga diri ya,salam sama Nenek juga " Ucap Rania mencoba tegar.


" Iya sayang,kamu juga ya,kita ketemu dirumah " kata Beni mengusap kepala cucunya tersebut.


Rania mengangguk,Beni pun berjalan cepat menuju Bis karna klakson sudah 2x berbunyi.


Saat mobil jalan,Rania melambaikan tangan dengan senyum menahan tangis.


Flashback Off


" Dia dimana Yah ?" tanya Denis khwatir.


" Apa Ayah pernah mengajari kamu melakukan ini Denis ?" tanya Beni melihat tegas wajah anaknya.


Denis terdiam,Miska,Clara dan Cila juga sama diamnya.


" Dari kecil kamu sudah ayah ajarkan tentang tanggung jawab,kenapa kamu menjadi orang tua yg tidak becus ?" Tanya Beni membuat Miska syok


" Yahhh " Tegur Clara.


" Apa ayah pernah mengajarkan kalian membanding2kan anak ?" tanya Beni lagi.


Cila menggeleng pelan begitupun Clara.


Beni diam,detik berikutnya lelaki itu keluar dari rumah membawa tas yg sempat ia bawa tersebut.


" Ayah mau kmana ?" tanya Clara ikut bangun.


" Ayah akan menyusul Rania " Jawab Beni.

__ADS_1


" Ayaahhh " panggil Cila.


" Keponakan kalian sedang kesusahan dijalan,dia hanya membeli sebotol air dingin,ayah ga tau dia udah makan atau belum " Kata Beni melemah diakhir.


Tess....


Clara meneteskan air mata,wanita itu merasa tersentuh dengan kata2 Beni yg begitu menyayangi anak cucunya.


Denis masih diam dan melihat Miska nyalang.


Histi yg berada disana merasa was2,wanita itu juga takut Denis akan berbuat kasar.


" Om,mending susul kakek aja " Ucap Histi hati2.


Denis melihat Histi,lelaki itu menarik nafas dan berjalan keluar.


Tangis Miska langsung pecah,Histi dengan sigap menopang tubuh wanita tersebut.


" Semua ini salah aku,aku ibu ga berguna " Ucap Miska menampar dirinya sendiri.


" Jangan Bi " Tahan Histi.


Miska berontak merasa begitu bersalah,sedangkan Cila dan Clara menahan Beni dan Denis yg ingin pergi saat itu juga.


Dikamar,Sania terusik saat mendengar suara adiknya yg sudah bangun.


Gadis kecil itu terlihat kehausan membuat Sania panik mencari air putih.


" Duhh minum kita udah pada habis ya ?" Gumam Sania.


Suara sangat adik makin membesar seolah menjerit kehausan.


Sania pun berjalan keluar menggendong adik kecilnya tersebut.


Setibanya hampir keruang tamu,Sania terdiam melihat Miska menangis dan Histi menenangkan.


" Ada apa ya ?" Gumam Sania heran.


Gadis itu sedikit mendekat dan mengintip dari dekat dinding rumah.


" Kamu harusnya bisa menengahi anak2mu Miska,kalau sudah begini bagaimana mengembalikan kepercayaan Rania ?" Kata Cila terlihat kesal.


Miska hanya diam dan menunduk dalam.


" Aku ga tau ini bakal menjadi bumerang buat kamu dan keluarga " Ucap Cila menghela nafas.


" Harusnya kita juga mengecek keadaan Rania saat kejadian itu dulu,kasihan anak itu dia membawa rasa bersalahnya hingga dewasa " Lanjut Clara dengan semua penyesalan.


Miska terus terisak,wanita itu terlihat benar2 sangat menyesal.


" Rania itu anak pertama ya Bi ?" tanya Histi masih belum terlalu paham.


" Iya,dulu Rania punya adik,tapi adiknya meninggal karna kecelakaan " Jawab Cila.


Histi mangut2 mengerti.


Beni masuk dengan wajah mulai tenang,lelaki itu terlihat masih sedkit emosi tapi ia tahan.


" Jadi kita gimana Yah ?" tanya Cila.


" Ayah akan susul Rania ketempat itu lagi,semoga dia masih berkeliaran disana " Jawab Beni.


" Mas Denis mana ?" tanya Miska disela tangisnya.


" Dia udah berangkat duluan " Jawab Beni.


Miska terdiam dan kembali menangis.


Histi hanya bisa menghela nafas dan maniknya tak sengaja melihat Sania dan sang putri mengintip dari kejauhan.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2