Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Ketemu Lagi


__ADS_3

Laura baru saja selesai kuliah,setelah membeli snack untuk Vero gadis itu keluar dari minimarket dan berdiri didepan jalan menunggu ojek onlinenya lewat.


Hari ini Laura bahagia karna omset penjualan warisan sang Mama berjalan dengan lancar dan mengalami penaikan.


Dari arah lain seorang pria sedang melaju kearah mini market,pria itu terlihat sangat kehausan,air yang biasa selalu ada di dalam mobil kini habis tak tersisa setelah tadi dihabisi teman2nya.


" Untung disini ada yang jual " Gumam Lelaki itu menghela nafas.


Kerongkongannya terasa kering apalagi tadi tak sempat minum air putih setelah puas bermain bersama sang pacar.


Saat akan memarkirkan mobil pria itu melihat seorang gadis yang sedang berdiri sambil melihat kiri kanan.


" Itu kan gadis yang dulu darahin baju gue ?" Gumam Justin mengingat ingat.


Manik pria itu menatap tajam.


" Iya benar,itu memang dia ngapain berdiri disana ?" Lanjut Justin setelah merasa yakin.


Dengan cepat Justin memarkirkan mobilnya dan setengah berlari mendekati gadis itu.


" Woi " Panggil Justin dari belakang.


Si gadis menoleh dan mengernyit.


" Eh Kak Justin " Sapa Laura tersenyum melihat Justin mendekat kearahnya..


" Ngapain dsini ?" Tanya Justin.


" Lagi nunggu Ojek online Kak " Kata Laura ramah.


Justin mengangguk mengerti.


" Masuk dulu yuk,belanja beli minum gitu " Ajak Justin ramah.


" Eh ngak usah,aku udah belanja nih banyak " Kata Laura menunjukkan belanjaannya.


" Kakak mau beli makanan ya ?" Tanya Laura basa basi.


" Beli minum sih tepatnya,haus banget " Ujar Justin sambil mengusap kerongkongan.


" Hmm cuaca emang lumayan panas sih " kata Laura melihat langit.


Justin tersenyum.


" Bukan soal cuaca say,tapi kering capek ngerjain anak orang " Batin Justin cekikikan.


" Oh,itu udah ada Masnya,aku duluan ya " Kata Laura setelah melihat seorang pria mengendarai sepeda motor.


Baru saja Laura ingin melangkah,Justin langsung menarik tangannya.


" Kenapa Kak ?" Tanya Laura bingung lengannya ditahan pria itu.


" Aku anter " Kata Justin serius.


" haha ngak usah,itu Masnya dah sampe " Tolak Laura sopan.


Justin mengeluarkan dompet dan menarik uang 100 ribu.


" Neng Laura ya " Kata si pengendara.


" Iya Pak saya " Kata Laura tersenyum.


" Nih ambil dia sama saya,dah sono " Kata Justin memberi uang merah itu kepada ojol dan menyuruhnya pergi.


" Tapi Pak saya sudah dipesan sama Neng nya " Kata si Bapak ojol bingung.


" Udah ambil aja " Kata Justin kekeh.

__ADS_1


Laura dan si bapak saling melihat,apalagi kini uang sudah berpindah tangan.


" Gimana Neng ?" tanya Si Bapak ojol bingung.


" Hm,ya udah deh Pak,saya sama orang ini " Kata Laura mengalah.


Justin tersenyum cerah dan langsung menarik Laura menjauh dari ojol.


" Alhamdulillah rejeki anak " Gumam Si Bapak terlihat sangat gembira dan pergi dari sana.


Justin membuka pintu mobil mahalnya dan meminta Laura masuk kedalam..


" Tapi Kak aku ma..


" Udah,kamu duduk tenang disini aku mau beli minum dulu " Potong Justin cepat.


Laura menghela nafas dan mengangguk pasrah.


Justin tersenyum,wajah lelaki itu tiba2 mendekat kepadanya.


" Kakak mau ngapain ?" Pekik Laura kaget.


Klik...


Bunyi sabuk pengaman telah terpasang sempurna.


" Biar ngak kabur " Kata Justin tepat diwajah gadis itu.


Justin mengacak2 rambut Laura dan keluar dari sana.


Wajah Laura seketika menghangat,apalagi suara berat lelaki itu menggelitikkan telinganya.


" Aduh aku apa2an sih " Gumam Laura mengusap pipinya yang memerah malu.


Laura menggelengkan kepalanya dan berusaha tenang.


Langit2 mobil itu pun di penuhi bintang2 kecil yang kerlap kerlip dengan sangat menawan.


" Mobilnya pasti mahal " Gumam Laura pelan.


Luara menaruh belanjaannya didepan,tapi saat sebuah snack jatuh kelantai gadis itu berusaha mengambil dan kepalanya terpantuk sesuatu.


Laci depan terbuka dan menjatuhkan isinya.


" Apa ini ?" Gumam Laura melihat sebuah plastik isi didalamnya seperti lingkaran.


" Ini permen ya ?" Gumam memegan benda itu.


Pintu tiba2 terbuka,Justin duduk mengambil minum dengan cepat dan menandaknya.


" Ini apa Kak,permen ya ?" Tanya Laura menunjukkan barang tersebut.


Justin yang sedang minum itu menoleh dan kaget saat Laura dengan polosnya membuka bungkus.


Buaaawwwrrrrrrrrrr....


Justin menyembur kedepan air yang belum sempat tertelan.


" Uhuk uhuk " Pria itu terbatuk2.


Dengan cepat Justin merebut benda itu dari tangan Laura dan menaruhnya disaku celana belakang.


" Itu apa ?" tanya Laura polos.


Gadis itu memberi tisu kepada Justin yang tadi tersedak.


" Hah,em bukan apa2 " kata Justin gugup.

__ADS_1


Pria itu mengambil banyak tisu dan mengusap kaca mobilnya yang terkena semburan.


" Kamu dapat itu dari mana ?" Tanya Justin melihat Laura diam.


" Tadi mau ambil barang aku yang jatuh,terus ini ikutan jatuh karna kepantuk " Cerita Laura dengan wajah lugunya.


Justin menarik nafas dan menghembuskannya perlahan..


Pria itu membuka laci depan dan melotot melihat isinya sudah berserakan.


" Shit,gue lupa masukin dalam kotak " Batin Justin kesal.


Laura memundurkan tubuhnya kebelakang saat Justin mengobrak abrik isi laci didepannya.


" Maaf ya Kak,itu penting ya bagi Kakak ?" Tanya Laura merasa bersalah.


" hah em ngak juga " kata Justin gugup.


" Aku kira itu permen,makanya aku buka mau minta 1 hehe " Kata Laura cengengesan.


Uhuk uhuk uhkkk...


Justin tersedak ludahnya sendiri mendengar permintaan polos gadis itu.


" Jangan,permennya bisa melar,bahaya buat kamu " kata Justin berusaha tenang.


" Hah beneran,emang ada ya permen begituan ?" tanya Laura dengan wajah penasaran.


Justin mengehela nafas dan menatap manik gadis itu sedalam dalamnya,maklum Laura tak pernah mengenal hal2 begituan.


" Ada,dan itu ngak baik,jangan pernah dicoba " Kata Justin lembut.


Laura mengernyit,otaknya sedang tak beroperasi dengan baik saat ini.


" Tapi aku penasaran,emang enak ya permen itu ?" tanya Laura masih belum puas.


Justin melihat kebawah menatap miliknya yang masih aman2 saja.


" Huh,ni anak kepo banget sih,kan ngak mungkin gue jelasin sampe keakar2 nya,ntar joko minta bales budi gimana" Batin Justin gemas.


" Kebanyakan sih bilang enak,tapi ngak tau lah " Kata Justin kembali duduk dengan tenang menghidupkan mesin mobilnya.


" Emang Kakak udah pernah nyoba ?"


" Sssttt,udah ya ngak usah bahas itu lagi nanti dia idup terus pengen,bisa gawat " Kata Justin terus mengehela nafas sabar.


" ihhh apaan sih,aku penasaran,kasih tau dong "Rengek Laura.


Deg...


Justin terkesima melihat wajah manja gadis itu.


" Astaga Tin,jangan dia masih polos dan pasti masih rapet,jangan sampe tergoda " Batin Justin.


" Ayo ikut aku " Ajak Justin tersenyum.


Laura mengangguk polos,gadis itu pikir Justin akan membawanya pulang kerumah.


" Kepo juga ya nih bocah,gimana kalo gue kasih pencerahan dikit " Batin Justin cekikikan.


Justin melirik Laura yang hanya diam saja melihat jalanan.


" Nih maem,biar ada aktivitas " Kata Justin memberi bungkusan makanan dan minuman yang ia beli.


Laura mengangguk tersenyum.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya


__ADS_2