Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Menunggu


__ADS_3

Disebuah perusahaan,seorang lelaki datang mendatangi sang pemilik perusahaan tersebut.


Sudah seharian Ridho menunggu Vero menyerahkan anaknya tapi sampai matahari akan terbenam Vero belum juga menampakkan batang hidungnya di tempat yg sudah mereka setujui.


" Apa Vero ada disini ?" tanya Ridho kepada satpam.


" Pak Vero ?" Ulang Satpam memastikan.


" Iya " jawab Ridho.


" Ada keperluan apa ya Pak ?" tanya Satpam lagi.


" Mau bertemu saja,saya ada urusan dengannya " Jawab Ridho.


" Pak Vero ada didalam Pak,tapi bentar lagi ada meeting " Balas Satpam.


" Jadi saya gak bisa ketemu dia ?" tanya Ridho.


" Ya,mungkin hampir magrib nanti baru selesai " jawab Satpam mengingat jadwal bosnya.


" Duhh gimana nih ?" Gumam Ridho mulai kesal.


Satpam diam memperhatikan lelaki didepannya saat ini.


" Ya udah nanti saya kembali " kata Ridho melihat jam.


Satpam mengangguk kecil,Ridho pun keluar lagi mendekati mobilnya.


Lelaki itu sudah tak sabar lagi ingin bertemu dengan Sofia,ia begitu merindukan gadis kecil tersebut apalagi ibunya selalu bertanya.


" Gue ke studio aja kali ya " Gumam Ridho pelan.


Hampir 1 bulanan ini pria itu sudah jarang bekerja,pikiran Ridho tak fokus bahkan kamera nya sudah lama sekali tak ia sentuh.


Pria itu keluar dari pekarangan perusahaan dan berpapasan dengan sebuah mobil mewah yg baru masuk.


Ridho melihat mobil itu dan menyelisik orang didalamnya.


Tak ada tanda2 lelaki muda disana,kaca mobil pun terlihat gelap.


Ridho berbelok ke kanan dan melaju kencang.


" Selamat datang Bos " sapa Satpam membuka pintu mobil.


" Siapa yg pulang barusan ?" tanya pria dengan perawakan tinggi putih dan tegas.


" Itu orang mau ketemu Pak Vero " Jawab satpam jujur.


" Siapa namanya ?" tanya David lagi.


Yap lelaki itu adalah David yg baru sampai karna tadi David pulang kerumah untuk makan.


" Saya kurang tau Pak,gak nanya juga " Kata Satpam lupa.


" Ya sudah,apa ruangan sudah siap ?" tanya David.


" Sudah,mereka masih menunggu bapak dan Pak Reno " Jawab Satpam hormat.


" Oh Pak Reno belum sampai ya ?" tanya David.


Satpam menggeleng pelan.


David menepuk bahu satpam tersebut dan masuk kedalam.

__ADS_1


" uhhh untung gak dimarahin,tadi kenapa gak nanya juga ya nama orang itu " Gumam Satpam merutuki dirinya sendiri.


Didalam,Vero dan kawan2 sudah berkumpul.


Disana juga ada Rendi yg rencananya akan merambat kedunia furnituran bersama sang ipar.


Selain Rendi,Aktam juga berada disana karna merupakan investor yg cukup berpengaruh.


" Kalian sudah disini semua ?" tanya David saat membuka pintu.


" Iya Om,datang cepat biar gak diomelin " Jawab Aktam sambil santai bermain hape dan kopinya.


" Haha bagus lah,masih nungguin Papa kamu " kata David duduk dibangku kebesarannya.


Semua orang mengangguk kecil.


Rendi diam saja memperhatikan gerak gerik David yg seperti bos2 lainnya.


" Udah bawa berkasnya Ren ?" tanya David menegur.


" Udah Bang,Clara bilang cuma disuruh bawa data penjualan " Jawab Rendi.


" Iya,kita harus liat dulu profitnya gimana " Balas David.


" Emang bisa ya Bang ?" tanya Rendi ragu.


" Dibisain aja,nanti Aktam yg bantu,ia gak bos ?" Goda David.


Aktam yg sibuk main game mendongak sejenak melihat sekitar.


" diiyain aja " balas Aktam terkekeh.


Rendi ikut terkekeh geli,Bos2 besar itu masih sempat2nya melawak saat serius..


" Ini dia The Kingnya " kata David menyambut.


" Ada permen gak ?" tanya Reno tak menghiraukan.


" Hah kenapa ?" tanya Aktam terkejut.


" Masuk angin kayaknya " Jawab Reno merasa mual.


" Haduhhh makanya semalam udah dibilang jangan begadang,malah ngeyel nih orang tua " Cibir Aktam.


" Kan kamu yg ajak duel " Balas Reno kesal.


" Ck,aku cuma becanda doang eh bapaknya malah baper " Kata Aktam memutar mata.


Reno mencebik dan duduk bersama Rendi menghadap kearah David.


" Beli obat dulu kalo gitu Bang " kata David perhatian.


" Gak usah bentar lagi juga keluar anginnya "Balas Reno.


Aktam langsung bangun membuat Rendi dan David serta Vero terkejut.


" Kenap....


" Puuuuuuuuuuuuuuttttt " Suara merdu pun terdengar mengirama.


Vero dan Rendi yg berada disamping Reno langsung bangun dan menutup hidung mereka.


" Uhhh untung gak kena " Gumam Aktam menghela nafas.

__ADS_1


" Ihhhh Om jorok deh " Kata Vero kesal.


" Gak boleh ditahan Ver,kamu gak tau seberapa banyak orang operasi karna gak bisa nyiptain irama kyak gitu " Balas Reno santai.


" Ya gak gitu juga Om,kan bisa dikasih tau kalo mau ngebom " Kata Vero gemas.


" Iya,biar kita ada persiapan gitu buat menghindar " Sahut Rendi.


" Kelepasan tadi " Jawab Reno tak bersalah.


Semua orang menggeleng pelan,tingkah Reno seperti anak2 dan lelaki itu tak malu menampakkan aksi yg tak terduganya karna David n the Genk sudah biasa dengan hal tersebut.


Mode Serius mulai aktif saat asisten David memasuki ruangan memberitahu bahwa yg lainnya sudah menunggu diruang meeting.


" Tenang aja Om,gak bakal diapa2in kok " Kata Vero merangkul bahu Rendi.


" Om gak biasa kayak gini Ver,deg degan " Balas Rendi panas dingin.


" Hahaha nnti juga terbiasa kok Om " Kata Vero terkekeh.


Rendi mengangguk kecil,semuanya pun masuk keruangan meeting.


Kali ini David memimpin acara karna sekalian akan mengenalkan Rendi kepada para karyawannya.


Disebuah studio,Ridho menatap ruangan itu dengan wajah nanar.


Lelaki itu bingung harus ngapain dan tak ada tujuan juga disana.


Ia menghentikan pekerjaannya sementara demi merawat sang ibu.


" Mending gue tidur aja kali ya " Gumam Ridho pelan.


Lelaki itu memasuki ruangan yg biasa ia istirahat dan merebahkan tubuh disana.


Selama ibunya sakit,waktu tidur pria itu sangatlah berkurang bahkan dalam semalam kadang Ridho tak tidur sama sekali apalagi jika Daniel harus bekerja tanpa tau waktu.


Lelaki malang itu sangatlah lelah,baru beberapa menit terbaring dengan keheningan,maniknya sudah berat dan langsung terbang tak sadarkan diri.


Ditempat lain,seorang gadis baru saja selesai les setelah beberapa hari tak masuk sekolah.


Beberapa hari sakit membuat gadis kecil itu banyak meninggalkan pelajaran.


Cila yg takut cucunya tak naik kelas mencoba meminta guru untuk membantu Sofia dalam mengerjakan tugas.


" Kamu dijemput siapa ?" tanya guru Les Sofia.


" Tadi diantar Nenek " Jawab Sofia.


" Terus yg ambil siapa ?" tanya Guru lagi.


" Kayaknya Nenek lagi " Jawab Sofia polos.


Guru melihat ke jalan,para anak murid lain sudah pada dijemput tapi gadis kecil itu terlihat belum menemukan jemputannya.


" Kalo sampe malam belum dijemput juga nanti Bu guru yg anterin ya " Kata guru les itu tersenyum..


Sofia mengangguk.


Bukan sekali dua kali ia telat dijemput,gadis itu seolah sudah terbiasa dengan sikap teledor orang tuanya apalagi Sofia tau Vero orang yg sibuk sedangkan jarak rumah Cila kerumahnya cukup jauh apalagi ketempat les.


" Gak papa lah aku nunggu aja dipinggir jalan,siapa tau Nenek atau Papa lewat " Gumam Sofia berjalan santai menggendong tas punggungnya.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment.


__ADS_2