Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Angin Malam


__ADS_3

Malam harinya Yuna datang kerumah Vero,wanita itu dengan berani menginjak kaki dirumah besar tersebut.


" Untuk apa kamu datang kesini ?" tanya Vero sedikit terkejut.


" Aku ingin bicara " Jawab Yuna.


Vero diam melihat wanita itu dengan wajah menyelisik.


" Mana Sofia ?" tanya Vero datar.


" Dirumah Ayahnya " Jawab Yuna tenang.


" Kau !" Ucap Vero mengepalkan tangan.


Yuna diam tak membalas.


Vero menarik nafas berusaha tenang,ia tak bisa bermain emosi karna lelaki itu takut khilaf.


" Masuklah " Ucap Vero membuka lebar pintu rumah.


" Siapa dirumah mu ?" Tanya Yuna.


" Tidak ada siapa2 " Jawab Vero.


Yuna mengangguk dan mulai melangkah.


Yuna duduk disofa seperti tamu.


" Apa kau benaran ingin Sofia menjadi milik mu ?" Tanya Yuna hati2.


" Maksud mu ?" Tanya Vero mengernyit.


" Maksud ku,kau tetap mau dia meski bukan anak kandung mu ?" tanya Yuna lagi.


" Itu belum jelas,aku akan melakukan tes Dna " Jawab Vero.


" Lakukan saja " Ucap Yuna tenang.


" Mengapa kau membohongi ku ?" tanya Vero serius.


" Ntah lah,mungkin aku yg terlalu serakah " Jawab Yuna menunduk.


" kau memang serakah " Blas Vero.


" Ya aku akui,tapi sejak ada Sofia aku merasa berdosa sekali dengan mu " Ucap Yuna melihat lelaki itu.


" Jadi sekarang apa yg kau mau ?" tanya Vero


" Kakak mu menemui ku,dia bilang akan menuntut ku karna telah membohongi kalian semua " Jawab Yuna.


" Ya kau pantas dihukum " Balas Vero kesal


" Tidak masalah,tapi aku minta Sofia tak perlu ikut " Kata Yuna berharap.


" Kak Laura bilang begitu ?" Tanya Vero terkejut.


" Ya mungkin dia sangat kesal dengan ku " Jawab Yuna.


Vero diam sejenak,lelaki itu baru tau bahwa Laura diam2 ternyata menemui wanita itu.


Yuna menceritakan apa yg Laura sampaikan kepadanya.


Lagi2 Vero dibuat terkejut karna tak menyangka Laura begitu perduli kepada dia dan Sofia.


" Aku tau aku sangat bersalah Ver,kau boleh hukum aku tapi jangan Sofia " Kata Yuna berharap.


" Jika kau mau melakukan Tes Dna,silahkan,aku tidak melarang mu " Kata Yuna lagi.


" Dimana dia sekarang,aku ingin menemuinya " Kata Vero serius.


" Dia dirumah ayahnya,aku akan membawanya besok menemuimu "

__ADS_1


" Bawa dia kerumah ini " Titah Vero tegas


Yuna mengangguk,obrolan mereka pun harus terputus karna Vero tak perlu penjelasan yg tidak bermanfaat baginya.


Yuna keluar dari rumah itu dengan helaan nafas panjang.


Pikirannya sedang kalut,ucapan Laura siang tadi sungguh menganggu isi kepalanya.


Yuna berjalan menyusuri jalanan komplek,tak terasa air matanya menetes perlahan mengingat perkacakapn dirinya dengan Vero barusan.


" Kenapa aku sedih ?" Gumam Yuna bingung.


Air matanya terus mengalir membuat wanita itu bingung sendiri.


Dirumah,Vero menghela nafas panjang.


Hati dan pikiran Vero juga tidak singkron.


Pria itu sakit hati kepada Yuna,tapi mendengar kejujuran Yuna membuatnya tak tega juga apalagi ini menyangkut Sofia yg tdak tau menau masalah mereka.


" Huh sekarang harus bagaimana ?" Gumam Vero bingung.


Pria itu berjalan cepat kekamar dan mengambil kunci mobil.


Vero berkendara kejalan raya mencari tempat untuk berpikir jernih.


Pria itu merasa semakin dewasa masalah berat kian menghampiri dirinya.


Kadang ia merasa tak mampu,tapi waktu seolah membuktikan semua akan baik2 saja.


Disebuah rumah,seorang pria berdiam diri diteras sambil menyesap rokok.


Ntah apa yg ia pikirkan membuat tempat sisa rokok itu memenuh.


" Om " Panggil seseorang dari belakang.


Ridho menoleh dan mendapati Sofia berdiri diambang pintu.


Sofia menggeleng pelan.


" Kenapa ? ayo sini " Ajak Ridho melambaikan tangan.


Sofia mendekat,gadis itu duduk bersama Ridho dikursi.


" Mau duduk disini ?" tanya Ridho menepuk pahanya.


Sofia mengangguk pelan.


Gadis kecil itu berdiri dan digendong Ridho duduk dipangkuannya.


" Gak bisa tidur ya ?" tanya Ridho lembut.


" Iya Om,Via kangen Papa " Jawab Sofia.


" Kangen Papa Vero ?" Tanya Ridho tenang.


" Iya " Jawab Sofia mengangguk.


Ridho diam memperhatikan gadis kecil itu.


Ŕidho mengerti mengapa Sofia sering menyebut nama Vero karna lelaki itu lah yg menjadi cinta pertama Sofia bukan dirinya.


" Ya udah,Via tidur sama Om ya " Kata Ridho mengusap kepala Sofia.


Sofia mengangguk,gadis kecil itu mulai melingkarkan tangannya di pinggang Ridho dan memejamkan mata.


" Kalo gue mau egois,kamu gak bakalan ketemu sama Vero lagi " Gumam Ridho pelan.


" Tapi karna lelaki itu sudah menumpahkan banyak cinta untuk mu,gue gak mau memisahkan kalian " Lanjt Ridho lagi.


" Gue bakal usaha untuk kamu bisa menerima gue sebagai Papa " Kata Ridho tersenyum.

__ADS_1


Dengan gosokan pelan,pria itu menidurkn anaknya yg terbaikan.


Malam makin berlanjut,Ridho berhenti merokok karna tak mau anaknya terkena polusi.


Jam menunjukkan pukul 1 malam,sebuah mobil mendekat kearah rumah.


Ridho mengenali mobil tersebut dan menggeleng pelan.


" Dari mana aja lo ?" tanya Ridho melihat Daniel.


" Pulang kerja " Jawab Daniel terlihat lelah.


" Kenapa Sofia tidur disini ?" Tanya Daniel duduk disamping pria itu.


" Dia gak bisa tidur " Jawab Ridho.


Daniel mengangguk paham,keduanya kembali diam menikmati angin malam.


" Hm gimana hubungan kamu sama Hani ?" Tanya Daniel menoleh.


" Hani ?" Ulang Ridho.


" Ya,bukankah kalian berdua punya hubungan " Ucap Daniel tenang.


" Gue pikir awalnya iya,gue suka sama cewek itu tapi ya lo juga suka " Kata Ridho mengkrucut.


Daniel terkekeh geli dengan anggukan pelan.


" Hani itu istimewa,aku suka sama kepribadian dia yg begitu mandiri dan kuat " Ucap Daniel tersenyum.


" Iya,menantang ya " Kata Ridho terkekeh.


" Tapi Bang,gimana sama Nial ?" tanya Ridho teringat.


" Tadi gue ketemu sama Papanya,dan kamu bisa nebak apa yg terjadi " Kata Daniel menghela nafas.


" Ngancem lo ?" Tebak Ridho.


" Ya,dia bilang Nial gak boleh gue tinggal " Jawab Daniel.


" Ya gimana lo nya gak cinta kan ?" Tanya Ridho.


" Dulu cinta tapi skrang gak,abang cape juga kalo ada masalah ngadu mulu " Jawab Daniel kesal.


" Haha apalagi gue,untung lo yg pacaran dulu sama dia " Kata Ridho terkekeh.


" Keputusan abang udah bulat,nanti tinggal sidangnya aja,dan urusan anak terserah dia mau gimana,ikut abang ayok,ikut dia juga ayok,abang gak rebutan " Kata Daniel tenang.


" Iya Bang,gue juga nih Sofia " Kata Ridho menepuk pelan punggung gadis kecil itu.


" Hah maksudnya ?" Tanya Daniel kaget.


Ridho yg menyadari kecoplosannya langsung kelabakan.


" Em maksud gue,sama kayak nih bocah " kata Ridho ggup.


" Rid,kamu gak macem2 kan ?" tanya Daniel serius.


" Maksud lo bang ?" Tanya Ridho menelan ludah.


" Sofia anak kamu ?" Tanya Daniel menyelisik.


" Hah buk bukan lah,gila aja lo " Kata Ridho tak mengakui.


Daniel melihat wajah adiknya dengan serius,lelaki itu juga merasa ada yg aneh dengan tingkah Ridho apalagi perlakuan lembut lelaki itu kepada Sofia yg diakui sebagai anak temannya.


" Ah udahlah Bang,gue masuk dulu ya kasihan nih anak kena angin mulu dari tadi " Kata Ridho bangkit.


Daniel mengangguk setuju,Ridho dengan cepat menggendong Sofia masuk kedalam rumah sebelum Daniel bertanya lagi.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2