
Malam semakin larut,seperti keinginan Arshad pria itu tidak ada yg menemani.
Ia ingin sendiri tanpa gangguan,Aktam sebenarnya sedikit khwatir apalagi Lulu tapi mereka tak mau berdebat.
Arshad memang sendirian didalam ruangan tapi didepan sudah ada penjaga yg diperintahkan Reno.
Suasana begitu hening,Arshad berbaring dengan wajah lebam.
Kejadian yg begitu cepat membuat lelaki itu lupa2 ingat kejadian yg ia alami.
" Kenapa dia sampai nekad begitu ya ?" Gumam Arshad heran.
Sungguh ia merasa terkejut saat kedatangan rombongan tersebut.
Flashback on.
Pagi sekali Arshad sudah sampai dikantor karna banyak pekerjaan yg belum selesai,pria itu ingin segera menyudahi karna siangnya dia akan ikut meeting keperusaan sebelah.
Tanpa terduga tiba2 pintu ruangannya terbuka dan masuklah 2 orang pria berbadan besar serta 1 orang gadis cantik memakan dres hitam mendekati Arshad.
" Kenapa kamu kesini ?" tanya Arshad berdiri.
" ingin saja " Jawab gadis itu duduk disofa.
Arshad diam,gadis cantik tersebut mengangkat sebelah kakinya hingga menampakkan paha mulus yg berseri.
Arshad memalingkan wajahnya membuat gadis itu tersenyum smirk.
" Aku kemari ingin menganjak mu sarapan pagi " Ucap gadis itu tenang.
" aku sudah makan " Jawab Arshad.
Heningg...
Gadis itu menatap Arshad dari ujung kaki hingga kepala.
Siapa yg tidak tergoda dengan pria tinggi tegap berparas setengah bule tersebut ditambah manik keabuan yg penuh pesona.
Arshad yg merasa terganggu mulai memberanikan diri meski sebenarnya lelaki itu sangat malas menghadapi gadis tersebut.
" Kalau kau tidak mau,maka aku akan makan disini " Ucap gadis itu santai.
" ini bukan restoran " Balas Arshad dingin.
" ya aku tau,tapi aku ingin makan bersama mu " Jawab gadis itu tersenyum.
Tanpa basa basi,pengawal gadis itu menyerahkan rantang makanan yg sudah dibawa.
" Kemarilah,kita makan bersama " Pinta gadis itu manja.
Arshad melirik sejenak lalu mendecih,dengan sikap sombong gadis itu makin membuat Arshad muak dan tak berselera.
" Kalian keluarlah " Ucap gadis itu kepada pengawalnya.
" Baik Nona " Balas Pengawal patuh.
Keduanya pun keluar dengan tatapan membunuh melihat Arshad.
Arshad kembali ke kursi kebesarannya melanjutkan pekerjaan.
Gadis itu mulai makan,maniknya sesekali melihat Arshad yg begitu dingin dan tak tersentuh.
" Lihat saja,kau akan menjadi milikku " Ucap gadis itu pelan.
Pendengaran Arshad yg tajam bisa memahami maksud gadis tersebut.
" Bagaimana caranya aku bisa mengusir gadis ini keluar,dia sangat lancang " Batin Arshad.
Butiran sarapan masuk satu persatu keperut gadis tersebut hingga semuanya habis tak tersisa.
__ADS_1
Arshad menghela nafas,ia pikir semuanya akan selesai sekarang.
Gadis itu bangun dan mendekati Arshad.
Tanpa malu ia duduk didepan Arshad dengan senyum menggoda.
" Kenapa kau sangat dingin ?" tanya gadis itu.
Arshad diam tak menjawab.
" Apa aku kurang cantik ?"
" Kurang sexy ?"
" Kurang ayu ?"
Tanya gadis itu beruntun,Arshad terus diam malas menanggapi.
" Aku ingin bekerja,bisakah kau pergi dari hadapan ku ?" Pinta Arshad melihat gadis itu tajam.
" Hahahhaha " Bukannya pergi,gadis itu malah tertawa.
" Apa karna gadis konyol kemarin ? Dia benar pacar mu ?"
" Bukan urusan mu " Jawab Arshad.
" Akan menjadi urusan ku jika nanti kita menikah " Balas gadis itu kesal.
Arsyad tersenyum smirk,ternyata gadis didepannya sudah berpikir jauh akan perjodohan kemarin.
" Kita lihat saja nanti " Ucap gadis itu kurang suka dengan jawaban Arshad.
Dengan sombongnya ia keluar ruangan,Arshad melihat kesempatan langsung menelfon Angel dan bicara sebentar sebelum bodyguard gadis tadi datang dan langsung menghajar Arshad habis2an.
" Aku memberimu banyak kesempatan,oh bukan hanya kepada mu tapi keluarga mu juga,kau tidak akan bisa lari dariku " Ucap gadis itu melihat Arshad lunglai dilantai.
Flashback Off
Arshad terkejut dari lamunannya saat pintu kamar terbuka.
Masuklah seorang lelaki dengan topi putih.
" Bang " Ucap Arshad mengenali lelaki itu.
" Apa yg terjadi ?" tanya pria tersebut yg bukan lain adalah Juna
" Ntahlah " Jawab Arshad tenang.
Juna melihat kondisi Arshad,kaki lelaki itu diperban putih dengan wajah lebam.
" Mereka memang sadis " ucap Juna ngeri.
" Obsesi Bang " Jawab Arshad.
" Ya,karna gadis itu sangat menyukai mu " Ujar Juna menghela nafas.
" Aku harus gimana Bang ?" Tanya Arshad.
" Tadi aku dengar sedikit pembicaraan Papa dan Papa mu,mereka sedang mencari solusi " Jawab Juna.
" Mereka bukan orang biasa bang,mereka bisa nyerang bahkan dikandang kita sendiri " Jelas Arshad.
" Ya,makanya kau dihajar " Balas Juna.
Hening...
Ini bukanlah masalah cetek,keluarga Salders harus cepat menemukan solusi.
" Aku takut Angel diapain2 bang " Ucap Arshad serius.
__ADS_1
" Kenapa Angel ?" Tanya Juna mengernyit.
" Ya karna kemarin,aku mengakui Angel pacar aku " Jawab Arshad menggaruk kepala.
" Apa !" Pekik Juna terbelalak.
" Aku pikir dengan begitu gadis itu akan berhenti,tapi ternyata diamnya membuat semua menjadi kacau " Ucap Arshad kesal.
" Astaga Syaddd,Angel kau kambing hitamkan " Kata Juna tak percaya
Arshad diam,dirinya juga mulai merasa menyesal melibatkan Angel kedalam masalah,tapi apa boleh buat,jika tau dari awal akan sepanjang ini Arshad juga tak mau menyeret saudarinya tersebut.
" Aku harus gimana Bang ?" Tanya Arshad bingung
" Ya mau gimana,harus hadapin la " Balas Juna.
" Aku tidak tau seberapa kuat keluarga mereka,tapi aku yakin kita gak gampang nyerang gitu aja " Kata Juna serius.
" Ya,kakek juga bilang kalo mereka sangat kuat " Balas Arshad.
" Memangnya kamu beneran ga mau sama dia ?" Tanya Juna.
Arshad menggeleng cepat.
" Aku ga suka gadis kayak gitu " Jawab Arshad.
" Yg kamu suka kayak mana ?" tanya Juna lagi.
Arshad diam,dirinya juga tidak tau spesipikasi gadis idaman,lelaki itu hanya menjalin hubungan dengan lawan jenis yg bisa membuatnya nyaman.
" Ya udah,,kamu istirahat aja besok kita cari jalan keluar "
Arshad mengangguk pelan.
" Aku akan tidur disini,jadi jangan banyak protes "
Lanjut Juna lagi.
Arshad mendengus dan membalikkan badannya membelakangi pria tersebut.
Juna tersenyum,pria tampan itu pun mulai berbaring disofa panjang yg empuk.
Kebesokan paginya,Arshad diam2 keluar dari kamar dengan terseok2.
Sudah terbiasa bangun pagi membuat pria itu tidak betah lama2 dikamar.
Arshad meminta suster untuk membawanya pergi ketaman,meninggalkan Juna yg masih terlelap.
" Anda yakin mau ditinggal sendirian ?" tanya Suster kepada Arshad.
" Iya " Jawab Arshad.
" Panggil saja jika butuh bantuan "
Arshad mengangguk.
Lelaki itu pun mulai ditinggal sendirian disana.
Arshad menarik nafas menghirup udara yg sangat dingin.
" Ternyata sakit sangat melelahkan " ucap Arshad pelan.
" Berapa banyak uang yg harus Kakek keluarkan untuk semua ini ?" Gumam Arshad lagi melihat dari kejauhan.
Rumah sakit yg saat ini Arshad diami adalah milik Reno Salders,jadi tidak heran service rumah sakit sangat baik dan sopan.
❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,like,coment ya
__ADS_1