Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Makan bersama


__ADS_3

2 orang pria duduk berpangku tangan melihat seorang gadis kecil makan didepan mereka.


1 mangkuk bubur ditaburi ayam suir terlihat begitu nikmat dimakan gadis kecil tersebut.


" Kau dapat anak ini dari mana ?" tanya Daniel membuka suara.


" Hm ntah la,dia datang tiba2 " Jawab Ridho.


" Dia gadis yg cantik " Ucap Daniel terkekeh.


" Ya cantik dan imut " Balas Ridho.


Sofia terlihat begitu lapar hingga tak menghiraukan 2 lelaki dewasa didepannya.


" Hm aku dengar kau berpisah dengan Nial " Ucap Ridho teringat.


" Dia datang kemari ?" Tanya Daniel terkekeh.


" Ya,ayah dan Ibu sudah pergi menemui orang tuanya " Jawab Ridho.


" Biarkan saja " Kata Daniel tak perduli.


" Bagaimana dengan anak mu ?"


" Aku akan mengurusnya dengan baik,urusan anak semuanya sudah aku pikirkan dengan matang " jawab Daniel tegas.


" Bagus lah " Kata Ridho mangut paham.


" Eaaaaaaaakkkkkk....


Sebuah suara terdengar keras membuat kedua lelaki itu melotot.


Daniel dan Ridho melihat Sofia dan terkekeh geli.


" Alhamdulillah " Ucap Sofia mengusap mulutnya.


" Pake ini " Ucap Daniel memberi tisu.


Sofia menerima dan tersenyum manis.


" Sudah kenyang ?" Tanya Ridho tersenyum.


" Sudah Om,kenyang banget mangkuk Via sampe kosong " Jawab Sofia malu.


" Iya,gak nyisa buat kita " Kata Ridho mengkrucut.


" Hehe nanti bikin lagi ya " kata Sofia terkekeh.


Ridho dan Daniel tertawa,kedua lelaki itu terlihat bersemangat.


" Minum obat dulu ya " Kata Ridho bangkit dari duduknya.


" Iya Om " jawab Sofia mengangguk.


Daniel memperhatikan gerak gerik adiknya dengan wajah menyelisik,lelaki itu merasa ada yg aneh dari sikap Ridho.


Setelah Ridho menjauh,Daniel melihat Sofia membuat gadis itu mengangkat alis.


" Kenapa Om ?" tanya Sofia merasa risih..


" Hm,kenal sama Om Ridho dari mana ?" tanya Daniel hati2.


" Dari Mama " Jawab Sofia jujur.


" Mama ? Papa kamu mana ?" Tanya Daniel lagi.


" Papa pergi " jawab Sofia sedih.


" Pergi ? kemana ?" tanya Daniel lagi.


" Gak tau " Jawab Sofia sedih.


Daniel diam sejenak,lelaki itu terus memperhatikan Sofia dengan seksama.


Tak lama Ridho datang lagi dengan sebungkus obat2an.


" Ayo sini " Ajak Ridho tersenyum.


Sofia mengangguk,gadis kecil itu mendekat dan duduk didepan Ridho.


" Anak pinter " Kata Ridho mencium gemas.

__ADS_1


Sofia menunduk malu.


" Kalian seperti ayah dan anak " Ucap Daniel terkekeh.


Deg.....


Seketika Ridho terdiam mendengar ujaran kakaknya.


" Aahhh aku merindukan anak ku " Gumam Daniel bangkit dari duduk..


Pria itu langsung berjalan menuju keluar.


Ridho kembali fokus,jantung pria itu sedikit deg degan melihat Sofia yg menatapnya dalam.


" Aah jangan gitu,Om malu " Kata Ridho mengusap wajah Sofia.


" Om ganteng " Jawab Sofia terkekeh.


" Haha naksir ya ?" Goda Ridho.


" Hehe gak,aku udah punya pacar Om " jawab Sofia cepat.


" Hah siapa ?" tanya Ridho kaget


" Namanya Om Reka " Jawab Sofia tersenyum.


" Hah " Pekik Ridho kaget


" Kenal gak Om ?" tanya Sofia lagi.


" Enggak " jawab Ridho menggeleng.


Sofia mengulum senyum malu,Ridho terkekeh geli melihat tingkah gadis itu.


" Ck siapa lagi Reka itu ?" Gumam Ridho heran.


Keduanya asik bercerita panjang lebar,Ridho banyak bertanya tentang keseharian Sofia dan sikap Vero kepada gadis kecil tersebut..


Ditempat lain,seorang gadis menunggu didepan gedung tinggi.


Gadis tersebut terlihat duduk sambil bercerita dengan satpam yg berjaga dipos.


" Jadi kamu sekarang udah jadi polisi ?" Tanya Satpam takjub.


" Wah2 bearti itu kertas ajaib ya " Kata satpam terkekeh.


Hani mengangguk kecil,keduanya asik bercerita hingga Satpam terkejut dan langsung berlari keluar.


" Kenapa ?" Tanya Hani ikut kaget.


" Selamat siang Pak " Ucap Satpam memberi hormat.


" Siang " Jawab pria didalamnya.


Hani mengangkat lehernya dan terkejut melihat siapa yg ada didalam mobil.


" Papa " Ucap Hani pelan.


" Nanti titip ini sama Vero ya " Ucap David kepada Satpam.


" Siap Pak " Balas Satpam mengangguk.


Mobil mewah itu berlalu,David melihat sekilas gadis tersebut hingga menutup kaca mobil.


Hani terus melihat dan bangkit dari duduknya.


" Kenapa Pak ?" tanya Hani mendekat.


" Pak David minta kasih ini buat anaknya " Jawab Satpam.


Hani ber Oh ria,gadis itu menarik nafas panjang.


Sampai sekarang Hani masih merasa canggung dengan David apalagi sekarang David makin berjaya dengan usahanya.


" Bentar lagi Reka keluar,kamu mau tetap tunggu disini ?" Tanya Satpam.


" Kayaknya iya Pak,soalnya aku dah janji juga sama dia mau makan siang sama2 " Jawab Hani.


" Ya udah,tunggu disini saya mau masuk dulu " Kaya Satpam mengerti.


Hani mengangguk,satpam itu pun pergi sedikit berlari memasuki gedung.

__ADS_1


Didalam kantor,terlihat Reka sedang berbicara serius dengan atasannya.


Disana juga ada Justin yg memantau lelaki itu langsung karna Reka nantinya akan dijadikan asisten oleh Justin.


" Nanti saya revisi lagi berkas yg bapak minta " ucap Reka kepada kepala bagian.


" Baiklah,nanti sore langsung dikrim biar bisa dikerjakan " balas Kepala bagian.


Reka mengangguk kecil,mereka pun berpisah.


" Rek " Panggil Justin.


Reka menoleh dan menunduk sopan.


" Nanti siang kamu makan kemana ?" tanya Justin.


" Hm saya sudah ada janji Pak " Jawab Reka sopan.


" Sama pacar kamu ?" tanya Justin lagi.


" Hm ngak sih,sama Hani hehe " Jawab Reka cengengesan.


" Hani ?" Ulang Justin.


Reka mengangguk kecil.


" Mau makan dimana kalian ? boleh ikut ?" tanya Justin malu2.


" Hah ?" Ulang Reka kaget.


" Hehe hari ini saya gak pulang,istri saya dirumah mertua " Jawab Justin.


Glek...


Reka menelan ludah kasar,pria itu merasa deg degan dengan permintaan bos besar tersebut.


" Gimana Rek ?" tanya Justin menunggu jawaban.


" Hehe boleh Pak " Jawab Reka pasrah.


" Oke,nanti telfon saya ya " Pinta Justin.


Reka mengangguk mengerti,mereka pun berpisah disana.


Setibanya jam istirahat,Reka mendekati Hani yg ternyata masih menunggu.


Gadis itu tersenyum cerah tapi senyumannya perlahan memudar saat melihat Reka tak jalan sendirian.


" Itu Reka Neng " Ucap Satpam menunjuk.


" Iya,tapi kenapa Reka sama Kak Justin ?" Tanya Hani pelan.


" Loh Neng kenal sama Pak Justin ?" Tanya Satpam kaget.


Hani mengangguk pelan.


" Wah2,Pak Justin emang terkenal banget ya " kata Satpam terkekeh.


" Iya " Balas Hani tersenyum canggunh.


" Ayo Han " Sapa Reka semangat.


Hani memberi hormat kepada Justin yg tersenyum melihatnya.


" Mau kemana nih ?" tanya Justin lagi.


" Hm kewarung sana aja " Jawab Hani canggunh.


" Ya udah ayok,jalan kaki ya ?" tanya Justin lagi.


Hani dan Reka mengangguk pelan.


Mereka pun mulai berjalan,Satpam yg melihat keakraban ketiganya begitu terkejut.


" Itu Pak Justin apa bukan ya ?" Gumam Satpam mengusap matanya.


Baru kali ini pria itu melihat Justin yg terkenal irit bicara dan jarang tersenyum bersapa ria dengan orang asing dan biasa..


" apa jangan2 gadis itu selingan Pak Justin ya ?" Lanjut Satpam lagi.


❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2