
Serkan sampai dirumah dengan wajah datarnya,lelaki itu terlihat masih kesal dengan sang adik yg tak mau mendengar nasehat.
" Ini bukannya Mobil Papa ?" Gumam Serkan melihat sebuah mobil mewah terparkir disamping garasi.
Lelaki itu masuk kedalam dan melihat istrinya sedang lalu lalang dengan mangkuk makanan.
" Kamu kenapa Yank ?" tanya Serkan heran.
" Main petak umpet " jawab Histi menoleh.
" hah ?" kata Serkan terkejut.
" Ck,si Adek gak mau makan kalo Emaknya gak gini " Jawab Histi kesal.
" Sania mana ?" tanya Serkan tak mendapati anak angkatnya.
" Lagi sembunyi sama Adek " jawab Histi.
Serkan menghela nafas dan berlalu..
" Duh dimana lagi Sania bawa si Adek " Gumam Histi kembali bergerak.
Serkan masuk dapur dan melihat pintu luar terbuka.
Lelaki itu berjalan kesana dan nampaklah sebuah taman kecil tempat sang istri bercocok tanam.
" Juna " Ucap Serkan melihat punggung seseorang.
Lelaki yg dipanggil pun menoleh.
" Eh Bang Serkan " Sapa Juna tersenyum.
" Ngapain ?" tanya Serkan mendekat.
" Ini Bang,mau mutikin jambu air " jawab Juna malu.
" Udah mateng ?" tanya Serkan melihat keatas pohon.
" Kata Kak Histi udah " Jawab Juna.
" Naik aja " balas Serkan.
Juna mengangguk dan mulai melepas sandalnya.
Dengan berani lelaki itu naik kebatang phon tersebut.
Serkan tersenyum kecil,lelaki itu mengambil baskom untuk wadah tampungan.
Serkan masuk lagi kedalam dan hampir bertabrakan dengan Sania dan anaknya.
" uh Kamu ngagetin " kata Serkan langsung mundur.
" Maaf Om,kami mau sembunyi dari Tante " Kata Sania mengusap dadanya.
Serkan melihat sang anak dan mengambil alih.
" Ih kok geleng2 ?" tanya Serkan melihat penolakan gadis kecil berbaju mickymouse tersebut.
Gadis bernama Cinta putri Serkan tersebut memeluk tubuh Sania dengan erat seolah tak mau diambil Papanya.
" dia udah makan ?" tanya Serkan.
" Udah Om,sesekali aku umpan gitu biar dia makannya lahap " jawab Sania.
" terus Histi tadi bawa makanan juga ?" Tanya Serkan heran.
" biar Cinta merasa tertarik aja " Jawab Sania.
Serkan ber Oh ria dan mencubit gemas pipi putrinya tersebut.
" Sutar mana ?" tanya Serkan tak melihat batang hidung sang putra.
" Main Basket dirumah sebelah " Jawab Sania mengingat.
__ADS_1
" sendirian ?" tanya Serkan ngeri.
" Tadi dijemput sama temannya naik sepeda,udah dikasih tau Tante kalo harus pulang sebelum sore " Jawab Sania panjang lebar.
" oh ya udah nanti Om mampir kesana " Balas Serkan paham.
Sania mengangguk pelan.
Lelaki itu pun berlalu,tapi langkah Serkan terhenti membuat Sania tak jadi berjalan.
" Hm Juna diluar lagi mutikin jambu,bantuin gih " Kata Serkan tenang.
" hah ?" ulang Sania kaget.
" temenin dia,kasihan " jawab Serkan tersenyum smirk.
Wajah Sania berubah merah,gadis itu tau Serkan ingin menggodanya apalagi kemarin Juna menyampaikan rasa sukanya kepada gadis itu.
" Jangan dianggurin,nanti dimakan semut " Kata Serkan terkekeh.
" Haha emang gula " kata Sania tertawa geli.
Serkan kembali berlalu,Sania masih diam didapur melihat pintu luar yg terbuka.
Ia memang tau Juna kerumah,tapi ntah mengapa Sania merasa canggung.
Gadis itu malu dan tak enak hati kepada pria yg lebih dewasa darinya tersebut padahal Juna tak banyak tingkah..
" Sannn " Panggil Histi membuat Sania lagi2 tak jadi berjalan.
" Iya te " Jawab Sania menoleh.
" Huh Tante cape,kamu tolong jaga Cinta ya " Kata Histi menaruh mangkuk diwastafel.
" Iya Te " Jawab Sania.
" Mau tidur dulu bentar mumpung Ayank dah pulang " kata Histi tersenyum malu.
" Iyaaaaa " Jawab Sania malas.
Sania menggeleng pelan dan menatap bocah yg belum genap 6 bulan tersebut.
" Bau2nya kamu bakal punya adik lagi deh " Kata Sania yakin.
Cinta yg tidak mengerti tersenyum lebar dengan gigi yg baru berapa biji.
" Heehh udah ya mending kita liatin Om kamu petik buah aja " Ajak Sania.
Keduanya pun berjalan keluar dan benar saja Juna baru turun dari batang pohon.
Keduanya saling melihat,Juna tersenyum manis bedahal dengan Sania yg malu2 meong.
" Kamu mau ?" tanya Juna menawarkan hasil petikannya.
" Mau " Jawab Sania jujur.
" Aku cuci dulu ya " Kata Juna membawa wajah ke arah keran.
Sania mengangguk dan duduk dibawah phon tersebut yg memang Serkan sediakan bangku disana.
Ditempat lain,seorang pria terlihat uring2an.
Semua tugas sudah selesai dikerjakan,mulai dari kuliah hingga tugas kantong yg beberapa bulan ini ia geluti.
" Aku ngapain lagi ya ?" Gumam pria tampan itu menggigit punggung penanya..
Suasana sedikit panas meski ruangan tersebut difasilitasi Ac.
Arshad melihat kiri kanan,dari pagi hingga siang ia bertahan dikamar tersebut untuk sebuah hasil yg memuaskan.
Pria tersebut bisa dikatakan pria gila kerja karna tak tau waktu,tapi Arshad masihlah seperti pria lainnya yg suka main.
" Angel " Ucap Arshad teringat satu nama.
__ADS_1
Tanpa tunggu lama lelaki itu langsung menelfon sepupunya meski merasa 1 atap.
" Halo " sapa seseorang diseberang.
" Kamu dimana ?" Tanya Arshad datar.
" Disebelah kamar kamu " Jawab Angel malas.
" oh kamu gak keluar ?" tanya Arshad lagi.
" Hm ini mau keluar nganterin Jack " Jawab Angel.
" Kemana ?" tanya Arshad mengernyit.
" Kerumah Paman Bara " Jawab Angel.
" Hah ?" ulang Arshad terkejut.
" iyaa Jack kan les deket dari rumah Paman,jadi ya sekalian mampir aja " Jawab Angel.
Arshad diam sejenak mendengar penjelasan gadis tersebut.
" Kenapa ? Kamu gabut ?" tanya Angel menebak.
" Hm " Jawab Arshad.
" Kenapa gak jalan aja sama Cewek kamu itu ?" tanya Angel aneh.
" Udah gak lagi " jawab Arshad malas.
" why ?" tanya Angel kepo.
" Gak ah,udah ya " Jawab Arshad buru2 mematikan telefon.
Tut.
Panggilan terputus,Arshad menaruh hapenya dinakas dan diam.
Ntah apa isi kepala pria itu hanya dirinya dan Tuhan yg tau.
" Ck " Decak Arshad kesal.
Lelaki itu pun bangkit dan membuka pintu kamar.
Tanpa basa basi Arshad masuk kekamar Angel dan terbelalak melihat gadis tersebut hanya mengenakan tangtop dan hot pant.
" Eh Syaaddd " Pekik Angel terbelalak.
" Kamu ngapain sih pake baju kurang benang gitu " cibir Arshad heran.
" Ck,harusnya aku yg nanya kenapa kamu masuk gak ketuk pintu ?" jawab Angel kesal dan berjalan mengambil baju di lemari.
Arshad melihat kesamping dan mendapati Jack yg juga mengenakan baju yg sama.
" Eh mau jadi perempuan ya kamu " Cibir Arshad.
" seru juga pake ginian Kak,berasa sexy gitu depan kaca " balas Jack terkekeh.
" Bedaaaa Jackkkk,kamu gak malu apah " Kata Arshad heran.
" Ck malu kenapa toh sama Kak Angel " Kata Jack santai.
" Hiuhhh kamu sama Kakak kamu sama aja " Cibir Arshad menggeleng pelan.
" Gak usah marah2,mending kita kerumah Paman Bara aja,Bibi banyak bikin kue " Celetuk Angel sudah lebih manusiawi dalam berpakaian.
" Iya Kak,aku juga kangen sama Bang Juna " Balas Jack heboh.
" Bang Juna pasti dirumah Kak Histi apelin si Sania " Sahut Angel menebak.
Arshad langsung diam mendengar jawaban gadis itu.
" Atau kita kerumah Kak Histi aja Syad,Sania pasti disana soalnya hari ini dia libur kuliah " Kata Angel semangat.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.