
Sudah satu bulan berlalu,kondisi Hani kini sudah benar2 membaik meski rasa trauma masih ia rasakan tapi hanya gadis itu yang tau karna Hani tidak mau membebani orang tua Vero yang sudah bersedia merawatnya.
Gadis itu juga mulai bersekolah kembali,Hani sangat bahagia dengan pencapaiannya tapi gadis itu tak mau berpuas hati dulu karna masih banyak yang harus ia lakukan apalagi saat ini Vero masih mendengkam dipenjara.
" Hani,hari ini kamu sekolah naik taxi ya,Papa gak bisa antar " Ucap David kepada Hani yang sedang melihat jadwal pelajarannya didinding kamar.
" Papa mau kemana ?" tanya Hani.
" Papa mau nemuin pengacara kita,takut nanti orangnya pergi " Jawab David.
" Ya udah Pa " Kata Hani paham.
" Maaf ya Nak,nanti minta uang ongkos,jajan sama Mama " Kata David tersenyum.
Hani mengangguk mengerti.
Lelaki itu pun keluar kamar langsung berjalan keluar rumah menemui istri yang sedang memberi makan anak didiknya.
" Sayang " Teriak David dari luar kandang.
Lelaki itu malas masuk karna ia sudah memakai pakaian kantor.
" Cilaaaa " Teriak David lagi karna tidak mendapat sahutan.
" Yuuuhuuuuuu " Jawab Cila terdengar.
" Kamu dimana ?" teriak David lagi.
" Mas " teriak Cila.
David berdecak kesal,dirinya ingin pergi bekerja tapi Cila malah sibuk dengan ayam2nya.
Pria itu pun mengintip dibalik pintu.
" Cil....
Brugh...
" Aaaaa " Pekik Cila terduduk ditanah seraya mengusap bokongnya.
" Cila " Teriak David terbelalak melihat istrinya meringis.
" Mas tolong huhuhu " Kata Cila pura2 menangis.
" Astaga,kenapa duduk disini sih " Kata David kesal.
" Siapa yang duduk,aku jatuh barusan !" Kata Cila melempar lelaki itu dengan sandal jepitnya.
David mengelak hingga sandal tersebut terbalik menampilkan seonggok kotoran ayam.
" Iuuuhhhhh " Kata David merasa jijik.
Cila bangun sendiri dengan wajah kesal sambil melihat David merinding.
" Istri jatuh bukannya ditolongin malah dianggurin !" Gerutu Cila.
" Siapa suruh kamu manjat2 !" Kata David bersedekap dada.
" Siapa yang manjat ! tuh ada tangganya " Kata Cila menunjuk tangga yang sudah terbaring tak berdaya ditahan.
David menahan senyum,Cila menabrak lengan suaminya dan mengambil sesuatu dari kandang.
David diam melihat gerak gerik Cila tanpa suara.
" Hmm,tanggal berapa hari ini Mas ?" Tanya Cila tanpa menoleh.
" 1 " Jawab David.
" Terus ?" Tanya Cila seraya memegang 2 butir telur ayam.
" Hah,ya apa ?" tanya David bingung.
" Ck,minta uang bulanan lah kan jatuh tempo !" kata Cila berkacak pinggang.
__ADS_1
Deg...
David terkejut dengan ucapan perempuan itu.
" Hehe,masa sih Yank ? bukannya besok ya ?" tanya David menggaruk kepala.
" Cepetan ! aku mau belanja hari ini,mau beli bahan buat bawa ke penjara juga " Jawab Cila gemas.
" Iya2 " Kata David lesu.
Lelaki itu pun mengeluarkan dompetnya dari saku celana.
" Nih Dp dulu " kata David memberi uang 1 juta cash.
" Lainnya ?" tanya Cila layaknya rentenir jahat.
" Siang aku kirim " Jawab David memutar mata malas.
" Oke,awasnya kalo gak,tidur diluar kamu " Ancam Cila.
David mengangguk pasrah.
Wanita dengan kain sepinggang itu pun berjalan keluar seraya mengipas uang palakannya.
David mengekori Cila dengan lesu,uang didompetnya tinggal 20 ribu karna ia memang belum ambil uang di Atm.
Didepan rumah Cila bertemu Hani yang sedang menjemur pakaian mereka semua.
" Hani " Panggil Cila melambaikan tangan.
" iya Ma " Jawab Hani seraya menggantung baju perempuan itu.
" Sini " Suruh Cila.
Hani mendekat seraya membawa bak hitam yang telah kosong.
" Apa Ma ?" tanya Hani sopan.
" Nih buat kamu " Kata Cila memberi uang 100 ribu kepada gadis itu.
" Buat jajan " Jawab Cila menghitung ulang uang ditangannya.
Hani terlihat kebingungan maksud wanita tsb,gadis itu melihat David,sang calon mertua hanya memasang wajah lesu.
" Kebanyakan Ma " kata Hani memberi lagi uang tsb.
" Masa sih ?" tanya Cila.
Hani mengangguk.
Wanita itu merogoh isi dalam bajunya dan mengeluarkan uang 50 ribu.
" Ya udah,nih masih hangat " kata Cila memberi uang tersebut kepada Hani.
Hani dan David terbelalak melihat uang keluar dari sana.
Hani menerimanya dengan tangan bergetar membuat Cila tertawa.
" Kok bisa keluar uang Ma ?" tanya David heran
" ini gunung bukan sembarangan gunung " Kata Cila menggonyangkan dadanya.
Glek...
David menelan ludah kasar melirik sang menantu.
Hani yang sudah tau cerita dewasa akan segera dimulai gadis itu memilih mengundurkan diri daripada telingannya ternoda.
Gadis itu langsung berlari masuk menujung bak hitam dikepala.
" Hahahaha " Cila tertawa ngakak melihat tingkah gadis itu.
" Kenapa malam2 ngak keluar uang ya,padahl kan udah dised*t " Gumam David masih bingung.
__ADS_1
Cila kembali tertawa melihat kegoblokan suaminya.
" Dah ah,kamu kerja sana cari uang yang banyak " Usir Cila kepada David.
" Emang kamu kira aku tuyul disuruh cari duit mulu " Cibir David.
" Terus kalo kamu gak kerja kita makan apa ? kamu diajak praktek pesugihan ngak mau "Cibir Cila.
" Eehh enak aja pesugihan,siapa yang bakal jadi tumbal,kamu mau ?" Tanya David kesal.
" Gimana kalo numbalin mantan kamu aja " Saran Cila.
David memukul pelan kepala istrinya yang sudah ngomong ngawur.
Cila tertawa ngakak melihat wajah kesal David yang begitu menggemaskan.
" Aku berangkat dulu,nanti kabarin aku masalah Vero " Kata David mengambil tangan Cila dan menyuruh wanita itu menciumnya.
" Iya " Jawab Cila tersenyum manis.
Lelaki itu pun berjalan menjauh.
" Gak minta kiss dulu ?" tanya Cila menggoda.
David masuk kemobilnya tapi lelaki itu kembali mengeluarkan kepalanya melihat Cila.
" Ngak mau,kamu bau tai ayam " Kata David langsung tertawa.
Cila yang tadinya tersenyum lebar seketika murka mendengar ejekan suaminya.
" Apa !" Teriak Cila melotot.
David menutup pintu mobil dan langsung menjalankan mobilnya menjauh dari rumah.
" Dasar suami gilaaaa,bau tai ayam gini kamu mau juga ciumin aku tiap hariiiii !" Teriak Cila menggelegar seraya melempar mobil pria itu dengan sandal kramatnya.
David sudah melesat kabur,lelaki itu tertawa terpingkal2 dengan tingkah absurd mereka.
" Hah hah,capeeeee " Kata David menyeka keringatnya puas tertawa.
Lelaki itu pun berangkat bekerja dengan stamina penuh.
Dari dalam rumah,Hani menghela nafas melihat tingkah pasangan yang tak tau arti tua tersebut.
" Mereka bukannya makin kalem,malah bar2 gimana Vero gak nurun coba hm hm " Gumam Hani menggeleng pelan.
Gadis itu mulai terbiasa dengan tingkah calon mertuanya yang tetap harmonis dengan cara mereka.
Siang harinya,Cila berangkat duluan karna Hani tidak bisa datang.
Gadis itu harus ikut less untuk menambah nilai,beruntung Justin dan Laura perduli disaat Vero tak bisa membimbing gadis itu.
" Ayo makan " Ucap Cila kepada anaknya yang hanya diam.
Vero mengangguk,lelaki itu berdiri mencuci tangan lalu duduk lagi dihadapan Cila.
Vero sedikit tak terawat,terlihat sekali lelaki itu jarang tidur dan sedikit kurus.
Bahkan bulu2 diwajahnya pun mulai tumbuh tak seperti Vero yang dulu selalu klimis.
" Hani kesini gak Ma ?" Tanya Vero disela makannya.
" Gak tau,kalo dia pulang cepet mungkin kesini " Jawab Cila pelan.
Vero mengangguk paham.
Cila menghela nafas melihat putranya begitu merindukan Hani meski gadis itu mulai sering berkunjung saat libur sekolah.
" Kamu yang sabar ya,Papa dan Paman lagi usaha " Ucap Cila mengusap kepala putranya.
Vero mengangguk tersenyum.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.