Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Tidur


__ADS_3

Kebesokan pagi,Rania terbangun saat terdengar suara ketukan pintu yg cukup keras.


Gadis itu membuka matanya dan melihat sosok laki2 yg menemani dirinya semalam masih tertidur pulas.


" Dia tidur seperti mayat " ucap Rania menggeleng pelan.


Kondisi tubuhnya mulai membaik,panas badan pun perlahan menurun tidak seperti kemarin.


Tok tok tok...


Suara pintu terdengar kembali,Rania bangkit dan mendekati pintu.


Saat gadis itu membukanya,Rania terkejut melihat seorang pria berjas hitam dengan gagah berani berdiri diambang pintu rumah.


" Arshad " Ucap Rania melotot.


" Kamu sudah bangun ?" tanya Arshad tenang.


Rania mengangguk pelan.


" Kamu ngapain jauh2 kesini ?" tanya Rania.


" Kamu ngga angkat telfon aku dari semalam,aku khawatir " jawab Arshad jujur.


Rania diam sejenak menatap lelaki tampan itu.


" Oh iya,ini aku bawakan bubur ayam " Ucap Arshad seraya menyerahkan rantang yg ia bawa.


" Kamu beli ?" tanya Rania lagi sambil menerima.


" Ngga,ini Bibi yg masak kebetulan dirumah juga sarapan itu " jawab Arshad.


Rania mengangguk tersenyum.


" Kamu ga mempersilahkan aku masuk ?" tanya Arshad lagi.


Deg..


Rania tersentak mendengar pertanyaan tersebut.


" Ah em anu Syad,em " Ucap Rania kelabakan.


" Kenapa ?" tanya Arshad mengernyit.


" Anu em lagi kotor banget dan bau hehe soalnya ga aku bersihin udah 2 hari " Jawab Rania mengeles.


Arshad mencoba mengintip tapi Rania menutup pintunya dan cengengesan.


" Nanti baju kamu kotor,aku ga mau nanti kamu kerja acak2an " Lanjut Rania menepis pelan jas Arshad.


Arshad tersenyum kecil merasa gadis itu sedang melawak.


" Kamu hari ini ga kerja ?" tanya Arshad lagi.


" Ini mau siap2 " jawab Rania.


" oh,ya udah kalo gitu aku pergi dulu " kata Arshad paham.


" nanti aku hubungi ya " balas Rania ramah.


Arshad mengangguk,lelaki baik itu pun berjalan menjauh.


Rania menatap Arshad dari kejauhan,setiap jengkal langkah kaki pria itu tak luput dari pandangannya.


" Maaf Syad aku bohong sama kamu,aku ga mau nanti kalo syok liat isi kost aku " Ucap Rania lirih.


Sebenarnya Rania tak enak hati karna menolak Arshad masuk kerumahnya,tapi berhubung ada Reka didalam,Rania tak mau nanti Arshad berpikir buruk apalagi lelaki itu sudah cukup baik selama ini.


Setelah Arshad menghilang,barulah Rania masuk kedalam dan mengunci pintu kost tersebut.


Gadis itu mendekati Reka yg masih aktif memeluk boneka beruangnya.


" Its nih anak,bikin suasana jadi ga enak aja " Cibir Rania gemas.

__ADS_1


Rania mendekati pria itu dan menarik bonekanya.


" Hei bangun " Ucap Sania.


Reka masih diam tak bergerak.


" Reka,bangun lah ini sudah pagi " Lanjut Rania lagi.


Gadis itu menarik tangan Reka membuat Reka memberikan respon.


" Emmmmmpfff...." Pria itu melenguh pelan


Rania diam sambil mundur sedikit.


" Kenapa kau menatap ku ?" tanya Reka serak.


" Siapa yg menatap mu ??" tanya Rania balik.


" Hoaammmm " Reka menguap lebar merasa sangat mengantuk.


" Bangunnn " Kata Rania melarang pria itu menutup mata.


" Apasih Rann,aku masih ngantuk " Balas Reka serak.


" Astagaaa pria ini " Batin Rania deg degan.


Suara berat Reka sungguh menggoda imannya,lelaki dewasa itu terlihat tak seperti biasa.


Reka melihat Rania sayu,keduanya pun bertatapan sejenak.


" Astaga hati ku,aku kenapa deg2an gini " Batin Rania mencoba mengalihkan.


Reka terus menatap gadis itu hingga senyum kecil terbit dibibirnya.


" Kamu kenapa,pengen ya ?" Tanya Reka terkekeh.


" Hah,pengen apa ?" tanya Rania syok.


Reka tersenyum geli dan merebut beruang ditangan Rania.


Rania melihat pria itu,otak polosnya cukul lambat menerima sinyal dari pria yg memaksa menginap tersebut.


Reka menggeleng kesal dan memejamkan lagi matanya.


" Rekaaaa bangunnnn " Rengek Rania.


" 5 menit lagi Ran " Balas Reka.


" Ngga mau,ayo bangun sekarang aku mau kerja " Kata Rania gemas.


Reka bangkit dan duduk melihat gadis urakan tersebut.


" Kamu beneran udah sehat ?" Tanya Reka serius.


Rania diam tak menjawab.


Reka mengulurkan tangannya dan memeriksa kening gadis tersebut.


Rania menghela nafas panjang lalu menepis tangan Reka.


" Apa sih " Ucap Rania kesal.


" Hm udah sembuh beneran " Kata Reka bersyukur.


Keduanya saling diam beberapa saat.


" Oh iya,itu apa ?" tanya Reka menunjuk rantang disamping Rania.


Rania melihat rantang itu dan teringat akan temannya tadi.


" Sarapan " Balas Rania.


" Aku mau boleh ?" Tanya Reka tanpa ragu.

__ADS_1


" ini punya aku,khusus buat aku " Jawab Rania nyolot.


" Kan aku minta bagi " Kata Reka santai.


" Ga mau,kamu beli sendiri " Balas Rania.


" Ishhh pelit "


" Biarin " Balas Rania masabodoh.


Pria itu bangkit dan menuju kamar mandi.


Rania melihat Reka dengan tatapan yg sulit dimengerti.


Gadis itu membiarkan Reka semau dirumahnya,untuk melarang pun Rania pikir akan percuma.


Rania menarik nafas panjang,gadis itu membuka rantang dan benar saja isinya adalah bubur dengan sewiran ayam,sosis,nuget,sayuran dan kuah kaldu.


" Arshad sangat baik,aku sangat beruntung kenal pria seperti itu " Gumam Rania senang.


Bagaimana tidak senang,Arshad tidak pernah mengecewakan dirinya,bahkan lelaki itu juga sangat perduli dan siap tanggap jika dimintai tolong.


Rania mengambil piring kedapur dan mulai membagi bubur itu menjadi 2 bagian.


Reka melihat dari kejauhan dan tersenyum.


" Meskipun kau sangat keras kepala,tapi kau gadis yg juga perduli dengan orang lain " Batin Reka.


Pria itu tau Rania bukan gadis jahat,Reka juga memahami kondisi mental Rania saat ini.


" Cepatlah makan " Kata Rania saat menoleh kebelakang.


" Kau benar2 akan bekerja hari ini ?" Tanya Reka mendekat.


" Hm " balas Rania.


" Baiklah,nanti perginya barengan ya " Kata Reka terkekeh.


" Bukankah kau harus pulang ?" tanya Rania mengernyit.


" Ya aku akan pulang siang ini,tapi sebelum itu kau mau makan siang bersama ?" Tanya Reka tersenyum.


" Maksud mu ?" tanya Rania heran.


" Ya makan siang bersama,aku tidak tau kapan lagi akan datang kesini " Jawb Reka.


Rania terdiam,gadis itu menatap wajah sembab Reka yg basah terkena air kolam.


" kau tenang saja,aku akan mentraktir " Lanjut Reka meyakinkan.


" Aku punya banyak uang hanya untuk beli nasi padang "Balas Rania garang.


" Hahaha,kita tidak makan disana,tapi aku akan mencarikan restoran,jadi kau bersiaplah dengan sangat sempurna " Kata Reka menggoda.


" Hidiihhh ogah " Balas Rania berdecih.


Reka terkekeh geli,keduanya pun mulai sarapan bersama meski dibumbuhi perkelahian kecil.


Setelah semua selesai,keduanya saling bersiap.


Saat jam kerja akan dimulai,mereka pun keluar dari rumah menuju tempat kerja masing2.


" Hubungi aku jika kau butuh bantuan " Ucap Reka sesaat sebelum Rania menaiki angkot.


Rania menoleh dan mengangguk kecil.


" Hati2 dijalan " Ucap lelaki itu lagi.


" Kau juga " Balas Rania tersenyum


Mereka pun berpisah didepan jalan raya yg ramai.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2