Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Amerika


__ADS_3

Justin dan Laura sudah menaiki pesawat menuju Amerika,Laura tak tau bagaimana Justin menyiapkan data dirinya,yang Laura tau semua sudah beres dan tak terjadi kendala apapun,pria itu semakin membuat Laura takut karna Justin bisa melakukan apapun sesuai keinginannya.


" Tidur lah " kata Justin menoleh melihat Laura yang hanya diam dengan manik terbuka.


" Apakah masih lama ?" tanya Laura menatap lelaki itu.


" 5 jam lagi " kata Justin melihat jam ditangannya.


Laura mengangguk,perasaan gadis itu tak tenang otak Laura terus memikirkan orang tuanya.


" Jangan takut,aku tidak akan mencelakai mu " Kata Justin menarik tangan Laura dan menciumnya lembut.


" Kenapa kamu lakukan ini ?" Tanya Laura menatap nanar.


" Karna aku mencintai kamu " Jawab Justin serius.


Deg...


Laura terdiam,gadis itu seolah membeku mendengar kata Cinta Justin.


" Sudah lah Kak,aku tak percaya cinta lagi " kata Laura menghela nafas.


" Aku akan membuktikannya " kata Justin tenang.


Laura menggeleng dan menarik tangannya pelan.


" Cinta aku sudah mati sama Kakak " kata Laura jujur.


" Aku akan menghidupkan api cinta itu lagi Laura,tetaplah bersama ku " kata Justin memohon.


Laura mengusap wajahnya dan melihat kearah jendela.


Tak terasa diluar sana sudah gelap,gadis itu tak sadar lagi akan waktu yang terus berlalu.


" Tidurlah sayang,jangan memikirkan apapun " kata Justin menarik gadis itu mendekat kearahnya.


" Pake ini " Titah Justin memberi selimut.


Laura menurut saja karna ia juga takut membuat Justin marah saat ini.


Lama terdiam akhirnya gadis itu pun tertidur juga bersama Justin.


Hingga tak terasa kini mereka sudah sampai di bandara internasional Amerika.


Laura masih tertidur,gadis itu tersentak saat bau aroma Justin terasa sangat dekat dengan dirinya.


" Kakak " Pekik Laura kaget.


" Tidur lah,kita sudah sampai " kàta Justin lembut.


" Kita dimana ?" tanya Laura heran.


" Di mobil,kita akan pulang ke apartemen " kata Justin tersenyum..


Laura mengangguk paham dan celingak celinguk melihat sekitar.


Justin menggenggam tangan gadis itu seraya satu tangan memegang stir mobil.


Laura tak menolak karna dirinya sangat mengantuk.


20 menit kemudian mereka sampai diapartemen,Justin membangunkan Laura dengan lembut.


" Sudah sampai ?" tanya Laura serak.


" Iya,ayo turun " Ajak Justin tersenyum.


Laura mengangguk dan turun dari mobil.


Gadis itu terbelalak melihat gedung didepannya menjulang sangat tinggi dan megah.


Para pria putih tinggi dan beberapa perempuan terlihat lalu lalang didepan gedung.


" Mewah banget " Gumam Laura takjub.


" Ayo " Ajak Justin menegur.


" Hm " jawab Laura tersadar dan langsung mendekati lelaki itu.


Mereka berjalan masuk dengan Justin menarik koper mereka berdua.


Mereka langsung menuju lantai atas.

__ADS_1


Saat pintu apartemen terbuka,Laura kembali terbelalak melihat ruangan bernuansa putih keemasan itu terlihat sangat mewah.


" Bagus banget " Batin Laura sedikit udik.


" Kamar kita disana " tunjuk Justin.


" ki kita ?" tanya Laura kaget.


" Ya kau dan aku " kata Justin santai.


Laura menelan ludah kasar dan langsung mundur menyilang dadanya.


" Kenapa sayang ?" tanya Justin menggoda.


" Aku ngak mau 1 kamar sama kamu " kata Laura jujur.


" Kenapa ? bukan kah kamu pacar ku ?" Tanya Justin tersenyum.


Laura menggeleng.


" Aku ngak mau,kita bukan pasangan halal " Kata Laura menolak.


" Apakah aku harus menghalalkan mu dulu ?" tanya Justin terkekeh.


Laura diam tak menjawab.


" Apa ada kamar lain ?" tanya Laura takut2.


" Tidak,hanya 1 kamar yang lainnya aku pakai sebagai gudang " kata Justin berjalan kedapur dan membuka kulkas.


Pria itu mengambil bir kaleng dan menyesapnya.


Laura kembali terbelalak melihat isi kulkas lelaki itu yang dipenuhi minuman kaleng.


" Mau ?" tanya Justin menyodorkan minumannya.


Laura menggeleng.


" aku air putih saja " Kata Laura takut.


" Ambil lah,ini rumah mu juga jangan canggung " Kata Justin tersenyum.


Laura tak menjawab,gadis itu berjalan pelan mencari gelas.


" Dimana gelasnya ?" tanya Laura menoleh.


Justin mendekat dan berdiri tepat didepan gadis itu.


Tangan Justin terangkat,Laura yang melihat gelagat aneh langsung memejamkan mata takut2 Justin berbuat asusila kepadanya.


Pria itu membuka laci diatas dan mengambil sesuatu.


" ini " kata Justin memberikan gelas kepada Laura.


Gadis itu mengernyit dan membuka pelan matanya.


Justin tersenyum miring dan mengetuk kening Laura pelan.


" Aku akan beristirahat,lakukan apapun yang kamu mau " Kata Justin berbalik badan menuju kamarnya.


Laura diam menatap tubuh kekar Justin yang nampak dari kemeja putih lelaki itu.


" Huh apa yang harus aku lakukan sekarang ? aku sudah tidak bisa lagi pulang " Gumam Laura mendesah lesu.


Gadis itu mengambil minum dan menandas hingga habis.


Laura berjalan ke arah kamar dan terdiam melihat Justin berbaring dengan sepatu masih menempel dikakinya.


" Apa dia sangat lelah ?" Gumam Laura sedikit kasihan.


Gadis itu mendekat dan berdiri didepan Justin.


Justin menutup mata dengan lengannya,kacing baju pria itu sudah hampir terlepas hingga menampilkan sedikit otot perut Justin.


" Apa aku juga harus tidur disini ? aku juga sangat lelah " Gumam Laura pelan.


Laura menghela nafas panjang dan berjalan kearah kamar mandi.


Gadis itu langsung mandi karna tubuhnya sudah lengket seharian bergerak.


Tak lama Laura kembali lagi dengan handuk sedada,gadis itu kaget melihat Justin sudah bangun dan duduk di pinggir ranjang.

__ADS_1


" Sudah selesai ?" Tanya Justin menoleh.


" Iya " Jawab Laura menunduk merapatkan tubuhnya.


" Pakai baju mu,sebentar lagi akan turun salju " kata Justin bangkit.


" Salju ?" Tanya Laura kaget.


" Ya " Jawab Justin melihat kearah jendela.


" Waw pasti sangat indah " Gumam Laura girang.


Justin tersenyum kecil dan melihat perempuan itu.


Laura mencari bajunya di koper,saat gadis itu berdiri tiba2 Justin langsung mendekapnya dari belakang.


" Kak " pekik Laura terkejut


" Tetap seperti ini sayang " Bisik Justin lembut.


Laura menelan ludah kasar dan menahan handuknya dengan erat


" Kamu sangat wangi " Bisik Justin mengendus pundak Laura yang terbuka.


" Ja ja jangan seperti ini Kak " Kata Laura terbata.


" Aku merindukan mu sayang,aku kesepian disini " Kata Justin lesu.


Jantung Laura berdegub kencang apalagi merasa deru nafas pria itu terdenger memburu.


" Ak u mohon,aku harus berganti pakaian " Kata Laura berusaha melepas diri.


" Hanya 5 menit,peluk aku 5 menit Laura " Pinta Justin.


" Ak ku harus berpakain dulu " kata Laura takut.


" Baiklah,aku akan menunggu " kata Justin mengalah.


Laura mengangguk lemah dengan wajah pucat.


Justin melepas gadis itu dan duduk diam diranjang.


" Duh Kak Justin kenapa ini,jangan sampe dia macem2 sama aku " batin Laura ketakutan.


Gadis itu membawa bajunya kekamar mandi,karna jika ia berganti pakaian didepan pria itu,Laura pastikan hidup nya akan selesai malam ini juga ditangan Justin.


" Laura " Panggil Justin karna sudah berapa menit Laura belum keluar juga.


Pria itu terlihat tak sabaran menunggu.


Ceklek...


Pintu kamar mandi terbuka,tampilah Laura dengan baju tidur serba panjang.


Justin tersenyum geli melihat penampilan gadis itu seperti anak SD.


" Sini " Ajak Justin menepuk ranjang disebelahnya.


Laura ingin menolak,tapi ia tau,Justin pasti kembali menggila jika ia melakukan itu semua.


Greb..


Justin langsung memeluk tubuh mungil Laura saat gadis itu akan duduk,alhasil Laura terbaring keranjang karna terkejut.


" K ak " Panggil Laura terbata.


" Aku tidak akan macam2,percayalah sayang,aku hanya butuh pelukan mu malam ini " Bisik Jùstin lembut.


Laura menelan ludah kasar dan mengangguk.


" Peluk aku sayang " Pinta Justin melihat wajah Laura.


Laura mengangguk terpaksa dan mengangkat tangannya menepuk pelan punggung pria itu.


" Akhh aku rindu ini " Gumam Justin semakin mengeratkan pelukannya.


" Jangan kencang2,Kakak akan mematahkan tulang ku " Kata Laura merasa sesak.


Justin terkekeh dan melonggarkan sedikit pelukannya.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa terus dukung author dengan cara Vote,Like,Coment ya


__ADS_2