
Suasana sedikit runyam,Daniel terlihat sulit mengontrol diri.
Lelaki itu benar2 sudah melebihi batas kesabaran yg sudah ia tetapkan selama ini.
" Daniel turunkan senjata mu,ini kantor polisi !" Ucap Mertua Daniel membujuk.
" Aku tidak perduli " Jawab Daniel tegas.
" Lihat anak mu Daniel,kasihan Zini dia masih terlalu kecil " Kata Pria itu memohon.
Tes...
Air mata yg sedari tadi Daniel tahan kini menetes saat maniknya melihat bocah itu mulai takut.
Mungkin Zini pun paham dengan situasi darurat saat ini apalagi melihat Kakeknya ketakutan.
" Tenangkan dirimu Daniel " Pinta lelaki tua itu lagi.
" Aku hampir gila dan mungkin sudah gila saat ini Pa !" kata Daniel melapiaskan emosinya.
" Ya Papa Ngerti Nak,tolong lepaskan senjata itu,ada Zini disini " Kata mertua Daniel memelas.
Daniel diam sejenak dan melepaskan benda keramat itu kelantai.
" Huhhh " Pria bernama Surya itu menghela nafas lega dengan sikap Daniel barusan.
" Kita bisa bicarakan ini baik2,Papa juga lelah membuat kegaduhan " Ucap Surya duduk dan mengambil cucunya yg mulai merengek.
Daniel meremas rambutnya kasar,sungguh otaknya tak bisa berpikir jernih.
Daniel sangat frustasi dan bingung harus bagaimana.
" Papa akan telfon Nial dulu,kau bersabarlah " Kata Surya tenang.
Daniel diam tak menjawab,maniknya masih melihat sang putri yg menatapnya dengan takut.
" Aku berubah menjadi monster dihadapan anak ku sendiri " Gumam Daniel sedih.
Hati nya hancur,jika Zini tak berada diruangan itu mungkin Daniel sudah kehabisan akal sehatnya.
Surya terus menelfon sang putri seraya melirik Daniel yg tak bersuara.
Tutttt....
Dering terus berlanjut tapi belum juga menerima jawaban.
" Ngak diangkat " Kata Surya melihat Daniel.
" Kita kerumah itu " jawab Daniel.
Surya mengangguk kecil.
Keduanya pun keluar dari ruangan dan terkejut seketika.
" Ada apa Pak ?" tanya seorang aparat dengan pakaian khusus berdiri membawa senjata masing2.
" Gak papa " Jawab Surya tenang.
" Kenapa Bapak membunyikan sinyal darurat ?" tanya Aparat kebingungan.
" Kepencet " Jawab Surya asal.
Daniel diam saja tak menyela.
" Apa pria ini perlu diperiksa ?" tanya aparat lain menatap Daniel tegas.
" Tidak usah,dia Dokter " Jawab Surya tersenyum kecil.
Aparat memperhatikan Daniel dari ujung kaki hingga kepala.
" Gendong Zini " Kata Surya kepada Daniel.
Daniel mengangguk dan mengambil alih putrinya.
Sang mertua pun membuka jalan membuat para anak buahnya kebingungan.
" Ada apa dengan Pak Surya ?" Tanya seorang aparat merasa aneh.
Daniel terus berjalan keluar dan memasuki mobilnya.
Keduanya pun melaju kejalan raya.
Zini terlihat tenang,gadis itu cukup merasa nyaman bersama Daniel meski mereka jarang bertemu.
__ADS_1
Ditempat lain,seorang wanita mengendap mengitari sebuah rumah yg ia anggap mencurigakan.
" Yank,udah ayo balik " Ucap Denis melihat sekitar.
" Nanti Yank,tadi orang itu masuk kesini " Balas Miska mengintip.
" Kamu salah denger dan lihat kali Yank,ini tuh rumah warga loh nanti kita dikira maling " Kata Denis ngeri.
" kalo dia itu penculik gimana ? aku yakin banget Yank " Kata Miska kekeh.
" duhhh ntar kita digebukin orang loh " Kata Denis tak tenang.
" Ck,kamu kan polisi Yank,masa iya sih takut dikira maling " Cibir Miska heran.
" Ya polisi tapi kan kita ada prosedurnya,ini diluar job desk " Kata Denis gemas.
Miska tak menghiraukan lelaki itu lagi,ia terus mengintip dengan feeling yg ia rasakan.
Miska berencana masuk tapi tangannya ditarik Denis.
" Jangan aneh2 deh " kata Denis melotot.
" Ck kalo gak mau,kamu tunggu dimobil aja,cerewet banget " Cibir Miska mulai kesal.
" Yank yank " Panggil Denis terbelalak melihat Miska menyelundup masuk.
Denis melihat kiri kanan,sungguh pria itu merasa takut mereka dimarahi warga dan tak habis pikir dengan istrinya yg melebihi densus 88.
Denis menunggu diluar memantau keadaan.
Memang rumah itu terlihat sepi dan tetangga pun tak ada yg keluar rumah,tapi Denis merasa was2.
Ia belum pernah menjalankan misi tanpa keterangan yg jelas seperti saat ini.
" Yaaaaaaaaankkkkkkkkkk " Teriak Miska tiba2 dari dalam rumah.
Denis yg akan merokok seketika menjatuhkan rokoknya karna terkejut.
" Ya Tuhan,Miskaa " Pekik Denis kelabakan.
Pria itu langsung berlari dan melupakan rokoknya yg tergeletak ditanah.
" Yaankkkkk " Teriak Miska makin heboh.
Denis masuk kedalam rumah dan Deg...
" Woii siapa lo !" Bentak seorang pria berbalik badan melihat Denis.
Denis yg tadi melongo langsung tersadar.
Pria itu langsung mengeluarkan hapenya dan mengetik sesuatu seperti tombol darurat.
" Siapa kalian !" Bentak Denis maju.
" Yank,tolong Yank " kata Miska memeluk gadis tak berdaya disampingnya.
Denis melihat kiri kanan dan tak mendapatkan apapun.
" **** !" Umpat Pria itu kesal.
" Siapa kalian ! keluar dari rumah ini !" Kata seorang pria dengan badan cukup kekar menantang Denis.
Miska yg melihat suaminya seorang diri terlihat bingung harus melakukan apa.
" Emmh " Lenguh gadis disampingnya terlihat bergerak.
" Ya ampun aku lupa bukain talinya " Kata Miska tersadar.
Wanita beranak 3 itu dengan cepat berusaha melepaskan tali yg menjerat tubuh gadis malanh tersebut.
Setelah manik dibuka,Miska terbelalak tak menyangka dengan apa yg ia lihat.
" Hani !" Ucap Miska syok.
Hani yg masih samar melihat wanita itu mengernyit pelan.
" Hani,ya Tuhan Nak kenapa bisa kamu ?" tanya Mìska dengan cepat melepas ikatan mulut Hani.
" Tante " Ucap Hani mulai melihat jelas.
Miska langsung memeluk tubuh Hani yg sudah lemah tak berdaya.
" Tante hiks hiks " Hani langsung menangis memeluk Miska seolah menemukan penyelamatnya.
__ADS_1
" Brntar sayang Tante buka dulu ikatan kamu " Kata Miska dengan tangan gemetar.
Hani terus menangis dengan rasa takut dan trauma yg tak bisa lagi dijelaskan.
Didepan mereka,Denis perlahan mundur.
Lelaki itu teringat akan anaknya dalam mobil serta istrinya yg juga dalam masalah.
" Nyari mati nih orang Bos " ucap seorang pria terkekeh geli melihat Denis bingung.
" Lepaskan mereka " Kata Denis tegas.
" Emang lo siapa hah ?" Tanya pria idung belang tersenyum smirk.
" Kalo kalian gak lepasin,polisi akan menangkap kalian !" kata Denis mengancam.
" Hahaha benarkah ? lo polisi ?" Tanya pria itu menyelisik.
Denis diam tak menjawab,maniknya sesekali melihat Miska yg terus membantu gadis tersebut tapi sayang,Denis tak bisa melihat wajahnya karna tubuh sang istri mengalangi.
Karna manik Denis terus menatap kebelakang membuat salah satu pria berbalik badan
" Woiii " Teriak pria itu kaget melihat ikatan hampir terlepas.
" Ya ampun " Kata Miska kelabakan mereka ketahuan.
" Tanteee " Kata Hani takut.
" Aaaaaaaaaaa " pekik Miska terkejut saat rambutnya ditarik dari belakang.
" Miskaaaaa " Teriak Denis terbelalak.
" Aduuuuhhh sakittt " Teriak Miska kesakitan.
" Kenapa lo lepasin talinya Hah ! mau mati lo ya !" Kata pria itu kesal.
Denis yg tak terima istrinya disakiti langsung meloncat dan menendang lelaki satunya lagi yg sedang jengah.
Brug...
Pria itu pun terjatuh,Denis mengambil kayu balok tersebut dan.
Braaakkkkkk....
Sekuat tenaga ia menghantam tubuh pria tersebut.
" Om Awassssss " Teriak Hani melihat pria itu bangun dan akan menghajar Denis yg akan menghajar teman pria tadi.
Brughhhh....
Denis seketika terjatuh dengan kayu terpelanting cukup jauh.
" Sialaaaannnn ! laki guee woiiii " Teriak Miska mengeluarkan aura kejantanannya.
Wanita itu berbalik badan dan Bughhhy....
Kepalan tangan Miska yg penuh urat2 keemakan langsung melayang sempurna tepat dimata lelaki itu.
Miska terlepas,jantung nya berdegub begitu keras seolah akan meloncat dari tempatnya.
Denis dibantai,tapi sebagai istri yg tangguh Miska memberanikan diri dan....
Bughhh....
Lelaki itu tersungkur sekali ditendang Miska dengan tendangan power energy.
" Yankkk " pekik Denis terbelalak.
Dada Miska naik turun,wanita itu masih terlihat emosi seubun2.
Dengan tangan gemetar,Miska mengambil balok dan brugh....
Tamparan keras dari kayu terkuat tersebut mendarat sempurna dipipi si penculik hingga berdarah.
Bag big bguhhh....
Miska.terus menghajar lelaki itu dengan balok tanpa takut sedikitpun.
Hani yg lemah didekati pria satunya lagi dan Denis melihat itu semua.
Polisi dewasa itu bangun dan langsung menghajar dari belakang saat pria itu mau menyeret Hani keluar.
Terjadilah perkelahian sengit diantara mereka,Miska cukup terluka tapi wanita itu seolah tak kenal takut dengan sikap kasar pria meski Denis tak pernah sekalipun membuat kulitnya terluka.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangann lupa Vote,Like,Coment ya.