
Laura sudah tertidur nyaman diranjang pria itu,Justin berkali kali menguap lebar.
Tubuh nya benar2 butuh istirahat,dalam beberapa hari ini Justin sangat sibuk bekerja mengurus perusahaan Daddynya.
Apalagi pria itu saat ini juga sedang membangun perusahaannya sendiri diluar negeri untuk masa depannya nanti.
Justin mencoba tidur disofa tapi baru 5 menit berbaring pria itu kembali duduk.
Sofa terlalu kecil menampung tubuh kekarnya,Justin tak mau sakit pinggang karna besok ia akan bekerja non stop.
Pria itu mendekati ranjang dan berbaring disamping Laura.
Gadis itu terlihat sangat imut,Laura memeluk guling seolah mencari kenyamanan.
Pelan2 Justin menarik guling tersebut dan membuang kelantai.
" Dari pada lo meluk guling,mending meluk gue aja biar anget " Gumam Justin pelan seraya merapikan anak rambut Laura.
Gadis itu bergerak gelisah seolah kehilangan sesuatu.
Justin menarik tubuh Laura mendekat dan menaruh kepala Laura dilengannya.
" Good girl " Gumam Justin menepuk pelan punggung Laura agar gadis itu tertidur dengan nyaman.
Pria itu tau Laura tak memakai Bra membuat dada gadis itu menyentuh tubuh kekar Justin secara langsung meski di halangi kemeja.
" Jangan takut,gue ngak bakal macem2 sama lo,meski gue pengen banget ngerasain tubuh lo " Gumam Justin pelan.
Pria itu akui dirinya tertarik kepada Laura ntah itu cinta atau hanya sekedar nafsu belaka,tapi melihat Laura disentuh pria lain membuat darah Justin terasa mendidih,Justin tak mengerti dirinya benar cemburu atau hanya rasa kasihan saja.
" Enghh " Lenguh Laura mencari kenyaman.
Justin masih menepuk punggung Laura memastikan gadis itu aman.
" Tidur lah,lupakan kejadian buruk tadi " Kata Justin pelan.
Pria itu menatap nanar bibir sexy Laura,seketika ingatan nya kembali terulang mengingat pria tak dikenal itu mencium paksa Laura.
" gue akan menghapus bekas pria itu,lo ngak boleh tersentuh siapa pun kecuali gue " Gumam Justin menelan ludah menatap bibir Laura.
Justin sungguh tak tahan,Laura benar2 membuatnya gila.
Saat pertemuan terakhir dulu,Justin benar2 berubah pria itu menjadi pria gila kerja,bahkan Justin tak melakukan lagi hubungan satu malamnya dengan wanita lain,pria itu benar2 sakit hati melihat Laura bahagia dengan pria yang saat itu menganjak Laura makan.
Perlahan Justin mendekatkan wajahnya ke wajah Laura.
Saat semakin dekat,Justin mencium pelan bibir Laura.
Pria itu menjauhkan kepalanya melihat respon sang gadis.
Laura masih tertidur,gadis itu seolah tak terganggu.
Justin kembali mendekatkan tubuhnya dan merengkuh tubuh mungil Laura.
Cup...
Justin kembali mencium bibir gadis itu,awalnya Justin hanya mengecup saja tapi dirinya seoalah meminta yang lebih apalagi tak ada perlawan dari Laura.
Dengan berani pria itu mulai menggerakkan bibirnya ******* bibir bawah Laura.
" Hmm " Lenguh Laura merasa terganggu.
Justin terbawa suasana,pria itu masih menyesap bibir bawah Laura sesekali menggigitnya gemas.
" Hmmff " Gumam Laura bergerak gelisah.
Justin mengunci tubuh gadis itu,agar Laura tak lepas.
Laura pun terbangun dan kaget melihat wajah Justin tepat didepannya,pria itu memejamkan mata menikmati bibir Laura.
" Kak hmpt " Keluh Laura mendorong pria itu.
Justin membuka matanya dan menatap manik Laura yang juga menatapnya.
__ADS_1
" Le p as h " Kata Laura mendorong Justin.
Pria itu semakin merengkuh Laura dengan kuat membuat Laura kelabakan.
" Hmmpptttt " Pekik Laura merasa Justin memainkan lidahnya didalam mulut.
" Tenang lah " Kata Justin dengan suara berat.
" Jangan " Kata Laura berusaha bebas.
" Jangan melawan sayang " Kata Justin beralih ke telinga gadis itu.
Deg..
Laura merasa tubuhnya membatu,gelayar aneh mulai merasuki tubuhnya saat sensasi geli terjadi.
" Kak,aku ngak mau " Kata Laura berusaha sadar.
" Sebentar sayang hmm " Kata Justin lembut memainkan lidahnya.
" Ahh " Lenguh Laura mulai terangsang.
Justin tersenyum dan kembali mencium bibir Laura.
" Aku benci melihat pria itu mencium mu !" Kata Justin dengan nafas memburu.
" Kenapa Kakak tak menolong ku tadi ?" Tanya Laura menarik sprei disampingnya.
" Aku ingin melihat kamu memanggil nama ku,tapi kamu terlalu keras kepala " Jawab Justin meraba dada Laura.
" Uungghjjj " Lenguh Laura menggigit bibirnya.
" Aku tak ingin melihat kamu dekat dengan pria mana pun " Kata Justin tegas.
Tangan pria itu membuka kemeja atas Laura..
" Jangan Kak " Lenguh Laura menahan tangan pria itu.
Laura tak tau apa yang harus ia lakukan,gadis itu baru kali ini merasakan sensasi yang luar biasa.
" Ah " Lenguh Laura saat Justin mencium pucuk dadanya.
" Kakak eem please jangan " Kata Laura kehabisan akal.
Justin tersenyum dan menyesap pelan ujung dada gadis dan Justin membuat stempel disana.
" akhhhh " lenguh Laura saat kulit dadanya di tarik oleh bibir nakal Justin.
Setelah selesai membuat stempel dirinya,pria itu menutup kancing kemeja Laura dan mencium pelan bibir Laura yang bengkak.
" Kamu milik ku !" Kata Justin menatap tegas manik gadis itu.
" Hah,mak k sud Kakak ?" tanya Laura terbelalak.
" Kamu milik ku dan akan menjadi miliku selama nya,jadi jangan pernah menerima pria lain !" Kecam Justin tegas.
" Tap i ak aku " Kata Laura terbata.
" Atau aku akan berbuat jauh lebih dari ini " Ancam Justin serius.
Deg...
Laura terdiam,gadis itu menatap Justin dengan tatapan yang sulit di mengerti.
" Tidur lah,aku akan mengantar mu pulang besok " Kata Justin berbaring dibantalnya.
Pria itu menarik selimut dan menyelimuti dirinya dan juga Laura.
Laura masih diam bingung,Justin menarik tubuh Laura dan mendekap nya hangat.
Cup...
Pria itu mencium mesra kening Laura dan tersenyum.
__ADS_1
" Kenapa ?" Tanya Justin lembut.
Laura menggeleng pelan dan menutup wajahnya malu.
" Hahaha,tidurlah,aku sangat lelah " Kata Justin menutup matanya.
Laura mengangguk,gadis itu kehabisan kata2,Justin benar2 membuat dirinya kebingungan,apalagi pria itu dengan berani menjamah dengan santai dirinya.
Deru nafas Justin mulai teratur tanda pria itu sudah tidur,Laura menatap Justin tanpa kedip.
Wajah tegas dan tampan pria itu membuat Laura bingung sendiri dengan perasaannya.
Lama Laura terdiam,hingga akhirnya gadis itu pun tertidur.
Justin membuka mata saat merasa tubuh Laura tak mengeras lagi,dan manik Laura sudah tertidur didekapannya.
Justin tersenyum dan mencium sekali lagi kening gadis itu.
" Gue akan berusaha menjadi pria yang pantas untuk lo,tolong bekerja sama lah " Cicit Justin pelan..
Pria itu pun mengangkat selimut lebih tinggi dan memeluk Laura dengan nyaman.
Pagi hari nya,Justin terbangun lebih dulu pria itu langsung kedapur membuat sarapan.
Pagi ini Justin berinisiatif membuat nasi goreng untuk pacar barunya itu meski belum ada jawaban yang pasti dari Laura.
Dikamar Laura terbangun dan kaget melihat Justin tak ada lagi disebelahnya.
" Kak Justin mana ?" Gumam Laura menguap lebar.
Gadis itu bangun dan berjalan sempoyongan keluar.
Saat diruang tamu,Laura mengernyit mendengar suara berisik dari dapur.
Laura yang setengah sadar pun berjalan kesana dan mematung melihat Justin memakai celemek sedang mengicau nasi di kuali.
" Kakak " Panggil Laura serak.
Justin yang fokus pun sedikit kaget dan menoleh kebelakang.
Pria itu tersenyum dan melambaikan tanganny.
Laura berjalan mendekat dan berdiri disamping Justin.
" Masih mengantuk ?" Tanya Justin lembut.
Laura mengangguk lemah.
" Berdiri dibelakang ku " Pinta Justin.
" Kenapa ?" tanya Laura oleng.
" Lakukan saja " Kata Justin serius.
Laura mengangguk dan berdiri tepat dibelakang pria itu.
Justin menarik tangan Laura menaruh di perut sispeknya.
" Tidur lah " Pinta Justin menepuk pelan tangan Laura.
" hah " Pekik Gadis itu bingung.
" Senderkan kepalamu di punggung ku,dan pejamkan matamu " Titah Justin.
Laura yang masih mengantuk pun melakukan perintah Justin.
" Hm nyamannya " Gumam Laura pelan saat merasakan hangatnya punggung kekar pria itu.
Justin tersenyum dan kembali memasak.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa terus dukung author dengan cara Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1