Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pilihan


__ADS_3

Dirumah besar,Arshad duduk dihadapan sang pemilik rumah tersebut.


Aura menegangkan terlihat sedikit membuat jantung Arshad berdegub tak beraturan.


" Kenapa Kek ?" tanýa Arshad memberanikan diri.


" Kau tau kenapa Kakek memanggil mu ?" tanya Reno.


" Ga tau Kek " Jawab Arshad.


Reno menarik nafas dan menatap wajah cucunya yg begitu mirip sang alm.anak.


" Kenapa tidak pulang malam tadi ?" tanya Reno tenang.


" Maaf Kek,aku ketiduran dirumah temen " Jawab Arshad.


" Teman yg mana ?" tanya Reno lagi.


Arshad diam enggan menjawab.


" Syad " panggil Reno.


" Iya Kek " Balas Arshad.


" kamu tau kan saat ini kondisi kita bagaimana " Kata Reno menatap manik sang cucu.


" Aku rasa perusahaan sedang baik2 saja " Balas Arshad.


" Ya,tapi sebenarnya tidak sebaik itu " Kata Reno menghela nafas.


" Memangnya ada apa ?" Tanya Arshad mengernyit.


" Kakek ingin kau menikahi gadis itu " Ucap Reno memelas.


Deg....


Arshad tersentak dan langsung diam.


" Syad,hanya kamu harapan Kakek " Lanjut Reno.


" Aku ga bisa Kek " balas Arshad.


" Kenapa ?" tanya Reno melotot.


" Aku ga suka gadis itu " Jawab Arshad lagi.


" Dia gadis yg cantik Syad,pintar dan berpendidikan tinggi,dia pantas buat kamu " Cecar Reno.


Arshad kembali diam.


" Atau kamu sudah punya pilihan lain ?" Tanya Reno serius.


Arshad mendongak menatap wajah kakek yg begitu ia hormati.


" Tidak,hanya saja aku belum siap menikah dengan siapapun "


Kini Reno yg terdiam,jawaban Arshad masuk akal pikir Reno.


" Dia akan menunggu jika kau mau " Tawar Reno lagi.


Arshad menggeleng.


" Jangan menunggu ku,aku tidak bisa menepati janji " Kata Arshad tegas.


" Syad " panggil Reno.


" Kek,aku mohon jangan paksa aku kali ini " pinta Arshad memelas.


" Bukan memaksa,hanya saja jika kau menerima pernikahan ini,kita semua akan baik2 saja " kata Reno.

__ADS_1


Arshad mengernyit,pria itu masih merasa bingung dengan ucapan Reno yg berbelit2.


" Begini Syad,mereka itu punya kuasa yg luar biasa,jika salah satu dari anggota kita menjadi keluarga mereka,maka itu akan mudah bagi kita untuk mengembangkan perusahaan buat kamu " Jelas Reno.


" Masih ada Angel,nikahkan saja mereka " Jawab Arshad santai.


" Huufftttt,jika mereka punya anak lelaki mungkin saja itu terjadi,tapi masalahnya mereka semua perempuan dan salah satunya menyukai mu "


" Tapi aku tidak suka dia Kek " Balas Arshad mendesah.


" Huuffttt,nanti juga suka Syad " Kata Reno ikut melas.


" Itu kata Kakek " Kata Arshad malas.


" Jadi mau kamu gimana Syad ?" tanya Reno serius.


" Ga mau " Jawab Arshad kesal.


" Terus kakek gimana ? Kamu mau jadi gelandangan ?" Tanya Reno.


" Emang Kakek selemah itu ?" Tanya Arshad heran.


Reno diam,merasa tak bisa membujuk sang cucu dengan kekerasan dan kelembutan lelaki tua itu memilih pergi.


" kek " Panggil Arshad.


Reno terus berjalan tanpa menoleh lagi.


" Yaahhh merajuk " Ucap Arshad menghela nafas.


Pria muda itu pun pergi dari sana dengan perasaan yg bingung.


Reno masuk kekamar dan bertemu Nisa yg sedang menjahit sesuatu.


" Kenapa Mas ?" tanya Nisa mengernyit.


" Bete " Jawab Reno mendengus.


" Arshad ga mau dibujuk " Jawab Reno kesal.


" Ck,kan udah aku bilang,Arshad itu ga bisa sembarangan kamu perintah " Balas Nisa kembali menjahit celana robek berwarna hitam.


" Aku pikir dia bakal nurut kayak Aktam,tapi dugaan ku salah " Kata Reno serius.


Nisa menghela nafas panjang,Aktam memang bukan pria yg pembangkang,tapi lelaki itu juga punya prinsip hidup yg tidak bisa diganggu.


" Aktam dulu karna itu kewajiban dia sebagai adik,nah kalo Arshad ini kan beda " Ucap Nisa membenarkan.


" Ya itu juga demi kebaikan dia Yank,coba deh kamu pikiran kalo keluarga kita nyambut sama keluarga besar itu,perusahaan bakal meledak " Kata Reno menatap nanar istrinya.


" Udah tua segini kamu masih mikirin uang Mas ?" Tanya Nisa heran.


Reno diam,pria itu mengalihkan pandangannya mendengar pertanyaan sang istri.


" Mas,ingat kita ini ga muda lagi loh dan anak2 juga udah pada bisa ngurus diri sendiri,jadi kamu ga usah terlalu keras buat cari lebih " Nasehat Nisa.


" Aku ga mikirin diri sendiri Yank " Balas Reno.


" Ya aku tau,kamu mikirin masa depan cucu2 kamu kan ?" tebak Nisa.


Reno mengangguk kecil.


" Mereka punya ibu dan bapak,biarkan orangtua mereka yg usaha buat masa depan anak2nya " Lanjut Nisa.


" Aku mikir aja,ntar kalo aku meninggoy,perusahaan siapa yg lanjutin dan gimana mereka semua menangani masalah yg datang bertubi,Aktam masih belum bisa terlalu serius " kata Reno dengan ketakutannya.


" Kan masih ada Bara,kamu ga anggap dia mampu ?" tanya Nisa mengangkat sebelah alisnya.


Deg...

__ADS_1


Reno tersentak,anaknya Bara seolah lupa diingatan lelaki itu karna Reno selalu fokus dengan Aktam,Arshad dan Prito yg selalu menjadi andalan.


" Dia anak kamu juga Mas " Kata Nisa menghela nafas.


" Iya Yank maaf,aku lupa sama dia " Kata Reno menunduk.


" Hm ga papa,habis ini minum obat biar ga pikun " Kata Nisa terkekeh.


" Eehh enak aja,aku masih strong,ingatan ku masih kuat " kata Reno tak terima.


Nisa tertawa geli,keduanya pun saling mengatai pribadi masing2 dengan tingkah konyol mereka.


Ditempat lain,,seorang gadis makan dengan lahap.


Hari ini cukup cerah mengawali hari dengan melakukan aktifitas baik.


" Wah2 enaknya " Ucap seseorang membuat gadis itu kaget.


" Mama " Ucap Sania membenarkan duduknya.


Histi tersenyum dan duduk disebelah gadis itu.


" Adek udah tidur Ma ?" tanya Sania.


" Ya,ngantuk banget dia padahal masih pagi " Jawab Histi.


Sania tersenyum paham.


" Oh iya San,hm mama mau ngomong " Kata Histi hati2.


" Ngomong apa Ma ?" Tanya Sania mendengarkan.


" Hm Papa kan mau dinas keluar kota,nah rencananya Mama,Sutar sama adek juga mau ikut " Jawab Histi hati2


" Terus ?" Tanya Sania menunggu.


" Hm,itu kan acaranya lumayan gede ya dan kita juga bakal nginap 2mingguan gitu " Jelas Histi lagi.


Sania diam,melihat raut wajah Histi sepertinya wanita itu tidak berniat menganjak dirinya.


" Kamu mau ikut ga ?" Tanya Histi serius.


Sania diam lalu menggeleng pelan.


" Aku gak mau Ma " Jawab Sania.


" Kenapa ? " Tanya Histi.


Sania tersenyum dan menunjukkan tangannya yg kini belang2.


" Kamu malu ?" tanya Histi lagi.


Sania mengangguk lemah.


" Aku ga mau bikin Mama dan Papa malu " Jawab Sania.


" Hei,anak mama,kamu ga pernah bikin kita malu,yg ada malah kita bangga loh " kata Histi membesarkan hati Sania.


" Ga Ma,kalian pergi aja,aku gak mau ikut " Balas Sania kekeh.


" Ya udah,kalo kamu bener2 ga mau Mama ga bisa paksa tapi kamu ga boleh tinggal sendirian " Kata Histi memegang tangan Sania.


" Hah,aku tinggal dimana ?" tanya Sania kaget.


" pilihannya ada 2,dirumah Kakek Reno dan dirumah Papa Bara " Jawab Histi.


" Apa !" Pekik Sania syok akut.


❤❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2