Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Nekad


__ADS_3

Pulang dari menjenguk Vero,David mampir kerumah menantunya.


Pria itu terlihat membawa sebungkus plastik besar berisi snack dan mainan.


Terlihat seorang gadis kecil sedang bermain ayunan di depan rumah seorang diri.


" Kakekkkkkk " Pekik Sofia heboh melihat David.


Bocah perempuan itu berlari cepat dan langsung menghambur ketubuh David.


" aaaaaa " Pekik David kelabakan.


Byarrr...


Plastik besar itu terjatuh ketanah dan langsung diamankan oleh Reka.


" Kakeek aku rindu " ucap Sofia memeluk David erat.


" Iya sayang,Kakek juga rindu " Balas David.


" kakek kenapa lama sskali pulangnya ? Kakek cari nenek baru ya ?" Tanya Sofia polos.


" Ehh " Pekik David terbelalak.


" Siapa yg bilang gitu ?" tanya David masih syok.


" Nenek " Jawab Sofia.


" what ?" Pekik David tak percaya.


" Ppuufttt " Reka hampir menyembur melihat expresi bosnya tersebut.


" Hehe " Sofia cengengesan geli melihat David berubah kesal.


" Nenek kamu ini emang asal bicara " Gumam David gemas.


" Oh iya Kek,bentar lagi adek aku mau launcing " Kata Sofia bahagia.


" Benarkah ?" tanya David syok.


" Iya,kemarin juga hampir launcing,tapi gak jadi " Ujar Sofia mengkrucut.


" Eehh itu bukan Launcing " Sahut Reka melotot.


David terkekeh dan mengusap kepala gadis itu lembut.


Sofia sangat polos sama seperti Hani,gadis itu tidak tau kemarin ibu sambungnya hampir logout dari dunia.


" Mana Ibu kamu ?" Tanya David lagi.


" Lagi olahraga " Jawab Sofia.


" olahraga apa ?" tanya Reka mengernyit.


" Ayo kita masuk " Ajak Sofia semangat.


Kedua lelaki itu mengangguk,mereka pun masuk kedalam.


" Gini caranya " samar2 terdengar suara pelan dari arah kamar yg terbuka.


" aku gak bisa ma "


" Bisa lah tinggal goyang doang kayak kamu bikin dulu "


Heningg....


David mengintip dari luar dan menggeleng pelan.


Reka yg penasaran pun ikut mengintip hingga Sofia membuka lebar pintu membuat Hani dan Cila kaget.


" Eehhh ada kamu Mas " Ucap Cila terkejut.


David berdehem dan masuk kedalam.


Reka tersenyum geli,jika David sudah berhadapan dengan Cila pasti ada saja tingkahnya.


" Kapan datang ?" tanya Cila lagi.

__ADS_1


" Barusan " Jawab David.


" kalian ngapain ?" tanya David melihat sebuah balon besar diduduki Cila.


" Nih lagi ajarin Hani goyang " Jawab Cila santai.


" hah goyang ?" Ulang Reka kaget.


Hani menunduk malu,Cila tak bisa menutup apa yg mereka lakukan.


" Bukannya udah pandai sampe jadi gini ?" Tanya David.


" Ehhh " kata Reka dan Hani terbelalak.


" Wkwkwkw iyaa Mas,tapi Hani udah lupa gimana caranya,makanya aku ajarin lagi biar mudah ntar pas lahiran " sahut Cila.


" apa hubungannya ?" Gumam Reka bingung.


" ya ada dong Rek,biar bayinya rileks gitu,jadi enak pas keluar " Jawab Cila.


Reka mangut2 meski diotaknya masih tidak masuk akal.


" Udah selesai ?" tanya David lagi.


" Belum,nanti ada ahlinya datang buat bantu " Jawab Cila.


" Jangan terlalu dipaksain,kalo gak bisa skip aja " Kata David ngeri.


" Ahhh gini doang mah gampang,iya gak Han " Kata Cila melototkan matanya kepada Hani.


" Iya " Jawab Hani lesu.


Reka terkekeh geli,terlihat sekali wajah tertekan Hani kepada mertuanya yg selalu banyak ide.


Reka dan David pamit pulang,kedua lelaki itu harus melanjutkan pekerjaan mereka yg masih banyak dikantor.


Ditempat lain,seorang gadis pergi kerumah sakit bersama Papanya.


Rania harus diperiksa,Denis takut luka sang anak menjadi infeksi dan menyebabkan hal yg tak diinginkan.


" Sudah mulai membaik,lukanya perlahan sembuh " Jawab Dokter.


" Apakah sudah boleh cuci piring ?" tanya Rania polos.


" Eh " Ucap Denis terbelakak.


Dokter terkekeh,sungguh pertanyaan gadis itu sedikit kocak menurut mereka.


" Jangan dulu,biarkan kondisinya tetap kering,kalau mencuci takut terkena jipratan " Balas Dokter.


Rania mangut2.


Denis menghela nafas,meski sedang sakit tapi Rania tak melupakan tugasnya yg sering bersih2 rumah terutama soal piring kotor dan mencuci pakaian.


" Ya udah Dok,makasih ya " Kata Denis menyudahi pemeriksaan.


Lelaki itu menandatangani sesuatu dan keluar dari ruangan.


" Papa akan kerja Ran,kamu bisa pulang sendiri ?" tanya Denis hati2.


" Papa gak pulang lagi ?" Tanya Rania balik.


" Nanti malam Papa pulang,ini Papa harus balik kantor " Jawab Denis sambil menunjukkan ponselnya yg sedang berdering.


" ya udah Pa,gak papa aku bisa pulang sendiri " Jawab Rania menghela nafas.


" Beneran ?" tanya Denis khwatir.


Rania mengangguk pelan


" Ya udah,ini uang ongkosnya,Papa duluan ya " Kata Denis buru2.


Rania kembali mengangguk dan melambaikan tangan melihat Denis berlari keluar.


Setelah lelaki itu pergi,Rania menarik nafas panjang.


Begitulah saat jalan bersama Papanya tersebut,Denis tak tau waktu jika harus dipanggil untuk bekerja lelaki itu harus siap 24 jam karna memang itu pekerjaan dan pengabdiannya kepada negara.

__ADS_1


Rania berjalan sendiri keluar mencari taxi,uang diberi Denis cukup banyak yakni 200 ribu,cukup untuk dirinya bolak balik serta jajan.


" Aku kemana ya ?" Gumam Rania pelan.


Gadis itu melihat kiri kanan dan menaiki Taxi yg mangkal pinggir jalan.


" Kemana Neng ?" tanya supir.


" hm,jalan x Pak " Jawab Rania.


Supir mengangguk,mobil pun berjalan menyusuri jalan raya.


Rania diam tak banyak suara hingga beberapa saat kemudian mobil berhenti disebuah gang.


" Makasih Pak " Ucap Rania sopan


" Hati2 Neng,jalan ini rawan " Ucap supir melihat Rania akan masuk kesalah satu gang.


Rania mengangguk tersenyum,gadis itu pun menyusuri jalan.


" Huuuffttt bisa2 nya aku kesini " Ucap Rania menggeleng tak percaya.


Yap,gang itu merupakan jalan menuju kost an Reka yg pernah ia jumpai.


Rania tak tau kenapa dirinya ingin pergi kesana tanpa pikir panjang.


Dari belakang,terlihat sebuah motor menghampiri gadis itu.


" Heii mau kemana ?" tanya pria berkaos merah.


Rania berbalik badan dan diam melihat lelaki asing tersebut.


" Maaf bang,mau kerumah itu " Jawab Rania menunjuk.


" itu " Ucap pria tersebut .


" Iya " Jawab Rania.


" oh itu orangnya lagi gak ada Neng,mending ikut saya aja " Tawar lelaki tersebut tersenyum


Glek...


Rania menelan ludah kasar,ia merasa lelaki didepannya kurang baik.


" Gimana Neng,dirumah saya enak bisa lakuin apa aja " Ujar lelaki itu lagi.


" Ngak bang,makasih " jawab Rania ketus.


Gadis itu pun berjalan,ia mulai merasa takut dan menyesal kenapa ingin kerumah Reka yg jelas ia tau bahwa Reka tak akan ada dirumah.


Motor itu mengikuti Rania,dan tiba2 baju Rania ditarik dari belakang.


" Aaa " Pekik Rania kaget.


" Ayo ikut Neng " Paksa lelaki asing itu.


" ngak mau " Jawab Rania meronta.


" Ayo Neng "


" Lepasiiinnnn !" Teriak Rania kesal.


" Ayoookkkk !" Paksa lelaki itu mengcengkram tangan Rania.


" Aaaaaaaa saakkkitttt " Pekik Rania kesakitan tangan lukanya disentuh kasar.


Pria tersebut melotot dan langsung melepas tangan Rania.


" Astaga Darah " Ucap pria itu mundur seketika.


" Aaauuuu sakiiiittt " Ucap Rania juga terkejut tangannya kembali berdarah.


Tanpa babibu,lelaki asing itu pergi meninggalkan Rania yg mulai menangis kesakitan.


❤❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2