
Menjelang sore,Arshad sudah selesai bekerja.
Lelaki itu tidak langsung pulang melainkan mampir ke hotel kakeknya untuk mengecek Rania.
Seperti biasa,Receptionist menyambut dengan hormat kedatangan lelaki tersebut.
" Selamat sore Pak,ada yg bisa kami bantu ?" Tanya seorang wanita tersenyum manis.
" Apa dia sudah makan ?" tanya Arshad datar.
" dia siapa Pak ?" tanya Receptionist bingung.
Arshad diam,detik berikutnya lelaki itu berjalan meninggalkan perempuan yg sedang kebingungan tersebut.
" maksud Pak Arshad siapa ? Perempuan atau laki2 ?"
Receptionist dibuat tak paham dengan bahasa Arshad yg ambigu karna waktu cek in bukan dirinya yg melayani.
Arshad menuju lantai atas dimana Rania berada.
Wajah datar dengan manik tenang terlihat membuat beberapa pekerja yg berpapasan memberi hormat sopan kepada pewaris kekayaan tersebut.
Arshad memang terkenal dingin,bahkan lelaki itu sama sekali tak bicara jika sedang mode batu.
Tak lama dirinya sampai,tanpa ketuk pintu Arshad masuk kedalam dan membuat penghuni terkejut bukan main.
" Syaaaddd " Pekik Rania heboh.
Arshad melihat gadis itu dengan wajah datarnya.
" Ck untung aku udah selesai ganti baju " Kata Rania kesal.
" Kamu mandi ?" tanya Arshad polos.
" Ya kali aku ga mandi dari pagi " Jawab Rania memutar mata.
Arshad mangut dan meneliti gadis didepannya.
Rania memakai baju panjang dengan celana panjang juga khas anak rumahan,gadis itu terlihat lupa menggunakan jilbabnya karna rambut masih tergulung handuk.
" Kamu cantik juga " Ucap Arshad membuat Rania tersentak.
" Apa !" Kata Rania terbelalak.
Arshad terkekeh geli melihat respon Rania yg terkejut.
" Kamu jangan aneh2 ya,aku sibet nanti " Kata Rania menyilang dadanya.
" Aku cape,pijitin " Kata Arshad menjatuhkan diri diranjanv.
" Ehhh " Ucap Rania makin melotot.
Arshad diam masih tidur tengkurap.
" Syad,kamu beneran ?" tanya Rania menelan ludah.
" Menurut mu ?" tanya Arshad lagi.
Glekkk...
Gadis itu kembali menelan ludah kasar.
" Kayaknya aku cekout aja Syad " kata Rania ngeri.
Arshad membalik badannya dan tertawa rnyah.
" segitu aja ?" tanya Arshad disela tawa.
" Maksud kamu ?" tanya Rania mengernyit.
" iman mu cetek,kk kulit empiang " Jawab Arshad asal.
Rania terdiam dengan otak yg berpikir keras menerjemahkan maksud pria tersebut.
" Dah ah aku mandi dulu,mana handuk " Kata Arshad bangun.
__ADS_1
" Mau mandi disini ?" tanya Rania lagi.
" Ini kamar aku " Kata Arshad gemas.
" Tapi aku juga sokongan kan " kata Rania polos.
" Hahaha " Arshad kembali tertawa.
Gadis didepannya benar2 masih seperti gadis belia yg tidak paham apa2.
Rania begitu menjaga dirinya dan meminta keadilan membuat Arshad merasa sedikit tenang.
" Cepetan Ran " kata Arshad jengah.
" Iya2,bentar " Kata Rania berjalan kearah lain mengambil jilbab dan berlari kekamar mandi.
Arshad diam memperhatikan,tak lama Rania kembali keluar dengan hijab salur seadanya.
Tak mau banyak bicara,Arshad melangkah masuk kamar mandi.
Rania diam memperhatikan,pria didepannya begitu baik dan banyak teka teki,tapi ntah mengapa meski 1 kamar dengan Arshad,Rania tidak merasa was2,gadis itu terlihat menerima pria tersebut tanpa curiga sedikit pun.
" Arshad udah makan belum ya ?" Gumam Rania teringat.
Gadis itu melangkah menuju telfon dan melakukan pemesanan makanan untuk kedua kalinya.
" Biar yg ini dia aja yg bayar,ntar kalo pake uang aku,ga cukup 1 bulan " Kata Rania menghemat biaya dengan akal licik.
Tak butuh waktu lama Arshad keluar dengan handuk membalut stngah tubuhnya.
Lelaki itu melihat Rania dengan wajah terkejut.
" Kamu kenapa ?" Tanya Arshad mengernyit.
" Syad " Panggil Rania lirih.
" Ga usah birahi " Kata Arshad mengusap rambutnya.
" Ehhhh " Kata Rania terbelalak.
Arshad tersenyum dan mengambil tas yg sudah ia bawa.
Arshad mengangguk pelan.
" Uhh syukurlah,aku tadi baru rencana mau kasih kamu pake yg aku hehe " Ucap Rania terkekeh.
" Maksud kamu ?" tanya Arshad syok.
" Daleman sama baju doang " Jawab Rania geli sendiri.
" Idihhhh " Kata Arshad ikut merinding.
Rania tertawa ngakak,gadis itu merasa tergelitik jika harus membayangkan Arshad menggunakan miliknya.
Arshad masuk kamar mandi dan bersamaan dengan layanan service datang.
Gadis itu mempersiapkan makan malam untuk pria itu karna Rania pikir ini sudah akan magrib.
Ditempat lain,seorang gadis terlihat bahagia karna kedua orang tuanya sudah pulang.
" Gimana kabar kamu ?" Tanya Serkan mengusap kepala gadis itu yg sedang memeluk dirinya.
" Aku baik Pa " Jawab Sania tersenyum
" Huh syukurlah,hampir 1 bulan kami ninggalin kamu sendirian " Kata Serkan tak habis pikir.
Sania hanya tersenyum dan memeluk tubuh pria dewasa tersebut.
Rasa rindunya seolah terbayar lunas saat ini.
" Oh iya Kak,aku ada oleh2 buat Kakak " Tegur Sutar teringat.
" Apa ?" tanya Sania semangat.
" Ayo ikut aku " Kata Sutar tak kalah semangat.
__ADS_1
" Mandi dulu ya,habis itu istirahat " Tegur Histi yg sedang menimang anak bungsunya.
" Iya Ma " Jawab Sutar paham.
Sania mengikuti bocah kecil itu menuju kamar seraya menyeret koper yg cukup berat.
Banyak bawaan Histi,maklum ada banyak perlengkapan anak yg harus ia bawa.
" Pa " tegur Histi kepada Serkan.
" Hm " Jawab Serkan menuju sofa untuk duduk.
" Kira2 apa yg terjadi sama Sania ya selama kita tinggal ?" Tanya Histi khwatir.
" Hm ntah lah,tapi sepertinya semua aman " Jawab Serkan.
" Masa sih ?" Tanya Histi lagi.
Wanita itu melihat sekeliling rumah,memang tak ada yg berubah,semua tertawa rapi dan bersih,bahkan isi kulkas pun full.
" Apa Angel sering kesini ya bantuin dia ?" Gumam Histi penasaran.
" Coba tanya aja " jawab Serkan.
" Hm ya udah " Kata Histi setuju.
Keduanya pun berselonjoran menikmati lelahnya perjalanan.
Malam hari,Histi menelfon Angel.
Gadis itu menjelaskan bahwa dirinya memang sempat datang membantu tapi hanya beberapa kali dan sisanya Angel tidak tau.
" jadi Sania melakukan sendiri ?" tanya Histi sedikit heran.
" Mungkin,dia kan udah gede juga Kak " Jawab Angel diseberang.
" Tapi Sania itu takut sama orang Njel " Kata Histi.
" Hm apa dia dibantu seseorang ?" tanya Angel lagi.
" Siapa ?" tanya Histi mengernyit.
" Hm kalo Arshad sih selalu sama aku kalo ketemu Sania " Jelas Angel mengingat.
Histi diam,wanita itu juga berpikir siapa yg telah membantu anak angkatnya tersebut.
" Apa jangan2...." Ucap Angel menggantung.
" Apa " Tanya Histi.
" Bang Juna ?" Tebak Angel.
Deg...
Histi tersentak mendengar nama sang adik disebut.
" Juna ?" Ulang Histi.
" Ya,siapa tau bg Juna,kan sebelumnya Sania sama dia ad hubungan " Kata Angel mengingat.
" Masa sih Juna ?" Kata Histi tak percaya.
" Tanya dulu Kak " Jawab Angel.
" Hm ya udah,nanti aku tanyain dulu sama Sania " Balas Histi.
" Hm,ya udah,aku mau makan dulu " kata Angel pamitan.
Tut.
Panggilan terputus,Histi menaruh hapenya dinakas dan melihat Serkan yg mulai sibuk dengan laptop.
" Masa sih Mas si Juna yg bantu ?" Kata Histi masih penasaran.
" Mungkin saja " Jawab Serkan asal.
__ADS_1
❤❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.