
Disebuah rumah sakit seorang pria terlihat duduk termenung dibangku tunggu.
Keadaan rumah sakit terlihat sangat sepi dan sunyi ditengah dinginnya malam.
Pria itu dari tadi tak beranjak setelah mendapat kabar bahwa ibunya terkena stroke,Daniel tak bisa berbuat apapun saat ini meski dirinya dibekali ilmu kedokteran yg ia banggakan.
Otaknya tak bisa berpikir jernih,ia begitu kalut dan sedih dengan keadaan sekarang.
Ceklek...
Pintu ruangan terbuka,nampaklah seorang pria membuka pintu dengan wajah lesu.
Ridho mendekati Abangnya dan duduk bersamaan.
" Gimana Ibu ?" tanya Daniel menoleh.
Ridho menggeleng pelan.
" Kita harus gimana Bang ?" tanya Ridho menghela nafas.
" Kamu jaga Ibu dulu,biar aku yg urus sisanya " Jawab Daniel pelan.
" Lo mau ngapain ?" tanya Ridho menyelisik.
" Menyelesaikan semuanya " Jawab Daniel.
" Bang lo jangan balik sama Nial,dia itu ular " Kata Ridho serius.
" Sekalipun buaya bakal tetap ladenin,ini bukan cuma masalah 1 orang tapi dia melibatkan orang2 disekitar kita " Kata Daniel geram.
Ridho diam,memang benar yg diucapkan Kakaknya Nial sudah sangat keterlaluan.
" Ya udah gue ikut " kata Ridho serius.
" Gak usah,kamu jaga Ibu kasihan dia " kata Daniel menepuk bahu Ridho.
" Tapi Bang,gue gak mungkin biarin lo lawan mereka sendiri " kata Ridho mengkrucut.
Daniel tersenyum dan merangkul bahu adiknya.
Baru kali ini keduanya terlihat sangat dekat dan punya pikiran yg sama,dari dulu Kakak beradik itu asik sendiri hingga lupa tali persaudaraan.
" Kamu masih punya hutang sama aku,kenapa Ibu bisa pingsan dan jatuh stroke " Kata Daniel menatap tajam lelaki itu.
Deg...
Ridho tersentak dan menggeser duduknya.
" Kenapa Do ? ngomong aja " Kata Daniel mencoba santai.
" Lo bakal benci sama gue Bang " kata Ridho menelan ludah kasar.
" ya tergantung " kata Daniel mengangkat sebelah alisnya.
Daniel terlihat sangat tenang,pria itu jarang sekali marah bedahal dengan Ridho yg apa2 selalu mengandalkan otot.
Sosok Daniel pun sangat dikagumi oleh sang adik yg kini mulai mengerti arti persaudaraan.
" Ayo cepetan " Desak Daniel.
" Jangan nonjok ya Bang,muka gue masih balu bekas tonjokan ayah kemarin " Kata Ridho mewanti2.
Daniel tersenyum geli,ntah apa salah lelaki itu kemarin sang Ayah benar2 seperti kesetanan menghajar mereka.
Hening...
Ridho mulai serius melihat Daniel yg masih memasang wajah anteng.
Ia takut jika jujur nanti respon Daniel kepadanya akan berubah total.
" Cepetan napa Do,digigitin nyamuk nih " kata Daniel gemas.
" Ck emang udah dari tadi kan digigitin " Balas Ridho malas.
__ADS_1
Daniel mengusap bahunya yg lumayan menarik perhatian nyamuk betina.
Hening lagi..
Ridho mencoba mencari kata yg pas untuk memulai semua cerita perjalanan hidupnya.
" Ya udah ntar aja " kata Daniel jengah.
" Eh Bang " tahan Ridho menarik lengan Daniel untuk duduk.
Daniel kembali mendaratkan bokongnya di kursi tunggu tersebut.
" Em sebenernya em gue " Kata Ridho deg degan.
Daniel diam melihat wajah aneh sang adik.
" Em gini Bang,em gue itu sbenernya " Kata Ridho menggaruk kepala.
" Apa sih Do,sebenarnya apa ?" tanya Daniel kesal.
" Gue em gue udah jadi bapak " Jawab Ridho menggigit bibir.
" Bapak apa ?" tanya Daniel belum ngeh.
" Ya bapak,em gue em udah punya anak bang " Jawab Ridho terpaksa jujur.
" Apa !" Pekik Daniel terbelakak.
" Hehe iya Bang,em dan sekarang em dia dirawat sama orang lain " Kata Ridho mendesah.
" Hah!" pekik Daniel lagi.
Ridho cengengesan seraya menggaruk kepalanya yg tak gatal,ia tak bisa lagi menutupi kesalahan yg pernah ia lakukan dimasa lalu.
" Kamu serius ?" Tanya Daniel tak percaya.
" Iya Bang,gue serius sekarang udah umur 7 tahun " Jawab Ridho.
Ridho mengangguk kecil.
" Astaga Do,apa yg kamu lakuin hah ?" Kata Daniel tak menyangka.
" Gak tau Bang,terjadi gitu aja " Jawab Ridho.
Daniel terdiam,sungguh ia tak percaya dengan apa yg Ridho ucapkan barusan.
" Maafin gue Bang,karna gue Ibu sekarang sakit " kata Ridho merasa bersalah.
" Gue juga terkejut Bang,gue pikir gak bakal sejauh inì " Kata Ridho frustasi.
Pltakkk....
Kepala Ridho dijitak keras oleh sang Abang.
Pria itu meringis kesakitan dan melihat Daniel kesal.
" Apa ! mau marah ?" Tanya Daniel menantang.
" Gak Bang " Jawab Ridho menciut.
" Emang udah gila kamu ya,pantesan Ibu sampe stroke denger kamu dah punya anak,mana ngalahin aku lagi !" kata Daniel gemas.
" Maafin gue Bang,cuma 1 doang " Kata Ridho mengkrucut.
" Emang mau nambah !" Bentak Daniel melotot.
Ridho menggeleng cepat,wajah Daniel sulit diprediksi,lelaki itu terlihat begitu terkejut.
" Astagaaa bisa mati aku lama2 " Gumam Daniel frustasi.
" Jangan mati dulu Bang,gue gak sanggup nanggung sendriian " Kata Ridho memelas.
" Bodo ! itu urusan kamu " Decih Daniel.
__ADS_1
Ridho diam dan menarik nafas panjang.
Ia juga bingung harus bagaimana saat ini,lelaki itu benar2 sudah sangat buntu.
Hening....
Keduanya diam dengan isi kepala masing2,ibu mereka diruangan tidur sendirian.
Ayah mereka tak pergi kerumah sakit,Daniel maupun Ridho pun seolah tak perduli lagi dengan keadaan sekitar.
" Bang " Panggil Ridho pelan.
" Diam lah,aku harus beristirahat sejenak " Kata Daniel memejamkan mata.
" Lo marah ya sama gue ?" tanya Ridho polos.
" Ntah lah,semua sudah terjadi " Jawab Daniel.
" Gue gak nyesel Bang punya anak,soalnya dia cakep mirip gue " Kata Ridho terkekeh.
" Ehh !" Pekik Daniel menoleh tajam.
" Hehe,beneran Bang,cakep banget " kata Ridho melihat langit2 koridor.
" Udahlah,Abang gak mau bahas anak dulu " kata Daniel lemah.
" Lo gak penasaran anak gue siapa ?" tanya Ridho heran.
Daniel diam tak menjawab,lelaki itu memejamkan matanya mencoba untuk tidur.
" Ya udah deh,gue juga pengen istirahat,cape badan cape otak " Kata Ridho membenarkan posisinya.
Kakak beradik itu pun memilih untuk menidurkan diri mereka meski kepala masih sangat ramai.
Kebesokan paginya,Ridho terbangun dan terkejut melihat Daniel tak ada lagi disebelah.
Lelaki itu berlari masuk keruangan dan terdiam melihat sang Abang berdiri sambil menyuapi ibunya yg sudah bangun.
Ridho berjalan perlahan dengan wajah bengkak yg belum terkena air.
Sang ibu menoleh dan diam melihat anak bungsunya.
Daniel menghela nafas dan diam melihat Ridho.
" Ayo makan lagi Bu " ucap Daniel lembut.
Wanita tua itu menggeleng pelan dengan mata berkaca kaca.
" Maafin Ridho Bu " ucap Ridho menahan tangis.
Wanita itu tak menjawab.
Daniel mengusap punggung ibunya yg mulai bergetar menahan tangis.
Ibu mana yg tak sedih melihat kedua putranya dalam masalah besar.
Hidup mereka yg bahagia dulu kini satu persatu menunjukkan wajah asli.
" Ridho gak bisa bohongin Ibu lagi,aku minta maaf kalo bikin Ibu seperti ini,gadis kecil itu memang anak ku Bu,dan Ibunya saat ini dipenjara untuk menganggung semua kelakuan dia " Kata Ridho jujur.
Wanita tua itu mengangkat tangannya yg bergetar kearah mulut.
Air mata mulai menetes lirih tanda kekecewaan yg begitu dalam.
" Aku akan bertanggung jawab untuknya Bu,dia punya seorang pria yg menyayangi dirinya dan keluarga pria itu juga menyayangi cucu ibu dengan tulus " Sambung Ridho.
" Me ng nga apa ka kam mu bo bohong ?" Tanya sang Ibu terbata bata.
" Aku takut Ibu seperti ini " kata Ridho bersimpuh dilantai.
❤❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa vote,like,coment ya.
__ADS_1