Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Sesuatu


__ADS_3

Malam semakin larut mewarnai gelapnya malam.


Suasana disebuah kamar terlihat sunyi,seorang wanita begitu teladen merawat sahabatnya yg sedang sakit.


" Kamu gak pulang ?" tanya Reka siap untuk tidur.


" Aku tidur disini " Jawab Hani sambil mengisi air dalam gelas.


" Sama aku ?" tanya Reka terkejut.


" Ya gak lah,aku tidur dibawah aja,karpet kamu ada kan ?" Jawab Hani tenang.


Reka terkekeh dan mengangguk pelan.


" Padahal masih ada space kalo mau " Balas Reka lagi.


Hani melirik tajam lelaki itu mmebuat Reka buru2 diam.


" Dah kamu tidur sana,gak usah banyak omong " Kata Hani kesal.


" Iya2,marah mulu " Balas Reka mengkrucut.


" Ck cepatan cari istri habis ini,gak bosen apa sendiri mulu " Cibir Hani.


" Aku maunya kamu,tapi kamu maunya orang lain " Balas Reka santai.


" Haistttt udah deh,mending mingkep aja !" Sarkas Hani tak suka.


Reka mengkrucut dan mulai memejamkan matanya.


Ntah mengapa Hani kurang suka dengan pernyataan Reka,ia menganggap lelaki itu sebagai sahabat dan keluarga terdekat bukan menjadi seorang pria.


Suasana mulai sepi lagi,Hani diam melihat Reka yg begitu lemas hari ini.


Ia terpaksa berbohong meminta izin dengan alasan sakit,Hani tak tega jika harus meninggalkan Reka sendirian tanpa perawatan.


Dengan badan yg sudah lelah,Hani mulai mencari tempat untuk merebahkan dirinya.


" Kasihan Reka,nasibnya gak jauh beda sama aku " Gumam Hani pelan.


Hani sangat menyayangi Reka lebih dari apapun,tapi untuk mencintai lelaki itu Hani tak punya perasaan sama sekali.


Jam terus berlalu hingga melarutkan kedua sahabat itu dalam tidurnya..


Kebesokan pagi,Hani bangun lebih dulu.


Ia memeriksa keadaan Reka yg masih tertidur pulas.


" Uh syukurlah,panasnya udah turun " Gumam Hani pelan.


Gadis itu bisa menghela nafas dengan keadaan Reka yg mulai membaik.


Hani bangun dari ranjang dan keluar menuju dapur.


Hani berencana akan memasakkan sesuatu untuk sahabatnya tersebut.


Tak lama Reka keluar kamar,pria itu mengernyit melihat Hani tak ada dimana mana.


" Suara apa itu ?" Gumam Reka pelan.


Suara kicauan didapurnya terasa nyaring,pria itu berjalan cepat dan mendapati Hani sedang menggoreng sesuatu.


" Ngapain ?" Tanya Reka mendekat.


" Udah bangun ?" tanya Hani terkejut.


" Hm " Jawab Reka pelan.


" Kamu udah enakan belum ?" tanya Hani khawatir.


" Udah,aku mau kerja hari ini " Jawab Reka mengambil minum.


" Beneran ? gak pusing lagi ?" tanya Hani ngeri.

__ADS_1


" Gak,aku udah gak masuk 2 hari,ntar dipecat Pak Justin " Kata Reka ngeri.


" Hahah iya juga sih " Jawab Hani terkekeh.


Gadis itu melanjutkan acara masaknya lebih cepat seraya mengintip jam yg terus berdetak.


Setelah selesai,keduanya pun sarapan bersama.


Meski hanya nasi goreng biasa dengan toping telur dadar,2 sahabat itu makan dengan lahap.


Hani bisa tersenyum manis melihat semangat Reka kembali membara.


" Hari ini aku antar ya " Kata Reka disela makannya.


" Iya " Jawab Hani mengangguk.


Reka tersenyum mengangguk.


Ditempat lain,seorang pria terlihat kewalahan sendiri berperang dengan isi rumahnya.


" Paaa asaapp " Pekik Sang anak heboh.


" Hah asap ?" Ulang Vero terkejut.


Sofia mengangguk dan menunjuk asap dikuali yg sudah panas.


" Aduh2 gimana ini ?" Pekik Vero bingung.


Pria itu terlihat sangat berantakan dengan apron dibadannya.


" Matiin kompornya Paaa " Pekik Sofia takut.


" Hah iya kompor " Kata Vero baru ngeh.


Cetekkk....


Kompor pun mati,Sofia menghela nafas lega dan duduk lemas..


" Uhhh " Nafas Vero hampir terputus melihat asap dirumahnya yg sudah penuh.


" Yaaahh kan Papa baru belajar sayang " Kata Vero lesu.


" Papa gak lihat dapurnya mau meledak,Via takut mati Pa " kata Sofia kesal.


" Takut mati juga ?" tanya Vero terkekeh.


" iya lah,kan aku baru SD " Jawab Sofia gemas.


Vero tertawa ngakak,disela kehebohan anaknya sangat lah pintar.


Keduanya diam duduk dibangku masing2.


Tak ada apapun yg tersaji diatas meja kecuali air putih.


Bahkan roti isi yg biasa mereka makan pun sudah habis tak tersisa.


" Aduhh Paa,laperrr " Kata Sofia kembali merengek.


" Papa juga laper " Balas Vero mengkrucut.


" Ya udah,pesen makan diluar aja Pa " Kata Sofia punya ide.


" Kelamaan,gimana kalo Papa yg beli langsung ?" Tanya Vero.


" Kamu mandi dan siap2,Papa cari sarapannya " Lanjut Vero lagi


" Tapi aku pergi ikut Pa " Kata Sofia lesu


" Kalo kamu ikut nanti telat sekolahnya " Balas Vero.


Sofia diam sejenak,Vero masih menunggu jawaban sang anak..


" Ya udah deh,Via dirumah aja tapi Papa jangan lama2 ya " Kata Sofia takut.

__ADS_1


" Iya " Balas Vero tersenyum.


Sofia mendekat dan memeluk Vero erat.


Lelaki itu mengernyit bingung,biasanya Sofia sangat cuek tapi kali ini gadis itu bersikap sangt manja.


" Papa jangan tinggalin Via kayak Mama ya,Via gak ada temen " kata Sofia mendongak.


Deg...


Vero tersentak dengan ucapan anaknya yg terlihat polos.


" Iya sayang,Papa gak akan ninggalin Via " Kata Vero membalas pelukan.


" Ya udah,gih sana mandi,ingat ya kalo ada siapapun yg kerumah jangan bukain pagar apalagi pintu sampe Papa pulang " Kata Vero serius.


" Iya Pa " Jawab Sofia mengangguk.


Vero pun bangkit dan keluar mencari sarapan.


Sofia diam melihat lelaki tersebut nanar.


Ntah apa isi kepala gadis malang tersebut hanya Sofia dan Tuhan yg tau.


Disebuah rumah,seorang wanita bersiap untuk dibawa ke kantor polisi.


Yap,penyerahan dirinya kemarin ia lakukan dengan suka rela.


Yuna merasa sangat bersalah dengan tindakan egoisny selama ini.


" Kamu baik2 saja ya,nanti aku akan sering kesana " Ucap Ridho lembut.


" Maafin aku Do,titip Sofia " Balas Yuna berusaha tegar.


Ridho mengangguk pelan,wanita itu pun dibawa oleh polisi menuju mobil tahanan..


Setelah mobil pergi,datanglah satu mobil lagi mendekati dirinya.


Ridho yg mengenali mobil tersebut dibuat terkejut.


" Daniel !" Ucap Ridho pelan.


Mobil berhenti dan pemiliknya dengan cepat keluar.


" Kenapa lo disini ?" tanya Ridho bingung.


" Gawat Do " Kata Daniel panik.


" Gawat kenapa ?" Tanya Ridho bingunh..


" Sepertinya ada yg mau celakain Hani " Kata Daniel cepat.


" Apa !" Pekik Ridho terbelalak.


" Iya dan Mama tadi pingsan tau gadis yg aku sukai itu ternyata gadis yg kamu bawa " Kata Daniel lagi.


Manik Ridho makin terbelalak.


" Terus gimana Bang ?" Tanya Ridho mulai serius.


" Kita harus hentikan,aku gak bisa hubungin Hani " Kata Daniel bingung.


Ridho merogoh saku dan mengambil hape mencari nama Hani disana.


" Iya Bang,gak aktif " Kata Ridho ikut menelfon.


" Huh dia gak ada dirumahnya,aku gak tau kemana gadis itu pergi " Kata Daniel frustasi.


" Jadi kita harus gimana Bang ?" Tanya Ridho.


Daniel diam sejenak mencari ide hingga ia tersentak dengan sebuah nama.


Ridho masih diam menunggu jawaban dari abangnya.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2