Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Sel


__ADS_3

Dipenjara situasi masih aman seperti biasanya.


Seorang pria terlihat tenang duduk didalam sel bersama tahanan lain.


" Udah jam berapa sih,kapan kita dikasih makan ?" Tanya seorang pria terlihat kesal.


Vero diam tak menjawab.


" Kayaknya udah siang deh,tapi mana polisi yg jaga ?" tanya Tahanan lain.


Brabororor.....


Suara gentakan jeruji terdengar ramai ditambah saut2an dari para napi yg ingin makan pagi.


Vero menghela nafas panjang,lelaki itu juga lapar tapi ia tak bersemangat sama sekali.


Tak lama 2 orang sipir datang dengan bunyi kruncingan anak kunci.


Para napi langsung berdiri menyambut lelaki tersebut.


" Kalian udah lapar ?" tanya Sipir tenang.


" Iya,kita mau makan Pak " Jawab salah satu tahanan.


" Oke,tapi harus tertib ya " Balas Sipir tersenyum.


" Siap Pak,lauk apa hari ini ?" tanya napi tanpa malu.


" Yg jelas ada nasi nya,soal lauk jangan protes " Jawab sipir mengulum senyum.


" Aahhh masa lauk daun singkong lagi Pak " Ucap salah satu napi dengan wajah sedih.


" Hahah ngaak,hari ini lauk dadar telur sama sayur lodeh,enak bukan ?"


" Wahh boleh tuh,ntar siang lauknya apalgi ?" tanya tahanan tak tahan.


" Ck pagi aja belum udah mau siang aja " Cibir napi lain gemas.


" Biarin biar gak penasaran " Balas tahanan lama tersebut santai.


Para napi itu tertawa semua kecuali Vero yg masih diam dengan wajah murung.


" Ayo Ver kita keluar " Ajak salah satu napi memegang pundak Vero.


" Iya " Jawab Vero tersenyum kecil.


Lelaki itu bangun dan maniknya melihat lelaki yg pernah mencari kelai dengan nya dulu.


Keduanya saling melihat dengan tatapan masing2.


" Udah gak usah diladenin " Kata napi yg dekat dengan Vero.


Vero mengangguk dan keluar saat pintu sel terbuka.


Semuanya mengenakan borgol dan berjalan beriringan.


Sudah 1 mingguan ini perasaan Vero tak menentu apalagi bebannya juga bertambah karna ia juga harus memikirkan Hani yg kini menjadi seorang istri.


Vero tak bisa membayangkan apa jadinya Hani dan Sofia berada dalam 1 atap yg sama.


Mereka tiba diruang makan,para polisi terlihat sibuk mengatur makan para nara pidana.


Vero tak bisa berkelak,ia harus mengikuti dan menerima peraturan yg ada.


Pria malang itu mengantri dengan piring lusuh ditangannya,saat akan menerima uluran tiba2 para napi kehebohan membuat Vero kaget.


" wihhhh dateng nih para ciwi2 " ucap salah satu napi dengan wajah girangnya.


Vero melihat kearah pintu dan diam saat maniknya melihat tahanan wanita masuk untuk sarapan juga.

__ADS_1


Cuit cuitan pun terdengar,para napi perempuan tersebut begitu beragam,ada yg bar2 dengan tato sebadan2 ada juga yg kalem bahkan berkerudung.


Vero kembali melihat kedepan dan mendapati nasinya sudah terisi dengan tempe saja.


" Lauknya ambil sendiri disana " Ucap sipir perempuan yg berjaga.


Vero mengangguk pelan dan kembali maju.


Lelaki itu tak banyak protes,kadang Vero muak dengan segalanya tapi apa boleh buat ia tak bisa melakukan apapun selain menerima..


Nasi dan lauk sudah tersedia,kini lelaki itu berjalan keluar mencari tempat.


" Aku disana saja " ucap Vero melihat sebuah meja kosong.


Lelaki itu segera pergi kesana dan duduk dengan tenang.


Saat akan memulai makan,tiba2 seseorang berdiri didepannya.


Vero mendongak dan mengernyit melihat Yuna berdiri dengan sepiring nasi dan lauk.


" Boleh gabung ?" tanya Yuna tersenyum canggung.


" Cari tempat lain saja " Jawab Vero.


" Hanya disini yg sepi " Balas Yuna.


Vero diam melanjutkan makannya.


Tanpa malu Yuna langsung menarik kursi dan duduk tepat didepan Vero.


Vero menghela nafas dan terus makan.


" Aku dengar kamu sudah divonis pengadilan ya ?" tanya Yuna disela makannya.


" Bukan urusan mu " Jawab Vero.


" 10 tahun itu sangat lama Vero " Balas Yuna.


" Ngga,aku sedih malah,gak nyangka hukuman kamu lebih lama dari aku " Balas Yuna.


Vero memutar mata dan kembali makan.


" Bagaimana Sofia ? Apa dia tau kamu disini ?" tanya Yuna teringat putrinya.


Vero diam tak menjawab.


Yuna melihat Vero dan menghela nafas panjang.


Mantan suaminya tersebut kini begitu diam dan dingin,bedahal dengan Vero yg dulu ramah dan penuh candaan.


" Nanti kalau aku sudah keluar,aku akan gantian jagaian Sofia " ucap Yuna tersenyum.


Vero mendongak dan diam sejenak melihat mantan istrinya.


Wajah manis Yuna masih Vero kenal tapi lelaki itu seketika membuang muka saat teringat akan kejadian lalu.


Vero tersentak sejenak saat wajahnya dipalingkan.


Lelaki itu melihat lagi dan deg.....


Seketika manik hitam itu membulat sempurna melihat seorang wanita berdiri diambang pintu masuk seraya memegang rantang kecil.


" Hani " ucap Vero pelan.


Yap,Hani datang tepat waktu dimana Vero mulai menyantap makan paginya.


Yuna menoleh dan mengernyit melihat Vero menatap wanita yg mematung diambang pintu tersebut.


Lelaki itu bangun dan menatap Hani dalam.

__ADS_1


Hani yg sudah gemetar memejamkan matanya sejenak.


" Tenang Hani,ini bukan seperti yg kamu pikirin " Ucap Hani menenangkan dirinya.


Vero mendekat,Hani pun mencoba tenang meski begitu sulit.


" Kenapa kamu ada disini ?" tanya Vero mengernyit.


Hani mengambil tangan Vero lalu menciumnya takzim membuat Vero terbelalak kaget.


" Maaf aku kesini terlambat " Ucap Hani gemetar.


Vero menatap aneh gadis tersebut,sungguh ia tak percaya Hani bisa ada disini.


" Aku em mengantar makanan " Kata Hani menunjukkan rantangnya.


" Mana Sofia ?" tanya Vero melihat kebelakang.


Hani menggeleng pelan.


" Sofia sekolah " jawab Hani tersenyum getir.


Vero diam dan menatap lagi wajah istrinya.


Raut Hani sedikit berbeda,biasanya Hani begitu tampil polos tapi kini warna bibir gadis itu sedikit bebeda dan merah ke pink2an.


Hani yg sadar Vero memperhatikan bibirnya langsung ia kulum didalam.


Glekkk....


Vero menelan ludah kasar,lelaki itu juga baru menyadari bahwa ia sudah memperhatikan bibir ranum sang istri.


" Em kamu sudah selesai makannya ?" tanya Hani mengalihkan.


" Belum,baru setengah " jawab Vero.


Hani melihat kearah meja Vero dan mendapati wanita yg ia kenal berada disana.


" jangan salah paham " ucap Vero melihat Yuna juga.


" Gak,itu biasa kan "Balas Hani sntai.


Vero diam tak membalas.


" Em kalau begitu ini buat kamu " kata Hani memberikan rantangnya.


" Apa terjadi sesuatu ?" tanya Vero.


Hani menggeleng pelan.


" Semuanya masih aman dan Sofia sehat " Jawab Hani tersenyum.


" Kamu juga harus sehat " Ucap Vero lembut.


Hani tersenyum kecil sambil menggenggam tangannya agar tidak lemah didepan Lelaki ini.


" Ayo kesini " Ajak Vero mengambil tangan Hani.


" Em gak usah nanti aja " Tolak Hani menarik tangannya.


Vero menatap kebawah melihat tangannya terlepas.


" Aku harus pergi sekarang,em kau bisa habikan dengan Yuna " Ucap Hani ramah.


" Kau tdak keberatan ?" tanya Vero serius.


Deg....


❤❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment yq


__ADS_2